NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:125.7k
Nilai: 5
Nama Author: Triana mutia

Hidup seorang gadis muda yang biasa di sapa Caca harus menjadi berantakan karena dia harus mendekam di dalam penjara untuk menanggung kesalahan yang tidak pernah dia lakukan, dia menanggung semua itu hanya demi menyelamatkan kehidupan sang kekasih hati dan sebuah alasan

Tetapi apa yang dia dapatkan saat pertama kali keluar dari jeruji besi adalah sebuah pengkhianatan, dan sebuah kenyataan yang selama ini dia tak ketahui

Tiba-tiba saja Daniel Putra Perkasa seorang CEO muda yang sangat tampan mulai mendekati Caca dan memberikan Caca sebuah cahaya di dalam kehidupannya yang sudah berantakan, tetapi Caca tak mengetahui sama sekali bahwa semua yang Daniel lakukan hanya untuk menyakiti Caca

Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci? atau malah cinta mereka akan saling menyakitkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Di Rencanakan

Abian meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah dingin seolah dia menunjukkan rasa kekecewaan pada orang-orang di sana, sang manager pemasaran pun langsung melepaskan tatapan membunuhnya kepada Caca

"Seumur-umur saya kerja di sini belum pernah liat pak Abian begitu, gara-gara kamu saya jadi yang kena sasaran nya." dengan nada suara sinis

"Maaf pak," menundukkan kepalanya

"Jangan berani pulang sebelum kamu selesaikan itu semua," penuh penekanan

"Baik pak"

Orang tersebut kembali ke tempat duduknya dan Caca pun mulai mengerjakan tugas yang di berikan kepada dirinya

"Kenapa aku kena sial di jari pertama kerja aku sih?"

Wajah sedih Caca membuat beberapa orang yang berada di sana menjadi tak tega melihat hal tersebut, seseorang yang berada di samping Caca memberikan sebuah kertas dengan sebuah tulisan ke arah Caca

"Sabar ya, aku yakin kamu pasti bisa selesaiin itu"

Caca menoleh ke arah orang yang berada di sebelah nya dan orang itu pun tersenyum, orang itu hanya mencoba memberikan Caca kekuatan dan Caca pun membalas dengan senyuman

Sedangkan Abian melaporkan hal tersebut kepada sang bos besar sebelum dia kembali ke ruang kerjanya, dan Daniel pun terlihat puas akan hasil kerja Abian. Abian yang baru saja kembali ke ruang kerjanya langsung teringat akan wajah sedih Caca

"Maaf ya, mau gimana lagi aku harus ikutin semua perintah dari pak Daniel. Semoga aja suatu saat nanti pak Daniel bisa melunakan sedikit hatinya buat kamu" membuang nafasnya dengan kasar

Detik demi detik terus berlalu dan jam kerja pun telah berakhir, semua sudah mulai merapikan barang-barang mereka. Sedangkan Caca masih belum berhasil menyelesaikan tugas yang di berikan kepada dirinya

"Kamu belum selesai?"

"Ya nih," tersenyum

"Mau aku bantu?"

"Ga usah nanti kita jadi kesalahan lagi"

"Tapi sekarang kan udah jam pulang kantor," melihat jam tangan nya

"Oh, duluan aja ga apa kok"

Orang tersebut adalah orang yang pertama kali berada di ruangan yang sama dengan Caca saat wawancara kerja, dia benar-benar merasa sekali ini Caca tak melakukan kesalahan apapun. Sehingga dia tak boleh mengabaikan Caca begitu saja

"Sekarang kan udah di luar jam kerja, kayaknya ga masalah kalau aku bantu kerjaan kamu." mendudukkan tubuhnya di samping Caca

"Ardelia atau kamu bisa panggil aku Adel," mengulurkan tangannya

"Caca," bersalaman sambil tersenyum

"Sini biar coba aku bantu rapi kan, nanti kamu tinggal input aja." tersenyum

"Terima kasih ya"

Adel pun tersenyum dan mulai membantu tugas Caca, dan tiba-tiba saja sang manager pemasaran pun menghampiri mereka

"Sebaiknya kamu pulang aja, kalau pak Abian lihat nanti saya lagi yang kena."

Adel pun terlihat seperti keberatan dengan apa yang baru saja dia dengar, Caca yang tak ingin memperpanjang sebuah masalah pun langsung angkat suara

"Ya ga apa kok Adel kamu pulang aja, nanti selesai ini aku juga langsung pulang kok."

"Kamu yakin?"

Caca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum

"Ya udah kalau gitu aku duluan ya"

"Hati-hati ya,"

"Padahal dia udah kita jahatin waktu habis wawancara kemarin, tapi kenapa dia bisa senyum dengan tulus begitu? apa dia ga marah kami ngomongin dia waktu itu?"

Adel pun ikut keluar dari ruangan tersebut dan kini hanya tersisa Caca seorang diri, Caca pun kembali melanjutkan tugasnya dan tiba-tiba saja ponselnya berdering

"Ya mbak"

"Kamu di mana? mbak udah di parkiran nih"

"Astaga aku lupa kasih tau mbak Sindy"

"Maaf mbak tapi mbak duluan aja ya"

"Kenapa?"

"Aku lupa bilang kalau aku mau kumpul sama teman-teman yang ada di sini mbak"

"Oh gitu, ya udah nanti kamu pulangnya hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam juga, ga baik perempuan ada di luar sampai malam"

"Ya mbak"

"Ya udah mbak duluan ya"

"Ya mbak"

Caca pun memutuskan sambungan teleponnya

"Lebih baik aku bohong ke mbak Sindy, aku takut mbak Sindy nanti jadi kepikiran"

Caca mengumpulkan kembali semangat nya dan melanjutkan kembali tugas yang di berikan kepadanya, waktu pun terus berlalu dan akhirnya Caca pun berhasil menyelesaikan tugas tersebut

"Akhirnya selesai juga," meregangkan tubuhnya sambil tersenyum puas

Caca pun mulai merapikan barang-barang miliknya dan bersiap untuk kembali, saat dia melihat jam tangan nya jam sudah menunjukkan pukul delapan malam

"Ya ampun hari pertama kerja udah begini, semoga aja ke depannya akan lebih baik"

Caca mulai meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke arah lift, saat pintu lift terbuka Caca pun menunjukkan rasa sopan dekat menundukkan sedikit kepalanya sebelum memasuki lift tersebut karena di dalam lift sudah ada seorang pria dengan pakaian yang terlihat rapi

Lift pun mulai melaju dan Caca hanya terdiam setelah memilih lantai yang akan dia tuju, sedangkan pria tersebut terlihat melihat jam tangannya

"Kamu dari bagian mana?"

"Saya pegawai magang di bagian pemasaran pak," dengan sopan

Pria tersebut pun terlihat mengerutkan keningnya

"Kenapa baru pulang?"

"Tadi saya melakukan sedikit kesalahan pak, jadi saya harap selesaikan tugas saya sebelum saya pulang." tersenyum tipis

"Dikerjain sejauh ini masih bisa senyum dia"

Mereka berdua pun kembali terdiam Caca turun di lantai dasar, sedangkan sang pria langsung menuju ke arah basement. Ternyata nasib kurang beruntung masih menghampiri Caca pada hari itu, karena begitu Caca keluar dari gedung tersebut dia baru mengetahui bahwa sedang turun hujan

"Ya ampun kenapa harus turun hujan sih? kalau gini gimana caranya aku bisa cari angkutan umum?"

Dan tiba-tiba saja sebuah mobil pun berhenti tepat di hadapan Caca, lalu membuka salah satu kaca mobilnya

"Ayo saya antar kamu pulang"

"Dia kan orang yang di dalam lift tadi"

Caca berusaha menunjukkan senyuman sopan di wajahnya

"Ga usah merepotkan pak, saya tunggu sedikit reda aja nanti saya bisa pulang sendiri"

Pria itu pun turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya ke arah Caca

"Apa kamu takut kalau saya adalah orang jahat?" dengan wajah datar

Caca pun menampilkan wajah serba salah karena ucapan dari pria tersebut benar adanya

"Kenalin saya Daniel Putra Perkasa, pasti dengar nama saya kan?"

"Itu bukannya nama pemilik perusahaan ini?" dengan wajah sedikit tegang

"Jadi kalau saya memang berbuat sesuatu yang berlebihan ke kamu, kamu bisa cari saya dengan mudah. Saya cuma berniat mengantarkan kamu pulang, saya anggap ini sebagai perlindungan atasan terhadap bawahan." dengan nada yang datar tetapi mengintimidasi

"Gimana nih? dia kan bos di sini, kalau aku nolak sama aja aku ngelawan ke atasan dong"

Daniel langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, sedangkan Caca masih terlihat mematung dan bingung di tempat yang sama

"Ayo"

"Iya pak.."

Dengan berat hati Caca pun masuk ke dalam Daniel sang penguasa di tempat dia bekerja, itu menjadi pertemuan pertama mereka dan pertemuan yang memang sudah di rencanakan oleh Daniel

1
Raja Rosnenty
Luar biasa
Raja Rosnenty
Lumayan
Ayu Ap
aku hadir...
Indra Yanto
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😍👍👍😍👍👍👍👍😍👍👍👍👍😍👍👍😍👍👍😍👍👍👍♥️👍👍👍👍💟👍👍👍👍♥️
tambahan bunga sudah kuberikan
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
kebanyakan flashback...
vivinika ivanayanti
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq
"Rasa Yang Terpendam"
Nenie desu
aq sudah mampir kak
Shuhairi Nafsir
ceritanya terlalu koyol Dan membosankan Thor.
Shuhairi Nafsir
Demi kuasa Thor mohon agar Daniel jadi buncin sama Caca serta menyesali diatas perilakuannya terhadap Caca
anggita
👌👌..
anggita
oke thor,, trus berkrya smoga novelnya sukses..
anggita
caca kudu kuat💪
anggita
mimpi,, klo bsa Jawa ngelindur.
anggita
😢caca,, 😓leo,, 😅siska,,
Nenie desu
jangan lupa mampir dinovel aq kak 😇🤗🙏
Nenie desu
semangat terus kak 🙏🤗
Nenie desu
favorit, alurnya bagus 🤗🙏
vivinika ivanayanti
kak....upnya kak.... lanjutkan 🥰🥰🥰
triana 13: ya kak maaf lagi numpuk kerjaan terlambat untuk up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!