***
Harap bijak dalam memilih bacaan..
Karya ini hanya kisah fiktif belaka 😁
Kisah ini menceritakan seorang gadis bernama Alena Wijaya yang merupakan putri ketiga seorang pengusaha tambang yang sukses.. Ia adalah gadis yang ceria, supel, cantik, tomboy namun anggun.. Tapi sifatnya yang tegaan justru menjerumuskannya ke dalam perjodohan yang awalnya dirancang untuk kakaknya...
Axton William adalah pria yang dijodohkan dengan Alena yang merupakan kakak tingkatnya saat SMA.. Seperti apa kisah serunya? Jangan lupa ikuti guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrianindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
King Koil
Sudah seperti yang Alena duga bahwa adegan-adegan di film horror mampu membuatnya berteriak histeris.. Berbeda dari ketiga pria yang ada di sana dimana teman nonton mereka bersembunyi di bahu mereka jika takut, namun hal itu tak terjadi pada Axton... Axton harus meringis kesakitan karena Alena memukuli lengannya jika kaget atau takut dengan film yang sedang mereka tonton..
"Cil sadar cil.. Elu kesurupan apa gimana sih... Sakit tau cil..." keluh Axton sembari mengusap lengannya..
"Sorry... gue takut..." rengek Alena..
"Lah.. yang lain takut tapi mereka meluk sebelahnya... elu takut malah mukulin gue... Elu lebih horror dari filmnya tau gak sih cil..."
"Maaf..." ucap Alena dengan raut wajah menyesal karena telah bertindak semena-mena yang disengaja pada Axton...
"Kemarilah.. Tutup saja matamu jika takut..." Axton menarik Alena ke dalam pelukannya dan benar saja Alena dengan senang hati tidur di dada bidang milik Axton..
"Ku rasa aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu Alena.. Aku tak bisa mengontrol perasaanku saat di dekatmu.. Apa kau merasakan degupan jantungku yang begitu kencang saat ini.. Ku mohon jadilah kekasihku dan jangan Terima perjodohan itu.. Aku berjanji akan menjadikanmu satu-satunya wanita yang aku cintai dalam hidupku...Oh Astaga, aku tak percaya mengatakan ini semua... Jadi apakah kau mau menjadi kekasihku?"
Tak ada jawaban dari Alena hanya suara dengkuran halus yang terdengar.. Axton menertawakan dirinya sendiri yang telah berbicara pada barbie hidup di hadapannya itu... "Ternyata dia tidur.." gumam Axton..
Axton juga lebih memilih untuk tidur bersama Alena karena ia sama sekali tak tertarik dengan film yang sedang diputar.. Jika bukan karna Alena maka ia juga tak akan pernah mau menonton film yang dianggapnya hanya sebuah modus bagi kaum hawa untuk memeluk prianya.. Lalu apa yang terjadi padanya? Dia juga menarik Alena ke dalam pelukannya, tanpa sadar dia juga mempraktikkan modus yang sempat ia kutuki itu...
Tampaknya tidur mereka begitu lelap hingga lengkingan suara para wanita yang ketakutan saja tak membangunkan tidur mereka.. Atau mungkin karna posisi mereka yang nyaman sehingga film selesai diputarpun keduanya masih nyenyak...
Sebelum membangunkannya, Bella sibuk memfoto pasangan yang tengah berada di alam mimpi itu..
Cekrek.. Cekrek.. Cekrek..
"Ya ampun mereka so sweet banget.. Kayak putri tidur ga sih gaes??" ujar Bella sembari melihat foto Axton dan Alena yang sangat serasi itu..
"Haddeeeehh.. mana ada cerita putri tidur tapi pangerannya ikutan tidur bell yang ada mah mereka kayak Romeo and Juliet, tidurnya kayak habis minum racun, kagak bangun-bangun..." sela Aldo..
Radit hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Axton dan Alena lalu membangunkan keduanya "Alen, Axton bangun... filmnya udah selesai..."
Axton berhasil bangun terlebih dulu dan ia menunduk melihat Alena yang masih berada di atas dadanya.... Sayup-sayup Alena malah semakin memeluk Axton dan berkata "Kakak ngapain sih, lagi tidur juga digangguin aja..."
"Ini dibioskop Len... Bangun!!" Radit menggoncang-goncangkan tubuh adiknya agar segera tersadar dan mendengar kata bioskop ternyata membuat usaha Radit berhasil.. Alena langsung terbangun dengan disaksikan oleh seluruh sahabatnya, kakaknya dan musuh bebuyutannya...
"Sial.." batin Alena sedangkan Axton dengan sikap coolnya tanpa rasa bersalah malah justru bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruang theatre...
"Ciiyeee nyenyak bener tidurnya.. gimana rasanya tidur di dada kak Axton Len??" Goda Vanya..
"Ohh itu tadi dada?? Kirain Mattress... Berasa kayak lagi tidur di atas King Koil gue... Lu penasaran?? Cobain gih tidur di dada Leon atau Aldo pasti berasa tidur di divan..." jawab Alena sekenanya yang membuat Tania, Bella dan Vanya melongo dibuatnya karena penasaran bagaimana rasanya tidur di dada bidang seperti yang Alena katakan tadi....
Alena merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu membelah para teman-temannya yang tepat berada di hadapannya itu dan segera mengikuti Axton keluar dari sana... Alena celingak celinguk mencari sosok Axton tapi tak menemukannya, mungkin sudah pulang pikirnya... Untuk sesaat dirinya diam di depan ruang theater namun tak lama kemudian Radit dan Tania datang...Dengan sigap Alena menarik tangan Radit agar menjauh dari ular sanca yang semakin membelit-belit tangan kakaknya itu...
"Ayo pulang!!" ketus Alena pada kakaknya..
"Tania boleh minta tolong dianterin ga kak?? Ini sudah malam dan sopir Tania udah pulang dari tadi..." Tania mengeluarkan puppy eyesnya yang membuat Alena berasa ingin mencongkel lalu ditukarnya dengan mata burung hantu agar hanya bisa melihat di saat malam hari dan tidur di siang hari.. Dengan begitu ia tak akan pernah bertemu saat jam sekolah... Pemikiran yang konyol bukan!
"Alen pulang sendiri aja.." Alena segera menyingkir dari sana sebab jika tidak ia bisa kehilangan kewarasannya..
"Alen.." panggil radit yang tak dihiraukan oleh alena sama sekali.. Alena berjalan hingga ke lobby mall untuk mencari taxi, sialnya setiap ada taxi yang datang ia selalu kalah cepat karena tangannya sedikit membuatnya kesulitan untuk membuka pintu..
"Hufh...." Alena menggerutu bahkan ponselnya ikut-ikutan kehabisan daya sehingga tak bisa menelpon para sahabatnya untuk meminta pertolongan..
"Baby.." terdengar suara seorang pria yang tak asing bagi Alena, begitu berbalik Alena sangat bahagia hingga memeluknya sangat erat...
"Lu kemana aja sih... Gue cariin ngilang mulu.. Hampir aja gue pulang jalan kaki nih..." rengek Alena yang membuat Axton tergelak..
"Kenapa? Lu kangen ya sama gue? Gue tadi cuma beliin ini buat lu..." Axton menunjukkan ice cream yang memang baru saja di belinya..
"Serius buat gue???" tanya Alena dengan mata yang berbinar-binar dan dijawab anggukan oleh Axton.. Tanpa basa-basi Alena langsung menerimanya layaknya seorang anak kecil yang terlihat begitu menggemaskan...
Keduanya berjalan memasuki mall kembali dan sesekali menyuapi Axton dengan ice cream di tangannya... Alena pun tak segan-segan menggandeng Axton menuju sebuah butik..
"Axton, lihatlah baju ini sangat cantik bukan..."
"Hmmm... beli aja kalau mau, gue yang bayarin..."
Alena memutar bola matanya malas atas jawaban Axton "Bukan begitu konsepnya!!"
"Lah terus??"
"Ihhh kayak di drama-drama itu lho... sang cewek bilang kalau bajunya bagus terus sang cowok menanggapi benar itu cocok sekali untukmu... Tapi saat sang cewek melihat harganya ia mengurungkan dirinya lalu mereka kembali berjalan-jalan... Jawaban sang cowok udah cukup membuat dia bahagia..." Alena menceritakan kisah dalam sebuah drama favoritnya...
"Cih! itu mah cowoknya aja yang miskin... Elu minta satu set perhiasan juga bakal gue bayarin..."
"Ihh... elu ga romantis banget sih jadi sugar daddy!!!"
"Ya elah cil, romantis aja ga cukup buat jadi sugar daddy.... Inget cil, syarat utama jadi sugar daddy itu kayaa rayaaa bukan romantis..."
Alena membenarkan jawaban Axton dalam hati walaupun tak dapat dipungkiri bahwa bibirnya sudah manyun lima centimeter...
"Jadi beli ga nih???" Tawar Axton yang jawab dengan gelengan kepala oleh Alena..
"Duit gue juga ga kurang-kurang kalau emang gue mau baju itu... Gue cuma pengen ngedate ala drakor-drakor aja sih cuman kayaknya gue kudu ngeganti partner gue dulu..." Alena melirik Axton lalu kembali berjalan-jalan dengan diikuti Axton di belakangnya...
Axton memijit pelipisnya, ia tak habis pikir dengan pemikiran gadis di hadapannya itu.. Di berikan kesempatan buat memiliki barang yang diinginkan malah ditolak hanya karena ingin sebuah pujian... Lelucon macam apa ini batin Axton...
aq berhrp Alena tetap brsama Axton..
ga nangis pasrah diam. hallo Thor diri ku mampir 🙏🏼