NovelToon NovelToon
Unperfect Wife

Unperfect Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

"Perjuangan yang sungguh-sungguh akan membuatmu berhasil mencapai apa yang kau inginkan. Berjuanglah dan tanamkan satu target dihadapanmu!"
~Lara Alessandra

Sebagai wanita dengan berat badan 107 kilogram, Lara kerap kali merasa berkecil hati. Kedatangan keluarga Alex untuk melamar dirinya sudah seperti anugerah terindah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sayangnya, pernikahan sempurna yang dibayangkan Lara tidak sama dengan kenyataan. Alex ternyata mau menikah dengannya karena sebuah paksaan. Bukan karena cinta apa lagi mau menerima Lara apa adanya.

Namun, Lara tidak pernah menyerah. Dia terus berjuang agar Alex mau mencintainya dan menerima dia apa adanya. Ketika perjuangan Lara masih setengah jalan. Dia justru memergoki sang suami sedang bersenang-senang dengan wanita lain.

Apakah Lara akan berhasil membuat Alex jatuh cinta padanya atau justru dia akan menyerah dan memilih untuk meninggalkan Alex?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Berkeliling

Matahari kembali bersinar terang. Setelah beberapa hari gagal berkeliling rumah karena hujan di luar, siang ini Lara memiliki kesempatan untuk menjelajahi rumah mewah keluarga Moritz. Tempat yang pertama kali di datangi Lara adalah kolam renang. 

Di sana Lara bisa melihat sofa yang banyak untuk bersantai. Kolam renang luas dengan air biru. Ada dinding tinggi yang membatasi kolam dengan kebun buah. Jika di lihat dari atas bisa kelihatan jelas taman buahnya. Namun, jika berdiri dari dekat kolam renang hanya terlihat tembok berwarna putih yang kokoh.

Lara sangat ingin berenang di kolam renang mewah tersebut. 

Kapan lagi bisa mandi sambil menikmati keindahan rumah mewah keluarga suaminya. Sayangnya, akhir-akhir ini Lara tidak bersemangat. Sifat Alex semakin hari semakin dingin. Apapun yang ia lakukan selalu salah di mata Alex. Termasuk cara dia berpakaian dan makan juga salah. Demi membuat Alex tidak marah lagi kadang Lara hanya menghabiskan satu porsi makanan saja. Tidak mau tambah. Apa lagi sampai menghabiskan semua makanan di meja seperti kemarin. Walau semua usahanya itu tetap saja dipandang sebelah mata oleh Alex.

Hana selalu ada di samping Lara untuk menemani Lara berkeliling. Sebenarnya ia juga merasa malas menemani Lara. Tapi mau bagaimana lagi. Ini salah satu usaha yang bisa ia lakukan demi mendapatkan kepercayaan dari Lara.

"Nona, apa anda sakit?" Lara menggeleng pelan sebelum duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Ia memandang ke arah kolam dengan tangan menopang dagu.

"Anda terlihat murung sejak tadi pagi, Nona. Tidak seperti biasanya," ucap Hana lagi.

"Hana, apa aku ini jelek sekali? Kenapa semua orang menghinaku karena aku gendut? Apa gendut sebuah dosa? Apa gendut membuat semua orang menjadi sial?" tanya Lara dengan wajah sedih.

"Nona, kenapa anda bicara seperti itu? Anda itu wanita yang hebat. Saya saja kadang iri sama anda."

"Iri? Kau iri padaku?" Lara menunjuk wajahnya sendiri dengan wajah tidak percaya.

"Ya, Nona. Di saat semua orang menghina anda. Anda tetap terlihat tegar. Jika saya jadi anda, saya tidak akan berani melihat wajah orang-orang yang pernah menghina saya," sahut Hana. "Apa lagi sampai melawan mereka!" Ia sengaja mengatakan kalimat itu agar Lara tidak lagi berani keluar kamar. Menjadi wanita penyendiri yang menyedihkan.

"Aku berpikir kalau aku wanita yang baik. Aku tidak pernah mau membuat orang lain celaka apa lagi sampai tersinggung. Tapi, tidak tahu kenapa, semua orang benci melihatku."

"Nona, anda tidak pernah kepikiran untuk diet?"

"Diet?"

"Ya, Nona. Jika anda kurus mungkin semua orang tidak akan menghina anda lagi."

Lara tertawa kecil. Hal itu membuat Hana bingung. "Hana, saat aku kurus juga semua orang suka menghinaku. Sejak kecil aku selalu di bully. Yang katanya penyakitan, kurus kurang gizi. Hidupku serba salah, Hana." Lara menutup wajahnya. "Beban hidupku sudah sangat berat sejak aku SD. Saat itu kulitku hitam dan memang aku sangat jelek. Aku bertekad untuk mengurung diri di kamar agar kulitku bisa putih. Mama bilang aku lahir dengan kulit putih. Kulitku hitam karena aku sering bermain di bawah terik matahari. Hal itu justru membuatku jadi hobi makan. Aku jadi gemuk. Berat badanku naik setiap bulannya. Aku bahkan sempat tidak sadar kalau ternyata tubuhku sudah gemuk. Hingga pada akhirnya semua pakaianku tidak muat lagi."

"Cerita yang membangongkan. Kurus di hina gemuk di caci. Sepertinya nasipnya memang sudah di takdirkan tidak bahagia sejak kecil hingga dewasa," gumam Hana di dalam hati.

"Hana, jika sedih dan stres, tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain makan. Dengan makan aku bisa merasa jauh lebih baik."

"Bagaimana kalau olahraga, Nona? Selama tinggal di rumah ini anda tidak pernah olahraga," ucap Hana lagi.

"Aku kesulitan berjalan sekarang Hana. Bagaimana bisa aku olahraga? Tidak ada jaminan apapun saat ini. Belum tentu Kak Alex mau menerimaku kalau aku kurus."

"Anda mau mempertahankan berat badan anda, Nona? Bukankah itu juga tidak terlalu baik untuk kesehatan?"

"Aku mau berubah Hana. Tapi tidak di saat Kak Alex membenciku seperti sekarang. Jika dia mencintaiku saat tubuhku cantik, itu sama saja dia mencintaiku karena fisik. Jika suatu saat aku kecelakaan dan wajahku rusak, bukankah kita sudah bisa tahu bagaimana nasipku setelah itu?

Sudah pasti Kak Alex akan mencampakkanku karena dia mencintaiku karena fisik. Aku akan berubah jika Kak Alex mencintaiku dalam keadaan seperti sekarang. Karena aku anggap itu cinta yang tulus darinya. 

Apapun keadaanku kedepannya nanti, Cinta Kak Alex tidak akan pudar. Wanita melewati banyak perubahan dalam hidupnya. Dari mulai mengandung. Tubuhnya akan gemuk kan? Melahirkan. Belum lagi menyusui yang akhirnya membuat aset kita terlihat kurang menarik. Untuk mendapatkan pria yang bersungguh-sungguh mencintai kita adalah di saat sekarang."

Hana membisu. Semua yang dikatakan Lara memang benar. Tapi, dia bekerja untuk Fiona. Ia tidak bisa memihak Lara. Apapun yang dikatakan Lara baik benar atau salah tetap saja tidak menggoyahkan kesetiaan Hana terhadap Fiona.

"Nona, anda tidak mau melihat kebun buah di taman belakang? Di sana kita bisa makan buah. Kebetulan sekarang jeruk kita lagi berbuah, Nona."

"Benarkah? Kenapa tidak bilang dari tadi. Ayo kita ke sana." Lara beranjak dari sofa. Saat mau melangkah, tiba-tiba Lara melihat Tuan dan Ny. Moritz berjalan menuju ke tempatnya berada. Lara dan Hana saling memandang sebelum mengukir senyum ramah.

"Selamat siang, Pa. Ma."

"Siang juga Lara. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Tuan Moritz.

"Lara jalan-jalan saja Pa," jawab Lara dengan senyuman indah. Ia berharap mama mertuanya juga bisa tersenyum. Tapi, sejak pertama kali melihat Lara justru Ny. Moritz terlihat cuek.

Tuan Moritz mengangguk. "Lara, ada hal penting yang ingin Papa sampaikan. Untuk beberapa minggu ini papa harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Papa harap, setelah papa dan mama pulang. Hubunganmu dan Alex bisa lebih membaik. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan hati Alex ya. Papa yakin kalian bisa bahagia suatu hari nanti," ucap Tuan Moritz penuh harap.

"Lara akan berjuang untuk meluluhkan hati Kak Alex, Pa." Mendengar jawaban Lara membuat Ny. Moritz tersenyum menghina. Namun ia tidak mau mengatakan satu katapun karena tidak mau ribut dengan suaminya.

"Papa pergi dulu ya." Tuan Moritz menepuk pundak Lara. 

"Hati-hati, Pa. Tetap jaga kesehatan ya."

Mereka berdua pergi setelah berpamitan dengan Lara. Hana tersenyum bahagia mendengar kabar itu. Is sudah tidak sabar memberi tahu Fiona kabar baik ini.

"Sepertinya ini waktu yang tepat bagi Nona Fiona untuk datang ke rumah ini dan menginap. Lara … bersiaplah sakit hati. Karena tidak lama lagi kau akan sadar siapa sebenarnya dirimu. Betapa tidak pantasnya kau bersanding dengan Tuan Alex! Hanya Nona Fiona yang berhak mendapatkan Tuan Alex," gumam Hana di dalam hati.

1
Nur Cahyani
benar2 pria brengsrk
Nur Cahyani
jooos rasain lex
Nur Cahyani
alex suka pas cantik doang buat apa
Safa Almira
lanjut
Hartaty
semoga Alex palsu cepat ketahuan
Hartaty
🤣🤣🤣🤣
Hartaty
wahhh alamat ada yg cemburu nih🤣🤣🤣❤️
Hartaty
dr Alfred teman lara kan
Hartaty
SM Fabio aja,ayo lara kurusin badan mu
Ran Aulia
👍👍👍👍
terimakasih author, ceritanya manis manis seru 😍😍😍
Ukhty fillah
🥰
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut
Imam Sutoto Suro
keren thor lanjutkan seruuuu
Imam Sutoto Suro
keren thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut thor
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
lanjutkan thor
Kecombrang
yeay.... 👏👏👏 setuju
Ester Yaru
asyik dan seru
amihcint
bagus bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!