Novel ini adalah cerita tentang perjalanan si kembar Kean dan Lean dalam mencari partner terbaik mereka. Saudara kembar itu mempunyai prinsip jika sudah cinta dengan seorang wanita ingin langsung menikah bukan untuk pacaran.
"Kamu itu bagaikan alkohol yang bercampur dengan ganja, begitu memabukkan dan membuatku candu! Bagaikan langit yang sulit untuk kugapai." Adinda Larasati
"Kamu adalah gadis ceroboh yang bisa membuatku jatuh cinta padamu." Muhammad Keane Ar-rayyan
"Andai aku bisa mendapatkan cintamu, aku ingin segera menikah denganmu." Muhammad Leanne Ar-rayyan
"Dari awal aku tak pernah mencintaimu. Jadi jangan paksa aku untuk bisa mencintaimu!" Leandra Monroe.
" Setelah mencintaimu, hidupku menjadi berubah penuh warna." Nala Avrelia Prayoga
Ikuti kisah mereka hanya di My Best Partner .
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Saran baca novel pendahulunya. Anak Genius: Papa Bucin Yang posesif
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bonus tahun baru
Sesampainya di rumah, keluarganya sedang asik nonton tv, sampai tidak menyadari bahwa Dinda sudah pulang. Bahkan, mereka tak menanyakan kenapa Dinda bisa pulang selarut ini di saat malam tahun baru.
Saat membuka penutup makanan, sudah tak ada makanan tersisa.
"Buk, apakah tidak ada makanan?" tanya Dinda.
"Sudah habis," jawab Nada tanpa menoleh sedikitpun ke Dinda.
Perut Dinda sudah sangat lapar dan ingin di isi, tetapi tak ada apa-apa yang bisa di makan, bahkan mie instan saja tidak ada. Dinda menghembuskan nafas panjang, lalu meminum air yang banyak agar dia tidak lapar lagi.
Sebenarnya Keluarga Dinda tidak terlalu miskin, tetapi mempunyai ayah yang sering mabuk-mabukan membuat keuangan keluarganya tak menentu.
Andai Dinda tidak mendapatkan beasiswa dan kerja sampingan, mungkin dia tidak akan bisa kuliah. Menjadi seorang freelance adalah pekerjaan yang cukup menguntungkan untuknya, di sela-sela mengerjakan tugas kuliah.
***
Entah kenapa sejak tadi, Kean hanya memainkan ponselnya tak jelas. Entah kenapa kondisi mood yang sedang tak baik, membuatnya malas melakukan apapun. Sebenarnya, ini adalah hal yang jarang terjadi pada Kean.
Saat scroll stori WhatsApp, tidak sengaja dia melihat stori Dinda yang bertuliskan.
Malam tahun baru yang kelabu, di saat orang lain sedang merayakannya dengan makan bersama keluarga. Aku di sini hanya menahan hal itu, mungkin lebih baik tidur saja, dan anggap sebagai diet. Siapa tahu, bisa makan enak di alam mimpi. 🤣
Kean menautkan kedua alisnya, dan mencoba mencerna apa arti dari tulisan itu. Setelah tahu apa arti dari stori itu, sudut bibirnya terangkat sedikit.
"Ternyata kamu lapar? Kenapa tidak pesan makanan saja kalau lapar, justru berkhayal. Makan di alam mimpi segala!" Kean bermonolog seraya menatap layar ponsel. Tak lama kemudian, dia sudah memesankan beberapa makanan enak yang langsung di hantarkan ke rumah Dinda.
Anne yang melihat kakaknya rebahan sambil menatap layar ponsel, sedikit merasa heran.
" Kak, "panggil Anne.
Seketika Kean kaget saat mendengar panggilan Anne, jantungnya melemah seakan ingin copot.
" Kalau gak ngagetin bisa, nggak?!" protes Kean.
" Ye, padahal aku gak berniat untuk ngagetin loh! Kakak saja yang sedang melamun, makanya kaget. Ngelamun apaan sih?"
Anne sedikit merasa kepo saat melihat kegiatan tak biasa dari kakaknya, yaitu rebahan sambil main ponsel karena biasanya dia terus saja kerja, kerja, dan kerja.
" Anak kecil gak usah kepo! "
" Astagfirullah, gitu amat sama adik sendiri! Jangan-jangan kakak sudah punya pacar ya ..." goda Anne.
"Apaan sih, sana pergi saja! Belajar atau apa gitu___" usir Kean saat melihat sifat kepo adiknya mulai muncul.
Pa ... Ma ... Kak Kean udah punya pacar! "teriak Anne yang sudah berlari menuju Ken dan Dira yang duduk di sofa tak jauh dari mereka.
Ken, dan Dira terkejut saat mendengar Anne mengatakan kalau Kean sudah punya pacar. Karena merasa kesal, Kean mengejar Anne, dan terjadilah aksi saling kejar-kejaran antara Anne dan kean.
Saat sudah merasa capek, Anne memutuskan untuk berlindung di tengah-tengah Mama dan papanya. Melihat Anne yang mencari perlindungan, membuat Kean berhenti. Ia mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, Kean jarang sekali kejar-kejaran dengan Anne seperti anak kecil seperti ini.
Melihat aksi kejar-kejaran Kean dan Anne, membuat Ken merasa Kean seperti seorang manusia biasa. Pasalnya selama ini Kean selalu bersikap dewasa, dingin, dan cuek. Berbeda dengan Lean yang sering berantem dan jahil kepada adiknya.
"Kamu sudah punya pacar, Kak?" tanya Dira yang ikut penasaran.
"Iya, Kean. Siapa pacarmu, kenapa tidak di kenalkan sama Papa dan Mama," timpal Ken.
"Mama sama Papa gak usah percaya sama Anne. Dia itu bohong, orang Kean gak punya pacar kok!"
Kean memang tidak merasa kalau dia punya pacar. Jangankan pacar, wanita yang di sukai saja tidak ada. Dia memang tidak terlalu pusing memikirkan soal pacaran, karena menurut Kean itu hanya membuang waktu saja.
Jika ada wanita yang dia sukai, dia akan langsung sholat istikharah. Jika dia baik menurut Allah, maka Kean akan langsung menikahinya, tanpa pacaran. Karena dia tim menikah tanpa pacaran, tapi pacaran setelah menikah. Jadi apapun yang di lakukan adalah pahala, bukan maksiat atau dosa. Nauzubillahi min dzalik.
***
Makin malam, perut Dinda semakin keroncongan. Dia terus berguling ke sana sini dia tas kasur, karena tidak bisa tidur juga.
"Aduh ... Kenapa makin lapar sih!"
Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar.
"Din...," suara khas dari ibunya terdengar dari balik pintu.
"Iya, Buk sebentar." Dinda beranjak turun dari kasur untuk membuka pintu.
Ketika pintu terbuka, memperlihatkan Nada dengan raut wajah marahnya.
"Ada apa buk?"
Nada langsung menjewer telinga Dinda menuju meja makan yang sudah terdapat beberapa makanan lezat, seperti pizza, Mc Donald's, sushi, dan masih banyak lagi.
Melihat ada banyak makanan lezat di depannya, membuat perut Dinda semakin berdendang dengan keras.
"Kenapa kamu beli makanan sebanyak ini! Kamu tuh ya, jangan suka menghamburkan makanan. Daripada beli makanan mahal-mahal ini, lebih baik uangnya kamu kasihkan ke ibu!" Nada menengadahkan telapak tangannya di depan Dinda, untuk meminta uangnya.
Dinda tercengang saat mendengar ucapan Nada.
" Maksud ibu apa? Dinda gak faham."
Nada sudah berkacak pinggang, siap memarahi Dinda.
" Bukannya kamu yang beli makanan sebanyak ini?"
Dinda menggeleng karena dia tidak merasa memesan makanan.
Nada mengerutkan keningnya dan siap untuk me jewer telinga Dinda lagi, tapi Dinda segera menutupinya.
"Kalau bukan kamu yang beli siapa? Orang atas nama kamu kok!" Nada menyodorkan nama penerima.
Melihat struk nama penerima itu, Dinda semakin tidak mengerti.
Apakah keinginannya di ijabah oleh Tuhan? Tapi, kenapa seperti mustahil! "
" Buk, sudahlah. Ayo kita makan saja, lagian jarang-jarang juga bisa makan makanan enak seperti ini! " seru devan adik Dinda.
" Tunggu dulu! Ambil ATM mu, biar ibu yang pegang uangnya! Jadi anak jangan terlalu boros, jika itu di belikan beras bisa buat makan kita seminggu lebih!" ujar Nada.
" Tapi, buk__"Dinda mencoba untuk menolak. Jika atmnya di pegang oleh Nada, bisa-bisa dia tidak punya uang tabungan. Apalagi sampai ketahuan bapaknya yang suka minum itu, habislah! "
" Cepat! "bentak Nada.
Dengan terpaksa Dinda masuk ke dalam kamarnya kembali, lalu mencari dompetnya. Saat mencari dompet, lampu ponselnya terus berkedip menandakan ada notifikasi masuk.
Ternyata ada pesan dari Kean.
Kean : Itu makanan sebagai bonus lembur hari ini dan ucapan tahun baru. Jika lapar jangan update status, tapi masak atau beli. Apalagi mimpi makan, tidak akan kenyang!
Dinda tersenyum saat membaca pesan dari Kean.
"Ternyata yang di katakan bu Dira benar. Di balik sikap dinginnya, Dia adalah pria baik dan juga pengertian."
Dinda : Terima banyak pak😊
Setelah itu, Dinda keluar dari kamarnya dan mengatakan kalau makanan itu adalah bonus lembur dan ucapan tahun baru dari bossnya.
Mendengar ucapan itu, Devan yang sudah ingin makan, segera menyantap makanan yang ada di depannya saat ini.
"Lain kali, bilang sama bosmu. Kalau mau kasih bonus, uang saja! Lebih manfaat," tandas Nada yang segera ikut makan.
Dinda hanya geleng-geleng kepala melihat sikap ibunya. Di kasih ini saja sudah untung banget, kok minta lebih.
***
Setelah menyelesaikan operasi yang sangat panjang, Kean merasa tubuhnya sangat lelah sekali. Dia mencoba untuk duduk terlebih dahulu agar tidak semakin oleng. Sepertinya gula darahnya rendah.
Tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan sebuah minuman dingin dan permen penambah gula.
"Minum dan makanlah ini dulu!"
Suara itu terlihat sangat familiar bagi Lean, membuat dia mendongakkan kepala. Saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, membuat Lean tercengang.
...****************...
Wah ... Kira-kira siapa orang itu ya? Sampai membuat Dokter tampan tercengang.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya yang banyak ya... Serta rate bintang 5 nya karena novel ini novi ikutin lomba You are writer season 6.
😊