NovelToon NovelToon
SECRET LOVE

SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:389.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minsecret03

"Pernikahan kontrak perjanjian, tapi pernikahan satu kali seumur hidup antara aku dan kamu.

~Alterio Mahendra


Alterio Mahendra, terpaksa menikah dengan Gabriela key Angelin. Yang berawal dari kesalahpahaman, dan untuk kebahagiaan orangtuanya.

Tak disangka, Al terpesona dengan istri kontaknya, dan berusaha mendapatkan hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. DRAMA ROMANTIS

Dengan langkah lesu Al keluar dari lift, berdiri didepan pintu apartemen dan memutar knop pintu perlahan. Tepat didepan pintu, ada key yang tersenyum manis kearahnya.

"Sore tuan muda, bagaimana harimu? kenapa wajahmu begitu lusuh dan kusam?" Key terkekeh, sembari menjulurkan tangannya kearah Al.

Siempunya menaikkan alisnya, menatap aneh kearah Istrinya. Seakan mengerti kebingungan Al, key mengerakkan mata dan mulutnya tanpa bersuara.

"Bunda." ucapnya.

Al melototkan matanya, mengintip kedalam apartemen. Benar, bundanya ada didalam. Duduk disofa, sembari menonton tv dan sesekali menoleh kearah mereka.

"Ngapain?" Tanya Al tanpa bersuara.

Key hanya mengangkat bahunya acuh, menarik lengan kekarnya masuk kedalam apartemen.

"Ngapain bund?" Tanya Al kearah bundanya.

"Ngusir bunda kamu Al?"

"Gak, cuman nanya bund."

"Udah sana mandi, bau."

Al mencibir ucapan bundanya, sembari melangkah kearah kamar diikuti key dari belakang.

"Mau ikut mandi?"

Dengan cepat key mendorong tubuh kekarnya, dan menutup pintu.

"Bunda nginap."

Sontak Al melototkan matanya, menatap punggung kecil key menyelusuri kamarnya. Bagaimana ini? kalo bunda nginap, otomatis mereka berdua sekamar dan seranjang. Al mana tahan.

Apalagi key selalu menguji keimanan, dan mata. Al harus apa? Mana dikamar hanya ada kasur, sofa juga satu. Itu pun sofa single.

"Ck." Al berdecak Kesal, mengikuti langkah key dan duduk ditepi ranjang tepat disamping Istrinya.

"Gimana dong Al? Kamar cuman dua. Baju gue juga masih dikamar. Gue takut masuk kekamar mulai dari tadi, takutnya ketahuan bunda kita pisah ranjang."

Al mengusap wajahnya kasar, melepaskan jas hitam dan dasi yang melilit dilehernya. Jujur ia juga binggung.

Takut ketahuan apalagi. Kalo sampe bundanya tau, Al gak tau apa yang akan terjadi.

Al memejamkan matanya sebentar, menghela napas kasar dan membuka matanya.

"Lo tidur disini sama gue."

"Ha?"

"Lo tenang aja, kita cuman tidur."

"Tapi–"

"Kali ini aja, bantuin gue lagi yah key." Mohon Al, tanpa sadar mengengam jemari lentik gadisnya. Mengusapnya lembut, seakan meyakinkan Istrinya.

Key menelan salivanya kasar, jantungnya berdetak kencang. Apa tidak salah lihat? Al mengengam jemarinya, dan mengelusnya lembut. Tanpa sadar key mengigit bibir bawahnya, sembari menatap manik hitam kelam milik Al.

Mereka berdua beradu tatap, menyulusuri manik satu sama lain. Tanpa sadar Al tersenyum manis kearahnya.

'Tampan' Kata pertama yang terlintas dalam benaknya. Pria ini tampan, key harus apa? terpesona? tidak bisa, itu melanggar perjanjian. Tapi key akui, Al memang tampan.

"Key, bantuin gue yah."

Key akhirnya menganggukan kepalanya, dan tersenyum tipis kearahnya. Canggung rasanya dengan situasi ini. Ingin rasanya menghilang, saking groginya.

"Tapi baju gue gimana? Gue belum mandi tau Al." Key mencairkan suasana, sembari melepaskan genggamannya. Al terkesiap, rasanya nyeri saat key melepaskan genggamannya. Padahal apa salahnya? Sepertinya key serius dengan perjanjian itu. Al harus mendapatkan kertas si*la* itu secepatnya.

"Pakke baju gue."

"Gue gak mau, mana muat."

"Cari dari walk closet, pilih sendiri."

"Tapi Al–"

"Key."

"Iya-iya, gue kalah." Key mengerucutkan bibirnya, melangkah malas kearah walk closet.

"Sekalian baju gue yah." Teriak Al, dan terkekeh sendiri.

Dengan ragu, key membuka lemari dan tercengang menatap isinya. Deretan jas hitam memang rapi, tapi bagian sebelahnya hancur berantakan. Key dikerjain? Atau gimana? Sebagai istri yang baik key harus merapikan ini, matanya juga tidak tahan melihat ini semua.

Dengan kesal, key mengeluarkan semua isinya, dan memilih baju yang pas untuknya. Berselang beberapa menit, key mendapatkan apa yang ia mau. Dengan cepat kembali mencari pakaian ganti untuk suaminya. Al tidak boleh masuk kedalam, yang ada key dimarahin. Apalagi semua pakaiannya berserakan di lantai.

"Maaf yah Al, entar gue rapiin kok. Gue mandi dulu soalnya." Ucapnya kearah pakaian yang berserakan, dan melangkah keluar dari walk closet.

Key sengaja mengunci walk closet agar tidak ketahuan.

"Ngapain?"

"Eh, mau mandi." Dengan gegalapan key berlari terbirit-birit memasuki kamar mandi, menutup pintu dengan kencang.

Beberapa detik kemudian, Key teringat sesuatu. Dengan cepat membuka pintu kembali, menyembulkan kepalanya didepan pintu.

"Al, baju tuh diatas ranjang."

Al yang sedari tadi diam mematung ditempatnya, menganggukan kepalanya mendengar ucapannya. Ada-ada saja kelakuan Key, barusan terlihat seperti maling yang ketahuan, sekarang jadi istri yang perhatian.

Dengan cepat Al memakai pakaiannya, dan duduk ditepi ranjang sembari mengeringkan rambutnya. Pikirannya berkeliaran kemana-kemana, binggung apa yang harus dilakukan. Al pria normal, gak mungkin tidur seranjang dengan wanita. Mana key Istri sah nya, tidak masalah Al meminta hak nya.

Tapi masalahnya, Al tidak mau membebani istrinya apalagi tidak ada cinta diantara mereka berdua. Al tidak sejahat itu, hidup berdampingan dengan key saja Al sudah bersyukur. Key wanita yang baik, dan Al harus menjaganya.

Pernikahan mereka mendadak, dan dengan mudahnya Key menyetujui permintaannya. Sebagai pembalasan atas ucapan terimakasih, Al harus melakukan yang terbaik selama kontak pernikahan mereka masih berlangsung.

"Al, kegedean."

Suara merengek key menyadarkan lamunannya, dan mengarahkan tatapannya kearah key yang berdiri di depan pintu kamar mandi.

Sontak Al mengulum senyumnya, meneliti penampilan key dari atas sampai bawah. Key terlihat lucu memakai pakaiannya, kaos oversizenya terlihat kebesaran ditubuh kecilnya, dan celana training nya menengelamkan kaki kecilnya.

"Jangan diketawain."

Al hanya mengangkat bahunya acuh, melangkah keluar kamar tanpa memperdulikan tatapan tajam Istrinya. Al berusaha mati-matian menahan tawanya, apalagi wajah kesal key terlihat lucu.

"Kulkas." geram key, dan melangkah malas kearah cermin.

Tepat pintu tertutup, Al terkekeh geli menarik perhatian bundanya.

"Istri kamu mana Al?"

"Ngambek bund." Adunya dan kembali terkekeh.

Sekejap bunda Al terkesiap, melihat wajah tampan putranya yang terlihat bahagia. Sudah lama Al menjadi manusia dingin, tersenyum pun jarang. Dan sekarang Al kembali tersenyum, karena Istrinya. Sepertinya key membawa kebahagiaan dan perubahan pada putranya. ia tidak salah pilih menantu.

"Udah makan bund?"

"Belum, nungguin kamu mulai dari tadi."

"Kenapa?"

"Tanya sendiri sama istri kamu."

Jangan bilang key menunggunya? Gak mungkin. Al tidak percaya. Mustahil key menunggunya, tiap pagi aja durhaka.

"Sana panggil istri kamu."

"Bentar–" Al berbalik hendak melangkah masuk kedalam kamar, namun key sudah berdiri didepan pintu dengan wajah datarnya. Tapi sayangnya, key semakin terlihat cantik. Apalagi rambut panjangnya diikat asal, menampakkan leher putihnya. Al jadi tersiksa sendiri.

"Apa?" Sergah key, melewatinya begitu saja.

"Udah makan bund?" Tanya key kearah mertuanya, sembari melilitkan tangannya kepinggang mertuanya.

"Kita makan sama-sama."

Key tersenyum lebar, melangkah beriringan kearah meja makan. Al tersenyum tipis melihat pemandangan dihadapannya, Key terlihat akrab dengan bundanya. Cara memperlakukan bundanya juga diluar dugaan, key patut diacungi jempol.

Al memilih duduk disamping key, menatap jemari lentiknya yang begitu sibuk menyediakan makanannya.

"Makan yang banyak, biar berubah jadi batu sekalian." Bisiknya, dan tersenyum manis kearahnya.

"Lo juga makan yang banyak, biar cepat hamil." bisik Al kearah Istrinya.

Sontak key melototkan matanya, dan menginjak kaki jenjang suaminya.

"Ngomong yang benar."

"Benar."

Key melototkan matanya, dengan tangan yang terkepal. Sabar, key tidak boleh emosi. Mertua ada didepan mata, jadi jaga image.

Dengan kesal, key menyuapkan makanannya. Tanpa memperdulikan dua manusia yang duduk dimeja makan bersamanya. Mertuanya hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat tingkah putra dan menantunya.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
karina apriyanti
ceritanya bagus
Nurrahmi Siagian
bagus
Ida Rubaedah
seruu deh cerita nya..
💪💪💪💪
Dwi Surya
menarik
Lia Fitri
wow
🌷mamix um@mi 🏚🅠🅛
goodjob thour pertahankan karyamu
Deissy Yusuf
Ceritanya saya suka👍🏼
Lin Halu
lucu banget sihh 😂😅😅
Lin Halu
aku suka karyamu kak ❤💪💪
Lin Halu
❤💪
Nanda Khusuma
semangat thor
Nanda Khusuma
mampir thor ☺👍
Elina Yo
jadi gemes sama Raka 😁
Putri Lubiis
sama²thor
Putri Lubiis
ya dh tamat 🙂🙂
Shela Nasution
aduh ikut penasaran kisahnya
Putri Lubiis
wih ganteng nya menggoda iman ya bund
Putri Lubiis
kok aku kasihan ama raka ya😂😂
UmytaShoop
marathon bacanya sampai end,GG tau ini novel pertama author TPI bgusnya minta ampun buanguus bngett ceritanya GG berbelit2 GG bnyk drama,dr cerita Gavin kenzi n Raiden Tasya n alkey Suka semau sukses berkarya author GA sehat selalu kryamu lain dr yg lain aku suka sekali GG bosan2 bcanya hebat banget bisa buat cerita sebagus n GG berbelit2 kyak novel laen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!