NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk gc. Siapakah nama wanita yang membuat Toriq terobsesi?

Annisa seorang gadis yang sederhana berasal dari keluarga yang sederhana. Suatu hari Uanya Ibu Elly memintanya untuk pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke sebuah universitas swasta bergengsi di Jakarta. Namun siapa sangka kepindahannya ke Jakarta mengubah hidupnya. Seorang anak kecil berusia 2 tahun bernama Rafa saat pertama kali bertemu dengannya langsung memanggil Annisa dengan panggilan Mamah.

Rafa adalah seorang anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Entah mengapa saat pertama kali Rafa bertemu dengan Annisa, ia merasa Annisa adalah Mamahnya.

Ibu Delima karena tidak ingin berpisah dengan Rafa cucunya meminta Annisa menikah dengan putra sulungnya yang bernama Toriq yang tak lain adalah paman dari Rafa.
Akankah Annisa menerima pinangan dari Ibu Delima dan menikah dengan Toriq?
Toriq sangat terobsesi pada seorang janda muda yang dalam keadaan hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Susu Rafa.

Ibu Elly menuruh Annisa untuk segara istirahat, Annisa pasti sangat cape setelah menemani Rafa. Mumpung Rafa masih tidur Annisa mengganti bajunya dengan baju rumah yang santai setelah itu ia melaksanakan sholat Isya.

Selesai sholat Isya, tiba-tiba ponsel Annisa berdering. Cepat-cepat Annisa menjawab teleponnya takut Rafa bangun karena suara ringtone ponselnya. Tertulis Mamah di layar ponselnya.

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam. Annisa bagaimana keadaan Annisa? Sehat?”

“Alhamdullilah Annisa sehat, Mah. Bagaimana keadaan Mamah, Bapak dan adik-adik?”

“Alhamdullilah Mamah sehat. Bapak dan adik-adik juga sehat.”

“Syukurlah kalau semuanya sehat.”

“Bagaimana dengan kuliah Annisa?”

“Kemarin Annisa baru mendaftar. Baru lusa test ujian masuknya.”

“Mamah doakan semoga Annisa di berikan yang terbaik.”

“Aamiin ya robi alamin.”

“Annisa sudah makan?’

“Sudah Mah, tadi sore di ulang tahun Rafa,”

“Rafa cucunya Ua Elly?”

“Iya, Mah.”

“Sudah berapa tahun usia Rafa?’

“Sudah 2 tahun.”

“Sudah besar sekarang, ya?”

“Iya, lucu anaknya. Bikin Annisa gemes,”

“Sudah dulu, ya Nis. Mamah sudah mengantuk. Salam sama Ua Elly dan Ua Pardi. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Annisa menutup teleponnya.

Ketika Annisa melihat ke tempat tidur terlihat Rafa sudah bangun,  Rafa sedang memperhatikan sekelilingnya. Mungkin Rafa terbangun karena suara percakapan di telepon tadi.

“Anak sholeh sudah bangun?” Annisa menghampiri Rafa.

“Mamah,” panggil Rafa.

“Iya anak sholeh,” jawab Annisa.

”Rafa bobo cama Mamah,” kata Rafa.

“Iya, Rafa bobo sama Mamah. Sekarang Rafa pipis dulu, sikat gigi lalu ganti baju, ya,” kata Annisa.

Rafa mengangguk. Annisa membuka mukenahnya lalu dilipat dengan rapih. Setelah itu Annisa membuka pakaian Rafa dan mengajaknya ke kamar mandi.

Selesai memyekakan dan mengganti baju Rafa, Annisa mengajak Rafa turun ke lantai bawah. Tadi sewaktu di kamar mandi Rafa minta susu. Annisa tidak tahu susu Rafa di simpan dimana. Annisa harus tanya Bi Minah yang biasa menyimpan keperluan Rafa.

Ketika Annisa melewati ruang makan terlihat Roland sedang makan malam. Padahal tadi di ulang tahun Rafa, Annisa melihat Roland makan dan sekarang ia makan lagi. Kakak sepupu Annisa yang satu ini memang kuat makannya, namun badannya tetap  saja atletis.

Annisa menghampiri Roland.

“Aa, tahu nggak susu Rafa di simpan dimana?” tanya Annisa.

Roland berpikir sebentar.

“Coba cari di lemari dapur yang paling atas. Biasanya Bi Minah menyimpan susu di situ,” jawab Roland.

“Rafa duduk sini sama Om. Mamah cari susu Rafa dulu,” kata Annisa sambil mengangkat Rafa agar bisa duduk di bangku di sebelah Roland. Lalu ia ke dapur mencari susu Rafa. Ketika sedang mencari susu di dapur, Bi Minah masuk ke dapur.

“Cari apa, Non?” tanya Bi Minah.

“Susu Rafa, Bi. Rafa minta susu,” kata Annisa yang sedang membuka lemari di dapur satu persatu.

“Susu Den Rafa sudah dibuang, Non. Den Rafa jarang ke sini, susunya kelamaan tidak diminum. Jadi Bibi buang,” kata Bi Minah.

“Yah, terus gimana dong? Rafa minta susu.”

“Harus beli dulu di minimarket,” kata Bi Minah.

Annisa kembali ke ruang makan.

“Rafa susunya udah dibuang sama Bi Minah. Jadi harus beli dulu,” kata Annisa.

Tiba- tiba terlihat Ua Elly keluar dari kamarnya.

“Rafa sudah bangun?” tanya Ibu Elly ketika melihat Rafa sedang duduk di meja makan.

“Iya Ua. Rafa minta susu. Tapi susunya nggak ada, udah di buang Bi Minah,” jawab Annisa.

“Beli lagi aja. Sebentar Ua ambilkan uangnya,” lalu Ibu Elly kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian Ibu Elly keluar dengan membawa uang beberapa lembar ratusan ribu.

“Beli susu …….. untuk usia anak dibawah 3 tahun,” kata Ibu Elly dan memberikan uang kepada Roland.

“Annisa temani Aa,” Roland mengajak Annisa.

“Rafa mau ikut cama Mamah,” Rafa mengangkat ke dua tangannya minta di gendong.

“Bawa saja, Nis. Pakaikan jaket,” kata Ibu Elly.

“Rafa tunggu di sini. Mamah ambil jaket Rafa dulu.”

“Jaket Rafa ada di kamar Rilandi. Di lemari itu hanya ada baju-baju Rafa, baju-baju milik Rilandi sudah Ua kasihkan ke yang membutuhkan,” kata Ibu Elly.

“Sekalian ambilin jaket Aa di kamar. Aa gantung di kursi,” kata Roland.

Annisa naik ke atas menuju ke kamar Rilandi. Perlahan Annisa membuka pintu dan menyalakan lampu kamar. Di kamar itu hanya ada tempat tidur King size, box bayi dan sebuah lemari pakaian. Di dinding kamar itu ada foto pernikahan Rilandi dan Meisya, Rilandi dan Meisya bersama bayi mereka dan foto Rafa ketika masih bayi. Annisa merasa sedih melihat foto-foto tersebut. Kasihan Rafa diusianya masih kecil sudah ditinggal kedua orang tuanya. Cepat-cepat Annisa mengusir rasa sedihnya. Lalu Annisa mencari jaket Rafa, karena malam sudah semakin larut minimarketnya nanti keburu tutup. Setelah mengambil jaket Rafa, Annisa segera keluar dari kamar Rilandi. Kemudian ke kamarnya mengambil jaket miliknya dan ke kamar Roland mengambil jaket milik Roland. Lalu Annisa kembali turun ke lantai bawah. Ketika kembali ke ruang makan telihat Roland sudah selesai

makan. Annisa memberikan Roland jaket. Lalu memakaikan Rafa jacket. Setelah Annisa dan Rafa memakai jaket, Annisa menggendong Rafa keluar rumah. Di luar Roland sudah menunggu Annisa di atas motor sportnya. Annisa menaikkan Rafa ke atas motor Roland, barulah Annisa naik ke motor Roland yang lumayan tinggi.

“Sudah?” tanya Roland untuk memastikan Annisa dan Rafa sudah duduk dengan baik.

“Sudah, A,” kata Annisa.

.

.

.

.

.

.

nanti malam diterusin lagi.

yang bosen kenapa begitu-begitu aja, sabar nanti ada waktunya yang adegan menyebalkan dan menyedihkan.

1
ayu cantik
seru
74 Jameela
bagus kak ceritanya
74 Jameela
bu delima jgn egois..bu elly jg enin nya rafa..biarkn rafa bs merasakn ksh syg dr smua keluarganya
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍👌💕cerita ny mantap n seru
Siti Nurbaidah
mantap👍👍💕💖👌
Bunda Puput
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Cah Dangsambuh
aku mampir kak
Suminah Latara: lanjut thor
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Sandisalbiah
prolog nya menarik
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
Sandisalbiah
Hadeh.. si pak suami ini beneran gak mau jauh dr istri.. candu ya..??
Sandisalbiah
istrinya masih kinyis lho Toriq
Sandisalbiah
akhirnya sah.. SAMAWA buat Toriq dan Anissa...
Sandisalbiah
kirain ngilang kemana itu para pejantan.. gak taunya bobok bareng"
Sandisalbiah
OTW halal..
Sandisalbiah
sultan mah bebas.. apa² langsung bayar lunas gak perlu di DePe in...
Sandisalbiah
dr gelagat nya udah gak bener nih si bu Ika
Sandisalbiah
jodohnya abang dokter jd sakit gak perlu jauh² berobat.. dokternya langsung nyamperin
Sandisalbiah
merawat batita itu melelahkan
Sandisalbiah
,Anissa demam malarindu tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!