NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiya12

sebuah lengan membawaku kedalam pelukannya entah kenapa ragaku tidak bisa aku kendalikan, aku menatapnya lelaki dengan manik coklat dengan rahang kokoh.
sentuhan demi sentuhan membuatku terlena, aku tidak bisa berbuat apa apa entah ada apa dengan tubuhku, aku menikmati setiap sentuhannya.
"egh"
hanya itu yang keluar dari mulutku, hingga sesuatu yang melesak masuk kedalam tubuhku aku hanya mampu menangis namun menikmatinya sangat menikmatinya.
hingga berita kehamilan menyebar membuatku tak bisa mengelak sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak aku inginkan menjadi tameng penghalang impian impianku untuk meniti masa depan yang indah dan cerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Pernikahan Vanya dan Sebuah pengkhianatan

hari hari telah berlalu, entah aku belum berani untuk memakai kedua alat tes kehamilan itu sebelumnya tapi pagi ini rasa penasaran membuatku mengambilnya.

setelah menampung urin aku memasukan kedua alat itu bersamaan, ada rasa gugup dan khawatir bagaimana jika hasilnya adalah positif.

setelah 30 detik aku melihatnya, aku bernafas lega saat melihatnya hanya menampilkan satu garis itu artinya aku tidak hamil.

dengan semangat bersiap untuk pergi ke salon, hari ini adalah hari pernikahan Vanya aku harus tampil cantik disana. Aku menunggu Rey untuk mengabariku tapi nyatanya tidak ada, dan sofi kenapa aku harus tahu dari sofi tentang kepulangan lelaki itu.

"bii, nanti tolong ganti sepre di kamarku ya" pintaku pada bi inah"

"baik non"

"Kena mau kemana?" tanya papa saat melihatku meraih kunci mobil di atas nakas.

"eh, papah hari ini kan pernikahannya Vanya jadi aku mau ke salon sebentar" kataku antusias, papah hanya tersenyum.

"wah kapan ya papah hadir di pernikahan anak papah" katanya sambil menggambar garis lurus di bibirnya.

"do'ain aja ya paaah" kataku lalu mencium pipi kanan dan kirinya.

"selalu" papah tersenyum begitupun dengan aku, entah rasanya ingin sekali memeluk lelaki tuaku itu.

"uh udah dewasa juga masih aja manja sama papah" katanya sambil membelai punggungku dengan lembut.

"pengen aja pah" kataku.

"sebetulnya papah berharap banyak sama Rey, papah rasa dia bisa menjadi pendampingmu kelak" aku menelan salivaku, ada rasa tercekat di kerongkongan saat mendengarnya, seandainya papah tahu akupun berharap lebih pada rey.

"iya iyaaa, yaudah aku pamit yaaa" kataku lalu pergi meninggalkan lelaki tuaku, lelaki hebat dengan sejuta kebahagiaan yang telah dipersembahkan ya di dalam hidupku...[]

pukul 11.00 Kena memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah disediakan sebuah gedung yang sudah disulap dengan dekorasi pernikahan sangat indah bernuansa putih semua terlihat begitu mewah.

Dengan sebuah gaun yang sudah disiapkan Vanya untuknya, ia berjalan dengan percaya diri dia sedikit terlambat karena kendal mobil pecah ban di jalan tol jadi butuh waktu untuk tiba di bandung.

"Kau terlambat!" hardik Aisyah, aku tertawa mendengarnya.

"biasa ada kendala tadi di jalan" jelasku, para tamu begitu banyak membuatku pusing aroma macam macam parfum yang menjadi satu membuatku mual.

"kau kenapa?" tanya aisyah, meski berbeda denganku dia adalah manusia yang tinggi toleransinya.

"sedikit mual mungkin masuk angin" kataku, aisyah emmbawaku ke tempat dimana tidak terlalu banyak orang disana.

"kita disini aja lagian Vanya lagi foto keluarga dulu" katanya, aku mengangguk aku mengambil mangga yang sudah di kupas kulitnya di atas meja.

"sejak kapan suka mangga?" tanya Aisyah, aku menggeleng lalu menikmati potongan demi potongan yang terasa manis di dalam mulutku rasanya seperti lumer.

"lama tak bertemu jadi banyak yang berubah ya" ujar Aisyah, aku mengangguk.

"ais, apa ini?" tanyaku saat melihat sebuah cincin yang begitu manis tersemat di jari manisnya.

"apa?" dia mengikuti arah pandangku, lalu tersenyum "aku sudah menikah Kena" aku menutup mulutku pengakuan Aisyah membuatku sangat terkejut, bagaimana mungkin dia tidak mengundangku.

"kau bercanda" kataku, tak percaya.

"sungguh, aku serius" katanya dengan binar bahagia.

"dengan siapa aku tidak kenal orangnya?" tanyaku membuatnya menggeleng.

"mungkin tidak Kena, yaaa hanya acara sederhana saja" katanya, aku menggeleng sungguh Vanya baru saja melepas masa lajangnya dan Aisyah juga soldout sedangkan aku? oh Tuhan semoga saja Rey segera kembali dan menemuiku.

"aku mau lihat foto suamimu seperti apa dia" kataku penasaran, Aisyah merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda pipih.

aku menatapnya tidak percaya, senyum Aisyah terlihat bahagia saat ini aku kembali menatap wajah lelaki itu, rasa nyeri berdenyut di hati.

"namanya Ray" aku diam, Rey lelaki itu? dia menghianatiku? Vanya? apakah dia tahu tentang semua ini? ada apa ini? mimpikah? aku mencubit lenganku dengan kuat.

"awh" ringisku, Aisyah menatapku heran.

"keu kenapa? ada yang salah? kau kenal suamiku?" ujarnya bertanya, apa aku harus menjawabnya dengan jujur.

"kapan kalian menikah?" tanyaku datar.

"emm seminggu yang lalu" aku kembali mengingat perkataan sofi, seminggu yang lalu dia bilang melihat Rey dengan seorang wanita bahkan aku pun memiliki foto mereka tapi Aisyah? kenapa dia yang menikah dengan Rey? bukan dia difoto itu!

"sepertinya dia tidak seagama denganmu" pertanyaan yang terlontar dari mulutku membuat Aisyah terkejut bukan main. tapi dia menetralkan kembali ekspresi wajahnya.

"dia mualaf"

degh

hancur sudah semuanya, aku telah kehilangan segalanya aku telah kehilangan semuanya. sahabatku? Rey? bagaiamana dengan aku? papah?

tiba tiba air mata meluncur begitu saja, aku menyekanya lalu bangkit dan pergi meninggalkan Aisyah sendiri disana dia tidak salah karena tidak tahu huhunganku dengan Rey!

"Kena mau kemana? hey" panggilnya, banyak orang memperhatikanku tapi aku tidak memperdulikannya. sekilas menatap ke arah Vanya raut wajahnya terlihat sedikit panik dan ibu sandra aku melihatnya berdiri tak jauh dari orang tua Vanya.

"Kena" panggil Vanya dengan pengeras suara. aku berhenti saat pintu keluar ada di hadapanku.

aku menghela nafas lalu berbalik sambil tersenyum, melambaikan tangan dan mengucapkan selamat namun air mataku luruh. ingin rasanya mengamuk namun itu hanya akan mempermalukan diriku sendiri.

dengan cepat aku pergi dari tempat itu sedikit berlari menuju mobil lalu mengemudikannya dengan cepat.

"aaaaaaaggggggghhhhhhhh" aku teriak frustasi bagaimana mungkin Rey mengkhianatiku bagaimana mungkin!

"kenapa ini semua terjadi" aku menangis tergugu...[]

disisi lain bi minah yang telah selesai mengganti seprei di kamar Kena tak sengaja melihat sesuatu di dekat tempat sampah.

ia mengambilnya dengan hati hati dua buah benda pipih itu, ia perhatikan dengan intens.

"dua garis samar" gumamnya, lalu membawanya kedalam dekapan.

"non kena hamil tapi?" bi inah teringat hari dimana dia melihat Kena datang saat papahnya telah berangkat kerja, dengan penampilan yang berantakan dan banyak tanda merah di lehernya, jalannya sedikit mengangkang.

"ini artinya, tuan tidak boleh tahu" katanya, tiba tiba pintu dibuka dari luar.

"loh bi, belum selesai" ujarnya, Bi inah menggeleng .

"s.. sudah tuan baru saja selesai" katanya, bi inah merapihkan seprai kotor dan menyelipkan tespack itu disana.

"mari tuan saya duluan" katanya, dengan sedikit gugup.

"tunggu!" bi inah terkejut bukan main.

"i.. iya tuan"

"mmm tolong buatkan kopi" pintanya, bi inah menghela nafas lega.

"baik tuan" lelaki itu masuk kedalam kamar putrinya, teringat saat Kena masih kecil saat dia belajar berjalan dan berkali kali jatuh, dia menangis, lalu saat SD dia sering di buli kawan kawannya karena tidak punya mamah, saat SMP ia membawa teman temannya kerumah ini seorang teman lelakinya akan berbuat macam macam pada Kena dia segera menyuruhnya pergi dan jangan pernah kembali.

saat SMA dan sampai kuliah dia tetaplah gadis kecil kesayangan papahnya, hingga pada suatu hari kena membawa seorang laki laki dan mengatakan ingin menikah, larangan keras membuat Kena dan pria itu nekat menikah diam diam. Bukan tanpa alasan papanya melarang, dia tahu segalanya tentang pria itu.

matanya tiba tiba menangkap sebuah kemasan kecil di tong sampah, dia seperti tidak asing tapi apa? ingatannya sudah tidak tajam dia mengabaikannya dan menutup pintu kamar putrinya dengan pelan.

ponselnya berdering, ia meregoh kantong sakunya dan melihat ada nomor asing yang menghubunginya.

"halo"

"........"

"APA! KECELAKAAN!" rasa nyeri di dadanya membuatnya sulit bernafas, jantung hatinya, belahan jiwanya terlibat kecelakaan beruntun.

"Kena" lirihnya, kakinya tidak bisa menopang tubuhnya hingga jatuh ke lantai.

1
tri
ljuuut thoor.......semangat
Riki Ridwan Margana
gak jelas cerita nya sneh
NatalieLaurentRenes
lanjut up nya Thor
NatalieLaurentRenes
beughh Thor kok Rey selingkuh sich. nti Sofi hamil pula lgi
NatalieLaurentRenes
ayo othor smngat nulisnya
NatalieLaurentRenes
malah satu udh kelar . masalah berikutnya tunggu di bereskan. Krn ad biangkerokny dr semua yg terjadi
NatalieLaurentRenes
harapanku Ray dan Rey itu kembaran . heraaan klo lihat netizen yg mengharapkan ad pemain yg mualaf .
NatalieLaurentRenes
kembar deh kyakna. kena Ray sj gak kenal kena.
NatalieLaurentRenes
mudah2an Ray dan Rey itu saudara kembar ya Thor
NatalieLaurentRenes
mampir dulu
Siti Nihayatul
laanjuuut
Siti Nihayatul
semangat mhk thor...
lanjutkan
Siti Nihayatul
tetap semmmaangat
Siti Nihayatul
aq selalu ngeliek thor.tetap semangat
Siti Nihayatul
suka
Deliani Deliani
kena dan rey bahagia
Lailatul Istiqomah Istiq
up
Lailatul Istiqomah Istiq
aq nunggu kelanjutan nya thor ...cerita nya seru..
Anonim
mna ko gda kelanjutannya thor...
Keyzha Aninditha
lanjut donk thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!