NovelToon NovelToon
Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Sci-Fi / Fantasi Timur
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bintang Hamal

Dean Apollo, hanya seorang remaja yang hidup di tahun 3354. Seiring berjalannya waktu, Dean mulai menyadari satu persatu keganjilan yang terjadi di negaranya yang kemudian membuat rasa penasaran timbul dalam dirinya. Orang-orang hidup bagaikan robot tak berperasaan yang memiliki kemampuan luar biasa.

Dean yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi lantas berusaha mencari tahu kebenarannya. Dengan ditemani keempat sahabatnya, ia berusaha memecahkan setiap teka-teki yang ada. Namun tanpa sadar, teka-teki itu justru menuntun mereka menuju bahaya yang tidak pernah mereka duga.

Ketika hampir terseret menuju bahaya, Dean dan keempat sahabatnya tiba-tiba dipertemukan dengan tiga sosok misterius yang ternyata mengetahui banyak informasi mengenai kepingan teka-teki yang tengah mereka selidiki. Dengan bekerjasama, akhirnya mereka berusaha untuk mengungkap kebenaran.

Tapi bagaimana jadinya, jika kebenaran yang mereka cari, ternyata adalah sesuatu yang tidak masuk akal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fix 12

***

Gadis disana resah bukan main ketika tidak juga mendapati orang yang di carinya itu tiba. Sudah hampir setengah jam, dirinya berdiri disana namun gadis yang menjadi sahabatnya itu tak kunjung tiba juga.

"Kemana dia? Kenapa sudah setelah jam belum juga tiba? Apakah dia tidak jadi datang?" Gumamnya seraya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Hari sudah hampir sore dan sang mentari bahkan sudah beranjak dari singgasana nya dan kini berada di ufuk barat.

"Benar-benar menyebalkan. Kemana dia?" Ia mengeluarkan ponselnya. Memencet nomor gadis yang di carinya, lantas menelponnya agar bisa mengetahui keberadaan gadis itu.

‘Tuuut…’ lagi. Tidak ada jawaban dari seberang sana, dan gadis itu mulai sebal.

"Argh benar-benar menyebalkan. Seharusnya jika dia tidak akan datang beritahukan padaku lebih dulu. Dia malah hilang begitu saja, membuatku menunggu saja," gerutunya.

"Lebih baik sekarang aku pulang, aku tidak ingin menunggunya lagi," ia melangkah pergi dari sana, tangannya terus bergerak mengotak-atik ponselnya berusaha menghubungi temannya itu namun selalu berakhir gagal. Sekolah baru saja bubar, dan hanya tinggal dirinya sendiri yang pulang paling akhir.

Dengan kesal dirinya melangkah menuju arah jalan pulang ke rumahnya. Jalanan yang sepi menuju rumah, membuat dirinya merasa diikuti oleh sebuah mobil yang sejak tadi melaju pelan di belakangnya. Gadis itu menghentikan langkahnya, menoleh sekilas ke arah mobil itu yang ikut berhenti.

"Kenapa aku merasa jika mobil itu mengikuti ku ya? Apakah hanya perasaanku saja? Atau memang mobilnya sejak tadi mengikuti ku?" Batinnya. Ia lantas berusaha bersikap biasa, melangkah menuju arah rumahnya. Namun semakin lama ia semakin merasa jika mobil itu mengikuti kemana arahnya pergi.

Ia mulai merasa cemas, dengan cepat gadis itu berlari dan secara bersamaan mobil itu juga melaju mengikutinya dengan kecepatan yang sedikit di tingkatkan olehnya.

"Benar kan? Mereka benar-benar mengikuti ku? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Ucapnya cemas. Ia terus berlari menuju arah rumahnya, namun bukannya berlari ke jalan yang benar, dirinya malah tersesat dan masuk ke jalanan yang sepi. Gadis itu berlari ke dalam gang sempit yang sepi disana.

"Bagaimana ini?" Ucap pria itu yang kemudian menghentikan laju Volantes Currus-nya, di arah kemana gadis itu berbelok.

"Kejar! Ingat! Kita tidak boleh gagal menangkap nya," tutur salah satu diantara mereka kemudian. Detik berikutnya mereka keluar dari dalam Currus-nya, dengan cepat berlari mengikuti gadis itu ke dalam gang sempit berkelok itu.

Gadis itu semakin mempercepat langkahnya ketika menyadari orang-orang itu mengejarnya hingga ke dalam sana. Namun hatinya mulai resah ketika menyadari jika gang itu akan segera berakhir.

SREKKK

Gadis itu berhenti. Dengan kakinya ia mengerem laju larinya, hingga menciptakan kepulan asap yang timbul dari gesekan kakinya. Gadis itu berhenti. Di hadapannya tepat terdapat sebuah dinding besar yang menjulang tinggi sekitar sepuluh meter. Dan sekarang dirinya tidak bisa lari lagi.

TAP-TAP!

Pria-pria itu berhenti ketika menyadari gadis itu menghentikan langkahnya.

"Sekarang kau tidak bisa lari kemanapun lagi," ucap salah seorang pria disana. Gadis itu berbalik menatap ke arah tiga pria berjas hitam lengkap dengan kacamata itu.

"Apa yang kalian inginkan!" Tuturnya. Ia mengubah posisinya, menyiapkan kuda-kuda. tangannya yang terkepal lantas mulai mengeluarkan energi listrik yang menampakkan percikannya.

"Menjauhlah dariku!" Ujarnya seraya menatap ke arah mereka bertiga.

"Kau tidak bisa melawan. Dan kau harus ikut dengan kami," kata salah satu diantara mereka. Mereka bertiga mengambil ancang-ancang untuk melawan gadis itu, berusaha mengepungnya untuk bisa menangkapnya.

"Kau tidak akan bisa lagi. Jumlah kamu lebih banyak, dan kemampuan yang kau miliki tidak akan bisa menyelamatkanmu."

"Menjauh dariku!" Gadis itu waspada. Matanya mengedar ke sekeliling, menatap tajam satu persatu pria disana, namun secara tiba-tiba tanpa peringatan lebih dulu, seseorang disana menembak dirinya dengan sebuah peluru kecil yang muncul dari jam tangan yang di kenakannnya, dan…

PIUUUUU—

Peluru yang di tembakkan pria itu tepat mengenai leher gadis itu. Membuat dirinya seketika membatu, lantas lunglai hingga akhirnya tersungkur jatuh ke tanah dalam keadaan pingsan.

BRUKKK

Ia tidak sadarkan diri disana. Ketiga pria yang tengah berdiri mengepung gadis itu disana, lantas menoleh serentak ke arah pria yang baru saja menembak gadis itu hingga pingsan.

"Bawa dia!" Ucapnya seraya berbalik, membiarkan ketiga anak buahnya untuk mengurus sisanya. Ketiga pria lain disana bergegas membawa gadis itu, dan memasukannya ke dalam mobil mereka. Setelah semuanya selesai, mereka lalu membawanya pergi jauh dari sana.

*

"Kau akan aman berada disini!" Ucap wanita itu seraya memeluknya. Wanita itu lantas beranjak bangun, menatap ke arah pria tua yang kini memegang tangan anak kecil berusia sekitar tiga tahun itu.

"Apakah kau yakin akan melakukannya seorang diri? Bukankah ini terlalu gegabah? Jika kau sampai tertangkap juga, masalahnya akan bertambah rumit. Setidaknya bawalah salah satu anak buahku, dengan begitu kau akan aman," pria tua itu berkata seraya menatap lekat wanita dihadapannya itu.

"Aku tidak bisa pa. Ini terlalu berbahaya untuk papa nantinya. Biarkan aku pergi sendiri, dengan begitu akan lebih aman. Walaupun jika aku tertangkap nanti, setidaknya aku bisa kembali bersama dengan Dam."

"Tapi apakah kau tidak merasa kasihan pada dean? Dia masih sangat kecil, dan dia membutuhkan sosok kedua orangtuanya untuk menemaninya hingga dewasa nanti. Dia akan sangat sedih jika menyadari jika kau sebagai orangtuanya tidak ada disisinya ketika ia berusia sekecil ini."

"Bukannya aku tidak kasihan padanya, dan bukan berarti aku juga tidak menyayangi nya. Tapi bagaimana pun, aku tidak ingin membuat dean berada dalam bahaya. Jika dia terus bersama denganku, yang ada mereka akan berusaha untuk merebut dean dariku karena mereka tahu jika Dean memiliki dna istimewa dariku dan dam. Maka dari itu aku tidak ingin membuatnya terancam bahaya. Lagipula dengan Dean bersama dengan papa, aku yakin dia akan aman karena tempat ini sudah di rancang agar tidak terdeteksi oleh alat apapun. Jadi aku mohon jaga Dean dengan baik pa," katanya penuh harap.

"Baiklah kalau begitu, papa akan berusaha," ucapnya kemudian.

"Kalau begitu aku pergi," wanita itu berbalik lantas melangkah pergi. Dean yang melihat wanita itu pergi seketika menangis dan berusaha mengejarnya tapi tidak bisa.

"MAMA!!!!!" Dean seketika membuka kedua matanya, keringat dingin mengucur deras di keningnya, jantungnya berdebar hebat dan napasnya terengah-engah. Ia mengedarkan pandangannya, namun ia baru sadar jika dirinya kini tengah berada dikamar.

***

1
Rikko Nur Bakti
tidak direkomendasikan untuk dibaca. ada sekitar 20 bab diulang.... tanpa ada penjelasan
Gomen nasai
Di real life kayaknya ada deh kemampuan seperti itu, kalau iya, langka pastinya
Gomen nasai
Semangat kak~
uzumaki anas
mantap
Safrina Rina
berapa eps ulang Mulu. ga jelas
Alpha Arietis
*Binbin Talk

Halo, Binbin di sini!
Selamat datang di Paradoxon: Fix In Posterum. Sebelumnya aku mau minta maaf karena novel ini masih dalam proses revisi secara bertahap, jadi mungkin beberapa bab awal akan nggk nyambung sama bab-bab selanjutnya.

Buat bab yang udah aku revisi bakalan aku tandain dengan menambahkan sub judul di setiap bab, misalnya kayak gini "Fix 1 - sub judul" kayak gtu.

Jadi kalau tanpa sub judul (hanya seperti ini: "Fix 1") itu artinya belum aku revisi.

Aku benar-benar minta maaf karena udah bikin kalian harus nunggu lama, dan harus baca ulang semuanya dari awal supaya kalian ngerti sama alur cerita versi revisi yang better dari sebelumnya. Kuharap kalian nggk kecewa sama versi revisi yang sekarang lagi aku kerjain.

Sekali lagi, makasih karena udah mampir.

Jangan lupa buat tinggalin jejak~
Like, vote, dan komen kalian selalu paling aku tunggu!

Sampai jumpa di lain kesempatan 👋
morelight
author emang debest deh, pacar aja kalah nyenengin hati aku! karyamu selalu ditunggu!
SugarplumChum
semangat thor buat up an selanjutnya
HotBabe
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
flowerbean
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Atas Untuk Diikuti
seru thor... perjalan akan dimulai....
Pai Konyol
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
junemoment
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 咀汨昨汨
skyeandstaghorn
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
NewJerseyJack
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
SecretFruity
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Intan Haryanti
aku nangis nih kalau lama lanjutannya
Koba
Hmmm... semoga gak butuh lebih dari 1 abad agar negeri kita jadi negara yang maju 🙃
Alpha Arietis: Wkwkwk, iya. Semoga
total 1 replies
CutieBun
SERUU.....BUET CERITANYA
booksand peonies
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!