" Apa susahnya menjawab pertanyaanku?! Bukan'kah aku ini calon suamimu?! Apa pantas seorang wanita yang memiliki calon suami pergi bersama dengan laki-laki lain?! Jangan seperti wanita murahan Najwa!" Reyhan Nugraha
" Aku memang wanita murahan! Bukan'kah kamu sudah tau dari awal, kalau aku memiliki anak di luar nikah! Jadi selama ini penilainmu seperti itu, dasar brengsek! Kamu memang sama seperti keluarga Adipati, menilaiku wanita murahan. Walaupun aku wanita murahan, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu! Lebih baik kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi dalam hidupku!." Najwa Putri Kasna
Perjalanan cinta mereka begitu penuh dengan lika-liku, Reyhan yang sudah pernah mengecewakan Najwa saat itu, ia tidak ingin Najwa kembali lagi pada Alex, tapi ternyata ucapan Reyhan salah, kata-kata Reyhan membuat Najwa sakit hati, lalu jalan apa yang akan Najwa ambil? Setelah Najwa membuka kembali hatinya untuk laki-laki yang sama, tapi ia di kecewakan untuk yang kedua kalinya
Najwa juga sadar kalau ia adalah wanita murahan, ia harus hamil di luar nikah bersama Alex Adipati. Alex Adipati adalah laki-laki yang bisa membuat Najwa melupakan Reyhan, tapi semua itu karena sandiwara Reyhan yang akan menikah, Reyhan memngenalkan calon istri pada Najwa, dan calon istrinya mengaku sedang hamil, hingga Najwa juga melakukan hal yang bodoh bersama Alex. Najwa pikir Alex juga laki-laki seperti Reyhan, yang akan bertanggung jawab atas janin yang di kandungnya, tapi ternyata Najwa salah menilai Alex, bahkan Alex meminta Najwa untuk menggurkan kandungannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 12 Reyhan minta maaf
Sudah 2 Minggu dari pertemuan Reyhan dan Najwa. Reyhan masih termenung saat Kenyataan pahit yang harus di terima oleh Gadis yang ia cintai, setelah pertemuan di atas jembatan itu ia memang sudah menyuruh asistennya untuk mencari tau tentang Najwa.
Reyhan sangat terkejut saat mengetahui segalanya, bahkan ia juga tau tadi pagi Najwa berangkat ke Ausi, sebenarnya ia ingin minta maaf pada Najwa, tapi ia tidak tau harus dari mana ia memulai pembicaraannya, ia tidak membenci Najwa atas apa yang menempa Najwa.
Reyhan sangat membenci dirinya sendiri, atas sandiwara yang ia buat hingga membuat Najwa hamil di luar nikah, ia yakin kalau Najwa berani melakukan itu karena dulu ia bersandiwara calon istrinya hamil
"Rey, tidak seharusnya kamu bersandiwara seperti itu dulu, kenapa kamu begitu bodoh Rey, hingga membuat Najwa hamil karena mengikuti jejak kamu." batin Reyhan
Reyhan memutuskan untuk minta maaf pada ibu tirinya, ia tidak ingin ibu tirinya membencinya atas contoh yang ia buat untuk Najwa, ia langsung mengajak asistennya untuk pergi ke rumah ibu tirinya
"Pak Samsul, antar aku pergi ke rumah Najwa."
"Baik Den."
Reyhan langsung pergi ke rumah ibu Najwa bersama Pak Samsul. Setelah menempuh perjalanan 15 menit, mereka sampai di rumah itu. Reyhan berdiri di depan pintu, ia langsung mengatur nafasnya
Tok-tok
Asisten rumah tangga itu langsung membuka pintu
"Eh den Reyhan."
BI Minah langsung menyapa Reyhan, kebetulan ia sudah mengenal Reyhan.
"Bunda ada bi?"
"Ada den, di ruang tengah."
Reyhan langsung masuk ke dalam, ia langsung berjalan ke ruang tengah, lalu ia langsung memanggil ibu tirinya dengan lirik
"Bunda."
Annisa yang melihat putra tirinya, ia langsung berdiri
"Rey, akhirnya kamu mau datang ke rumah Bunda."
Reyhan langsung berlutut di kaki ibu tirinya. Annisa langsung membangunkan putra tirinya
"Apa yang kamu lakukan Rey, bangun, kamu tidak boleh seperti itu."
Annisa langsung mengajak putra tirinya duduk di sofa. Mereka berdua masih saling memegang tangan
"Bunda, Rey minta maaf, atas apa yang Rey lakukan."
"Rey, Bunda yang harusnya minta maaf, Bunda tau, kamu mungkin sangat membenci Bunda, karena Bunda tau kamu tidak pernah mabuk-mabukan, tapi semenjak Papa kamu menikahi Bunda, kamu sering mabuk-mabukan, maafkan Bunda, dan terima kasih sudah mau datang lagi ke rumah Bunda."
"Bunda, seumur hidup Rey tidak pernah membenci Bunda, Rey hanya tidak bisa menganggap Najwa sebagai adik tiri. Rey minta maaf telah membuat Najwa hamil, seharusnya Rey tidak bersandiwara saat itu, seharusnya Rey jujur saat itu."
"Apa maksudmu Rey? Kenapa kamu tidak bisa menganggap Najwa sebagai adik tirimu, dan sandiwara apa? Bukankah kamu tidak pernah bertemu Najwa lagi setelah malam itu kamu pergi?"
"Sebenarnya Rey bertemu lagi setelah pergi 2 Minggu dari rumah ini, karena Najwa terus menghubungi Rey, Najwa terus mengirim pesan, untuk itu Rey menemui Najwa, dan menyuruh Najwa untuk melupakan Rey."
"Maksudmu apa Rey?"
"Biarkan Rey menceritakan dari awal tentang Rey dan Najwa."
Annisa hanya menjawab dengan anggukan kepala
"Pertemuan pertamaku dengan Najwa, saat itu Najwa sedang di bully oleh teman sekolahnya, lalu Rey menolong Najwa, dan di pertemuan pertama juga, Rey sudah jatuh cinta pada Najwa, untuk itu Rey memutuskan untuk menjadi guru di kelas Najwa. Rey hanya ingin melindungi Najwa. Setelah beberapa bulan kita sering bersama, Rey tau Najwa juga mencintaiku, tapi Rey dan Najwa belum memiliki hubungan, Rey ingin Najwa berpikir dengan matang, kalau Najwa mencintaiku, karena bagai mana pun juga usiaku dengan Najwa berbeda 12 tahun. Setelah 1 tahun Rey bersama Najwa, Papa meminta ijin untuk menikahi Bunda, Rey tidak bisa menolak, Rey hanya bisa menerima permintaan Papa."
"Kenapa tidak mengatakan pada Bunda dari awal? Kalau kalian berdua saling mencintai, tentu Bunda tidak akan menikah bersama Papa kamu ."
"Rey hanya ingin Papa bahagia, Rey hanya ingin Papa membina rumah tangga lagi, sudah terlalu lama Papa terpuruk atas perselingkuhan Mama. Mama selingkuh dengan mantan pacarnya, entah apa yang ada di dalam pikiran Mama, hingga mengkhianati Papa, jelas-jelas sudah memiliki 3 anak, tapi Mama tidak memberikan contoh yang baik, walau pun sekarang Mama menikah dengan lelaki itu. Rey sebagai anak sangat membenci Mama, tapi Papa selalu menasehati Rey dengan baik, agar Rey tidak membenci Mama, untuk itu Rey mengijinkan Papa menikah lagi."
Annisa melihat mata putra tirinya memerah, ia langsung mengelus-elus punggung putra tirinya, ia tau kisah orang tuanya sangat menyedihkan
"Itu kenapa Rey tidak bisa menerima Najwa sebagai adik tiri, Rey sangat mencintai Najwa, tapi di sisi lain Rey juga tau Papa mencintai Bunda, untuk itu Rey memilih melepaskan Najwa dengan cara yang salah, seharusnya Rey tidak bersandiwara saat itu, mungkin Najwa tidak akan seperti ini. Saat itu Rey membawa Renata untuk berpura-pura menjadi calon istriku, karena Rey tau Najwa belum tau kalau Renata adalah adikku, jadi Rey bilang pada Najwa kalau Rey akan menikah. Bukan hanya itu, Renata juga mengaku sedang mengandung anakku. Mungkin Najwa melakukan itu karena Najwa pikir Alex juga lelaki sepertiku yang akan bertanggung jawab, maafkan Rey."
Reyhan langsung berlutut lagi di kaki ibu tirinya, ia memang sangat menyesal atas apa yang menempa Najwa. Annisa langsung membangunkan putra tirinya
"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri Rey, ini pelajaran untuk Najwa, tidak semua lelaki memiliki sifat baik sepertimu. Bunda tidak pernah menyalahkan siapapun di sini, apa lagi melihat Najwa memilih untuk mandiri, Bunda bahkan sangat bahagia, walau pun Najwa terpaksa mandiri, tapi Bunda harap Najwa menjadi wanita tangguh."
"Bunda, ijinkan Rey untuk menikahi Najwa."
"Kamu yakin Rey dengan ucapanmu? Kamu harus ingat Najwa sekarang bukan Gadis lagi"
"Yakin Bunda, Rey mencintai Najwa termasuk kekurangannya."
"Bunda akan mengijinkan, tapi nanti setelah Najwa pulang dari Ausi, biarkan Najwa menata hidupnya kembali, biarkan Najwa bertanggung jawab atas kesalahannya, terima kasih Rey, kamu masih saja mencintai Najwa, setelah Najwa membuat kesalahan."
"Seharusnya Rey yang berterima kasih, karena Rey terlalu banyak membuat kesalahan. Bunda, apa aku boleh menyusul Najwa ke Ausi? Aku tidak bisa lagi jauh dari Najwa, sudah cukup 1 tahun lebih aku meninggalkan Najwa, aku tidak ingin kehilangan Najwa lagi, walau pun aku tau hati Najwa bukan namaku lagi, tapi aku akan berusaha mendapatkan hati Najwa kembali."
"Bunda percaya kamu bisa mendapatkan hati Najwa kembali, tapi Bunda minta, jangan dulu untuk menemuinya. Najwa juga baru berangkat hari ini, kalau kamu kuatir, kamu bisa menelpon Najwa, tapi tidak untuk menemuinya, biarkan Najwa belajar bertanggung jawab. Rey, bunda juga minta maaf mungkin kalau bunda tau kamu dan Najwa saling mencintai, keadaannya tidak akan seperti ini, maafkan bunda nak."
"Bunda tidak perlu minta maaf, semua terjadi karena sudah takdir."
lelah iya..Mengapa Autor begitu menyiksamu/Shhh/