Hi ☺️
Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"
Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫
Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.
Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Kepulangan Riko dari Surabaya
"Assalamualaikum" Ucap salam Riko
"Ibu... Bapak... Riko pulang" Panggil Riko kepada kedua orang tuanya
"Koh gak ada yang jawab sih" Ucap batin Riko
Pagar ke buka, Pintu ke buka.
"Pada kemana sih semua orang" Ucap Riko
"Assalamualaikum" Riko masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam" Jawab Fadil adik Riko
"Kakak. Kakak Riko sudah pulang" Ucap Fadil terkejut
"Iya Dek. Dek di mana Ibu? Tanya Riko
"Ibu, Bapak, dan Kak Farel pergi ke rumah Kak Maysaroh dan kalau sudah dari rumah Kak Maysaroh katanya langsung mau ke rumah Kak Sinta" Jawab Fadil
"Ada apa mereka ke sana? Tanya Riko
"Anu itu Kak" Jawab Fadil terbata-bata
"Ya ampun Riko. Kamu sudah pulang sayang. Ibu kangen banget sama kamu, Nak"Bu Rina memeluk Riko
"Baru juga di tinggal Kak Riko 3 hari. Sudah kangen sampai segitunya, Bu. Apa Ibu gak sayang sama kita, kita kan anak Ibu juga" Sambung Farel dengan menyenggol bahu Fadil adiknya
"Iya Bener Kak" Sambung Fadil
"Kamu ini ya Farel, semua anak Ibu. Ibu sayang sama kalian semua" Jawab Bu Rina di peluk ke tiga anaknya
"Oh... Jadi kalian gak ada yang sayang sama Bapak" Ucap Pak Ahmad yang tidak mau kalah
"Eh... Bapak mau di peluk juga" Jawab Riko tersenyum
"Sudah-sudah kita sambung lagi nanti, Riko sekarang kamu mandi, istirahat. Nanti kalau sudah siap makan malam Ibu panggil iya Nak" Perintah Bu Rina
"Iya Bu" Jawab Riko
"Kamu juga mandi gih Farel, Fadil... " Perintah Bu Rina menyuruh anak-anaknya
"Baik Bu" Jawab mereka berdua
"Bu bisa tidak aku pergi sebentar ke rumah orang tuanya Maysaroh? Tanya Riko
"Riko kamu itu baru sampai rumah Nak, perjalan dari Surabaya ke Kampung itu sangat jauh dan melelahkan. Sebaiknya kamu istirahat iya Nak" Jawab Bu Rina
"Bu... Sebentar saja" Ucap Riko memohon
"Riko ingat iya kamu dengan Maysaroh sudah tidak ada lagi hubungan. Ibu sudah datang ke rumah orang tuanya Maysaroh untuk memutuskan pernikahanmu dengan May" Jawab Bu Rina dengan tegas
"Ibu... Ibu kenapa tega banget sih sama aku" Ucap Riko
"Itu yang terbaik buat kamu Riko dan untuk keluarga kita. Sebaiknya kamu istirahat. Kita bicarakan nanti saja masalah itu" Sambung Pak Ahmad
Riko tidak lagi menjawab ucapan Pak Ahmad. Melainkan Riko meninggalkan Pak Ahmad dan Bu Rina pergi menuju ke kamar miliknya.
"Besok pagi-pagi aku harus pergi ke rumah Maysaroh untuk menjelaskan semuanya kalau yang sebenarnya aku masih cinta dengan Maysaroh dan masih sanggup menunggu May kembali pulang. Masalah pernikahan ku dengan Santi itu semua rencana Ibu" Ucap batin Riko
.
.
Di tempat lain.
"Aku gak tega kalau anakku satu-satunya di buat seperti ini oleh keluarga Pak Ahmad. Aku gak terima" Teriak Mama Mayang
"Ma apa-apa sih, semua ini kan rencana Mama, jadi orang jangan suka jodoh-jodohin lihat akibatnya apa terjadi dengan anak kita" Jawab Papa Billy
"Halah... Papa itu bisanya cuma menyalahkan Mama saja" Ucap Mama Mayang
"Papa sudah mengingatkan dari awal kalau masalah May menikah dengan siapa biarkan May yang menentukan pilihannya. Karena yang menjalankan rumah tangga itu May bukan Mama" Jawab Papa Billy
"Oh... Jadi semua salah Mama. Apa kalau May mencari jodoh sendiri akan sesuai untuknya. Apa orangnya punya pekerjaan, mobil, rumah, dan lain-lain pikir juga Pa sampai ke situ" Ucap Mama Mayang dengan menangis sesenggukan
Mama Mayang marah besar kepada keluarga Pak Ahmad. Mama Mayang yang beberapa hari sudah sakit-sakitan akhirnya jatuh pingsan.
"Ma ma Mama..." Teriak Papa Billy yang melihat Istrinya jatuh pingsan
"Pakek pingsan segala, sudah di bilang makanya istirahat yang cukup jangan memikirkan May. Anak kita itu pasti secepatnya pulang dan di temukan. Begini jadinya kalau suka memaksa kehendak orang" Ucap Papa Billy lirih dan segera menggendong Istrinya ke tempat tidur
Papa Billy menggambil minyak kayu putih untuk membangunkan Mama Mayang agar segera sadar namun Istrinya tak kunjung sadar juga.
"Aku harus gimana. Apa aku bawa ke Dokter saja? Aku jadi khawatir dengan keadaan Istriku" Ucap Papa Billy cemas
.
.
Di rumah sakit
Papa Billy membawa Istrinya pergi ke rumah sakit
"Dok... Dok..." Teriak Papa Billy memanggil Dokter
"Dok... Bantu Istri saya dia pingsan dan belum sadarkan diri sampai sekarang" Ucap Papa Billy
"Iya Pak" Jawab Dokter
"Dok" Panggil Papa Billy
"Bapak tunggu di sini iya. Saya akan memeriksa keadaan Istri Bapak" Jawab Dokter
"Baik Dok" Jawab Papa Billy yang masih berdiri di depan pintu
Setelah di lakukan pemeriksaan Dokter menyatakan bahwa Ibu Maysaroh harus menginap di rumah sakit untuk beberapa hari.
.
.
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar
"Riko" Panggil Bu Rina
"Iya Bu" Jawab Riko dari dalam kamar miliknya
"Ayo, Kita makan malam bersama, Nak! Ajak Bu Rina
"Iya Bu. Nanti Riko nyusul" Jawab Riko
"Jangan lama-lama" Teriak Bu Rina
Semua orang sudah berkumpul di ruang makan.
"Bu. Mana Riko? Tanya Pak Ahmad
"Sebentar lagi dia ke sini, Pa" Jawab Bu Rina
"Apa dia marah sama kita? Tanya Pak Ahmad
"Marah kenapa? Tanya Bu Rina balik
"Iya marah karena pernikahannya dengan May kita batalkan dan dia harus menikah dengan Sinta" Jawab Pak Ahmad
"Mana mungkin Pa, Riko marah sama kita. Dia itu anakku Pa jadi semua apa yang aku katakan pasti dia ikuti" Ucap Bu Rina dengan bangga
"Iya sudahlah" Jawab Pak Ahmad
"Ehh... Kak Riko sini Kak duduk di sebelahku" Ucap Fadil yang melihat Riko sudah berada di ruang makan
"Iya Dil" Jawab Riko tersenyum
"Riko. Kamu mau makan pakai apa? Tanya Bu Rina mengambil piring milik Riko
"Pake Ikan aja Bu" Jawab Riko
"Gak pake sayur, Nak? Tanya Bu Rina
"Tidak Bu. Sudah cukup" Jawab Riko
"Oh ya Riko besok kamu harus ke rumah Sinta. Kamu jemput Sinta dan pergi ke butik langganan Ibu. Kamu tau kan? Tanya Bu Rina
"Buat apa Bu ke butik? Tanya Riko tanpa menjawab pertanyaan Ibunya
"Kalian harus ukur baju pengantin" Jawab Bu Rina tersenyum
"Tapikan Bu..." Ucap Riko sebelum melanjutkan perkataannya
"Gak pake tapi-tapi waktumu tinggal 2 hari saja, manfaatkan dengan sebaik mungkin jangan kecewakan Ibu sama Bapak" Jawab Bu Rina
"Aku gak cinta sama Sinta, Bu" Jawab Riko
"Cinta itu bisa tumbuh setelah menikah. Iya kan Pa..." Ucap Bu Rina
"Iya Riko. Bapak dan Ibumu juga begitu dulu. Kita di jodohkan oleh orang tua kita dan tidak saling mengenal. Jadi setelah menikah kita iya masih seperti pacaran malu-malu kucing kan, Bu" Sambung Pak Ahmad
"Apa sih, Pak. Bikin Ibu malu saja" Jawab Bu Rina dengan menundukkan kepalanya
"Wah... Apa benar Bu yang Bapak ucapkan" Ucap Fadil
"Hahaha..." Fadil tertawa terbahak-bahak
"Apa yang lucu Fadil. Macam pernah berpacaran saja" Jawab Riko sinis
"Yey... Ada yang marah ni" Ucap Fadil
"Fadil sudah jangan ganggu Kakakmu" Sambung Pak Ahmad
"Iya Pa" Jawab Fadil
Bersambung... ✍️