NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Mantan?

Menikah Dengan Mantan?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:177.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alin yuna

Reina Firdausya Atmaja

Seorang wanita yang tegar. Berusaha sekuat tenaga mempertahankan perusahaannya yang nyaris bangkrut.
Ketika ada jalan, dia harus bertemu dan menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya 10 tahun yang lalu, yang kini sudah berubah menjadi sosok yang sangat berbeda. Seorang CEO kaya raya dan playboy?

🌸
Erlan Fabian, mantan pacar Reina saat SMA dulu. Kini telah menjadi executive muda yang sukses, mengidap penyakit psikis akibat trauma di masa kecilnya.
Misinya adalah menikahi Reina, dan balas dendam pada ibu kandungnya sendiri.

Mampukah Reina bertahan?
Dan bagaimana kehidupan mereka setelah menikah?
Apakah Reina mampu mengobati kehidupan Erlan yang kelam dan penuh dengan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alin yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Seminggu sebelum pernikahan,

Reina syok dan menangis, dia berada di dalam mobil, dengan dua orang pria mengapitnya.

Tadi saat dia sedang berjalan untuk pulang, tiba-tiba seseorang menarik tangannya masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh pria berbaju serba hitam.

Reina sudah ketakutan akan di culik, karena para pria bertampang sangar itu mengancamnya agar tidak berteriak.

Sepanjang jalan ia menangis, memikirkan nasibnya.

Bagaimana kalau nanti dia di buang?

Dan seminggu lagi dia akan menikah, bagaimana ini?

Erlan pasti akan menunggunya nanti.

Loh kok Erlan?

kenapa wajah cowok itu sih yang muncul saat aku takut begini?

Reina merutuki dirinya sendiri, yang saat genting malah memikirkan Erlan.

Tapi dia tidak munafik berharap cowok itu menyelamatkannya sekarang, seperti dalam film cerita drama.

Mobil itu kini berhenti tepat di depan rumah yang sangat besar. Reina mengikuti instruksi pria berbaju hitam itu dengan cemas.

Walaupun dia tidak di buang, tapi di bawa ke rumah besar seperti ini tidak mengurasi rasa takutnya.

Kedua pria itu menarik tangan Reina dengan kasar untuk masuk ke dalam, tapi setelah itu mereka justru meninggalkan Reina sendiri di sana, membuat gadis itu kebingungan.

Reina terperangah, dalam hatinya mengagumi isi rumah itu. wahh ini sih bukan rumah, tapi istana.

Tok.tok.

Terdengar suara langkah seseorang mendekat. Reina menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Seorang wanita berpakaian glamour menghampiri Reina, rambutnya berwarna coklat pendek setengkuk, dengan pakaian yang kelihatan mahal dan berkualitas, dia adalah Rianti.

"Selamat siang Reina." Rianti menyapa Reina dengan ramah.

"Anda siapa? kenapa membawa paksa saya ke sini?" tanya Reina, ia mengabaikan salam dari wanita itu.

Rianti melengkungkan bibirnya, tersenyum. Walaupun umur Rianti sudah hampir kepala lima, tapi wajahnya masih terlihat kencang. Tidak percuma ia menghabiskan uang puluhan juta hanya untuk perawatan wajahnya.

"Kamu mau menikahi anak saya, tapi tidak tahu kalau saya ibunya calon suami kamu?"

Reina membelalakkan matanya, ia sangat terkejut mengetahui fakta kalau wanita di hadapannya itu ibunya Erlan..

Jadi dia ibunya Erlan?

"Maaf saya menggunakan cara ini, kalau tidak begini, Erlan pasti melarangmu untuk menemui saya." Rianti berkata dengan ekspresi wajah menyesal.

Reina masih terdiam. Sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia teringat ceria Erlan, kalau ibunya telah meninggalkannya.

Jadi seperti inikah wajah ibunya Erlan?

Reina bingung harus bersikap bagaimana sekarang. Jujur saja, ia merasakan kesal dengan perlakuan ibunya Erlan padanya hari ini. Ini sama saja tindakan penculikan.

"Duduklah, Reina."

Reina bergeming, ponselnya saat ini bergetar dari balik blazer yang ia kenakan. Gadis itu meraihnya, dan nama Erlan tertera di sana.

"Apa itu telepon dari Erlan?" tanya Rianti lagi.

"Iya." Reina mengangguk.

"Ah sebenarnya saya mau mengobrol lebih banyak sama kamu, tapi sepertinya Erlan sudah tahu kalau kamu di sini. Pasti sebentar lagi dia akan datang."

"Dari mana dia tahu?" Reina bertanya heran.

Dia tidak menghubungi Erlan seharian ini. Bahkan saat di bawa paksa oleh pria baju hitam tadi, Reina bisa saja menelepon Erlan karena dia menggenggam ponselnya di balik blazer untuk jaga-jaga. Tapi ia tidak melakukan itu.

"Dia akan selalu tahu apa yang saya lakukan. Kamu belum mengenal Erlan lebih jauh kan? dia sangat ambisius, dan selalu mengawasi musuhnya." Rianti tersenyum getir. Mengatakan hal ini sama saja mengakui kalau musuh Erlan adalah dirinya.

"Jadi tujuan anda apa memanggil saya ke sini?"

"Reina, saya dengar kamu di bantu oleh Erlan kan, saya cuma mau bilang yang sebenarnya. Erlan menikahi kamu karena ingin menyatukan perusahaan kalian. Dengan begitu dia bisa melawanku. Itulah tujuan utamanya."

Mendengar perkataannya Rianti tadi, Reina merasa marah. Tapi bukan marah pada Erlan, melainkan marah pada wanita di hadapannya. Masalah Erlan memanfaatkannya dia sudah tahu. Dan dia juga sama saja, memanfaatkan Erlan juga dalam hal ini.

Tapi bagaimana bisa seorang ibu bicara begini tentang anaknya sendiri?

"Maaf nyonya, saya tidak tahu hubungan anda dengan Erlan bagaimana. Tapi saya pikir anda membawa saya ke sini karena ingin menanyakan kabar putra anda. Jika memang begitu, saya akan menjawab dengan senang hati, bahwa Erlan baik-baik saja bersama saya.  Dan kami akan hidup bersama dengan baik nanti."

Tubuh Rianti bergetar menahan amarah. Harga dirinya runtuh di hadapan gadis yang akan jadi menantunya itu. Dia pikir mengetahui hal ini akan membuat Reina mundur.

Tapi nyatanya, dengan berani Reina malah menyerangnya dengan kata-kata sekarang.

Berani sekali dia!

"Reina....!"

Terdengar suara berisik memanggil nama Reina di luar, mereka menoleh serentak.

Tidak berapa lama, sosok Erlan muncul dari balik pintu dengan napas terengah.

Dia berjalan cepat menghampiri Reina di sana.

"Ayo kita pergi." Erlan menggenggam tangan Reina, berusaha menariknya.

"Erlan, kamu datang!" ucap Rianti senang.

"Kenapa tidak duduk dulu."

Erlan menatap tajam ke arah Rianti. Napasnya naik turun karena marah.

"Dia milikku! Kalau sampai anda menyentuhnya lagi. Aku nggak akan tinggal diam!"

Rianti tersentak, melihat ekspresi Erlan saat ini. Jadi Erlan benar-benar serius menyukai gadis ini?

"Ibu cuma mau berkenalan dengan calon istri kamu. Memangnya salah?"

"Kalau kamu memang seorang ibu, bukan seperti ini caranya!" Erlan meraung kesal. Dia benar-benar sudah habis kesabaran sekarang.

Dalam perjalanan tadi, seseorang yang dia tugaskan untuk mengawasi SH memberikannya kabar bahwa Reina telah di bawa paksa ke sini. Erlan sampai membatalkan meetingnya, lalu melaju cepat ke rumah ini untuk membawa Reina pergi.

Dia tidak terima mereka sudah menyentuh Reina.

"Erlan cukup. Ayo kita pergi." Reina mengusap pundak Erlan lembut.

Reina memang kesal karena di bawa paksa seperti ini, tapi ia juga tidak mau Erlan membuat keributan.

"Hemm. Ayo." ucap Erlan, seraya berbalik dengan tangannya menggandeng tangan Reina.

Dia pergi tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.

Beberapa pengawal berpakaian hitam-hitam yang berdiri di pintu, langsung menyingkir saat Erlan berjalan dan melotot pada mereka.

Rangga segera membukakan pintu mobil, begitu melihat Erlan dan Reina datang.

Setelah semua sudah masuk, Rangga segera melajukan mobilnya.

Dari dalam kaca mobil, Reina bisa melihat kalau Rianti ikut keluar dari dalam rumah. Wanita itu menatap mobil Erlan yang melaju dengan ekspresi yang sulit di artikan.

Entahlah, Reina merasa ibunya Erlan benar-benar keterlaluan. Pantas saja Erlan jadi seperti ini. Bahkan sampai menderita kelainan psikis.

"Maaf." ucap Erlan tiba-tiba.

Reina beralih menatap Erlan, "Untuk apa?"

"Aku sudah melibatkan kamu ke perseteruan ini. Wanita itu... Kamu sudah tahu kan dia

orang seperti apa sekarang." ujar Erlan lagi.

Dia pun menyandarkan kepalanya di bahu Reina, membuat gadis itu terkejut. Lalu dengan lirih ia berkata,

"Sebentar saja. Aku mohon."

Mendengar itu Reina jadi tidak tega untuk melarangnya. Dia membiarkan Erlan bersandar padanya. Kali ini saja. Batin Reina.

Ya, kali ini saja!

Walaupun kelihatannya Erlan baik-baik saja, tapi Reina tahu kalau dalam hatinya pasti ia merasakah sakit dan sedih.

Tanpa Reina sadari, tangannya bergerak sendiri mengusap rambut Erlan, membuat pria itu tersenyum dan memejamkan matanya. Menikmati sentuhan lembut dari gadis yang ia cintai.

Rangga yang menyetir di depan, melihat hal yang menurutnya ajaib itu dari kaca spoin tengah. Dia terkejut bukan main mendapati bosnya yang galak bagai singa, kini berubah imut bagai marmut di samping Reina. Mengingat bersama gadis lain, Erlan tidak pernah selemah itu. Dia selalu dominan, membuat para gadis bertekuk lutut padanya.

Bahkan Rangga sampai bergidik merasakan bulu kuduknya berdiri, melihat sosok Erlan yang kini terpejam dengan senyum lebar di bahu Reina.

Wah kekuatan Reina benar-benar dahsyat!

Dia seperti bukan bos yang ku kenal.

*********

Hari pernikahan,

Setelah melewati proses ijab kabul yang sakral, kini Reina dan Erlan berdiri di pelaminan.

Acara resepsi mereka di gelar hari itu juga, di hotel mewah milik Erlan, dengan undangan yang lumayan banyak. Dari mulai teman kantor, kalangan selebriti, dan konglomerat terkenal. Bahkan ada beberapa wartawan yang meliput di sana. Pernikahan Erlan sang konglomerat muda memang berhasil menjadi topik hangat.

Reina berusaha menahan dirinya beberapa kali ketika melihat salah satu aktor luar negeri yang ternyata rekan bisnis Erlan. Dan dia sangat mengagumi aktor bule itu sejak remaja.

"Kamu suka dia?" bisik Erlan pelan.

"Ya. Dia keren dan macho banget kan. Kenapa kamu nggak bilang kalau kenal sama aktor itu?"

Erlan terkekeh pelan, "Macho kata kamu? dia itu suka pedang!"

Pedang?

Apa maksudnya? sesaat Reina terdiam berusaha mencerna perkataan Erlan tadi. Lalu matanya menoleh mengikuti langkah aktor itu yang kini berjalan menghampiri seorang pria tampan dan merangkul pundaknya dengan mesra.

Jadi pedang maksud Erlan tadi itu?

Seketika Reina menjadi mual membayangkannya.

Menyadari ekspresi Reina yang syok, Erlan terkikik geli.

"Aku sudah bilang kan. Di dunia ini pria itu ada dua kategori, pria brengsek dan homo."

"Jadi, kamu mengaku brengsek?" sindir Reina pedas.

"Maybe." sahut Erlan singkat.

Pembicaraan mereka tidak berlanjut, karena beberapa tamu kini naik kembali ke pelaminan, untuk menyalami mereka dan memberikan selamat.

Reina meringis pelan merasakan sakit di kakinya saat ini. Sejak tadi dia tidak istirahat dan kakinya pegal sekali, di tambah gaun yang ia kenakan sangat tidak nyaman untuknya.

Tidak jauh darinya, berdiri Karin dan Zoya.

Huh. Mereka sangat menikmati pesta ini!

Terlihat Karin yang bercanda riang dengan sekumpulan ibu-ibu sosialita yang lainnya, dan Zoya yang terus menempel pada Dimas.

Tentang Dimas... Reina bersyukur pria itu sudah kembali bersikap seperti biasa padanya. Bahkan dia ikut membantu persiapan pernikahan Reina, dengan membagikan beberapa undangan ke para kerabat dekat.

Terima kasih, Dimas. Kamu akan selalu punya posisi penting di hatiku, sebagai sahabat

"Rein, ayo kita istirahat. Kamu lelah kan?"

"Huh? Memangnya sudah boleh?" tanya Reina heran. Karena ia melihat para tamu masih banyak yang di ballroom.

"Nggak ada yang boleh melarang Erlan." sahut Erlan.

Lihatlah, dia menyombongkan dirinya lagi!

Reina menurut ketika pria itu menggandeng tangannya, dan melangkah menuju suatu ruangan yang memang khusus untuk kedua mempelai, agar bisa istirahat sejenak.

"Hufh. Aku nggak tahu kalau akan melelahkan begini." Erlan menjatuhkan dirinya di atas sebuah sofa panjang yang empuk.

"Duduk, Rein. Kaki kamu sakit kan?"

"Hemm." Reina duduk perlahan di samping Erlan.

Menyadari dia sudah resmi menjadi istri Erlan, membuatnya canggung duduk berdekatan seperti ini.

Ini pertama kalinya mereka berduaan, setelah resmi menyandang status baru.

"Apa aku sudah bilang, kalau kamu cantik hari ini?" ucap Erlan.

Perkataan Erlan barusan, berhasil membuat Reina tersipu. Entahlah, sudah tidak terhitung berapa kali Erlan berkata seperti itu hari ini.

"Hah! sekarang aku jadi menyesal sudah menandatangani kontrak itu." lanjut Erlan lagi.

Reina mendelik menatap wajah Erlan yang kini sedang tersenyum menggodanya.

"Berisik!" sahut Reina ketus.

"Jadi, kamu simpan di mana kontraknya? biar saya sobek lagi." Erlan terus berlanjut menggoda Reina. Dia senang melihat wajah Reina yang sekarang memerah seperti kepiting rebus.

Reina bersiap untuk marah, ia menoleh menatap wajah Erlan yang tersenyum menyebalkan,

"Erlan...."

Cup.

Reina langsung mematung saat itu juga, tidak bisa meneruskan kata-kata makian yang sudah ia siapkan untuk di ucapkan pada Erlan

Karena pria itu baru saja mengecup bibir Reina, walaupun hanya sekilas tapi tindakan Erlan barusan berhasil membuat aliran darah Reina terhenti untuk sesaat tadi.

"Apa yang kamu lakukan?" Reina melotot padanya.

"Ahhh..." Erlan menggeliatkan tubuhnya.

"Ini hanya permulaan, bersiaplah untuk nanti malam, baby. Ayo kita kembali ke ballroom."

Apa katanya tadi?

Nanti malam?

Oh tidak! aku harus menyembunyikan kontrak itu di tempat yang aman, agar Erlan tidak bisa menemukannya.

******

1
suharlina
ini sudah selesai ya
Santy S
Erlan nya kurang macho klo d liat dr tulisannya...hihihi...maaf ya Thor🙏🙏🙏😁😁😁🤭🤭🤭
Sekar Anggraini Indrawati
mana thor lanjutanx, kok lama sekali ya ga up up
Elin Lim
mana lanjutanya ko ga di up juga udah lama jadi ga puguh ceritanya nanggung
Elin Lim
mana lanjutan nya ko blm divup juga ataw udah selesai ga puguh veritanya
Elin Lim
mana lanjutannya ko lama sekali nanggung thoor
Elin Lim
mana thoor lanjutan nya ko ngegantung ceritanya blm lanju 2
Elin Lim
lanjut thoor lama pisan up nya tunggu lanjutan nya
Elin Lim
ini teh mau lanjut ga ya thoor udah lama ga di up juga jadi nunggu nya lama
Elin Lim
mana up nya ko lama di tunggu lanjutan nya
Elin Lim
lanjutkan thoor tanggung lagi semangat 2 baca nya bersambung nunggu nya lama ga di up lahi
Elin Lim
l.anjut thoor
Elin Lim
lanjut kan thorr ceritanya keren
Fauzy Imam
sudah ketemu pawang,x
Roliana Ikhwan
punya terlalu lama thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Reza Azzahrah
lanjut
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
lanjut thor semangat.selalu suka semua novelmu.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
aku baca semua novelmu thor di orange.bagus ceritanya kwn2 dijamin gak nyesel
Nabil Fikri
lanjut thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Meitika Hanum
seharusnya erlan minta maaf sama wanita yg ganggu erlin dan menyuruh rangga menengahi masalah cewek itu dan erlan mememeluk erna pasti semua hadirin kagum.akannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!