kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersaing
Minggu pagi Arsya berencana untuk main kerumah Caca untuk mempertanyakan perubahan sikaf Caca pada dirinya karena Arsya tak mau terus didiamkan oleh Caca. ketika sampai dirumah Caca Arsya melihat-lihat sekitar rumah
"Apakah ini rumahnya Caca? ini kan kios tanaman bunga, apa mungkin Caca tinggal disini?"batin Arsya
Dia lalu bertanya pada seseoarang yang tengah menyirami tanamannya
"Permisi om, apakah ini benar rumahnya Caca?"
"Iya benar, saya papanya Caca kamu siapa ya?"
"Saya teman sekolahnya Caca om. Caca nya ada om?"
"Ada didalam rumah, tunggu dulu ya saya mau nyuruh pegawai saya manggil Caca suruh kesini"
"Iya om"kata Arsya sambil tersenyum
Papa Caca lalu menyuruh pegawainya untuk memanggil Caca.pegawainya lalu masuk kedalam rumah yang terdapat dibelakang kios bunga keluarga Caca yang cukup besar dan luas
"Non Caca,,non Caca"panggil mang Diman
Caca yang waktu itu sedang membantu mamanya masak didapur lalu menyahut panggilan mang Diman
"Iya mang ada apa?aku didapur"
Mang diman lalu pergi kedapur untuk menemui Caca
"Itu non ada teman sekolah Non kalau gak salah namanya Arsya papa Non minta non segera menemuinya"
"Arsya pagi-pagi gini udah ada didepan rumahku mau ngapain? aduuuh,,,gimana ini mana aku belum mandi lagi"kata Caca dalam hati agak panik karena dia tak mau menemui Arsya dalam keadaan belum mandi
"Ya udah mang tolong bilangin ya tungguin aja dulu nanti aku temuiin dia"
"Iya non Caca"
Setelah itu mang Diman kembali lagi pada Papa Caca dan Arsya dan meminta Arsya untuk menunggu dulu nanti Caca kesini menemui Arsya
"Ya udah kamu tungguin aja dulu sambil duduk nanti Caca kesini"kata Papa Caca sambil mempersilahkan Arsya duduk dikursi yang terdapat dikios bunga milik keluarga Caca
"Tapi maaf om gak bisa nemenin kamu, om harus menyelesaikan pekerjaan om nih nyiramin tanaman"sambung papa Caca
"Gak usah om, gimana kalau aku bantui om nyiram tanaman aja sekalian aku pengen tahu koleksi kios om ada bunga dan tanaman apa aja?"
"Ngga usah om gak mau ngerepotin kamu, ini kan udah jadi kerjaan om tiap hari jadi gak apa-apa kalau gak dibantuin juga"
"Aku gak merasa direpotin ko om boleh ya aku bantuin om"Arsya terus memaksa membantu papa Caca menyiram tanaman
Akhirnya papa Caca mengijinkan Arsya membantunya.
"Ya udah kalau gitu ini alat buat nyiram tanamannya, ngisi airnya tuh disana ya"kata Papa caca sambil menunjuk kekran air yang terdapat dipojok kios
Arsya lalu mengambil Airnya lalu dia bertanya pada papa Caca"ini udah aku ambil airnya sebelah mana yang belum disiram om?"
Papa Caca lalu menjawab"Kamu disebelah sana aja ya, disini biar om aja tinggal sedikit lagi ko"
"Iya om"jawab Arsya lalu dia mulai menyiram tanaman ditempat yang belum disiram oleh papa Caca
ketika sudah selesai menyiram, Papa Caca mau menyiram dekat Arsya tapi langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang menyapanya
"Pagi om"sapa orang itu
Papa Caca lalu menoleh pada sumber suara itu kemudian menjawab"Pagi juga"
"Ini Rumah Caca kan om?"
"Iya kenapa kamu bertanya lagi tadi kan om sudah jawab, tapi ngomong-ngomong kapan kamu ganti baju ko sekarang bajunya beda sih tadi perasaan bukan pake baju ini deh?"tanya papa Caca keheranan
"Emang sebelum aku datang kesini tadi ada orang lain lagi yang datang kesini nanyain Caca?"tanya Arsel
Papa Caca malah menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal karena kebingungan. tak lama kemudian Arsya menemui papa Caca
"Om disebelah sana udah selesai nih tinggal sebelah mana lagi nih yang belum disiram"tanya Arsya sambil membawa alat untuk menyiram tanamana
Papa Caca lalu menoleh pada Arsya dan Arsel
"Itu si Arsya ngapain disini pake bawa-bawa alat menyiram tanaman segela?"tanya Arsel dalam hati
"Kalian berdua kembar? ya ampun tadi om dibikin bingung karena kalian sama-sama nanyain rumah caca. om pikir kalian satu orang aja tapi ternyata kalian kembar"
"Gak om kami bukan saudara kembar"serempak Arsa dan Arsel berkata dengan saling menatap sinis
Papa Caca jadi kaget mendengar ucapan serempak Arsya dan Arsel "Oh, gitu ya tapi ko wajah kalian bener-bener mirip banget tau"
"Iya om banyak orang juga yang bilang kaya gitu,tapi kami bukan saudara kembar karena kami tidak pernah saling mengenal sebelumnya, kami jadi saling kenal karena kami sekolah ditempat yang sama, kami juga sekelas sama Caca.mungkin wajah kami terlihat sama itu hanya kebetulan aja"Arsya menjelaskan
"Arrggg,, menyebalkan kenapa aku punya wajah yang sama sih sama si Arsya jadi orang-orang selalu menyangka kita saudara kembar padahal aku males banget saudaraan sama dia"batin Arsel sambil menggeram kesal
Papa Caca masih dibuat kebingungan oleh kehadiran Arsya dan Asel mengetahui itu Arsel segera mencairkan suasana yang hening untuk sesaat dengan bertanya
"Om itu Arsya ngapain bawa-bawa alat buat nyiram tanaman?"
"Dia lagi bantuin om nyiram tanaman sambil nungguin Caca yang masih didalam rumah"jawab Papa Caca
"Wah! aku keduluan satu langkah nih sama si Arsya, dia udah cari muka duluan sama papanya Caca nih, ini gak bisa dibiarin aku gak boleh kalah sama Arsya"batin Arsel
"Om kalau gitu aku juga mau bantuin om ya biar kerjaannya cepat selesai"
"Ih! gak usah gak apa-apa om bisa kerjakan sendiri kalian berdua duduk aja ya bentar lagi Caca kesini ko"Papa Caca merasa sungkan
Tapi Arsel yang juga gak mau kalah sama Arsya lalu ngotot ingin bantuin papa Caca dan akhirnya papa Caca tak bisa menolak lagi bantuan kedua remaja yang penuh semangat itu
Arsya dan Arsel Akhirnya membantu pekerjaan papa Caca sampai selesai. ketika menyiram tanaman selesai datanglah sebuah mobil yang mengangkut pupuk untuk tanaman dan bunga.Papa Caca yang masih kuat mengangkat benda-benda berat akhirnya menurunkan pupuk-pupuknya dari mobil lalu dibawa kedalam kios bersama mang Diman
Arsya dan Arsel yang masih bersaing tak mau kalah Akhirnya mereka meninta ijin pada Papa Caca untuk membantu menurunkan pupuk dari mobil
"Om aku bantuin turunin pupuknya dari mobil ya"pinta Arsya
"Gak usah pupuk ini berat biar om aja sama mang Diman yang turunin pupuknya dari mobil"kata papa Caca sambil hendak mengangkat pupuk
Arsel yang tak mau kalah lalu berkata"Om aku kuat ko buat ngangkatin pupuknya.om sama mang Diman duduk manis aja ini semua biar aku yang turunin"
"Iya om beneran kita kuat ko, om duduk manis aja ini biar kita yang sesesai"kata Arsya tak mau kalah
"Yang kuat itu gue bukan lo"Arsel nyolot pada Arsya
"Aku juga bisa ko lihatin aja nih"ucap Arsya sambil mencoba mengangkat pupuknya yang sangat berat
Awalnya Arsya tak kuat mencoba satu kali tapi karena dia tak mau mempermalukan dirinya dia terus mencoba mengangkatnya.Arsel lalu tertawa melihat Arsya kesusahan mengangkat satu karung penuh pupuk
"Hahahaha,, tuh kan gue juga bilang apa lo gak kuat so, so an mau bantui"ledek Arsel
Arsya lalu menatap sinis pada Arsel sambil berkata"Ya udah kalau gitu coba kamu angkat sendiri kalau mampu"
Dengan pongahnya Arsel lalu mencoba mengangkat karung pupuk itu tapi ternyata karung pupuk itu tak seringan yang dia bayangkan pantas saja Arsya begitu kesusahan mengakatnya melihat Arsya dan Arsel kesusahan Papa Caca akhirnya menyuruh mereka untuk tidak membantu karena pupuknya emang berat tapi Arsya dan Arsel tak mau menyerah mereka tetap ingin membantu papanya Caca menurunkan pupuk dari mobil
Dengan perasaan ragu akhirnya Papa caca terpaksa membiarkan mereka membantunya setelah itu Papa Caca pergi duduk untuk beristirahat sejenak. Lalu Arsya dan Arsel berseteru sambil terus berusaha sekuat tenaga mereka untuk mengangkat pupuk itu hingga semua pupuk berhasil mereka turunkan dari mobil.
"Uuuhhh! akhirnya selesai juga,aduuh badan gue pada pegel-pegel nih"keluh Arsel sambil memukul-mukul pundaknya yang terasa pegal-pegal setelah mengangkat beban berat
"Ini semua gara-gara lo, kalau lo ga cari muka didepan papa nya Caca gue gak bakal ngerjain pekerjaan berat kaya gini"Arsel menyalahkan Arsya
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER