NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lien Machan

Terjebak di antara cinta kedua pria tampan, sebenarnya itu tak diharapkan oleh Kanzha Almayra atau yang lebih dikenal sebagai Ayra.

Terlebih lagi, kedua pria tampan tersebut adalah kakak-beradik kandung yang berasal dari keluarga yang kaya raya dan cukup terkenal.

Ayra tak menyangka jika kedua pria itu akan terpikat oleh dirinya. Padahal, Ayra hanya seorang gadis dari keluarga miskin dan seorang yatim piatu.

Kejadian demi kejadian mengharuskan Ayra lebih dekat kepada kedua pria tampan tersebut. Walaupun pertamanya Ayra kesal kepada mereka, namun sikap dan sifat keduanya membuat Ayra yang ketus menjadi tulus.

Akankah salah satu diantaranya mampu meluluhkan hati seorang Ayra? Ataukah, Ayra tak 'kan terpikat oleh keduanya dan lebih memilih pria lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan

Setelah mendengar ocehan para ibu-ibu, Kendra langsung menarik tangan Ayra dan menuntunnya untuk menaiki motor sport merahnya. Dia memberikan helm kepada Ayra dengan sedikit kasar.

"Pake dan cepat naik! Dasar gadis bodoh."

Ayra mendengus kesal karena Ken bersikap kasar lagi. "Huh, dasar menyebalkan dia."

Motor sport merah itu perlahan bergerak dan melaju dengan cepat di jalanan beraspal membuat Ayra langsung memeluk tubuh Ken dari belakang.

"Kendra. Kamu mau aku mati ya." Tanpa sadar ia terus memeluk tubuh Ken sambil memejamkan matanya karena takut.

Sedangkan Kendra hanya tersenyum saat melihat tangan Ayra yang melingkar di perutnya. "Jangan peluk-peluk gue! Lepasin." Ia berpura-pura marah.

"Enggak mau. Kurangi dulu kecepatannya biar aku gak peluk kamu. Aku takut, Ken!" Teriak Ayra.

"Sepertinya elu emang seneng banget peluk gue."

Bukannya mengurangi, Kendra malah menambah kecepatan laju motornya membuat Ayra semakin ketakutan.

"Kendra!" Teriakan Ayra tersamarkan oleh angin yang menerpa mereka karena kecepatan laju motornya.

Kendra menghentikan motornya di sebuah toko pakaian. "Turun lu!"

Namun, Ayra belum sadar kalau motornya sudah berhenti bergerak dan dia tetap memeluk tubuh Ken dengan erat.

"Aku gak mau turun. Apa kamu ingin aku mati?"

Kendra tersenyum dan ide jahil pun muncul. "Iya, gue mau elu mati sekarang juga."

Tangan Ayra di lepas paksa oleh Kendra sehingga Ayra menjerit dan terus merapatkan tubuhnya ke punggung Kendra sambil melingkarkan lagi tangannya di perut si pengemudi. "Haaaaa, jangan Ken!"

Kendra yang berhasil mengerjai Ayra tertawa puas karena kejahilannya pada gadis ini. "Jadi, elu senang kan meluk gue seperti ini?"

Seketika mata Ayra terbuka dan ia melihat orang di sekitarnya tersenyum kearah mereka. "Eh." Dia pun melepaskan pelukkannya di perut Ken.

Dasar si markoho jelek. Dia ngerjain aku rupanya. Dari tadi kita sudah berhenti dan dia gak bilang, malah melepaskan tanganku gitu aja supaya aku makin meluk dia. Iiiihhh, menyebalkan.

Ayra langsung turun dari motor Kendra sambil cemberut.

Sementara Ken terus tergelak menertawakan Ayra yang menahan malu karena di tertawakan orang-orang yang berlalu lalang di sana.

"Aku mau pulang." Wajah Ayra tetap menunduk.

"Sabar dong, onah. Yuk, masuk!" Tangan Ayra di tarik masuk kedalam toko pakaian.

"Eh, mau ngapain?"

Kendra tak menjawab pertanyaan Ayra, dia terus menarik tangan Ayra sampai kedalam toko.

"Selamat datang kakak! Silahkan masuk dan dilihat-lihat dulu kak. Kami menyediakan model terbaru di toko ini, silahkan!"

Para pelayan menyambut mereka dengan ramah.

Kendra tak berkata apapun. Ia terkesan dingin dan cuek kepada siapa saja. Namun, Ayra tersenyum sambil mengangguk pelan.

Toko pakaian itu terbilang cukup ramai di hari minggu, sehingga mereka harus berdesak-desakkan dengan orang lain.

Kedra sangat risih dengan keadaan ini. Dia menarik tangan Ayra menuju lantai dua yang terdapat pakaian edisi terbaru.

"Pilih baju mana yang cocok buat elu." Kendra berkata sambil memperhatikan baju-baju yang tergantung. "Eh, ini bagus sepertinya." Di ambilnya salah satu dress cantik keluaran terbaru dan menyerahkannya kepada Ayra.

Baju itu keluaran terbaru dan harganya sangat mahal.

Ayra yang tampak ragu tak mengambilnya sama sekali.Dia menatap Kendra kemudian dress cantik di tangannya dan bertanya. "Ken, apa upahnya akan di potong setelah membeli pakaian ini?"

Pertanyaan yang tak terduga dari Ayra membuat Kendra tertegun. Ternyata dia masih mengingat upah yang Kendra janjikan.

"Tentu saja bakal gue potong. Kan ini juga elu yang pake bajunya." Kendra sengaja menggoda Ayra.

"Ka-kalau begitu, mending tidak jadi saja Ken. Karena, aku butuh uang itu untuk biaya sehari."

Ayra mengungkapkan kejujurannya tanpa rasa malu di depan Kendra. Memang itu kenyataannya hidup Ayra sekarang. Jika bukan untuk biaya hidup sehari-hari, dia enggan menerima tawaran Kendra.

Kendra tertegun mendengar kejujuran Ayra. Disaat gadis-gadis akan memanfaatkan pemuda kaya untuk meminta segalanya, Ayra malah tidak mau di belikan apa-apa dan dia hanya takut upahnya berkurang karena di potong.

Kendra mengusap wajahnya sambil tersenyum. Ide jahil muncul di pikirannya. "Gue akan biayai semua kebutuhan lu termasuk biaya sekolah. Asalkan lu jadi pacar gue." Bisiknya di telinga Ayra.

Plakk

Tangan Ayra mendarat tepat di pipi Kendra dengan mata yang menatapnya tajam.

"Kamu pikir aku ini gadis seperti apa? Apa aku ini terlihat seperti cewek matre yang hanya menginginkan uang darimu, Ken? Kalau begitu, kamu tidak usah memberikan aku apa-apa. Perjanjian kita kemarin di batalkan dan aku ikhlas membantu kamu."

Ayra melangkah pergi dengan kesal dan tak menghiraukan beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.

Sedangkan Kendra tersenyum sambil mengusap pipinya yang memerah akibat tamparan Ayra. "Gadis bodoh itu."

Tatapan tajam Kendra di tujukan kepada mereka yang sedang berkasak-kusuk membicarakan dirinya dan Ayra barusan. Sehingga, semua orang yang tadi membicarakannya seketika terdiam melihat tatapan tajam pemuda itu.

"Lu akan jatuh kedalam pelukan gue, markonah." Gumam Kendra sambil berjalan dengan santai.

Ternyata Ayra masih di parkiran toko pakaian tersebut. Dia sepertinya kebingungan untuk pulang. Pasalnya, dia tidak punya ongkos sama sekali.

Kendra menjadi tersenyum melihat Ayra yang sedang ragu-ragu untuk menghentikan taksi yang lewat di sana. Dia pun bersikap cuek saja menaiki kendaraannya dan bersiap pergi dari sana tanpa menghiraukan Ayra.

Ayra yang melihat Kendra keluar dan langsung menaiki motornya tanpa mengajak dirinya menjadi kesal. Dia pun langsung bersikap angkuh dan berjalan kaki keluar dari halaman toko pakaian tersebut.

Sedangkan, Kendra. Dia terus tersenyum dan bersikap cuek kepada Ayra dengan menyalakan mesin motor yang kemudian melaju di jalan. "Mau ikut pulang, gak?" Tawar Kendra sebelum melajukan motornya.

Ayra tak menjawabnya. Dia memalingkan wajahnya kesamping dan bersikap angkuh.

"Ya sudah. Gue balik duluan deh. Seengaknya, gue udah nawarin tumpangan buat lu. Selamat berjalan kaki!"

Motor Kendra melaju meninggalkan Ayra yang termenung menyesali keangkuhannya. Dia sepertinya menyesal tak karena tak menerima tawaran Kendra yang mengajaknya pulang. Karena keangkuhannya, kini dia harus benar-benar berjalan kaki untuk pulang. Mana pakaianyang di pakai hanya sweater kedodoran dan celana laki-laki lagi.

Sebenarnya, Kendra tak benar-benar meninggalkan Ayra begitu saja. Dia terus memperhatikan gadis itu dari kejauhan.

Dasar markoho jelek, jerapah burik. Aku benci sama kamu. Sebel ... sebel ... sebel.

Ayra menggerutu dalam hati dan berjalan sambil menghentakkan kakinya di jalan. Tanpa sengaja, kakinya menginjak batu kecil dengan keras. Alhasil, dia megaduh kesakitan dan mengibas-ngibaskan kaki yang tadi menginjak batu.

"Aduh, sial banget aku hari ini. Huaaaa!" Ayra terduduk di pinggir jalan setelah menemukan tempat untuk berteduh.

Dia segera melepaskan sepatunya dan langsung melihat kakinya yang terluka.

"Yah, pantesan sakit. Orang alas sepatunya udah tipis. Kena batu jadi bolong deh!" GerutuAyra kesal. "Aku harus kerja lebih giat lagi ini biar bisa beli sepatu baru. Tapi, motornya selalu di pakai Tasya jalan-jalan sama temannya. Huuch, dia gak pernah mikirin apapun kecuali senang-senang."

Ayra memakai kembali sepatunya dan berusaha berjalan lagi degan perlahan.

Kendra yang memperhatikannya dari kejauhan. Dia menggelengkan kepala melihat tingkah Ayra yang sok jaim dan galak itu.

"Kenapa gue lebih suka gadis bodoh seperti dia sih? Dia tidak cantik dan juga tidak seksi. Tapi, tingkahnya membuat hati gue bahagia." Gumam Kendra dengan tersenyum-senyum sendiri di atas motornya.

Untung dia memakai helm. Kalau tidak, dapat di pastikan orang akan menganggapnya gila.

Dukung author dengan like, komen, dan vote ya gengs. Terima kasih.

1
Meliana Siregar
Gak masuk akal sih sbnrnya udah menikah 5 tahun tp blom berhubungan suami istri...tp yaah suka suka nya othor laah
Yeni lisna Setyadie
cerita di awal mirip kisahnya kayla sama rania yaah
Asmidar
lanjut
cah solo
akhirnya mereka smua bahagia
cah solo: alurnya rumit nyris nyerah dengan alur crita tapi dengan adanya berbagai konflik justru tambah seru... dan dsni yg unik apapun itu konfliknya tidak ada yg namanya perpecahan kluarga atau dendam adik dan kakak... lain dari novel yg pernah saya baca...
total 2 replies
cah solo
Sumpah gak ngerti sama alurnya kok tiba tiba kendra tunangan sama si kuntilanak trus ayra nikah sama andra...dari nama alurnya kan mereka dibawa ke rumah sakit... jangan bilang nanti ada kata flasback on, menyebalkan
Machan: setiap penulis punya cara sendiri bikin emosi pembaca naik turun. nikmati aja ya kak, alurnya.😁
total 1 replies
cah solo
namanya juga persaingan usaha atau bisnis pasti ada yg namanya oknum culas... hidup itu pro dan kontra tergantung kita menyikapinya...
Machan: betul banget. usaha selalu ada saingan. kalau air kotor perlu saringan😂
total 1 replies
cah solo
kendra sama andra sama konyolnya... siapa ya yg dipilih ayra
Machan: coba kak andy dukung siapa? kendra pa andra?
total 1 replies
cah solo
kayaknya yg obrak abrik kamar ayra si bapak tirinya deh...
Machan: yupz, betoool banget
total 1 replies
cah solo
ayra anak pilihan gak setiap anak bisa mnjdi pribadi ayra pribadi yg dipaksa tangguh dan kuat oleh keadaan tanpa melihat usia...
Machan: betul, kak andy. seorang yang tangguh tak pandang usia, kak.
total 1 replies
Nana Innovel
lanjuuut kak
DebU kAKi
aku suka fantasi, ayo kak semangat
Arthi Yuniar
Keren kak
Machan: 😁😁😁 makasih dukungannya
total 1 replies
Arthi Yuniar
Happy ending semua sudah mendapat kebahagiaannya😍😍
Semoga mama nya cepet sembuh ya kak Machan
Machan: iya, biar gak sedih😂

amiin, makasih kak arthi
total 1 replies
Arthi Yuniar
Selamat Ayra akhirnya hamil juga dan buat Andra selamat juga karena sudah menemukan kebahagiaan bersama Mela
Machan: makasih kak arthi.😍😘
total 1 replies
Ayuwidia
Woooowwww sinobnya aja sudah sekeren ini, apalagi ceritanya 😍

Semangat dan sukses Machan 🥰
Machan: makasih kak ayu dukungannya😘😘

moga suka ceritanya😁
total 1 replies
Ayuwidia
Mohon maaf lahir batin juga, Machan. Semoga mama kamu cepat sembuh ya. Kamu juga jaga kondisi. Jangan sampai terlalu down. 😊

Kisah yang kamu tulis ini sudah sangat bagus. Semua tokohnya bahagia. Dan semoga kebahagiaan juga menaungi othornya.

Bunga-bunga untuk Bang Kend dan Ayra 🌹
Machan: amiin kak ayu, makasih do'anya.

amin paling kenceng lah aku😁😁
total 1 replies
Ayuwidia
Ya Allah, lama nggak main di N tuun, echhh ketinggalan banyak banget 😁

Selamat Ayra - Kendra, Mela -Andra. Semoga kebahagiaan selalu menaungi kalian 🥰
Machan: iya kok.😅😅

kemaren kan di rs seminggu, jadi gak sempet buka" apk
total 3 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga Mamanya lekas sembuh dan pulih seperti sedia kala 🤗 Yang kuat dan sabar ya🤗
Machan: amiin. makasih kak el
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
sukses selalu 😍
TK
selamat berbahagia
juga untuk Thor nya 😍😍
Machan: makasih kak ella
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!