NovelToon NovelToon
My Sexy Old Man

My Sexy Old Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Biran ASMR

Miranda adalah seorang jurnalis wanita berusia 29 tahun di sebuah majalah sport di Toronto, Kanada. Impian sebagai seorang penulis buku dia hentikan setelah bertemu Jeff, kekasihnya. Selama dua tahun mereka tinggal bersama, Jeff dengan teganya berselingkuh dan membuat Miranda jatuh di titik terendah hidupnya.

Di saat kegalauan itu datang, Miranda diperintahkan atasannya untuk kembali menulis buku. Sebuah buku biografi dari mantan atlet nasional rugby yang kini menjadi seorang pelatih terkenal bernama Rick. Pria berusia 51 tahun yang baru kehilangan istri yang dicintainya karena kanker.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biran ASMR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Sore ini setelah pelatihan selesai, Miranda minta diantarkan ke cafe Mark untuk bertemu dengan Clara. Ada hal yang ingin dia bicarakan dan Rick tidak boleh ikut.

Rick menghentikan mobilnya di depan cafe Mark dan Miranda sudah bersiap untuk keluar dari mobil.

"Apa nanti mau kujemput?" tanya Rick dengan tatapan lurus ke depan.

Jantung mereka berdegup kencang. Miranda sebenarnya ingin dijemput tapi tak ingin merepotkan Rick. Sedangkan Rick takut salah dalam bertindak terhadap Miranda.

"Hem.. tidak usah. Sepertinya aku akan pulang malam," jawab Miranda pada akhirnya.

Miranda keluar dari mobil dan Rick pun menjalankan mobil itu. Refleks dia melambaikan tangannya pada mobil yang menjauh. Dia pun masuk ke dalam cafe.

"Hai, Miranda!" sapa Mark.

"Hai, Mark!" balas Miranda menghampiri Mark.

"Miranda, aku baru tahu soal berita Jeff. Aku tak menyangka kalau dia ternyata seorang kriminal. Yah, meski wajahnya memang agak sedikit kriminal," kata Mark.

Miranda terkekeh. "Haha.. aku pun tidak menyangka telah berpacaran dua tahun bersama seorang kriminal!"

Seseorang masuk ke dalam cafe karena bel di pintu itu berbunyi. Mereka berdua menoleh dan Clara masuk.

"Hai!" sapa Clara lalu memeluk Miranda. "Oh Miranda! Kenapa kau tidak bicara soal penyerangan itu padaku? Aku baru tahu karena beritanya baru muncul setelah persidangan Jeff!"

"Yah.. Rick tidak ingin banyak media datang. Jadi, kami tetap keep silent sampai semuanya selesai," balas Miranda.

"Ayo kita duduk!" kata Clara lalu memilih meja di pojok, meja favoritnya.

"Mark, buatkan aku pie seperti biasa!" kata Miranda sambil berlalu mengikuti Clara.

Mereka berdua duduk dan Clara mulai memandangi Miranda dengan lekat.

"What?" tanya Miranda yang mendapat tatapan aneh itu.

"Tell me everything!" kata Clara dengan tatapan yang serius.

Clara memang sangat peka terhadap Miranda. Tahu saja dia ada sesuatu yang akan diceritakan oleh sahabatnya itu.

Miranda menghela nafas panjang, sadar jika tak akan ada yang dapat disembunyikan dari Clara seorang jurnalis kepo seantero Kanada. Seharusnya dia jadi jurnalis gosip, bukan jurnalis olahraga.

"Apa aku salah jika mencintai seseorang yang usianya jauh lebih tua dariku?" tanya Miranda akhirnya.

Clara menganga. "Ah... sudah kuduga!"

"Ya, dugaanmu selalu benar! Seharusnya kamu jadi peramal bukan jurnalis!" kata Miranda kecut.

"Well, selisih umur kalian sekitar duapuluh tahunan. But, who cares? Love is love!" kata Clara dengan penuh semangat. "Selain itu, Rick tipe pria setia, bertanggung jawab dan mature. Sexy, free and single!"

Kini giliran Miranda yang menganga melihat Clara yang bergairah menerangkan sosok Rick di matanya. "Ahh.. hahaha"

Mark datang dengan seloyang pie daging membuat percakapan mereka terhenti sementara. "Selamat menikmati," Mark pun berlalu.

Miranda mengambil pie daging itu ke piring Clara dan piringnya. "Apa aku tidak akan dianggap memiliki Cinderella Complex?"

"Cinderella Complex?" Clara melahap pienya.

"Itu istilah psikologi. Seorang wanita yang menyukai laki-laki yang usianya sangat jauh di atasnya," jelas Miranda.

"Oh stop it! Lagi pula riwayat percintaanmu tidak selalu dengan laki-laki tua kan? Kau seorang wanita dewasa. Rick pun tidak akan dianggap seorang pedofil karena Rachel selisih umurnya tidak terlalu jauh. So, if you feel love just say it!" jelas Clara dengan mulut penuh pie daging.

Miranda menatap pienya sambil mendengarkan Clara. "But.. I'm afraid.. he doesn't love me,"

"Oh come on, Miranda! Kamu gak akan pernah tahu kalau kamu tidak mengatakannya!"

Miranda pulang jam delapan malam. Ketika bersama Clara, dia memang sering lupa waktu. Selalu saja ada pembahasan menarik jika sudah bersama sahabat. Miranda masuk dan ternyata Rick belum tidur.

Rick duduk di meja bar sambil menikmati segelas wine di sana.

"Rick? Kau belum tidur?" tanya Miranda sambil menghampirinya.

"Aku tidak pernah tidur jam delapan," jawab Rick.

Miranda terdiam. Jadi selama ini dia hanya mengurung diri di kamar setelah makan malam dan tidak langsung tidur? Oh shit!

Miranda mengingat kembali malam-malam sebelumnya. Setelah Rick masuk ke dalam kamarnya dan menunggu hingga duapuluh menit berlalu, jika tidak menulis Miranda selalu keluar dari kamar dan menonton di ruang TV.

Menonton film sedih sambil menangis, menonton film horor sambil sesekali berteriak, dan menonton film comedy sambil tertawa. Wanita bodoh yang menganggap rumah itu seperti rumahnya sendiri.

"Jadi, jam berapa jam tidurmu?" tanya Miranda.

"Sekitar jam sebelas malam," jawab Rick sambil meneguk minumannya.

Glek! Miranda meneguk air liurnya sendiri.

Rick tertawa dalam hati. Aku tahu apa yang selalu kau lakukan malam hari di ruang TV. Kadang aku mengintip dari pintu kamar dan kadang aku mendengar tangisan, teriakan dan tawamu dari dalam kamar.

Miranda meraih gelas dan meminta Rick menuangkan minuman yang sama untuknya. Dia pun meminumnya dengan sekali tegukan layaknya seseorang yang kehausan. Lalu dia menyimpan gelasnya dan berjalan menuju kamar.

"Ke mana?" tanya Rick sambil menatap punggung Miranda.

"Aku mau tidur!" balas Miranda tanpa berbalik.

"Kau tidak ingin menonton film dulu?" tanya Rick sambil tersenyum lebar, menggoda Miranda.

Miranda menutup mukanya karena malu lalu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. "Haaaa!!! Aku maluu!! Dasar bodoh! Dasar bodoh!" dia memaki dirinya sendiri.

***

Keesokan harinya setelah sarapan dan bersiap ke stadion seperti biasa, Rick melajukan mobilnya melewati stadion.

"Kita tidak ke stadion?" tanya Miranda bingung.

"Nanti kita ke sana siang. Pagi ini aku sudah ada janji dengan agen properti," jawab Rick sambil terus melajukan mobilnya.

Mereka berhenti di sebuah tanah lapang yang indah. Dari sana terlihat laut sebagai pemandangannya. Miranda turun dari mobil dan mengeluarkan kacamata hitam dari ranselnya lalu menikmati semilir angin segar.

Rick menyusul dengan kacamata hitamnya. "Bagaimana menurutmu?" tanya Rick.

"Di sini pemandangannya indah," jawab Miranda.

"Aku akan membeli tanah ini untuk sekolah olahraga yang kuimpikan," kata Rick.

Miranda menoleh pada Rick dan entah kenapa dia bahagia. "Sungguh? Ternyata kau tidak main-main!"

"Aku tidak pernah main-main dalam hal apapun. Impian ini memang sudah kurencakan dalam lima tahun ke belakang. Aku sudah berinvestasi dan kini saatnya untuk mewujudkannya," jelas Rick.

Tak lama sebuah mobil datang dan lelaki berkemeja dan celana panjang ke luar dari sana. Dia adalah seorang agen properti. Rick menghampirinya dan mereka terlihat berdiskusi.

Miranda duduk di atas rumput, mengeluarkan laptopnya dan mulai menulis. Pemandangan indah membuat moodnya sangat bagus. Dia menulis sambil sesekali menghirup udara segar dan menatap pemandangan lautan dari kejauhan.

Rick yang tadinya memperhatikan agen properti di hadapannya kini teralihkan dengan menatap Miranda yang duduk di atas rumput tanpa alas sama sekali dan terlihat menikmati waktunya sambil menulis.

"Tuan Rick?" agen properti itu menyadarkan Rick. "Bagaimana?"

Rick mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan agen itu. "Deal."

Sang agen sangat gembira mendengarnya. Dan segera menyiapkan berkas-berkas yang harus ditandatangani Rick. Setelah urusannya selesai, agen properti itu berpamitan dan pergi dari sana sementara Rick menghampiri Miranda dan ikut duduk di sampingnya.

Miranda sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan Rick. Dia terus menulis dan menulis. Rick menatap pemandangan dan menghirup udara segar di sana dengan Miranda di sampingnya. Indah sekali.

Miranda selesai dengan tulisannya lalu menyimpan laptopnya ke dalam ransel dan barulah dia menyadari ada Rick di sampingnya. Sejak kapan dia sana??

"Apa kau mencintai pekerjaanmu?" tanya Rick tanpa menoleh pada Miranda.

"Um... maybe," jawab Miranda sambil menatap pemandangan.

"Kau harus mencintai pekerjaanmu, kalau tidak lebih baik kau resign," kata Rick datar.

Hah? Seenaknya saja! Lalu hidupku bagaimana? Kau mau menanggungnya? Gerutu Miranda dalam hati.

"Sebenarnya aku ingin menjadi penulis novel," kata Miranda sambil mengingat impian masa lalunya. "Menjadi jurnalis hanya sebagai pencarian penghasilan."

"Kau bisa menulis novel di sela-sela pekerjaanmu," saran Rick.

"Yah.. tapi aku tidak bisa melakukannya setelah bertemu Jeff. Waktu luangku telah kuhabiskan dengannya dulu. Aku pun fokus pada pekerjaanku sebagai jurnalis,"

"Sekarang kau sudah tidak bersamanya. Kau bisa memulai untuk menulis novel,"

Miranda menatap Rick. Dia merasakan suntikan energi dan semangat mendengarnya. Yah.. aku akan menulis lagi.

♤♤♤

1
pelangijingga
happy endding.
Yunice Janis
Luar biasa
Dewi Mardiana
romantis
Ida Darwati
kelihatan jenifer pelakor
Ida Darwati
saya suka cerita nya,, gada lanjutan kah
AJAM ZAM ROMDON (Apa Ajam)
wuwh !!! lanjuuut thor
AJAM ZAM ROMDON (Apa Ajam)
Luar biasa
AJAM ZAM ROMDON (Apa Ajam)
emang
Mur Wati
Karena lu gak sadar kalo Jeff hanya ingin tubuhmu jen bukan hati atau cinta mu ..kapok
Mur Wati
jeruk nipis peras alias Jenifer gak ada habisnya ya jahat terus 😡
Mur Wati
gaun pengantin nya bagus bgt
Mur Wati
iya lah murahan pantasnya hanya untuk selingan aja ..sokoor😡
Dede Derlis
Luar biasa
yella xarim
love this story so much.. tq thor
rika okhta
Luar biasa
rika okhta
Lumayan
Miftahun Nikmah
ok
Arhieva Jimshoneysruwen
untuk visualnya aku membayangkan sendiri Thor 🤭🤭
Dapurita Surabaya
bagus , beda dari yg lain 💓
Lilik Rudiati
keren novelnya singkat padat dan jelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!