NovelToon NovelToon
Ceo Vs Sekretaris Barbar

Ceo Vs Sekretaris Barbar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Calliesta

Baby Grezyca Aurora, Nama yang bagus tapi tidak dengan nasibnya. sedari kecil Baby sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan yang menimpa mereka. Dan sejak saat itu Baby harus menjalankan hidupnya hanya dengan Marvel pratama, Kakak kandungnya.

Suatu hari Baby dipecat dari pekerjaannya tanpa alasan dan itu membuatnya uring uringan. Karena Baby sangat membutuhkan uang untuk pengobatan kakaknya yang sedang sakit.

Seorang teman Baby memberikan informasi bahwa di perusahaan Xington group sedang membuka lowongan pekerjaan. Baby sangat bahagia, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan disana.

"Pendidikan terakhir?"

"SMA pak"

Pria itu diam sesaat dan menatap Baby dengan sorot mata yang tajam.

"Kamu ditolak, saya tidak bisa menerima Sekretaris yang hanya lulusan SMA"

"Bapak menolak saya karena saya lulusan SMA, memangnya bapak pikir lulusan SMA tidak bisa bekerja jadi sekretaris. Saya pastikan bapak menyesal karena menolak saya.

Leon pradipta Xington, orang yang baby bentak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan ibu Leon

Leon memakan sarapan yang dibelikan oleh Baby dengan lahap. Sebab sejak tadi pagi perutnya sudah meronta ronta. Tapi karena Leon lagi malas memasak jadi ia hanya mendiamkan perutnya.

"Pelan pelan pak nanti tersedak" Leon hanya mengangguk. Mulutnya penuh dengan makanan. Dalam waktu singkat ia telah menghabiskan sarapannya itu.

Leon mengambil botol air minum dan membukanya kemudian meminumnya dengan tiga kali tegukan. Baby hanya menyaksikan apa yang dilakukan Leon sekarang.

"Kenapa kamu melihat saya? Apakah saya begitu tampan di matamu" ucap Leon yang menyadari kalau baby sedang melihatnya. Baby segera mengalihkan pandangannya.

Jujur saja sebenarnya Baby tidak tertarik sama sekali dengan Leon, walaupun wajahnya sangat tampan. Karena pria seperti Leon bukanlah tipe pria idaman Baby.

"Ngelamun apa mikirin wajah tampan saya?" Baby menatap wajah Leon. Kemudian ia mengambil sesuatu dari meja kerjanya. Baby memberikannya pada Leon.

"Daripada bapak ngehalu pagi pagi begini lebih baik bapak pelajari dan tanda tangani semua berkas berkas ini' ucap Baby dengan sebal. Baby memang tidak menyukai Leon yang sombong tapi bukan berarti Baby juga suka dengan sikap Leon saat ini"

"Saya tidak bisa membacanya, tolong bacakan untuk saya" ucap Leon. Itu hanyalah akal bulusnya agar ia bisa menatap Baby lebih lama lagi tanpa harus membuat alasan.

Baby berusaha tetap sabar, ia mengendalikan dirinya dengan baik  kemudian Baby mengambil berkas dari tangan Leon dan membacakannya dari awal sampai akhir.

"Tolong jelaskan bagian paragraf 2" perintah Leon. Baby melakukannya dengan baik ia menjelaskan semua yang tak dimengerti oleh Leon tapi dimengerti oleh dirinya.

Leon mangut mangut. "Menurut kamu apa saya harus mengambil kesempatan ini?" Tanya Leon sambil menatap Baby. Tangannya mengetuk ngetuk meja.

"Ini bukan hak saya untuk mengatakan itu, sebaiknya bapak teliti dan baca baik baik. Jika bapak memang tertarik silahkan tanda tangani berkas itu" ucap Baby.

Leon mengambil bolpoin yang ada di samping mejanya kemudian ia membaca berkas berkas itu dengan lebih teliti. Setelah ia membacanya Leon pikir ia tertarik dengan kerja sama antara dua perusahaan itu.

"Saya akan menandatanganinya" Leon mencoret bagian bawah kertas itu dengan tanda tangannya. Kemudian ia menutup berkasnya dan menyerahkan kembali pada Baby.

"Baik terima kasih pak" Baby kembali ke meja kerjanya dan bersiap untuk melakukan pekerjaannya hari ini. Jarinya begitu lincah memainkan dan mengetik laporan di laptop yang ada di depannya.

.

.

Sore harinya, jam sudah menunjukkan pukul 16.30 sore, semua karyawan sudah pulang ke rumah masing masing, tapi tidak dengan Leon dan Baby. Leon menyuruh Baby untuk tetap berada di sampingnya sementara ia akan mengecek semua keuangan perusahaan.

Baby merasa jenuh karena ia hanya diam saja. Matanya  melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya. Baby sangat merindukan kasur empuknya, ia sangat ingin segera pulang.

Tiba tiba pintu ruangan Leon terbuka dengan lebar dan menampilkan seorang wanita paruh baya yang sudah berumur. Dia adalah Sinta, orang yang melahirkan Leon.

Sinta begitu terkejut melihat putranya sedang bersama dengan seorang perempuan terlebih lagi posisi mereka berdekatan. Selama ini Sinta tidak pernah melihat Leon dekat dengan wanita pun. Namun di hadapannya ini, membuatnya tak percaya.

"Mama" ucap Leon ketika matanya melihat ke arah Sinta. Leon langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Sinta. Sedangkan Baby ia hanya terdiam saja. Ia tak tahu harus melakukan apa pada saat saat seperti ini.

Sinta menatap wajah Leon dengan tatapan yang berbeda. "Siapa wanita itu Leon?' tanya Sinta dengan suara yang seperti bisikan. Leon menolehkan kepalanya pada Baby dan kembali menatap sinta.

"Dia sekretaris Leon Ma" jawab Leon. Sinta mengangkat alisnya bersamaan. "Yakin cuma sekretaris? Kenapa mama merasa ada sesuatu di antara kalian"

"Enggak Ma. Ngomong ngomong mama ngapain kesini?" Leon mengalihkan pertanyaan agar Sinta tidak ikut campur dengan urusan dirinya.

"Mama sebenarnya cuma mau ketemu sama kamu doang."

Sinta berjalan mendekati Baby sambil tersenyum manis. Biasanya Leon paling anti dengan yang namanya perempuan, tapi sekarang Leon malah dekat dengan perempuan yang notabenenya adalah sekretarisnya sendiri.

Karena Sinta datang menghampirinya Baby menunduk dengan penuh hormat, di depannya ini adalah ibu dari bosnya. "Selamat sore bu" sapa Baby pada sinta.

Sinta membalasnya dengan tersenyum. Ia menatap Baby dari atas sampai bawah. Sepertinya wanita seperti Baby ini berbeda dengan kebanyakan wanita yang akan ia jodohkan dengan Leon.

"Nama kamu siapa?" Tanya Sinta basa basi. "Nama saya Baby grezyca Aurora bu" jawab Baby dengan sopan. Ini adalah pertama kalinya baginya untuk bertemu dengan seorang ibu Leon.

"Nama yang bagus, kerja sama Leon sejak kapan?" Sinta terus menodong Baby dengan beberapa pertanyaan yang memang ingin ia tanyakan. Sinta sedikit tertarik dengan Baby.

"Saya baru beberapa hari saja yang lalu dan mulai bekerja dengan pak Leon" jawabnya lagi. Baby agak gugup ketika ia berbicara dengan Sinta. Ia takut salah bicara atau ceplas ceplos seperti biasanya.

"Saya boleh berbicara denganmu, hanya berdua saja tidak ada Leon. Karena ada hal yang perlu saya tanyakan dan sampaikan pada kamu" ucap Sinta.

Baby melirik ke arah Leon sebentar sebelum menatap Sinta kembali. "Boleh bu" Sinta mengangguk  'kalau begitu ayo ikut saya sekarang juga, biar saya yang minta ijin pada Leon untuk membawamu"

Sinta kembali berjalan menghampiri Leon. "Mama mau izin membawa sekretarismu untuk pergi dengan mama" ucapnya. "Mama mau ngelakuin apa? Jangan aneh aneh Ma. Leon tidak suka" jawab Leon.

"Mama tidak akan melakukan yang aneh aneh, kamu tenang saja. Baby ayo kita pergi sekarang" ucap Sinta.Baby mengangguk lalu ia berjalan beriringan bersama dengan sinta.

Sinta membawa Baby ke sebuah cafe. "Mau pesan apa? Pesan saja biar saya yang bayar semuanya" ucap Sinta dengan penuh berwibawa.

"Tidak usah bu, saya masih belum lapar" tolak Baby. Tapi apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan faktanya. Setelah mengatakan hal itu perut Baby berbunyi dengan tidak tahu malunya.

Sinta terkekeh mendengarnya, ia menyerahkan buku menu pada Baby. "Pilih lah dan makan sepuas hatimu, saya yang mengajakmu kesini dan saya yang bertanggung jawab atasmu" ucap Sinta

.

Baby merasa kagum dengan sikap yang sangat ramah dan berjiwa keibuan banget. Baby jadi mengingat kedua orang tuanya yang telah lama meninggal.

Setelah itu Baby memilih beberapa menu untuk dirinya kemudian  Sinta juga ikut memesan makanan. Setelah pelayan telah pergi dan mencatat pesanan mereka Sinta dan Baby sedang mengobrol berdua.

"Kamu tahu apa yang anak saya alami?" Tanya Sinta. Baby mengangguk dengan cepat. "Saya tahu karena diberi tahu oleh abang saya." Jawabnya. Sinta menatap baby dengan heran.

"Abang? Memangnya abangmu tahu dari mana" tanya Sinta penasaran. Baby menghela nafasnya pelan kemudian menjawab pertanyaan Sinta. "Abang saya dan Pak Leon adalah sepasang sahabat jadi abang saya mengetahui segalanya Bu, termasuk masa lalunya."

"Tunggu, apa nama abang kamu Marvel pratama?" Tebaknya. "Darimana ibu tahu?" Sinta menatap Baby dengan terharu. "Saya tahu karena dulu abangmu pernah menolong keluarga saya, dia dulu berhasil membuat Leon bangkit kembali setelah kejadian itu"

"Abang kamu itu sangat berjasa bagi kami. Dulu kami tidak bisa membuat Leon menjadi semangat atau bangkit lagi. Leon selalu mengurung dirinya di kamar dan tidak mau melakukan apapun."

"Dan saat itulah abangmu datang dan mencoba membujuk Leon. Memang tidak berhasil dalam waktu singkat tapi setelah tiga jam kemudian, Abangmu, Marvel berhasil membuat Leon keluar kamar."

Baby menatap Sinta dengan dalam. Setelah mendengar semua ini ia masih penasaran dengan kehidupan Leon yang lainnya. Baby tidak menyangka ia akan bertemu dengan Orang sebaik sinta.

"Selama beberapa tahun abangmu menghilang, kami tak pernah mendengarnya kembali. Apa kamu tahu apa yang dilakukan abangmu?" Tanya Sinta. Baby mengangguk.

"Selama satu tahun abang saya selalu berada di rumah sakit; abang saya mempunyai lemah jantung" lanjut Baby

Sinta terkejut, ia baru mengetahui jika menghilangnya Marvel dikarenakan ia berada di rumah sakit. Sungguh, Sinta merasa ia adalah orang yang paling buruk saat ini.

Sinta menyesal, mengapa ia tidak mengetahui hal sebesar ini. Ia jadi merasa bersalah dengan Marvel "Bisa kah saya bertemu dengan Marvel?"

1
secret
Tante sinta sang translator Leon
secret
ya ampun Mamah Sinta anak kamu nakal mah !!
secret
BABY SANG KORBAN SINETRON DAN FTV
syze
Marvel memang iya

Baby hanya orang tertentu aja 🙂
syze
boleh ketawa gak
syze
kenapa gak di kasih aja buat Aspri nya abang leon
Lady Navier👸
karya nya hebat🤩

Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua

Terimakasih🤗
delesia
bagus
Kakasefti
lanjut mulai seru
chaeruddin adam
lanjuttt
Sariani Sakka
auuuuwwww...lagi asyik2 nya...knpa di putusin authorrrr...
Rahmat Pujiono
lanjutkan
Muryani Jalasutra
lanjut yuk
zieeuu
CERIATA CUKUP SAMPAI DISINI..
KRNA ORNG NYA TLAH MENDAHULUI KITA...
TAMAT
OLiViA
Kapan lanjutannya lagi thor ??
Q Ora Ayu
thour mohon maaf..kaget banget pernikahan mereka di gereja(non muslim) pdhl di episod di atas ada saat mereka mencap sala(asalamuala'ikum..dan astofirlloh halazim)..maaf kalu slah omgan.tp soal ini mohon di koreksi ulang.maaf kalu saya slh kata🙏🙏
guest1053676979
typo leon tp vion
guest1053676979
typo syafira, harusnya baby
guest1053676979
apa bukan baby yg semobil dengan leon?
guest1053676979
misuh-misuh (bhs jawa) = mengumpat (bhs indonesia)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!