NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 11. Bertemu Teman Lama

Lanjut ya Readers

Selamat Membaca

Rumah Sakit

Yasmin masih dengan setia merawat sang bunda di Rumah Sakit.

"Yas, kamu sudah makan, Nak ?" tanya Bundanya

"Belum Bund," jawab Yasmin

"Kamu cari makan dulu tidak apa, kamu pasti lapar dari pulang kuliah belum makan!" suruh Bu Ratna pada putrinya.

"Nanti siapa yang nungguin Ibu disini ?" tanya Yasmin.

"Nggak apa-apa kan?, ada tombol panggilan, bisa panggil perawat," jawab bu Ratna.

"Nggak, Bunda, Yasmin nggak tega tinggalin bunda sendirian di sini, aku pesan makanan pakai aplikasi saja, sambil nunggu ayah datang", ucap Yasmin pada Bundanya.

"Ya sudah terserah kamu saja," balas bu Ratna menyerah.

Yasmin langsung mengutak-atik ponselnya untuk memesan makan siangnya lewat aplikasi on line. tak lama terdengar suara pintu diketuk.

"tok-tok, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Yasmin dan Bu Ratna bersamaan.

Munculah dua sosok paruh paruh baya hampir seusia bu Ratna.

"Om Darman, Tante Tika !" seru Yasmin kaget.

"Bagaimana keadaan Bundamu, Yas," tanya Om Darman.

"Ya, beginilah, Om masih tunggu jadwal operasi tapi kok Om tau Bunda masuk rumah sakit ?" tanya Yasmin.

" Tadi ayah kamu telepon Om," jawab om Darman yang merupakan adik dari ayah Yasmin.

"Mbak gimana ceritanya bisa jatuh begini?, aku sampai kaget denger Mas Danu telpon Mbak jatuh," tanya Tante Tika khawatir.

"Nggak apa-apa, Tika, Mbak hanya kurang hati- hati saja waktu di kamar mandi, jadi terpeleset," jawab Bu Ratna

"Nggak apa-apa bagaimana sih Mbak?, sampai retak begitu dan harus operasi lagi," ucap Tante Tika tidak percaya.

Waktu sudah menunjukkan jam dua siang sedangkan Yasmin belum menunaikan sholat dzuhur. Yasmin minta tolong pada om dan tantenya untuk menunggu bundanya sebentar karena dia mau ke mushola rumah sakit untuk sholat.

"Om, Tante!." Aku minta tolong tungguin bunda sebentar ya, aku mau sholat dzuhur dulu nanti keburu habis waktunya. Lagi pula aku nggak bawa mukena. Oh, sama nanti kalau pesanan ku makanan on line di datang tolong terima dulu ya Tante sudah aku bayar kok," pinta Yasmin.

"Tak masalah, kamu sholat dulu biar Bundamu Om dan Tante yang tunggu," ucap Tante Tika pada Yasmin.

Setelah menitipkan bundanya pada om dan tantenya Yasmin segera keluar kamar rawat inap bundanya menuju mushola rumah sakit.

Di sebuah apotik rumah sakit seorang pria paruh baya sedang membayar obat, setelah selesai pria tersebut meninggalkan apotik.

Brukk

Pria tersebut tanpa sengaja menabrak seseorang sehingga obat yang dibawanya terjatuh.

"Maaf Pak, Saya tidak sengaja," ucap si penabrak sambil membantu mengambil obat dari pria yang ia tabrak yang terjatuh. Saat pandangan mereka bertemu kedua pria paruh baya tersebut sama-sama terkejut.

"Danu !", Dimas !" ucap mereka bersamaan.

"Kamu, Dimas 'kan?" tanya Pak Danu memastikan.

"Ya, aku Dimas, gimana kabar kamu dan sedang apa kamu di rumah sakit ini ?" tanya Dimas.

"Istriku di rawat disini," jawab Pak Danu sendu.

"Memang istrimu sakit apa ?" tanya pak Dimas lagi.

"Istriku jatuh di kamar mandi dan nanti malam jadwal operasinya karena tangannya retak. Kamu sendiri sedang apa di rumah sakit ini ?" tanya balik pak Danu

"Halah aku biasa, penyakit tua. Cuma kontrol kesehatan biasa kok," jawab pak Dimas santai.

"Oh, aku kira kamu sakit apa Dim," ucap Pak Danu lega.

"Mumpung di rumah sakit, boleh aku jenguk istrimu sekalian?" tanya pak Dewa meminta.

" Tentu saja, aku juga mau kesana, aku tadi pulang sebentar mengambil baju ganti untuk istriku," jelas pak Danu

"Kalau kamu pergi siapa yang menjaga istrimu?" tanya pak Dimas

"Putriku yang menunggunya," jawab pak Danu.

Dua sahabat yang lama tak bertemu itu pun berjalan beriringan sambil mengobrol ringan.

" Eh, tadi kamu bilang tadi apa?, putrimu ?" tanya Pak Dimas bingung.

"Iya putriku, dia anak keduaku," jawab pak Danu.

"Apa putrimu sudah menikah?" tanya pak Dimas lagi sambil terus berjalan beriringan dengan Pak Danu sambil mengobrol.

"Putriku belum menikah, dia masih menyelesaikan kuliah S1 nya," jelas pak Danu.

"Oh, tidak apa-apa, aku jadi ingat masih punya jagoan yang belum menikah. Kalau putrimu belum ada yang punya bisa aku jodohkan dengan putraku, ha...ha...," ucap Pak Dimas sambil tertawa.

"Boleh, kalau putra - putri kita tidak keberatan. putriku juga sepertinya juga belum punya tambatan hati," ujar Pak Danu.

Pembicaraan mereka terhenti ketika sudah sampai di ruang rawat inap bu Ratna.

"Assalamualaikum, " terdengar suara salam dan pintu terbuka.

"Waalaikumsalam," terdengar suara menjawab serempak dari dalam kamar.

" Ayah," panggil Bu Ratna.

"Iya Bund, oh iya ini Dimas teman SMA ku dulu, apa Bunda masih ingat ?" tanya pak Danu.

"Oh Mas Dimas, apa kabar Mas?". Lama sekali tidak bertemu, kita ketemu pas pernikahan Mas Dimas, setelah itu nggak kedengaran kabarnya lagi," ujar Bu Ratna.

"Setelah nikah aku langsung di tugaskan di Provinsi K, jadi nggak sempat kumpul bareng teman - teman lagi," ucap Dimas memberi penjelasan.

"Bagaimana keadaan Mbak?, kok sampai jatuh begini?" tanya Pak Dimas lagi.

"Namanya juga musibah, Mas. Nggak ada yang tahu, doakan saja Mas," pinta Bu Ratna.

Di tengah obrolan Pak Dimas, Pak Danu dan Bu Ratna terdengar suara deheman.

"Ehemm."

Mendengar suara deheman reflek mereka tiga orang paruh baya yang sedang mengobrol itu pun menoleh.

"Eh, kalian, maaf kita jadi lupa ada kalian," ucap Pak Danu sambil tersenyum.

"Siapa mereka?" tanya pak Dimas.

" Oh, kenalkan, Dim, ini Darman adikku dan ini Tika istrinya. Sedangkan ini adalah Putri cantikku, Yasmin, yang kuceritakan padamu," ucap Pak Danu mengenalkan mereka satu per satu. Danu dan Tika menjabat tangan pak Dimas dan Yasmin menjabat tangan Pak Dimas dan mencium tangan Pak Dimas sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua, apalagi pak Dimas sesusia ayahnya.

"Saya, Yasmin, Om," sapa Yasmin.

"Ah, ini yang namanya, Yasmin, cantik!" balas Pak Dimas.

"Siapa dulu dong ayahnya?!" sahut pak Danu membanggakan dirinya.

"Halah kalau kamu nggak dapat Ratna mana mungkin putrimu secantik ini," sahut pak Dimas mengejek.

Mendengar ucapannya pak Dimas, pak Danu mendengus kesal, sedangkan bu Ratna, Yasmin, om Darman dan tante Tika terkekeh geli.

Waktu pun terus berjalan, waktu sudah sore pak Dimas pun berpamitan untuk pulang.

"Mbak, Ratna, aku pamit pulang. Aku senang bisa bertemu lagi setelah sekian lama, aku berharap kita bisa bertemu kembali dengan keadaan yang lebih baik. Aku hanya bisa berdoa semoga operasimu nanti malam lancar dan kamu cepat sembuh," ucap Pak Dimas berpamitan.

"Ya Mas Dimas, Mas menjenguk saja aku sudah senang. Sekali lagi terima kasih atas perhatiannya," balas Bu Ratna.

"Danu kalau kalian butuh sesuatu beri tahu aku. Sebisa mungkin aku akan membantumu," ucap Pak Dimas.

"Gimana mau memberi tahumu nomor ponsel dan alamatmu saja aku nggak tahu," ujar pak Danu.

Mendengar perkataan sahabatnya, pak Dimas menepuk jidatnya.

"Ya ampun aku sampai lupa," ucap Pak Dimas

Dua teman lama yang baru saja bertemu itupun langsung bertukar nomor ponsel, dan saling memberikan alamat rumah masing - masing.

Setelah bertukar nomor telpon dan alamat, pak Dimas pun segera keluar dari ruang rawat inap Bu Ratna, disusul om Darman dan tante Tika yang juga berpamitan untuk pulang.

________________________________________________

Hai Readers, tinggalkan jejak like and vote ya

Terima kasih

Bersambung ....

1
🌷♥ A z u r a ♥🦋
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!