NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar

Terlihat di ruangan serba putih seseorang duduk di kursi berhadapan dengan ranjang sambil memegang tangan Alia. Melihat nya saja membuat hati tenang.

Lalu Teh Dina masuk dan menunggu dengan raut wajah cemasnya, dia berpikir apakah hubungi orang tua Alia atau tidak (Alia pernah berpesan jika terjadi sesuatu yang tak serius atau dia sakit jangan memberi tahu orang tuanya). Mungkin mereka akan sangat cemas nantinya, apalagi mamahnya, Mamah Alia bahkan selalu menelepon setiap hari menanyakan keadaan Alia dan menceritakan keadaan Disana juga. Alia berhasil dalam pekerjaannya dia rutin memberikan uang untuk mamahnya membayar hutang dan keperluan modal usaha. Sampai hutang piutang mamahnya lunas, terkadang dia mengirimkan paket seperti barang barang lewat jasa kurir.

Alia bahkan jarang makan di luar atau berbelanja, paling berbelanja hanya untuk saat dia membutuhkan keperluan mendesak dan membelikan keluarga nya sekali-kali pakaian atau apapun, Alia pulang 2 Minggu sekali ke rumah orang tuanya.

Ali jika bekerja selalu membawa bekal ke kantor dan selalu meminta lembur kerja agar dapat bonus, kesehariannya bekerja dan mengurus kami Dina dan Alia walaupun Dina lebih tua darinya tapi dia seperti seorang ibu, kakak dan adik bagi Dina dan Rita. Ketika dia bertemu dengan seorang anak kecil berusia dua tahun dia sangat bahagia setiap hari bertemu dengannya, bermain dan menjaganya pada saat anak kecil itu sakit pun Alia merawatnya dan malam-malam dia menelepon Dina dan menangis. Memberitahu bahwa Amira sakit dan saat melihat Amira di infus Alia merasa dia yang sakitnya, Alia juga merasa bersalah karena seminggu ini sibuk bekerja dan menyalahkan dirinya karena Amira sakit memakan banyak eskrim agar Alia menemuinya. Terlihat tulis menjaga anak kecil seperti seorang ibu dia telaten menjaganya sudah sekitar 1 bulan lebih dia mengenalnya Dina dan juga Rita sering bermain dan kadang menginap Disana.

Sadar

Alia membuka matanya dan melihat sekeliling,

"rumah sakit ?" katanya pelan

" Syukurlah kamu sudah sadar,mengelus tangan Alia. Iya ini rumah sakit tadi kamu pingsan. Makanya jangan jadi si jagoan lagi, protes Dina pada Alia

Alia hanya tersenyum, mengingat Alia selalu membantu orang,saat kecopetan atau orang yang diganggu di jalan dan menghajar habis si penjahat. Ilmu bela diri yang Alia dapatkan ini saat Alia 1 tahun berada di kota ini dan mendapat pekerjaan baru, Alia memutuskan mengikuti bela diri dan selama 2 tahun

mempelajari dan hasilnya sabuk hitam Alia peroleh dan kadang juga Alia ikut bertarung.

" Teteh nggak telepon keluargaku kan ? "tanya Alia memastikan

" Nggak, awalnya mau ! tapi waktu itu kamu kan pernah bilang jangan kabarin mereka Jika kamu terluka, iyakan ? " ucap teh Dina

" ah makasih ya teh Dina" sambil memeluk dan di balas pelukan oleh teh Dina

" kamu tau, aku nungguin kamu 2 jam dan kamu nggak sadar-sadar, lagian kamu tuh harus nya bilang kalau kamu terluka ?, malah diem aja tangannya mau diborgol ! ucap teh Dina berkobar-kobar.

Alia hanya cengengesan, "maaf deh teh nggak, mana Alia tahu mau diborgol untuk teteh datang tadi peluk Alia kalau nggak malah dipeluk borgol dong Alia" jawab Alia

" Aku kenapa di infus teh ?" kayak nya nggak usah deh, lepas aja yah ?

" Jangan, kamu tuh kecapean Alia kata dokter kamu harus istirahat 2 hari, apalagi kamu itu lembur Mulu, selama 1 Minggu ini dan juga jagain Amira pas sakit,kamu bahkan lupa makan bagaimana coba dan lihat ini, sambil memegang tangan kananku kamu juga terluka untuk nggak terlalu banyak darah yang keluar, ucap Dina

Alia mengangguk, Alia melihat raut wajah cemas teh Dina Alia tak banyak bicara karena terlalu lemas badannya.

" Kamu tuh harus sayangin badan kamu sendiri Alia ! jangan sibuk Mulu cari uang, kalau uang bisa dicari tapi kesehatan itu juga penting susah dicarinya." Ucap teh Dina jika sudah keluar jiwa ke emak-emak an nya nggak bisa dibantah. Padahal Alia yang selama ini selalu berperilaku seperti seorang ibu yang menjaga 2 anaknya teh Dina dan Rita.

"Ia teh, aku paham "dengan suara lemah Alia bicara

Saat akan mengatakan lagi, terdengar suara ringtone hp, teh Dina buru-buru mengambil Di tas Terlihat di layar " mata panda" ( Rita )

"astagfirullah, aku lupa nggak ngabarin Rita kamu masuk rumah sakit Al, pasti dia nungguin dijemput nih !" hari ini memang teh Dina bilang akan menjemput Rita kuliah saat beres kerja.

"angkat dong mba " ucap Alia

Dina mengangguk "assalamualaikum, rit mba nggak bisa jemput kamu !mba lagi di rumah sakit sama Alia, memberi tahu

"walaikumsalam mba, kenapa bisa ada Disana siapa yang sakit? Amira bukannya udah sembuhkan mbak ?" tanya Rita

" Bukan, bukan Amira, kamu kesini aja dulu nanti mbak ceritain, sambil bawa pakaian mbak Dina dan Alia yah ? kamu pulang naik ojek online aja !

" Ia mbak nanti aku bawain pakaian mbak Dina dan mbak Alia, biar aku naik ojek aja, nanti serlok yah " jawab Rita.

" Ia hati-hati assalamualaikum "

" walaikumsalam " tutupnya lalu duduk di kursi samping ranjang Alia lagi.

"Teteh lupa Al, belum sempet nelepon siapa pun. kamu sih tiba-tiba pingsan. Astaga malah ngobrol lagi bukan panggilin dokter dari tadi kamu udah sadar " Lalu dengan panik teh Dina mau keluar

" nggak usah pergi teh kata Alia tekan aja tombol ini " tunjuk Alia

"ohh iya bener saking panik nya teteh jadi rudet kie ( karena terlalu panik sampai ribet begini) keluar deh basa Sunda kalau si teteh lagi pusing.

Lalu dokter pun datang dan memeriksa Alia dan menjelaskan kesehatan nya yang dinasehati hanya mengangguk pelan karena masih lemah.

"baik dok terimakasih" kata Alia pada dokter bernama Fauzi.

" Sama-sama, tersenyum cerah, jaga kesehatannya nona dan beristirahat lah, saya akan visit lagi jam 8 nanti oke, berbicara begitu lembut.

" Baiklah, dok terimakasih " ucap Dina

Alia belum di perbolehkan pulang sekarang paling besok siang baru bisa jika sudah badan fit lagi. masalahnya Alia tak suka bau rumah sakit, jadi pengen cepat-cepat pulang karena bayar nya juga pasti mahal apalagi ruangan ini sendiri nggak rame, tapi kata teh Dina sudah dibayar oleh bapak Polisi, sebagai ucapan terimakasih karena membantu mencegah perampokan.

Jam 8 dokter memeriksa lagi di bantu suster melepas infusan. Setelah selesai Dokter pun pergi bersama suster dan meninggalkan ruangan tidak lama datang Rita dan Juga Oma

Rita yang datang pun langsung menghambur memeluk Alia dan menanyakan apa yang terjadi ! Oma pun sama. melihat Alia yang masih lemas teh Dina yang akan menjelaskan semuanya. Rita dan Oma yang mendengar cerita itu pun begitu antusias.

"Ah mbak luar biasa banget sih ! sambil memeluk Alia, tapi jangan kayak gini lagi ah sampai masuk rumah sakit ! mbak kan nggak pernah mau ke rumah sakit ? Rita cemas.

" Iya nggak lagi " jawab Alia

Oma pun juga memeluk Alia " Iya sayang jangan seperti ini, Kau boleh menolong orang tapi juga tak boleh membahayakan diri sendiri kau juga harus menjaga kesehatan tubuh mu jangan terlalu banyak kerja dan kecapean, ucap Oma sambil membelai lembut kepala Alia yang terpakai kerudung.

" Iya Oma aku mengerti, Amira tak ikut Oma? dari tadi ingin menanyakan tapi kalah dengan antusias cerita perampokan dengan dramatis teh Dina

" Iya nak Amira sedang bersama omnya, omnya sudah pulang sekarang tinggal bersama kami dia sudah dipindah tugaskan dan menetap disini sekarang. Ucap Oma memberi tahu.

"Dari tadi anak itu rewel ingin bertemu denganmu, Oma mencoba menelepon mu tapi panggilannya selalu sibuk, Oma mengerti mungkin saat Oma menelepon kau sedang menelepon Dina" karena sudah tahu duduk permasalahannya.

"iya Oma, omnya sudah pulang ? syukurlah kalau begitu Oma, aku merindukan Amira soalnya" ucap Alia

" Iya nak, besok Oma akan ajak kesini dia pun merindukanmu, anak itu tadi rewel menangis ingin bertemu denganmu ! tapi omnya datang dan menenangkan nya langsung tidur dia sama omnya dan Oma langsung kesini menitipkan Amira ke om nya saat mendengar Rita meminta ditemani ke rumah sakit. ucap Oma menjelaskan.

" iya Oma " Alia menggaguk

" Oma, titip sebentar Alia kami akan pergi ke kantin ya? Dina meminta izin

" Baiklah, pergilah makan dulu, Oma akan menjaga Alia " sambil mengelus kepala Alia penuh kasih.

sebentar ya Al, Mbak ucap mereka berdua

" Iya sana makan yang banyak" ucap Alia.

Terlihat Rita dan Dina pergi dari ruangan menuju kantin.

"Kamu istirahat ya na Oma akan tungguin sampai Rita dan Dina kesini lagi, Oma harus pulang soalnya, kasihan omnya baru pulang, Nanti Oma akan kesini lagi besok ya ! dengan penuh kasih sayang Oma menyuapi Alia tadi suster datang dan menyuruh Alia makan dulu lalu minum obat. Alia mau makan sendiri tapi Oma melarang biar Oma saja katanya.

Alia tersenyum rasanya seperti sentuhan mamahnya, mamahnya juga selalu menyuapinya saat sakit dan mengelus kepalanya penuh kasih, Alia sebenarnya ingin ada mamah dan Papahnya mereka juga pasti akan sangat khawatir melihat Alia seperti ini dari pada memberitahu dan membuatnya disuruh pulang kembali tinggal Disana, Alia juga mau tapi berhubung dia ingin mandiri maka dia akan menjalankan hidupnya dengan baik.

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!