"Siapa bilang Mutiara selalu indah berkilau?
Tidak, aku menggeleng. Mutiara yang kumiliki menyakitkan. Bahkan dalam keadaan tak tersentuh sekalipun. Apalagi seandainya bila aku menyentuhnya? Pasti kilauannya membuat kedua mataku buta." Jimmy~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama yuk
Blug!
Uhhh...
Tengah malam begini Jimmy dikagetkan dengan kaki jenjang milik Mutia yang menimpa tubuhnya. Lihatlah, Mutia menganggap tubuh Jimmy layaknya sebuah bantal guling. Pipi mereka saling menempel, tangannya pun ikut serta melingkar. Erat sekali.
Tapi tak apa, ini rezeki nomplok untuk Jimmy. Aneh memang, malam-malam seperti ini dia malah senyum-senyum sendiri seperti orang yang nggak waras. Hilang seketika rasa kantuk yang lantas berganti rasa pusing dan bingung. Kira-kira kalau tubuhnya ditempeli makhluk manis seperti ini Jimmy harus bagaimana?
Cium boleh kan? Sah kan? Nggak dosa?
Ahh masa mau cium istri sendiri harus izin dulu, kesempatan tidak akan datang dua kali. Kapan lagi bisa seperti ini?
Detik itu juga Jimmy mulai mengendus-endus harum rambutnya. Mencicipi sedikit kecupan di pelipisnya. Hmmm... wangi aroma shampo anggun.
Bagaikan candu. Tak puas sampai disitu, Jimmy mencuri ciuman di pipi. Harus sama rata kanan dan kiri biar adil, pikirnya. Tapi logikanya menghasut untuk berbuat lebih. Jimmy mulai mengelus pipi mulus itu dan mentoel-toelnya sesuka hati. Kenyal. Gemas.
Nyenyak sekali tidurnya?
Fokus ke wajah bagian tengah, Jimmy memperhatikan bibir basah berwarna pink alami itu, cukup lama. Rasa inginnya begitu besar, dia membayangkan, pasti sangat manis bila bibir itu dikecup dan sedikit dimainkan.
Sial! Kotor sekali pikirannya. Tapi lagi-lagi setan berbisik, kesempatan tidak akan datang dua kali.
Dia mulai memejamkan matanya, lalu mencondongkan wajahnya dan menempelkan bibirnya ke bibir Mutia!!
Beberapa detik kemudian.
"Eeughh..." lenguh Mutia.
Beruntung Jimmy sudah menarik diri.
Mutia mengerjap dan menyesuaikan cahaya lampu kamar yang memang sengaja tak dimatikan. Nyaman sekali guling ini. Mutia juga merasakan tidur nyenyak dan mimpi yang sangat indah menurutnya, yaitu berciuman!
Jadi itu rasanya ciuman bibir? Sungguh luar biasa rasanya. Seperti... nyata!!
Atau jangan-jangan?! batinnya memekik.
Mutia langsung berjengit saat ia tersadar. Cepat kilat dia melepas tangan dan kakinya yang membelit tubuh Jimmy. Oh my God... berarti, dia berpelukan semalaman dengan Jimmy dan mengira Jimmy adalah bantal guling?
Oh iya, Mutia lupa bahwa hari ini dia sudah menikah. Astaga...
Menarik selimut, Mutia memutuskan kembali tertidur dengan meletakkan pembatas guling di tengah-tengah. Sejenak memperhatikan wajah Jimmy yang tenang. Mutia langsung menggeleng, tidak mungkin Jimmy yang menciumnya.
"Ihh... kenapa bibir kamu basah Jim?!" pekiknya.
Jimmy pura-pura terbangun dan mengucek-ucek matanya. Dia tahu, cukup lama dirinya diperhatikan. "Apa dek, malam-malam begini jangan teriak-teriak. Nanti disangka orang lagi malam pertama."
"Kamu ngileran ya?" tanya Mutia.
Rasanya sungkan sekali bila bertanya seperti apa yang ada di dalam pikirannya. Akan sangat malu bila dugaannya ternyata salah.
"Iya kali..." jawab Jimmy setenang mungkin.
"Jorok!"
"Ssttt... tengah malam tidur lagi."
Bukannya tertidur, tapi keduanya malah sibuk memikirkan ciumannya barusan.
"Dek?" panggil Jimmy setelah terdiam beberapa saat.
"Hmm..."
"Kamu belum tidur?"
"Belum."
"Malam pertama yuk?" godanya.
"Ihhh apaan sih, dasar ganjen!"
Sudah kepalang nanggung, siapa sih yang nggak tahan nggak nyentuh istrinya sendiri.
"Cuma peluk boleh nggak?"
"Nggak."
"Nggak nolak?"
"Jimmy!!"
"Kok Jimmy lagi panggilnya dek?"
"Iya Mas Jimmy wirawan!"
"Peluk boleh ya?"
Mutia terdiam beberapa saat untuk memikirkan permintaan Jimmy barusan.
"Hanya peluk ya! Awas kalau kamu lakuin hal lebih!"
"Oke."
Dengan senang hati Jimmy melempar guling yang ada di tengah. Dia langsung memeluk Mutia dari belakang.
Tahap awal yang berhasil pikirnya. Nanti akan ada step-step selanjutnya agar wanita itu terbiasa dengan kehadiran dirinya. Jimmy percaya, usaha yang gigih tidak akan menghianati hasil.
***
To be continued.
thank author novelnya kereeeeen 👍👍👍
sukses terus yaa😊
tp sdh ada yg nyesek didada🙁
sayangya aku baru Nemu novel ini..Sukses terus Kaka othor 😍
tidak mau membahas masa lalu.
nyesek berada diposisi Jimmy😭