Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatir
Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena Viki tengah duduk di pangkuan nya, tubuh Viki di tahan oleh kain gendongan sehingga posisinya tetap duduk menghadap kedepan.
Suasana mereka di lingkupi oleh keheningan tak ada satupun yang ingin bersuara, yang terdengar hanyalah rancauan Viki.
"Ingat yah besok harus berpenampilan cantik" ujar Davin bersuara kembali mengingatkan Sakira.
"Hmm" balas Sakira menjawab ucapan Davin, gadis itu bergegas turun ketika mobil Davin berhenti tepat di depan rumah nya.
"Dada sayang" ucap Sakira melambaikan tangannya pada Viki yang merancau tak ingin di tinggal Sakira. Bayi itu mengarahkan kedua tangannya pada Sakira minta di gendong.
"Maammma mamaaa" rancau Viki memanggilnya.
Sakira melambai hingga mobil Davin tak terlihat lagi. Gadis itu berbalik dan melangkah memasuki rumah nya.
"Ooh jadi karena itu kamu gak mau angkat telfon aku? " ucap seseorang.
Sakira kaget dan menghentikan langkah nya, ia berbalik dan melotot melihat Radit berdiri tak jauh dari nya.
"Radit? "
"Aku gak nyangka yah sama kamu" ucap Radit kecewa.
Hei seharusnya Sakira yang kecewa kenapa malah dia yang bersikap seperti itu.
"Maksud kamu apa? " tanya Sakira tak mengerti
"Udah deh, aku ngerti sekarang. Kamu sengaja buat agar kita gak ada hubungan lagi dan kamu bisa bersama dengan lelaki kaya itu?? " ucap Radit panjang lebar menuduh Sakira yang tidak tidak.
"Kalo aku mau sama cowo lain kenapa? " ucap Sakira mulai emosi, ia sudah tak tahan lagi dengan ucapan Radit yang semakin menusuk hati nya.
Sakira mengeratkan genggamannya pada tas ranselnya guna menahan emosi yang mulai memuncak.
"Ternyata kamu gak ada bedanya sama cewe lain" ujar Radit dengan tatapan datar, kemudian pria itu berlalu meninggalkan Sakira yang kita ambruk ke tanah.
Hatinya begitu sakit, bagaikan di tusuk sembilu Sakira menahan tangisnya. Ucapan pedas Radit yang menyamakan ia dengan wanita jalangnya, itu yang membuat nya benar-benar terluka.
"Aku gak boleh cengeng, gak boleh" gumam Sakira berusaha menghapus air yang terus mengalir dari matanya. Sakira membersihkan celananya dari pasir yang menempel.
Sakira memungut tasnya dan paperback yang di berikan Davin untuk nya, gadis itu melangkah cepat memasuki rumah nya.
Gadis itu memilih langsung tidur tanpa mengganti pakaian nya. Hati sedang kacau saat ini.
Dilain sisi lain Davin tengah menggendong Viki perlahan agar tidak terbangun.
"Nice dream Boy" ucap Davin mengecup kening Viki, pria ini benar-benar sudah sangat menyayangi Viki, tak bisa ia bayangkan jika nantinya orang tua Viki datang dan membawa Viki.
Walau bagaimana pun Viki berhak untuk bersama dengan keluarga kandung nya, Davin tak akan melarang nya. Namun Viki juga akan tetap menjadi putranya.
Malam pun berlalu, meski ada yang dalam suasana hati yang baik, dan ada juga dalam keadaan suasana hati yang buruk.
Seperti Sakira, sejak ia bangun tidur hingga sekarang sudah pukul 9 pagi, gadis itu masih saja duduk di depan kaca. Sakira tak berminat melakukan apapun saat ini. Hatinya masih sakit akan peristiwa tadi malam.
Sejujurnya Sakira sangat mencintai Radit, sejak SmA mereka dekat hingga menjalin hubungan dan bertunangan. Kini lelaki itu sudah menghancurkan hatinya, hingga membuatnya menangis sejak tadi malam.
Matanya tak bisa tidur, yang di lakukan hanya mengeluarkan air mata.
"Mengepa kalian keluar terus sih!!!!! " teriak Sakira menghapus air mata yang terus mengalir tanpa di perintah.
Sangat kacau, gadis itu melupakan janjinya dengan Bos besarnya itu.
"Saya nitip Viki dulu yah Mbok" ucap Davin pada siti, mantan pengasuhnya dulu.
Bok Siti menerima permintaan Davin untuk mengasuh Viki sehari ini saja, karena Davin harus membawa Sakira bertemu mamanya. Bok Siti juga iba mendengar cerita Davin soal asal usul Viki.
"Hati-hati yah den" ucap Bok Siti sembari menggendong Viki.
Bok Siti berusia 55 tahu, berhenti bekerja di rumah Davin sejak Davin sudah lulus SMA. Siti Janda tampa anak itu memilih untuk menghabiskan masa tuanya di salah satu panti asuhan, yang memang ia hidup sebatang kara.
"Kalau begitu saya pergi dulu Bok" pamit Davin, sebelum nya mengecup pipi gembul Viki.
"Pappa Paa" rancau Viki.
"Ih pinter" ucap Bok Siti gemas.
Davin melajukan mobilnya menuju rumah Sakira, ia yakin jika gadis itu pasti belum bangun. Terlihat rumah nya masih sepi bahkan lampu terasnya masih belum mati.
Tuk!! Tuk!!
Davin terus mengetuk pintu rumah Sakira namun tak ada sahutan. Pria itu semakin mengetuk pintu tu itu sedikit lebih keras, ia mulai khawatir dengan gadis itu.
"Sakira!!!! Sakira!!! kamu masih di rumah? " teriak Davin panik.
"Sakira!!! Sakira!!! " ucap Davin kembali berteriak.
Sakira yang masih setia di depan kaca tersentak kaget mendengar teriakan seseorang dari luar rumah nya.
"Astaga pak Davin!!! " pekik Sakira berlari menuju pintu utama, gadis itu benar-benar tak ingat dengan janjinya dengan bos galaknya ini.
Ceklek!!
Sakira membuka pintu nya dan kaget ketika Davin langsung memeluk nya.
"Kamu gak papa? " tanya Davin khawatir memeriksa keadaan Sakira.
Gadis itu masih bengong dengan tubuh kaku menatap lurus ke depan.
"Hei, are you ok? " ulang Davin.
"Eh iya Pak, saya baik baik aja" sahut Sakira canggung dengan perlakuan Davin padanya, tubuhnya masih dalam dekapan Davin.
"Sorry" ucap Davin yang baru saja tersadar akan sikapnya.
"Its oke" balas Sakira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kau gak bermaksud apa apa, tadi aku hanya khawatir karena kamu gak menyahut ku" jelas Davin tak enak hati.
Sejujurnya yang mereka rasakan adalah Dag Dig Dug. Sama-sama merasa canggung oleh adegan Davin tadi. Astga Sakira merasa jantung akan copot, gadis itu menggit bibir bawahnya dari dalam menahan gejolak hatinya.
"Oh no!! kenapa dengan jantung ku" teriak Sakira dalam hati.
"Kamu belum bersiap? " tanya Davin mencairkan suasana.
"Heheheh aku lupa kalo bakal pergi sama bapak" jawab Sakira nyengir tanpa dosa, membuat Davin menggeleng.
"Cepat lah bersiap" titah Davin melewati Sakira yang masih berdiri di depan pintu, pria itu masuk seenaknya tanpa di persilahkan oleh sang punya rumah. Gadis itu hanya pasrah mengekori bosnya dari belakang.
"Dan satu lagi" ucap Davin berhenti tiba-tiba membuat Sakira yang tak memperhatikan kedepan menubruk punggung Davin.
"Jangan panggil saya bapak! " lanjut Davin.
"Lalu apa dong? " tanya Sakira yang masih memegangi jidat nya.
"Davin! "
"Tapi kan bapak, eh Davin adalah bos saya" sahut Sakira memperbaiki ucapannya ketika Davin melotot kepadanya di panggil bapak.
"Saya masih muda, dan kita tidak di luang lingkup kantor" jelas Davin lagi. Sakira Hanya mengangguk pasrah mengikuti perintah bos nya ini.
"Sudah sana mandi, dan bersiap" Ujar Davin melotot membuat Sakira langsung kabur memasuki kamarnya.
"Memangnya ada apa, sepasang kekasih panggil Bapak, kek gitu" gerutu Davin setelah Sakira menghilang di balik pintu kamar.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor