NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Sakit

Di kamar perawatan Meira, ada tiga buah boneka, aneka makanan ringan, dan aneka jenis minuman.

Setelah Yanti dan Joni menjenguk Meira, mereka buru-buru kembali ke minimarket karena harus bekerja.

Setelah itu, Bu Joko dan para ibu-ibu komplek juga menjenguk Meira, mereka banyak membawa kue dan buah-buahan, sampai kamar Meira penuh dengan bawaan orang-orang.

"Rejeki Meira banyak sekali...sampai penuh ini kamar..." Kata Tania yang sedang mengganti botol infus Meira.

"Mungkin mereka bersimpati pada Meira karena Meira cuma punya aku, daddy-nya..." Ucap Kevin bangga.

"Ya...ya....kau benar...silahkan saja di nikmati pemberian mereka, aku senang kau tak perlu turun ke bawah untuk mencari makanan....sudah banyak makanan di sini..."

"Tania...tolong kau bagikan makanan-makanan ini untuk pasien yang lain...aku juga tak mampu untuk menghabiskannya..."

"Baiklah...nanti aku akan mengambilnya beberapa..."

"Tania...kapan Meira di perbolehkan pulang?" Tanya Kevin.

"Aku tidak tau Vin...nanti coba aku tanyakan ke dokter..." Jawab Tania.

"Tania...kau disini saja...aku masih mau ngobrol denganmu..."

"Kevin...aku sedang bekerja...bukan untuk menemanimu ngobrol..."

"Tania...nanti setelah kau selesai kerja ..temani aku lagi ya seperti kemarin?" Tania menganggukkan kepalanya. Kemudian gadis manis itu keluar dari ruangan Meira.

Kevin mengelus pipi Meira yang tertidur di sampingnya, kini bayi mungil itu sudah tenang bisa tidur nyenyak.

"Tidurlah Mei...daddy senang kau mulai pulih...supaya kita bisa cepat pulang dari sini Mei...badan Daddy pegal-pegal tidur disini Mei..." Ucap Kevin. Tak lama Kevin pun mulai tertidur di samping Meira.

******

Jakarta

Tok....tok....tok...

Paul mengetuk pintu kamar Bu Dewi, tak lama kemudian, wanita paruh baya itu sudah membuka pintu kamarnya.

"Ternyata kau Paul...masuklah...!" Ajak Bu Dewi. Paul segera masuk ke kamar yang luas itu dan duduk di sofa yang ada di sudut kamar Bu Dewi.

"Aku tidak lama Tante...aku hanya mau menyampaikan...saat ini Kevin dalam keadaan baik, jadi Tante tidak perlu mengkhawatirkannya...." Kata Paul.

"Kau tau dari mana Paul? Kalau kau tau kabarnya...berikan nomor ponselnya pada Tante...Tante sangat merindukannya, sudah setahun Tante tidak tau di mana keberadaannya..." Ucap Bu Dewi dengan wajah sendunya.

"Maaf Tante...aku pun tidak tau nomor Kevin...karena dia sering berganti nomor...aku sudah berusaha menanyakan keberadaannya...namun dia belum memberitahuku..."

"Anak itu...sama kerasnya dengan Papanya...sama-sama tidak ada yang mau mengalah..." Gumam Bu Dewi.

"Tante...mungkin Kevin akan kembali, kalau dia tidak di jodohkan lagi dengan Angela...karna ku pikir, itu penyebab utama Kevin pergi..." Ujar Paul.

"Kau benar Paul...tapi kau tau sendiri bagaimana kerasnya Om Herry...dia akan melakukan banyak cara untuk mewujudkan keinginannya..." Sahut Bu Dewi.

"Tante...ku rasa Kevin sudah memiliki kehidupannya yang baru, ku lihat dia sangat nyaman...dan tenang..."

"Paul...coba kau selidiki nomor ponsel terakhir yang di pakai Kevin...kau bisa menanyakan nomor itu ke operator, jadi kita bisa tau di kota mana keberadaan Kevin..." Ucap Bu Dewi.

"Baik Tante...nanti aku akan coba, sekarang aku pamit mau ke kantor..."

"Trimakasih Paul..."

Paul segera keluar dari kamar Bu Dewi. Dia berjalan menuruni tangga menuju ke lantai bawah, di lantai bawah ternyata sudah ada Angela yang sedang duduk ngobrol dengan Pak Herry.

"Hei Paul...Kau temani dulu Angela...dia baru pulang dari Paris...!" Seru Pak Herry. Kemudian Pak Herry segera naik ke atas menuju ke kamarnya.

Seorang wanita cantik, tinggi dan ramping dengan kulit putih bersih dan wajah oriental tersenyum pada Paul. Senyum yang menggetarkan hati setiap kaum Adam.

"Hai Paul...lama tak jumpa...ternyata kau makin tampan..." Sapa Angela.

"Sudah...jangan basa-basi...apa kau juga akan bertanya padaku mengenai Kevin?" Sahut Paul.

"Ya...ya....aku sangat rindu dengannya...tapi sayang saat ini dia pergi entah kemana..." Ujar Angela.

"Angela...apa kau setuju orang tuamu menjodohkan kalian?"

"Tentu saja...sudah sejak lama aku menyukai Kevin, namun dia sangat cuek dan dingin...justru karena sikapnya yang seperti itu malah semakin membuatku penasaran..." Jawab Angela.

Paul menarik nafas panjang, jauh di sudut hati Paul sebenarnya dia juga menyukai Angela sejak lama, namun jelas terlihat kalau Angela hanya menoleh kepada Kevin Bukan dirinya.

********

"Selamat Sore...nyenyak sekali tidurnya..." Kevin terperanjat saat seorang Dokter menyapanya, dia langsung bangkit dari tidurnya dan mengucek matanya yang kemerahan.

"Sore Dokter...maaf ketiduran...karena semalam saya tidak bisa tidur, Meira rewel..."

"Tidak apa-apa Pak Kevin...menurut hasil pemeriksaan, kondisi Meira sudah mulai stabil, besok Meira sudah di perbolehkan pulang..." Kata Dokter.

"Benarkah? Terima kasih Dokter..." Jawab Kevin antusias.

"Ya...sama-sama..." Kemudian Dokter itu segera keluar dari kamar perawatan Meira.

"Kau dengar Mei...besok kau sudah boleh pulang...nanti daddy akan rayakan kesembuhan mu ya...kita traktir satu RT makan bakso...!" Seru Kevin senang sambil mencium pipi Meira.

"Duuuh yang mau traktir satu RT...senang sekali kelihatannya..." Ujar seseorang di belakang Kevin.

"Tania? Kau ini seperti hantu saja yang selalu mengagetkan aku dan muncul tiba-tiba..."

"Meira sudah sehat kan...besok kalian bisa pulang deh..." Tania duduk di kursi di depan Kevin.

"Tapi aku akan semakin jarang melihat wajahmu lagi..."

"Aku akan lewat kok di minimarket tempatmu bekerja..." Tania mendekati Meira lalu mulai menggendongnya.

"Tania, kau sudah selesai bekerja kan...sekarang giliran mu menemaniku...saat ini aku butuh teman..." Ucap Kevin.

"Ya...karena besok kalian akan pulang, khusus malam ini aku akan menemani kalian..." Jawab Tania. Wajah Kevin cerah seketika.

"Wah..tambah semangat aku, di temani wanita cantik sepertimu...!"

"Oya, Vin...kenapa kau selalu menggunakan Masker? Beberapa perawat menanyakan itu...apakah kau flu begitu lama, sehingga harus terus menerus memakai masker...itu tidak baik untuk kesehatanmu Kevin..." Ucap Tania lembut.

"Tania...sebenarnya ada yang mau aku ceritakan padamu...tapi tidak sekarang, aku menunggu waktu yang tepat..." Sahut Kevin.

"Hmm...kau bisa misterius juga...baiklah...aku sabar menunggu ceritamu..."

"Coba kau bayangkan Tania...kalau ku lepas masker ini...berapa banyak wanita yang mengejarku...tapi khusus untukmu, aku akan membuka masker ku...supaya kau bisa puas memandang wajahku..." Ucap Kevin sambil membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.

"Ah...kau terlalu percaya diri..." Tania terpukau saat Kevin menampakan wajahnya, dulu saat Tania melihat Kevin, dengan rambut agak gondrong dan kumis janggut yang tidak di cukur, kini wajah itu kelihatan bersih, ternyata Kevin sudah mencukurnya, hati gadis itu mulai bergetar.

"Aku cukup tampan bukan untuk menjadi kekasihmu?" Tanya Kevin sambil tersenyum. Tania tertunduk malu.

"Kemana kumis dan cambangmu? Kau sudah mencukurnya?"

"Ya..karena terlalu gatal kalau pake masker....bagaimana Tania?"

"Kevin...kau terlalu buru-buru mengungkapkan itu...aku belum siap..." Sahut Tania dengan wajahnya yang kemerahan.

"Baiklah...aku akan menunggumu sampai kau siap...aku ingin segera kerumahmu, berkenalan dengan orang tuamu..." Kata Kevin.

Tiba-tiba wajah Tania memucat, seperti ada yang dipikirkan gadis itu, kemudian dia segera bangkit dari duduknya.

"Kevin...aku harus pulang, ibuku menungguku..." Ujar Tania.

"Kau kenapa Tania? Mengapa wajahmu begitu tegang?" Tanya Kevin.

"Tidak...aku memang harus pulang...."

"Tapi bukankah kau janji akan menemani kami malam ini..."

"Maaf Kevin...tapi aku harus pulang....permisi...selamat malam..."

Tania segera beranjak meninggalkan ruangan itu. Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik nafas panjang.

"Hmm...gadis yang misterius..." Gumam Kevin.

*******

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!