NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:282.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: mutiara

Awalnya semua begitu indah untuknya. Memiliki keluarga yang sempurna dengan ayah dan ibu yang sangat mencintai dan menyayanginya, tapi kebahagian itu hanya sementara. Cinta pertamanya di dunia ini direnggut darinya, seketika semuanya berubah menjadi duka.

Kehidupan baru mulai dijalani saat seseorang datang dan dikehidupan ibunya. Menjadi anak tiri dari seorang pengusaha yang sukses dan hidup dengan kemewahan yang dirasakannya.

Tapi..., semua tidak seindah yang dijalaninya. Hanya ada kesedihan yang dirasakannya karena penghinaan yang didapatnya dari orang yang sangat disayanginya.

Wanita itu hanya berharap mendapatkan kebahagian, memiliki sosok pelindung yang baru untuknya. Sampai akhirnya sebuah takdir kehidupan yang tak terduga, menikah dengan seorang pria yang tak dikenalnya.

Tidak ada cinta,tidak ada kebahagian yang dirasakannya, hanya ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di dalam pernikahan itu.

Hanya menunggu kapan Rahasian itu terbongkar dan menjadi Bom waktu di pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Wajah Asli

Malam yang ditunggu - tunggu akhirnya datang, malam dimana sesuai dengan janji Kenichi bahwa dia akan datang menemui kedua orang tua gwen

Didalam kamar, Gwen hanya berdiam diri dengan memandang dirinya disebuah cermin hias.Perlahan satu persatu dia mulai melepas Wig yang dipakainya, kacamata dan menghapus hiasan makeup diwajahnya. Kini hanya terlihat wajah yang sesungguhnya, wajah cantik dengan kulit putih mulusnya, serta rambut panjangnya yang terurai indah berwarna pirang.

Kali ini dia memutuskan,untuk mengakhiri penyamarannya dihadapan kenichi. Setidaknya Kenichi harus tahu siapa sesungguhnya dirinya dan bagaiman wajah dan penampilannya. Ini adalah waktu yang tepat baginya untuk menunjukkan dirinya dihadapan Kenichi, meskipun dia juga tidak tahu bagaimana tanggapan Kenichi nantinya kepadanya hingga membuatnya tidak sabar.

Seperti yang dirasakan Gwen, begitu pula yang dirasakan Kenichi selama didalam perjalanan menuju kerumah Gwen. Sama sekali tidak terdengar suara dari bangku belakang, hanya terdengar hentakan kaki kenichi. Dalam hati arga bertanya -tanya apakah kenichi saat ini sedang merasa gugup karen harus bertemu dengan kedua orang tua Gwen.

"Hey, Kenichi. Ada apa?" "Apa kamu saat ini sedang gugup?"tanya arga.

"Untuk apa aku harus gugup", gumam Kenichi, matanya terpaku ke mata arga dari kaca spion tengah.

"Baiklah...Baiklah", jawab arga.

"Menyetir Lah dengan benar", ucap Kenichi.

"Sepertinya kita hampir sampai", kata arga sambil melihat kembali alamat yang dikirim Gwen kepadanya.

"Apa kamu yakin?"tanya Kenichi.

"Dari alamat yang dikirim nona Gwen, kita sebentar lagi akan sampai. Hanya perlu belok ke kanan saat disimpang itu", jelas arga.

Kenichi membuka kaca jendelanya untuk melihat situasi disekitarnya. Rumah -rumah yang megah menjadi pemandangan yang mereka lihat sepanjang jalan, tentu saja membuat Kenichi merasa bingung.

"Arga, coba lihat. Apa kamu tidak salah alamat. Ini adalah kawasan perumahan elit", gumam Kenichi.

"Aku tidak salah, ini memang alamat yang ditulis nona Gwen", jawab arga.

Hari semakin gelap, mobil mereka semakin cepat melaju melewati jalanan simpang terakhir. Sampai akhirnya arga mematikan mesin mobilnya tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.

"Kenapa berhenti?"tanya Kenichi yang terlihat bingung.

"Apalagi?" Tentu saja kita sudah sampai", balas arga.

Kenichi langsung melihat kearah rumah besar yang didominasi warnah putih dari luar. "Apa kamu yakin ini rumahnya?"Kenichi mencoba mempertegas nya kepada arga.

Kemudian sama seperti Kenichi, pikirannya pun penuh kebingungan saat melihat rumah tersebut.

"Bukankah kamu mengatakan bahwa dia adalah wanita yang susah?"tanya Kenichi.

"I-ya, itu karena aku melihat penampilannya yang luar biasa sederhana", jawab arga.

"Hanya karena penampilannya saja?"tanya Kenichi.

"Ayolah Kenichi, kamu pasti mengetahui maksud ku. Jika dia memiliki uang, dia pasti akan mengubah penampilannya", jelas arga.

Kenichi mencoba memahami maksud perkataan arga. "Kalau begitu ayok kita keluar."

"Apa tidak sebaiknya kita menghubungi nona, Gwen?"tanya arga.

"Tidak perlu", jawab Kenichi sambil turun dari mobil.

"Baiklah", jawab arga yang menyusul turun dari mobil.

Mata Kenichi menerawang ke setiap bagian luar rumah itu. Ada sebuah taman didepannya yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan beberapa pepohonan yang membuat taman itu terlihat indah.

"Kenichi, apa mungkin nona Gwen adalah anak pelayan yang bekerja dirumah ini?"tanya arga. Walaupun sejujurnya dia tidak yakin dengan apa yang dipikirkannya.

Kenichi hanya diam, sepertinya dia sama sekali tidak mendengarkan arga yang berbicara dengannya. Matanya terus mengamati sekitarnya, hingga sorot matanya berhenti memandang pintu masuk menuju rumah itu. "Ayok kita masuk".

"Tunggu dulu Kenichi.Apa kamu yakin kita akan masuk melewati pintu itu?"tanya arga. Bagaimana kalau yang aku pikirkan itu benar, dia hanya seorang anak pelayan?"tanyanya pelan.

Kenichi hanya diam ,lalu matanya kembali memandang arga. "Apa kamu melihat anda pintu yang lain?"tanyanya.

Mulut arga ternganga sedikit."Tidak ada."

"Kalau begitu ayok", jawab Kenichi sambil melangkah berjalan kearah pintu.

Di depan pintu itu, arga hanya menunduk memandangi kaki. Sementara Kenichi hanya diam menatap arga untuk menekan bel rumah tersebut.

"Kenapa diam saja, tekan bel nya", kata Kenichi.

Arga langsung menatap Kenichi, dia hanya menggelengkan kepalanya merasa keheranan melihat Kenichi.

"Kenapa bukan kamu yang menekan bel nya", ucap arga,tapi satu tangannya menekan bel tersebut.

"Untuk apa aku harus melakukannya, jika kamu ada disini", ucap Kenichi.

"Aissss, dasar!"gerutu arga, waktu dia mendongak, dilihatnya Kenichi nyengir.

Beberapa saat terdengar suara pintu dibuka dari dalam, seorang pelayan wanita menyambut kedatangan keduanya.

"Selamat malam", sapa arga.

"Selama malam, tuan", ucap pelayan tersebut.

"Maaf kami kesini ingin bertemu dengan Gwen",kata arga.

"Ohh, silakan masuk , tuan. Tuan dan nyonya sudah menunggu anda dari tadi", jawab pelayan itu.

Keduanya makin terlihat bingung, keduanya pun melangkah masuk kedalam rumah tersebut. Pelayan itu langsung membawa mereka keruang tamu, disana arata dan minori telah menunggu.

Ekspresi pertama yang diperlihatkan Kenichi adalah terkejut, saat melihat pria yang berdiri di depan nya saat ini.

"Arata Nakamura", ucapnya pelan, kali ini dia benar - benar tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Arata Nakamura, bukankah dia adalah ayah yukari", gumam arga. Bisa dirasakannya perasaan yang dirasakan Kenichi saat ini.

"Kenichi Nakagawa, sungguh tidak menyangka bahwa itu adalah kamu", ucap arata, dengan mengulurkan tangannya dihadapan Kenichi.

Kenichi mengulurkan tangannya dan menjabat erat tangan ayah dari mantan kekasihnya itu, pertemuan pertamanya setelah beberapa tahun menjalani hubungan dengan yukari, putrinya.

"Aku pulang!"

Terdengar suara seorang wanita yang tak asing ditelinga kenichi, suara yang begitu dikenalnya.

"Kamu sudah pulang sayang", ucap minori.

"Hmm. Ada tamu ternyata", jawab yukari.

"Yukari, kamu pasti tidak menyangka siapa pria yang akan menikah dengan adikmu. Dia adalah Kenichi Nakagawa", ucap arata.

"Adik? Jadi Gwen adalah adik yukari? Tapi sejak kapan yukari memiliki seorang adik?" itulah pertanyaan yang muncul dalama pikiran Kenichi saat ini.

Dia tidak bisa menerka bagaiman

ekspresi wajah yukari saat ini, entah takdir semacam apa yang sedang dijalaninya saat ini, menikah dengan adik mantannya sendiri. Dia mencoba menenangkan dirinya beberapa detik, lalu perlahan dia memutar badannya kearah yukari yang berdiri di belakangnya.

Yukari tersentak."Kenichi", gumamnya pelan.

Dia berjalan mendekat kearah yukari. "Salam kenal, calon kakak ipar", kata Kenichi dengan senyum diwajahnya.

Nyaris saja yukari hampir terjatuh dihadapan Kenichi, sampai akhirnya dia menahan lengan yukari. Ditatapnya mata yukari sesaat dan langsung melepaskan lengan yukari.

"Apa kamu baik-baik saja, yukari?"tanya arata.

Mulutnya hanya tertutup rapat, diabaikannya pertanyaan ayahnya itu. Matanya hanya fokus melihat Kenichi yang berdiri dihadapannya saat ini, tidak peduli dengan apa yang dipikirkan kedua orang tuanya yang terus saja menatap Kenichi.

Dia merasa hatinya saat ini hancur, saat melihat pria yang bertahun - tahun menjalani hubungan dengannya justru seolah tak mengenal dirinya dihadapan orang tuanya.

"Calon kakak ipar?" Apa sebenarnya maksud, Kenichi", pikirnya.

"Kenapa hanya berdiri saja, duduklah Kenichi", kara arata.

"Baik, paman", jawab Kenichi yang membalikkan badannya dari yukari dan duduk berhadapan dengan arata, tentu saja diikuti arga.

"Istriku, dimana Gwen?tanya arata.

"Sebentar aku akan memanggilnya dikamar nya", kata minori, belum sempat dia bangkit berdiri, wajahnya langsung tersenyum ."Itu Gwen sudah datang", ucapnya sambil menatap Gwen yang menuruni anak tangga.

"Hmmmm", ucap arga, dia menyipitkan matanya untuk lebih fokus melihat wanita yang menuruni anak tangga itu. "Ada apa dengan mataku ini", ucap arga yang mengusap- usap matanya, lalu kembali melihatnya lagi, sampai akhirnya satu tangannya mengguncang -guncang lengan Kenichi.

"Kenichi, lihat", ucap arga dengan mata yang masih menatap Gwen yang berjalan menghampiri mereka.

"Ada apa?"tanya kenichi yang tercengang melihat wanita yang berjalan kearahnya itu.

"Gwen, kemari lah", ucap arata.

Belum selesai shock yang dirasakannya tadi saat mengetahui yukari adalah kakak Gwen, kini dia kembali shock saat melihat perubahan penampilan Gwen yang begitu berbeda dengan apa yang dilihatnya selama ini.

"Dia sangat cantik", bisik arga pelan.

Kenichi hanya diam, matanya terus menatap Gwen sampai akhirnya dia tersentak sadar dari pikirannya saat kedua mata mereka bertemu dan Gwen melemparkan senyum untuknya.

Awalnya, Kenichi masih terlihat bingung dengan semua yang telah terjadi malam ini, pikirannya terlalu kacau untuk memahaminya sehingga dia lupa dengan tujuan awalnya datang menemui kedua orang tua Gwen.

Dia mengatur posisi duduknya, menegakkan badannya. Berdeham -deham untuk membersihkan tenggorokannya agar bisa mengeluarkan suara yang terdengar jelas saat dia mengutarakan maksud kedatangannya kepada kedua orang tua Gwen.

"Begini Paman,bibi. Maksud kedatangan saya kesini karena saya ingin melamar Gwen menjadi istri saya dan meminta izin paman dan bibi", ucap Kenichi.

Gwen hanya menundukkan kepalanya, tanpa melihat Kenichi. Dia merasa gugup saat mendengarkan Kenichi meminta izin untuk menikahinya dihadapan kedua orang tuanya. Sementara yukari, dia mencoba memahami perkataan kenichi, mencoba memahami kemana arah tujuan dari perkataanya, tapi semua justru terdengar tidak masuk akal untuknya. Bagaimana mungkin pria yang begitu dicintainya, justru datang untuk melamar adik tirinya, hanya membayangkannya saja membuat hatinya terasa begitu hancur. Air mata yang jatuh dengan cepat dihapusnya, dia berusaha menahan kesedihan yang dirasakannya.

"Itu adalah kabar yang baik, tentu saja kami menerima lamaran itu, Kenichi", jawab arata.

"Terima kasih, paman", jawab kenichi, dia merasa lega setelah mengatakannya.

"Bagaimana kamu bisa melakukan itu denganku, kenichi", batin yukari dengan kedua tangannya yang mengepal menatap kearah Kenichi.

Bersambung.....

Jangan lupa yaaa buat like, coment dan vote author......

Jangan pelit hanya untuk menekan like untuk author karena itu gratis kok.

Terima kasih.

1
Yeanet Emma
maaf saya kecewa, anda sebagai penulis seharus bisa profesional, seharus novel ini diselesaikan dgn baik, bukannya di tinggal begitu saja, sangat menyesal saya membaca karya anda.
dayu okayani
Luar biasa
Ida S
lha kok jln ceritanya terputus,kelanjutannya gimana JD ngambang.tolong lanjut dong Thor🙏
Srimurni Nurjanah Sitorus
Alexa mau cari teman ternyata musuh
Srimurni Nurjanah Sitorus
oh Alexa ternyata cuma anak angkat
Srimurni Nurjanah Sitorus
ayo Kenichi jujur sama Gwen mengenai Yukari
Srimurni Nurjanah Sitorus
Arga jelaskan pada Alexa biarpun sahabat gak perlu urusi hal pribadi Kenichi harus tau batasannya apalagi udah nikah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Alexa gak sadar udah diperingati jangan mengusik Gwen waktu Rebecca menghujatnya
Srimurni Nurjanah Sitorus
makanya Yukari jangan sombong
mrn_zhnnnsa
lanjut lagi dong lagi seru banget cerita nya nih
mrn_zhnnnsa
lanjut lagi dong
Wiyah
blm selesai g seru ini
April Ayuogo
gantung thor lnjut donk ttp smngat author
Azka Dias Pratama
ayolah thor up lgi,slesai kan dlu ctranya..
penasaran nih gmna ending nya,msa ya d cut aja smpe dsni???
Luki Tritjahjawati
kpn update lagi?
Desni Zhou
gak boleh gitu dong Thorr,,,harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan novel Pernikahan Tanpa Cinta,,,Masa Thorr gak bertanggung jawab utk menyelesaikan misi yg Thor kerjakan...
Azka Dias Pratama
gmna sich??
kok gantung gini crtanya??
Hanna Devi
keren KK.. 👍
Luki Tritjahjawati
ayo thor uplagi
Luki Tritjahjawati
diselesaiin dulu pernikahan tanpa Cinta dgn up terus thor jangan buat certanya setengah 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!