Alya Sandrina seorang gadis yang masih berusia 17 tahun serta memiliki paras yang sangat cantik.
Ia kehilangan kesucian nya disaat masih duduk dibangku SMA setelah mengenal seorang pria tampan dan mapan yang bernama Rendy.
Sejak perkenalan nya dengan rendy kehidupan alya berubah drastis sebab rendy telah merenggut segala nya kebahagiaan alya.
Author tidak hanya menceritakan cerita cinta yang indah bak didunia dongeng saja.
Novel ini menceritakan konflik percintaan Alya yang begitu rumit dan terlibat diantara cinta segitiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#episode 11
Rendy dan ayah nya segera berpamitan pulang dan mereka akan segera mempersiapkan segala nya sampai hari pernikahan anak mereka tiba. Terlihat jelas raut ketidak bahagian di wajah rendy tetapi ia berusaha untuk tersenyum kepada sahabat ayah nya dan yang akan menjadi mertua nya.
Rendy melajukan mobil nya menuju ke rumahnya dan ia hanya mengantarkan ayahnya saja. Rendy tak ingin banyak berbicara dengan ayahnya karna percuma saja sebab ayah nya takkan pernah mau mengerti dengan perasaan anaknya. Ia melakukan segalanya dengan paksaan agar semua berjalan sesuai keinginan nya.
Rendy memutar kembali kemudi nya ke arah keluar gerbang rumahnya. dia tak ingin segera pulang karna pikiran nya sedang kacau. Rendy menghubungi sekretaris nya untuk menemaninya minum disalah satu bar.
Andi tampak bingung mendengar ajakan rendy sebab ini bukanlah kebiasaan rendy pergi ke bar dan mabuk2an tapi andi tak ingin bertanya karna raut wajah rendy terlihat sangat kacau. andi hanya duduk terdiam dan memandangi wajah rendy yang tampak bersedih.
Rendy dan andi keluar dari bar setelah rendy sudah kehilangan akal sehat nya. Andi memapah tubuh rendy yang setengah sadar dan mendudukkan nya dibangku belakang mobil nya.
"Menyedihkan sekali hidup nya. Entah masalah apa yang sedang ia hadapi hingga ia berbuat seperti ini." batin andi.
Andi melajukan mobil bos nya dan ia ingin mengantarkan nya pulang kerumah nya tetapi ditengah perjalanan pulang rendy mengatakan ia tak ingin pulang kerumahnya. ia ingin andi mengantarkan nya kesebuah apartemen.
Andi hanya menuruti perintah bos nya dan ia memutar arah tujuan nya menuju apartemen Orchid Residence.
Andi memang sudah lama bekerja dengan rendy. Semenjak Rendy memulai dan merintis usahanya, andi sudah mendampingi rendy sampai rendy menjadi sukses seperti sekarang ini dan andi sudah menganggap rendy sebagai kakaknya.
Sesampainya diapartemen, andi membantu rendy masuk kedalam lift dan rendy dengan pandangan yang tak begitu jelas menekan tombol angka 3 dan lift bergerak naik keatas.
Sesampai didepan pintu apartemen, rendy memencet bel apartemen dengan cepat hingga tak bertempo dan menimbulkan suara berisik padahal waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
Alya membukakan pintunya dan mendapati rendy sedang mabuk berat.
Rendy menjatuhkan tubuhnya kepelukan alya sehingga alya hampir terjatuh karna tak kuat menahan beban tubuh rendy tetapi andi dengan cepat menahan tubuh rendy dan membantu alya memegangi rendy.
Alya mempersilahkan andi masuk dan membaringkan rendy diatas sofa.
"Apa yang terjadi dengan nya dan kenapa rendy bisa seperti ini?" tanya alya yang terlihat panik.
"Maaf nona, saya juga tidak mengerti kenapa ia melakukan hal seperti ini sebab setau saya ini bukanlah kebiasaan rendy." jawab andi
Alya memandang wajah rendy yang sudah tak sadarkan diri.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu nona". ujar andi sambil berdiri dan meninggalkan rendy disana karna dia juga sudah sangat lelah dan mengantuk.
Alya pergi kekamar nya dan mengambil selimut. Ia melepaskan sepatu rendy dan kemejanya, lalu menyelimuti tubuh rendy.
Dia memandang wajah rendy sambil mengelus kening nya dan mengecup nya. Alya ingin sekali memarahi rendy tetapi memandang wajah tampan rendy membuat alya mengurungkan niat nya.
Keesokan paginya,
Rendy terbangun dari tidur nya dan mendapati dirinya sedang terbaring disofa.
Mata nya mencari keberadaan alya dan ia melihat alya sedang berada didapur. Rendy segera berdiri dan menghampiri alya.
Ia memeluk alya dari belakang dan mengecup pipi alya yang sedang memasak nasi goreng untuk sarapan mereka.
"Kenapa sih kamu pakek acara mabuk mabuk an segala?" Alya memasang wajah marah ketika rendy memeluk nya.
"Aku kesal sama kamu alya karna kamu selalu saja menolak lamaran ku." jawab rendy
"kamu kan tau aku baru saja memulai kuliahku dan kamu juga sudah berjanji untuk sabar menunggu." balas alya.
Rendy melepaskan pelukan nya dan duduk dikursi meja makan.
"Setelah menikah kan kamu tetap bisa kuliah, aku enggak akan pernah melarang kamu melakukan apa saja dan kita juga bisa menunda punya anak karna yang penting kamu sudah resmi menjadi istri aku dan aku resmi menjadi suami kamu." ujar rendy sambil memutar ponsel nya diatas meja.
Alya meletakkan dua piring nasi goreng diatas meja makan. Alya mengecup pipi rendy karna rendy sedang memasang wajah kesal nya.
"Sabar dong sayang, jangan buru-buru menikah nanti juga akan datang masa nya dan sekarang kamu cepetan mandi biar kita sarapan bareng". ujar alya dan mendekap rendy dari arah belakang nya.
Rendy semakin kesal karna alya selalu saja punya cara untuk menolak ajakan rendy untuk segera menikahi nya. Padahal hubungan mereka sedang berada diujung tanduk.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, rendy dan alya berangkat kekantor bersama karna hari ini adalah hari pertama alya bekerja diperusahaan rendy.
Setiba nya dikantor rendy.
Semua karyawan rendy melihat ke arah rendy dan alya yang sedang berjalan menuju pintu lift. Wajah mereka tampak bingung sebab rendy berjalan bersama seorang gadis kecil.
Alya masuk keruangan kerja rendy dan ini pertama kali nya alya menginjakkan kaki nya diperusahaan kekasih nya.
Rendy meminta alya untuk duduk disofa yang ada dirungan nya.
Rendy mengubungi staf bagian design.
"Halo okta, kamu segera keruangan saya ya!" ujar rendy memberi perintah kepada pegawai nya.
Tak berapa lama seorang wanita yang tampak sudah dewasa masuk keruang kerja rendy dan alya segera berdiri dari tempat duduk nya.
"Dia karyawan baru disini dan saya mau kamu bekerja sama dengan nya." ujar rendy sambil berdiri dari kursi nya dan berjalan menghampiri alya.
Wanita itu melihat kearah alya yang sedang berdiri didekat sofa ruangan rendy dan alya tersenyum kepadanya.
"Baik pak". jawab okta singkat.
"Mari silahkan ikut saya." ujar okta.
Alya mengikuti langkah kaki wanita tersebut keluar dari ruangan kerja rendy. alya menoleh kebelakang melihat rendy dan tampak rendy sedang tersenyum sembari melambaikan tangan nya dan berbicara tanpa suara, "Selamat bekerja sayang." dan alya membalas senyuman rendy.
Sesampai nya diruangan design.
"Perkenalkan mbak nama saya Alya Sandrina." ujar alya sembari mengulurkan tangan nya kepada okta dan okta menyambut uluran tangan alya.
"Saya Oktaviana, panggil saja saya okta." jawab okta.
"Wajah kamu terlihat sangat muda. Apakah kamu sudah pernah bekerja sebelum nya?" tanya okta.
"Saya masih kuliah dan ini pertama kali nya saya bekerja." jawab alya.
"Terus kok pak rendy bisa menerima kamu bekerja disini? biasanya persyaratan untuk bekerja diperusahaan nya sangat ketat dan minimal memiliki pengalaman kerja selama dua tahun." balas okta yang merasa bos nya tidak konsekuen dengan peraturan nya.
"Saya juga tidak tahu." jawab alya singkat.
alya tak ingin memberitahukan tentang kehidupan nya dengan orang lain. apalagi tentang hubungan nya dengan rendy, bos mereka.
*alya sama sekali tidak pernah menghargai suaminya dan sama sekali tidak pernah menjaga perasaan suaminya
*alya bahkan kembangkan dan mengancam suami hanya karena mencemaskan pria lain
*alya bahkan memohon dan sujud dikaki suami hanya untuk pria lain
*alya tidak pernah berterima kasih pengorbanan suaminya
anggap lah suami ini konfkinya
tapi disayangkan penyelesaian konfliknya
*tidak perasaan bersalah alya pada suakinya
*tidak ada perasaan menyesal alya kerena menyakiti suaminya
*tidak ada permintaan maaf alya pada suaminya
*tidak ada ucapan Terima kasih alya pada suaminya
*tidak ada rasa bersyukur alya untuk suaminya
*tidak ucapan cinta alya membalas cinta suaminya
*tidak ada perjuangan alya untuk membahagiakan suaminya
alya adalah istri yang tidak pandai berterima kasi, tidak tau diuntung, tidak tau diri, bahkan tidak peka dan menjaga perasaan suami, kasian Daniel yang memiliki istri kayak alya
Alya kelebihan bodoh
Ga enak jadi anak perempuan ya gitu.Lelaki meh ga ada bekas nya lah klo cewe ibarat kaya ikan merah ( Kata Alm ema )