NovelToon NovelToon
Harris & Raya

Harris & Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:621.2k
Nilai: 5
Nama Author: bulanseptember

Area 21+

🌸🌸🌸

"How damn you are Naraya."

Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.

Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Hari ke-2: Sedikit tentang Selena

"Hih! perasaan emosi mulu gue setiap ngomong sama Harris!" Naraya sebal.

"Hahahaha, selow gaes. Ayo buruan ke Mall 123."

Naraya dan Selena bergegas pergi ke mall 123, letaknya tidak terlalu jauh dari salon tempat mereka kini berada. Hanya membutuhkan waktu 10 menit mereka sudah sampai. Dalam perjalanannya Naraya dan Selena menyusun rencana.

"Ntar pertama-tama lo ajak Harris makan dulu, lo pesen yang banyak seolah lo laper. Tapi akhinya tu makanan cuma lo aduk-aduk dong, bilang aja lo lupa kalo ternyata sekarang lagi ikut program diet."

"Sayang dong Lenn makanannya, mubazir." Naraya.

"Nggak akan mubazir, lo berdua pergi gue yang makan. Hahahaha." Selena bahagia.

"Yah ini sih namanya ngenakin lo doang." Naraya tidak terima.

"Ya gak lah gue juga susah, kan gue ngikutin lo berdua dari belakang, ntar gue juga pake topi biar gak ketahuan Harris." Selena membela diri.

"Abis makan lo ajak Harris belanja, pertama belanja baju, lo pilih yang seksi-seksi. abis baju ke bagian kosmetik, belinya dobel-dobel ya."

"Gue juga mau!" Lanjut Selena.

"Hahahahaha!" Tawa Selena pun semakin pecah.

Naraya reflek langsung menoyor kepala Selena.

"Duh, lagi nyetir gue."

"Abis otak lo pinter banget, gemes gue!" Kesal Naraya.

Selena pun hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya.

"Terakhir gue gak ikut-ikutan, lo ajak Harris nonton. Didalam bioskop lo buat kerusuhan, terserahlah gimana yang penting sampe Harris malu."

Naraya tersenyum lebar, baiklah.

"Oh ya, jangan lupa selama sama Harris lo harus manja, sering ngambek, sering ngeluh, sering jelek-jelekin orang, trus nada bicara lo juga agak ditinggiin." Selena mengingatkan Naraya. Naraya mengangguk-anggukkan kepalanya paham.

"Abis lo pulang nonton telepon gue."

"Why?" Naraya.

"Kita ke club dooooong!"

"Wuuuu." Naraya dan Selena bersorak bahagia.

"Kalo udah teler, kita minta Harris buat jemput." Naraya mengakhiri rencana yang telah mereka susun secara epic.

Terlalu asik ngobrol, sampai-sampai waktu terasa cepat berlalu. Mereka telah sampai di mall 123. Selena pun memarkirkan mobilnya dengan rapi. Naraya langsung mengirimkan lokasinya terkini kepada Harris melalui pesan chat.

Naraya dan Selena tetap berada di dalam mobil menunggu kedatangan Harris. Mereka melupakan misinya sejenak. Naraya dan Selena memutar lagu-lagu favorit mereka di ponsel Naraya, sambil memakan sisa snack mereka saat beli di toko tadi.

Saat-saat seperti ini adalah saat-saat yang paling mereka nikmati. Sejenak Melupakan semua masalah yang mereka miliki.

Selena pun sama Halnya dengan Naraya. Hidupnya tidak semudah gadis-gadis lain pada usianya. Selena adalah anak tunggal dari keluarga konglomerat Edward Smith dan istrinya Sofia Angeline. Hanya Naraya yang mengetahui bagaimana Selena hidup selama ini. Orang lain yang melihatnya hanya akan berdecak iri.

Selena dituntut menjadi sempurna, bahkan semenjak Selena kecil ia sudah dididik menjadi seorang pewaris. Selena kecil tidak bisa menikmati masa-masa bermainnya. Selena hanya diizinkan berteman dengan orang-orang yang sederajat dengan mereka. Selena tumbuh dewasa dengan dihantui ayahnya, Edward.

Sejalan dengan edward, Sofia pun sama. Sofia memperlakukan Selena bagaikan sebuah robot. Robot yang dididik untuk menjadi pewaris yang sempurna.

Selena sangat iri melihat kehidupan keluarga yang bahagia. Ketika sekolah sang anak akan diantarkan ayah atau ibu mereka dengan ciuman semangat yang diberikan setiap memasuki sekolah. Setiap Hari sang anak akan dibawakan bekal oleh sang ibu. Setiap ada perayaan disekolah, sang anak akan selalu didampingi kedua orang tuanya.

Sungguh indahnya.

Ketika akhir pekan, keluarga bahagia akan berkumpul. Hanya sekedar berdiam diri dirumah atau piknik sederhana di taman kota. Bercanda dan tertawa bersama.

Selena sungguh mendambakan kehidupan normal seperti itu. Tapi seperti Tuhan tidak menyayanginya, ia dikirimkan kedalam keluarga Smith. Keluarga yang jika boleh ingin ditukar oleh Selena.

Sungguh Selena tidak meminta untuk dilahirkan didalam keluarga yang bercucuran harta benda seperti ini. Jika boleh memilih justru Selena ingin dilahirkan di keluarga yang biasa-biasa saja. Asalkan bisa hidup bahagia dan saling sayang menyayangi.

Awal mula pertemuannya dengan Naraya adalah hari keberuntungan Selena yang selalu disyukurinya hingga kini.

Berbeda dengan Selena yang selalu menunjukkan sisi baiknya, Naraya justru ingin semua orang melihat sisi buruknya, sungguh unik.

Saat diruangan guru BK kala itu, sebenarnya Selena tidak menyontek. Seseorang yang iri dengan kesempurnaan Selena sengaja meletakkan kertas contekan kecil di bawah meja Selena, seolah-olah Selena telah menjatuhkannya.

Naraya dan Selena, dua gadis yang bersahabat itu jauh didalam lubuk hatinya tidak pernah mensyukuri kehidupan mereka sekarang. Entah harus melewati jalan yang mana, agar mereka bisa menuju kebahagiaan sesungguhnya yang mereka cari.

Drrtt drrt drrtt

Suara handphone Naraya, musik yang sedang berputar pun seketika berhenti.

"Harris." Naraya memberitahu Selena, siapa yang menghubunginya.

"Angkat." Titah Selena

"Halo Ray, aku dateng agak lama ya, aku harus anter Nadira dulu." Harris terdengar berbisik-bisik diujung telepon sana.

Entah mengapa hati Naraya merasa sebal dan marah. Tidak tau apa penyebabnya.

Apakah karena Harris akan datang terlambat dan membuatnya menunggu lama?

Apakah karena Harris lebih mendahulukan Nadira dibanding dirinya?

Apakah karena suara Harris yang berbisik-bisik, seolah tidak ingin ada orang yang mengetahui bahwa Harris sedang menelpon Naraya?

Sebenarnya seberapa dekat posisi duduk Harris dan Nadira disana, hingga Harris Harus berbisik-bisik.

"Bodoh la, yang penting dateng!" Naraya meninggikan suaranya.

Selena pun memberikan 2 jempolnya, Naraya memang harus terlihat barbar.

tut!

Sambungan telepon terputus, bukan Naraya yang mengakhirinya melainkan Harris.

"Huh huh huh!" Naraya menarik nafas dan membuang nafas, berulang hingga tiga kali.

"Gue pasti emosi kalo ngomong sama Harris." Naraya.

"Hehehe." Selena tertawa kecil.

"Yakali dia langsung kesini, pasti nganterin pacarnya dulu lah."Selena mendengar apa yang disampaikan Harris di telepon, karena saat telepon tadi panggilannya di loudspeaker.

"Tapikan kita jadi lebih lama nunggunya."

"It's oke, demi masa depan cerah kita emang harus banyak berkorban." Selena sok bijak.

"Sok iye lo." Naraya mencemooh.

Naraya dan Selena pun tersenyum bersama.

"Eh Len, itu Cakra bukan sih?" Naraya menunjuk salah satu mobil hitam yang baru saja parkir dihadapan mereka. Mobil yang diperkirakan adalah mobil Cakra.

"Iya itu mobilnya Cakra, ngapain dia disini?"

"Ya mana gue tau, gue udah jarang ketemu, jangankan ketemu, chat juga udah jarang." Naraya mendadak sendu.

"Sebelum masalah gue selesai, gue harus jaga jarak sama Cakra. Gue gak mau dia langsung ninggalin gue, kalo dia tau gue dijodohin sama Harris." Naraya tambah sendu.

"Eh itu Cakra turun, kita samperin Cakra aja yok." Selena langsung membuka kunci mobil, berencana untuk menemui Cakra sebelum Harris datang.

Secepat kilat pun Naraya menahan tangan Selena.

"Lo budek, gue gak mau ketemu Cakra dulu!" Bentak Naraya.

"Oh iya sorry." Selena cengir kuda.

"Tapi daripada gak ada kerjaan mending kita ikutin Cakra aja Ray." Selena memberi ide.

Naraya berpikir sejenak.

"Oke deh, sekalian ngobatin kangen gue." Naraya tersenyum bahagia.

Naraya dan Selena pun turun dari mobil, tidak lupa mereka menakai topi untuk menutupi sebagian wajahnya.

Sepertinya misi mereka agak bengkok dan berbelok.

1
pink magenta
oh cintanya ama si raya toh bukan ama diraaaa wkwkwk
pink magenta
ini kenapa jawabannya begini yak?
Nurlaela
up terus...menarik bgt ceritanya
Vanni Sr
ko gada yaa cerita selena dn kris
chaaa
memperjuangkan cinta sih oke2 aja Ray..tp gak gini jg lah.malah jadi agresif bgt..sampe cium2 laki.jadi perempuan 'mahal' itu lbih baik dr pada ngemis2 cinta gini.
chaaa
segitunya Lo Ray ngemis cinta laki2..
Melly Hapitasari
ok banget
Jalma Listya
keren
She uchull: kak, mau tanya siapa yang plagiat karya saya?
total 1 replies
AsnitaParassa Tabang
naraya kok k gk ada hrg diri nya sbagai perempuan huu
AsnitaParassa Tabang
Haris ma egois
Afrilho
masih menyimak
Afrilho
alur yg bagus mulai....
Diana Lestari
wow visual nya okok thor
Riska Wulandari
d tinggu karya karyanya terbarunya kaka..
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
Riska Wulandari
hareudang2 Krissss..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
akhirnya..lega..🥰
Riska Wulandari
biar g lupa rasanya??🤭🤭
Riska Wulandari
Selena sama Kris aja ya thor,,kayaknya cocok..
Riska Wulandari
hanya beberapa trilliun saja!!
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭
Riska Wulandari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!