Kartika Dewi atau yang sering di panggil Dewi ini merupakan siswi yang berprestasi di sekolahnya. Dia juga selalu membawa nama baik sekolah didalam prestasinya itu, serta dia juga menjadi contoh bagi siswa/siswi di sekolah itu. Dewi yang tidak hanya sebagai siswi berprestasi saja, dia juga merupakan siswi yang displin akan waktu.
Sehingga suatu hari yang dimana ia untuk pertama kalinya, terlambat ke sekolah. Yang membuat dirinya harus berurusan dengan anggota organisasi kesiswaan atau yang sering disebut dengan osis.
Pertemuannya dengan ketua osis yang memiliki sifat dingin itu, membuat Dewi menyesal karena terlambat. Dia menyesal bukan karena dihukum, melainkan dia menyesal karena sudah bertemu dengan laki-laki yang memiliki sifat dingin tersebut.
Marcell Reyhan Fernandi atau yang sering dipanggil dengan sebutan Marcell ini, merupakan siswa kebanggaan sekolah juga. Tidak hanya Dewi saja yang berprestasi disekolah itu melainkan, Marcell juga merupakan siswa berprestasi sama seperti Dewi.
Marcell yang memang memiliki sifat dingin ini sering mendapatkan julukan sebagai manusia kulkas. Tapi, karena ketampanan yang ia miliki sering menjadi incaran para kaum siswi disekolah ataupun sekokah lain.
Suatu hari, pada saat ia sedang bertugas. Dirinya tanpa sengaja melihat perdebatan antara Dewi dengan satpam penjaga pintu gerbang sekolah itu, lalu ia pun menghampiri mereka.
"Ada apa ini ribut-ribut." tanya Marcell saat ia sudah sampai disana
"ini nak Dewi terlambat kesekolah, nak Marcell." sahut bapak itu
"yaelah, gw kan cuman terlambat 10 menit doang" sahut Dewi
"lo tau peraturan dan tata tertib sekolah kan?" tanya Marcell dengan nada yang tegas.
"iya gw tau, tapi kan gw baru telat kali ini aja." ucapnya lagi.
Marcell yang mendengarnya pun, langsung menarik tangan Dewi dengan kasar menuju kesuatu tempat.
kira-kira Marcell bawa Dewi kemana ya? penasaran akan kelanjutan ceritanya? yuk simak terus ceritanya.
jangan lupa juga buat tinggalkan jejak kalian dengan cara like, komen, vote, dan tekan tanda love ya guys.
happy ending🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kari Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10 Pergi Dari Rumah
Saat Dewi berbaring di kasurnya tiba-tiba handphonenya berbunyi dan yang lebih parah nya lagi yang telfon dia adalah si Marcell
"siapa sih yang ganggu gw" ucap nya sambil mengambil hp nya di atas laci deket tempat tidur nya
"hah Marcell? ngapain tu anak telfon gw." ucap Dewi kaget melihat nama Marcell tertera di layar hp nya
"angkat enggak ya, jangan deh." ucap nya ragu
"tapi kalai enggak di angkat, besok pasti dia bakalan tanya gw dan gw enggak bisa bilang apa." ucap nya lagi
"angakat aja deh." ujarnya yang menggeser ikon telfon warna hijau ke atas
"halo ada apa?." tanya Dewi to the point
"besok lo berangkat sama gw, ada yang mau gw bicarakan." jawabnya dingin
"langsung aja ngomong di sini, kenapa harus tunggu besok sih." ucap Dewi
"intinya tunggu besok aja." jawab Marcell yang langsung mematikan telfonnya
"Ni orang pingin gw ajak gelud deh, main matiin sepihak lagi. Dasar ketos gila." umpat Dewi kepada handphonenya
"eh, dia bilang besok mau ke rumah gw? tapi apa dia tau jalan ke rumah gw? dahlah bodo amat gw." ucap Dewi
"lebih baik gw tidur aja deh, daripada ngurusin tu orang." ujar Dewi yang langsung berbaring di kasurnya lalu tertidur.
Pov Marcell
"oh iya gw lupa tanya alamat rumahnya dimana." ucap Marcell yang baru inget kalau dia lupa meminta alamat rumah Dewi
"gw suruh Karan saja kali ya, untuk minta alamat rumah Dewi ke sahabatnya. Siapa tau di kasih," ucap Marcell lagi. "
Lalu dia pun meminta Karan untuk tanya alamat rumah Dewi ke salah satu sahabatnya.
***
Keesokan paginya, Dewi yang tengah masih nyenyak tertidur itu membuat Anita membangunkannya
"Kak bangun." ucap Anita sambil menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya itu
"hmm apa sih dik? kakak baru aja bisa tidur udah kamu ganggu." ucap Dewi masih dengan mata tertutup
"aku enggak tanya kakak tidur jam berapa, yang aku mau kakak sekarang bangun!" teriak Anita yang mencoba membangunkan kakaknya itu.
"aku hitung sampai tiga kalau kakak enggak bangun juga, aku teriak nih." ancam adek nya
"satu." ucao Anita yang sudah mulai menghitung
"dua." namun Dewi tak kunjung bangun juga
"tig-"
"iya-iya kakak bangun." jawab Dewi langsung menuju kamar mandi dengan sempoyongan karena efek bangun tidur tapi dia masih belum sepenuh nya sadar
"hmm ada-ada aja nih kakak." batin adek nya tersenyum melihat tingkah konyol kk nya
akhirnya Dewi selesai mandi dan sekarang turun ke bawah menuju meja makan
"malam mah dik." ucap Dewi
"malam sayang." jawab mama nya
"malam juga kk." jawab adek nya
"papa belum pulang mah?" tanya Dewi
"belum, Nak." jawab mama nya singkat
"kenapa sih papa selalu saja sibuk, sampai enggak pernah ada waktu buat aku atau pun adik." celetuk Dewi
karena semenjak Dewi kelas 9 smp papa nya jarang punya waktu buat anak nya, karena papa nya hanya sibuk dengan kantor nya saja
"kamu enggak boleh bilang gitu nak, papa kerja kan cari uang buat kita bertiga." ucap mama nya
"tapi mah, percuma juga kalau papa kerja cari uang tapi enggak ada waktu buat anak nya ... Dewi gak butuh harta dan kekayaan mah, yang Dewi minta itu keluarga kita tetep berkumpul bersama itu saja, dan papa sekarang gak pernah menyisihkan waktu nya buat anak nya." ucap Dewi yang kecewa dengan papanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
"papa selalu aja sibuk dengan kantor kantor kantor terus, Dewi capek mah kalau harus menahan rasa iri melihat teman-teman Dewi berkumpul sama keluarga nya .... apa sih susah nya buat nyisihkan waktu buat keluarga? percuma punya harta kekayaan kalau ujung-ujung Dewi gak bahagia" lanjut Dewi panjang lebar mengeluarkan unek-unek nya sedari dulu dia pendam dan sekarang dia lampiaskan karena dia sudah tidak tahan
"Dewi hanya ingin mah, setiap kita sarapan atau makan malam selalu bersama ...," ucap Dewi berhenti sejenak lalu melanjutkan ucapannya lagi, "bersama Dewi, adek, mama, sama papa .... Dewi ingin menghabiskan waktu bersama keluarga kita, Mah." tambah Dewi lagi yang sekarang sambil menangis sesunggukan dan sekarang Dewi pergi ke kamar nya
"maafin mama nak, maafin juga papa mu." jawab mama nya ikut sedih karena baru tau Dewi menyimpan kesedihanya dan juga kerinduannya kepada sosok seorang ayah selama itu
"mama yang sabar ya mah, mungkin karena kakak lagi capek makanya emosi. Tapi seharusnya kakak enggak boleh bicara seperti itu ke mama, karena ini bukan salah mama." ucap adek nya sambil menenangkan mama nya yang menangis
Dewi pun turun dari tangga dengan membawa tas ransel nya
"Dewi kamu mau kemana nak?" tanya mama nya
"Dewi mau cari hiburan dan mau nenangin diri." jawab dewi singkat
"jangan pergi nak ini udah mau malam, kamu mau pergi kemana" ucap mama nya mencegah Dewi pergi
"tenang saja mah, Dewi gak apa-apa kok ... jika Dewi udah tenang Dewi pasti balik lagi." ucap nya yang sekarang udah pergi dari rumah
"kenapa jadi seperti ini ya Tuhan, kenapa kau memberikan cobaan ini kepada anak hamba." ucap mama nya yang sudah menangis
.
.
.
btw bukan nya si Dewi durhaka ya guys tapi Dewi cuman ingin menenangkan pikiran dan hati nya yang sekarang sedang berkalut sedih, marah, dan kecewa makanya Dewi seperti itu
kok jadi Rangga sih.
Mampir di karyaku yuk.
1. One Month in Jakarta
2. Bukan Pembantu Biasa
Thank you
lebih bagus yg pertama kak 🙂