NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 11

saat ini Aluna sedang berada di taman belakang dekat rumah. dia sedang menyirami tanaman-tanaman dan bunga-bunga mawar milik Lea yang tumbuh dengan cantik dan indah.

Namun, pandangan Aluna tidak tertuju sepenuhnya ke arah tanaman-tanaman itu. dia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

sampai ada seorang maid mendekatinya dan menepuk-nepuk pundaknya.

"Aluna, kamu kenapa?"

"Ah, Aini.... aku nggak kenapa-napa kok" jawab Aluna tersenyum manis ke arah Aini.

"kamu kenapa? kok aku lihat dari tadi kamu melamun terus, nggak fokus sama tanamannya" tanya Aini menatap wajah Aluna yang terlihat terdiam.

"Aini... aku udah buat mas Aryan marah lagi semalam" jawab Aluna lirih.

"Aku enggak sengaja, Aini. kemarin aku menumpahkan kopi ke berkas-berkas mas Aryan.

mas Aryan marah besar ke aku gara-gara aku udah ngerusak kerja kerasnya semalam"

Aini yang mendengar cerita Aluna hanya bisa menghela napas panjang.

"Aini.... hiks... aku.... aku benar-benar enggak sengaja, hiks hiks. tapi mas Aryan tidak percaya denganku"

"Aku udah berusaha, hiks minta maaf dengannya. tapi dia tetap marah. aku udah buat makanan kesukaannya pagi tadi, hiks tapi... tapi dia tetap marah sama aku. sampai makanan tadi pagi enggak dimakan sama sekali hiks hiks" tangis Aluna lirih

Aini hanya mampu mengelus punggung Aluna bermaksud menenangkan dirinya, dan menatapnya sendu.

"Aluna, aku enggak tahu ini berhasil atau enggak. tapi aku rasa kamu harus mencoba saranku ini"

Aluna pun langsung menatap wajah Aini dengan air mata yang terus mengalir.

"Dulu Tuan Aryan juga seperti itu.... Dia marah besar sama nyonya karena nyonya tidak sengaja membuang kertas-kertas milik tuan"

"awalnya nyonya berpikir itu cuma sampah biasa saja. tapi ternyata kertas-kertas itu adalah sketsa perusahaan yang akan dibangun oleh tuan

Tuan sempat marah besar waktu itu sampai membuat nyonya menangis, Tapi akhirnya kemarahan itu tidak berlangsung lama"

"dan kamu tahu apa yang nyonya lakukan agar tuan muda tidak marah lagi?"

Aluna menggelengkan kepalanya

Aini tersenyum mendengar jawaban Aluna, lalu dia melanjutkan ucapannya, "tenyata nyonya membuatkan hidangan kepiting saus tiram untuk tuan"

Aluna yang mendengar ucapan Aini hanya bisa mengedipkan matanya berkali-kali.

"kepiting saus tiram?"

"Hmm.... dan ternyata itu adalah makanan kesukaan Tuan muda waktu itu. aku juga ingat, waktu itu tuan muda sangat lahap makannya"

"lalu apa mas Aryan memaafkan nyonya?"

"setelah kejadian itu, Tuan muda Aryan memang memaafkan nyonya. ya, meskipun enggak sepenuhnya. tapi masih mending lah, tuan muda enggak marah lagi"

"wahhh... benarkah?" tanya Aluna dengan mata berbinar-binar

"hmm, aku rasa kamu harus mencobanya tapi jangan kasih tahu ya sama siapapun kalo aku yang kasih tahu sama kamu tentang ini" ucap Aini sambil mengedipkan satu matanya

"hehehe, siap kapten!" ujar Aluna sembari berpose hormat

Aini yang melihat pose Aluna hanya bisa tertawa kecil sembari tersenyum ke arahnya.

jam 20.00 malam

Ceklek

Aryan baru saja pulang dari kantor dengan wajah yang terlihat sangat kelelahan. dasinya sudah tidak tergantung dengan rapi. napasnya memburu.

hingga sebuah bau yang sangat familiar menyengat di indera penciumannya membuat dirinya mengerutkan keningnya.

"Bau apa ini? kenapa baunya sangat tidak familiar? apa... tidak mungkin. ibu tidak ada di sini lalu siapa?" tanya Aryan pada dirinya sendiri.

baunya sangat tidak familiar. perutnya tiba-tiba berbunyi, menandakan ingin segera diisi.

dengan langkah gontai, Aryan pun melangkahkan kakinya menuju dapur yang menimbulkan bau tidak familiar ini.

setibanya di dapur, mata Aryan langsung menemukan seorang wanita yang sedang mengaduk-aduk masakannya yang baru saja hampir selesai.

mata Aryan tidak lepas dari punggung wanita itu. dia berdiri diam di tempatnya, memperhatikan setiap gerak-gerik wanita itu.

bau yang sempat membuat keningnya berkerut ternyata berasal dari masakan Aluna.

baunya sangat harum, membuat perutnya makin berbunyi. tapi dia tidak memanggil Aluna. dia hanya berdiam diri di tempatnya sambil memegang perutnya sendiri.

hingga saat makanan Aluna sudah hampir selesai dan ingin menaruhnya di wadah, mata mereka tidak sengaja bertemu.

keduanya sempat hanya berdiam diri, saling menatap satu sama lain. sampai bunyi perut dari seberang sana memecahkan keheningan yang ada selama kurang lebih 1 menit.

anjir, malah bunyi. Cok, malu banget gue batin Aryan sambil memegang perutnya dan menundukkan kepalanya menahan malu.

"mas... kamu lapar ya? kebetulan aku udah selesai ini masaknya. ayo, mas, sini makan" ucap Aluna lembut sambil menatap ke arah suaminya yang juga menatapnya.

karena perutnya masih terus berbunyi, dengan langkah pelan Aryan pun mendekati meja makan yang sedang disiapkan oleh Aluna.

"ini, mas, makanannya" ucap Aluna sambil memberikan sepiring nasi yang sudah penuh dengan lauk-pauk.

Aryan pun dengan ragu-ragu mulai mencicipi makanan itu. tiba-tiba Aryan terdiam. matanya melebar. tangannya masih menggantung sambil memegang sendok di depannya. mulutnya terus mengunyah merasakan rasa makanan itu.

karena kurang yakin, Aryan pun mencobanya lagi. lalu pandangan Aryan langsung tertuju ke arah piring yang ada di depannya.

senyum tipis, setipis mungkin mulai terlihat di bibirnya. bahkan orang-orang akan berpikir kalau dia tidaklah tersenyum.

seperti halnya dengan Aluna. dia menatap lekat wajah suaminya, memastikan kalau masakannya kali ini akan membuat suaminya senang.

tapi siapa sangka, suaminya ternyata sangat menyukai masakannya.

bahkan berkali-kali dia menambahkan nasi dan lauk-pauk ke piringnya yang sudah seperti tumpukan gunung. makannya juga lahap sekali.

tanpa dia sadari, banyak pasang mata yang menatapnya heran. Para maid yang berlalu lalang menatap tuannya dengan tidak percaya.

bahkan ada yang sampai hampir menabrak dinding karena tidak fokus dengan jalannya.

Aluna yang melihat itu hanya bisa tersenyum teduh sambil menatap ke arah suaminya yang makan begitu lahapnya.

beberapa menit kemudian

"bagaimana, mas? apa masakan Aluna hari ini enak?" tanya Aluna sambil tersenyum ke arah suaminya yang sedang mengelap sisa makanan di bibirnya.

Aryan yang baru menyadari keadaannya sekarang, langsung menatap para maid yang masih ada di ruang makan.

mereka menatapnya dengan pandangan yang masih sama.

"tidak. masakanmu tidak ada yang enak sama sekali. rasanya sungguh sangat hambar dan tidak ada Rasa" ucap Aryan dingin dan bergegas pergi dari sana dengan langkah tergesa-gesa.

Aluna yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan terkekeh melihat kebohongan suaminya sendiri.

padahal tadi dia lahap banget makannya batin Aluna merasa gemas dengan suaminya sendiri.

"kau lihat Aini, tuan Aryan sangat tidak bisa berbohong" bisik Nisa

"kau benar, lihat tadi dari cara dia makan dia sangat menikmati sekali" bisik Aini

"dan dengan gengsinya tuan malah berpura-pura bilang kalo masakan Aluna Sangatlah tidak enak" bisik Aya

"ihhh aku jadi pengen rasa juga masakan Aluna"

Aya dan Aini menatap ke arah Nisa dengan pandangan jijik bagaimana tidak? Nisa menatap masakan Aluna yang tersaji di atas meja dengan air liur yang sudah menetes mengenai dagunya

karena tidak kuat dengan tingkah Nisa, Aya dan Aini pun langsung pergi dari sana meninggalkan Nisa yang masih menatap masakan Aluna di sana.

jangan lupa di like ya sama komen❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!