menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebangkitan raja iblis baru, era baru kemenangan (bagian 2)
DORRR...! DORRR...! DUARRR...!
Gemuruh rentetan ledakan berskala raksasa terus-menerus berdentum tanpa henti, memekakkan telinga dan mengguncang fondasi ruang kawah perbatasan.
Pertempuran brutal tingkat tinggi antardua penguasa absolut itu telah berlangsung selama seharian penuh, meratakan perbukitan, melelehkan bebatuan, dan menghancurkan seluruh ekosistem di sekitar medan tempur luar hingga menjadi wilayah gersang yang mati total. Luapan energi hitam dan ungu saling hantam, menciptakan tekanan udara yang merobek atmosfer planet yang kuhuni.
"Sialan... Kuat juga kau, keparat!" Ucap Raja Iblis luar dengan napas yang mulai terengah-engah, menyeka sisa aliran darah hitam pekat yang merembes keluar dari sudut mulut besarnya menggunakan punggung sarung tangan zirah tipisnya. Sepasang matanya merahnya melotot tajam, memancarkan kombinasi rasa frustrasi sekaligus gairah bertarung yang semakin gila.
Di hadapannya, aku hanya berdiri tegak menatap lurus ke arahnya dengan sepasang mata ungu menyala dari balik kepulan kepala asap hitamku. Aku tidak bersuara sedikit pun. Keheninganku bukan karena aku meremehkannya, melainkan karena batas mekanis dari wujud kutukan terlarang ini.
Keunikan mutlak dari skill [The Darkness of Glitch Demon King] kali ini memang terletak pada cara perubahan wujud serta konsekuensi cara berbicaranya. Skill ini bener-bener memberikan siksaan fisik yang mengerikan; pita suaraku rusak total akibat asimilasi energi purba, membuatku sangat sulit untuk mengeluarkan artikulasi suara normal manusia. Setiap kali aku memaksakan tenggorokanku untuk bergetar meluncurkan satu patah kata, rasanya bener-bener luar biasa menyakitkan—bagaikan dinding tenggorokanku sedang ditusuk-tusuk dan dibakar oleh sebilah pisau besi yang panas membara.
Selain itu, metode aktivasinya pun teramat ekstrem. Cara kerja perubahan wujud absolut ini mengharuskanku untuk meminum atau menelan darah makhluk hidup yang memiliki kecocokan energi (mana compatibility) tingkat tinggi dengan inti raga bayanganku, persis seperti gumpalan darah lengan Raja Iblis yang berhasil kukunyah paksa di detik-detik kritis tadi. Namun, secara logika taktis dunia ini, jika di medan laga tidak ditemukan faksi musuh yang memiliki pasokan darah yang cocok, maka cara paling instan dan mutlak untuk memicu wujud Glitch Demon King ini adalah dengan cara meminum tumpahan darahku sendiri. Sebab, cairan darah yang memiliki tingkat kecocokan 100% sempurna dengan raga kita, tidak lain dan tidak bukan adalah darah yang mengalir di dalam tubuh kita sendiri. Sebuah hukum paradoks pertahanan diri yang teramat pekat.
BOOOOOOOOOOOMMMMMMM!!!
Benturan tinju zirah ganda kembali pecah, menciptakan daya hancur berantai yang begitu masif hingga permukaan tanah di daerah Medan tempur mulai tidak sanggup lagi menahan tekanan energi kami. Jika pertempuran berdarah ini terus dipaksakan berlangsung di atas daratan ini, maka dunia yang kami huni saat ini dipastikan bakal hancur lebur terkikis habis menjadi debu angkasa. Sadar akan kapasitas taktis tersebut, dorongan gelombang kejut dari ayunan sabit besar Blood Scythe milikku dan tolakan kaki raksasa Sang Raja Iblis seketika membuat tubuh kami berdua melesat meroket ke atas langit, menembus lapisan awan badai, merobek lapisan atmosfer, hingga terlempar jauh keluar menuju ruang hampa udara luar angkasa (outer space)!
Dari sudut pandang mahluk hidup yang berada di permukaan bawah tanah ini, pemandangan malam hari itu bener-bener terlihat mengerikan sekaligus megah.
Kilatan-kilatan cahaya ungu, merah, dan hitam dari ledakan energi kami terlihat memancar jelas di hampir seluruh penjuru langit dunia yang kami huni, bagaikan kiamat meteor yang sedang mengintai nyawa mereka.
Di garis belakang kawah yang gersang, Alpha sang Penyihir Agung Elf berdiri mematung dengan tubuh gemetaran hebat. Kedua telapak tangannya bertaut erat di depan dada, sepasang mata indahnya menatap lurus ke arah langit malam yang terus berkedip merah-hitam akibat ledakan kosmik di luar angkasa. Air mata bening mulai mengalir deras membasahi pipinya yang pucat.
"Tuan Miko... Aku mohon... Pulanglah dengan selamat..." Bisik Alpha lirih berbalut isak tangis, memanjatkan doa tulusnya kepada takdir semesta.
Di saat yang bersamaan, Delta yang baru saja mendarat di perimeter pos medis mendadak melihat bahu Alpha yang terguncang hebat karena menangis sendirian menatap langit luar. Merasa khawatir, sang Naga Legendaris berwujud gadis cilik itu pun langsung melangkah cepat menghampiri Alpha.
"Tenang saja... Tenang saja, Alpha! Tuan Miko pasti menang, aku sangat percaya padanya! Dia itu monster terkuat kita!" Ucap Delta dengan nada suara yang penuh tekad membara, mencoba menguatkan sembari menepuk-nepuk pundak lembut Alpha dengan telapak tangan mungilnya.
"D-Delta... hiks..."
Mendengar suara Delta, pertahanan mental Alpha langsung runtuh total. Dengan cepat, Alpha langsung merengkuh dan memeluk tubuh kecil Delta dengan sangat erat, menumpahkan seluruh rasa ketakutan yang menjalar di dalam dadanya. Dia membenamkan wajah cantiknya sedalam mungkin di bahu tubuh Delta, membiarkan gaun naga itu basah oleh air matanya.
"Aku... Aku... Aku takut, Delta... Sangat takut... Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi di istana ini... Aku tidak mau kehilangan Tuan Miko..." Ucap Alpha terbata-bata di sela-sela tangisan histerisnya.
Delta yang merasakan pelukan erat itu sempat tertegun sejenak. Sudut matanya melembut, memancarkan rasa hangat seorang pelindung. "Hmm... Siapa juga yang mau kehilangan bagian dari anggota keluarga kita? Aku juga tidak mau kok," jawab Delta dengan nada suara yang lembut, tangan mungilnya bergerak perlahan mengelus rambut putih panjang Alpha dengan penuh kasih sayang, sementara pandangan matanya beralih menatap tajam ke arah kilatan cahaya di langit luar.
"Huaaa... Deltaaa...! Aku takut... Sangat takut, aku gak mau kejadian buruk ini terjadi... Aku... Aku... Aku takut sekali... Apalagi... Apalagi tadi... Tadi sebelum Tuan Miko berubah... Tuan Miko benar-benar hampir dihabisi dan mati dicekik olehnya di depan mataku sendiri...!" Ucap Alpha dengan suara yang bergetar hebat penuh trauma, mengingat kembali momen mengerikan di mana leher Miko hampir patah oleh cengkeraman Raja Iblis.
DEG!
Sepasang mata emas milik Delta langsung membulat lebar seketika. Jantungnya berdegup kencang, terkejut setengah mati mendengar kesaksian Alpha. Selama ini, dia mengira Miko selalu mendominasi pertempuran dengan kekuatan absolutnya. Dia sama sekali tidak menduga kalau situasi taktis di lapangan sempat seburuk dan sekritis itu.
“A-Alpha... K-Kamu... Kenapa aku bisa sampai tidak tahu kalau kondisi Miko sempat separah itu di sana? Kenapa harus kamu yang menyaksikan pemandangan mengerikan itu sendirian di depan matamu...?” Bisik Delta dalam hati, dadanya berdenyut perih menahan rasa bersalah dan terkejut yang luar biasa pekat saat menatap langit malam yang terus bergejolak.
DORRR...! DORRR...!
Di atas sana, jauh di ruang hampa udara yang dingin dan hampa, suara resonansi ledakan magis terus terdengar bergema tanpa kenal ampun. Tekanan energi destruktif dari pertarungan dua penguasa penghancur semesta ini bener-bener berada di luar nalar. Sebuah planet mati berukuran kecil yang berada di orbit terdekat seketika retak, hancur lebur, dan meledak menjadi jutaan serpihan batu meteorit akibat terkena dampak hempasan gelombang kejut dari tabrakan sabetan sabit merah darahku dan pukulan zirah kegelapan Sang Raja Iblis!
"Ctih... Sialan..." Decakku dalam hati, merasakan sisa-sisa pasokan energi mana di dalam inti ragaku mulai berkedip tidak stabil.
"Hehehe...! Kenapa, hah?! Kau mulai melemah, kroco dungeon?!" Teriak Raja Iblis luar dengan nada sombong yang menggelegar di antara sunyinya ruang hampa angkasa. Menggunakan momentum melemahnya pergerakanku, dia kembali melesat cepat, melancarkan rentetan pukulan beruntun berlapis aura Demon Lord yang mematikan ke arah tubuh raksasa dua meter milikku.
“Sialan... Cara menyelesaikan pertempuran gila ini bagaimana lagi, bajingan...?” Ucapku mengumpat di dalam hati, memeras otak dan melihat sekeliling dengan pengamatanku yang tajam untuk mencari celah.
Di luar angkasa yang luas ini, posisiku bener-bener terdesak parah. Aku terpaksa harus terus-menerus bergerak mundur, memutar tubuh, dan menghindar secara zigzag dari setiap terjangan serangan maut berkecepatan cahaya milik Sang Raja Iblis luar.
aku memanipulasi berat tubuhku agar bisa melesat menghindar secepat kilat di antara serpihan batu meteorit yang melayang bebas.
Aku sengaja mengulur waktu guna mengumpulkan kembali sisa-sisa pasokan energiku yang telah terkuras habis pada benturan-benturan masif sebelumnya.
“Mustahil... Gerakannya bener-bener tanpa celah sedikit pun... Sial!” Ucapku membatin frustrasi, sepasang mata unguku menyala bekerja ekstra keras mengamati dan menganalisis setiap detail pergerakan otot serta pancaran aura hitam Sang Raja Iblis. Namun, makhluk bertanduk itu bener-bener seorang monster tempur sejati; serangannya tersusun sangat rapi dan rapat.
Sang Raja Iblis luar terus maju menerjang membabi buta tanpa kenal ampun, memburu tubuhku bagaikan predator yang kelaparan. Setiap pukulan angin tinjunya yang meleset dari tubuhku langsung meledakkan bongkahan meteor besar di belakangku menjadi abu kosmik.
Aku hanya bisa terus menghindar dan bertahan di balik sabetan defensif sabit besar Blood Scythe-ku, tidak mengerti lagi di mana letak jalan keluar untuk mengakhiri mimpi buruk ini.
“Bagaimana ini... Apa yang harus kulakukan untuk menghancurkan pertahanan absolut makhluk jahanam ini...?” Ucapku lirih di dalam kegelapan batin, sementara kepulan asap hitam di kepalaku bergejolak semakin liar menahan keputusasaan yang mulai mengintip dari balik ruang hampa dimensi langit luar.