Apakah kau percaya pada cinta?
Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.
Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.
Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?
Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!
Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Disini Untukmu
Senja yang dingin dan melelahkan bagi Morgan, karena sebelumnya jadwalnya sangat padat.
Namun semua kesibukan itu sudah berakhir, Morgan diwajibkan untuk menenangkan dirinya beberapa hari sebelum konsernya dimulai.
Dari apartemen Morgan, Morgan merasa kesepian dan suasananya menjadi hening. Namun suara perut Morgan yang lapar membuat keheningan itu berakhir.
Morgan beranjak dari sofanya yang menghadap kearah luar jendela untuk memutuskan pergi ke West Side Paris restaurant tempat Morgan bertemu dengan seseorang yang sering muncul dalam ingatan-ingatan Morgan dan itu terjadi hampir setiap hari, bahkan saat kesibukannya menggila sekalipun.
Morgan berjalan menuju kamarnya, dalam kamar Morgan terdengar alunan musik klasik dan jazz yang selalu dihidupkan agar Morgan dapat tenang dalam menjalani tidurnya.
Morgan tiba-tiba teringat pada sahabatnya Angela yang sudah beberapa hari belum ada kabar.
Terakhir Angela kembali ke apartemen Morgan untuk mengambil beberapa barang-barangnya yang tertinggal, setelah itu Morgan tidak mendengar dia pergi karena Morgan tertidur pulas setelah latihan terus-menerus selama beberapa minggu sebelumnya.
Morgan benar-benar ingin agar konsernya ini berjalan sempurna, terlebih Morgan sudah lama tidak tampil dimanapun, tentu saja itu menurunkan popularitas Morgan.
Sekarang artis-artis baru mulai muncul dan berkarya, Morgan khawatir jika ia dilupakan.
Berhubung Morgan masih menjadi karakter kunci utama di Gedung Opera New Paris, maka Morgan-lah yang memiliki pertunjukan utama.
Ia melihat keluar jendela, dan kepingan salju yang turun membawa dirinya hanyut dalam ketenangan.
Kadang Morgan juga merasakan kerinduannya pada Vivian, padahal mereka hanya beberapa kali bertemu, Morgan sudah merasakan hal yang membuatnya selalu merindukan dan teringat padanya.
Morgan merebahkan dirinya sejenak dikasur hangatnya dan membuka ponselnya untuk menelepon Angela.
“Angela!”
“Ya Morgan, apa kabarmu?”
“Apa maksudmu, tentu saja aku baik. Berhubung hari ini aku sedang tidak sibuk, ayo kita makan malam.”
“Baiklah, bolehkah kau yang menjemput ku?”
“Baiklah, dimana kau sekarang?”
“Seoul, Korea Selatan.”
“Apa kau bercanda?!”
“Sayangnya tidak, aku akan berada disini sementara waktu karena ada beberapa hal yang harus ku kerjakan.”
“Berapa lama kau akan pergi dan kenapa kau tidak mengatakannya padaku sebelumnya?”
“Aku akan pergi beberapa bulan, mungkin 6 bulan. Dan aku telah mengetuk pintu kamarmu saat aku kembali ke apartemenmu untuk mengambil barang-barangku, namun kau sama sekali tidak menghiraukan ku. Jadi aku memutuskan untuk pergi karena tidak ingin mengganggumu."
“Oh astaga, aku akan kesepian disini dan akan merindukan Ratatouille mu. Aku minta maaf karena tidak menghiraukanmu, aku harus mengerjakan sesuatu yang mendesak waktu itu hingga aku tertidur pulas. Sampai jumpa & jaga dirimu disana.”
“Baiklah, sampai jumpa,” tutup Angela.
Morgan menghela nafas panjang dan terlihat cukup tidak bersemangat seperti biasanya, namun karena lapar dan sedang tidak ingin memasak sendiri, Morgan memutuskan bersiap untuk pergi ke restoran West Side Paris sendirian.
Seperti biasa, Morgan menggunakan mantel hitam dan sweater hitam ditambah dengan celana panjang hitamnya yang hangat.
Morgan segera meluncur menggunakan BMW nya, Morgan melirik kearah Menara Effiel.
Dalam dekapan malam yang dingin, Morgan kembali teringat kejadian beberapa waktu lalu dimana saat dirinya dan Vivian secara tidak sengaja bertabrakan, bahkan mereka bertatapan dengan sangat jelas saat Morgan menimpa Vivian.
“Saat hampir terjatuhpun dia tetap sangat cantik didepanku,” pikir Morgan tanpa sengaja.
Ketika hampir tiba di Restoran West Side Paris, Morgan melihat pasangan-pasangan yang bergandengan tangan dipinggir jalanan kota Paris dengan senyuman dan mereka semua terlihat bahagia, entah kenapa, Morgan juga ingin merasakan kebahagiaan bersama orang yang dicintainya, namun Morgan masih bingung mengenai perasaan cinta, karena itu cukup rumit bagi Morgan.
Yang Morgan ketahui saat ini adalah seseorang bernama Vivian yang selalu muncul dalam benaknya hampir setiap saat, bahkan wanita itu mampu membuat Morgan tersenyum sendiri saat mengingat wajahnya dibawah dedaunan yang gugur saat ingin mengambil buku hariannya dari Morgan.
“Ini dia, West Side Paris restoran favoritku.” Morgan memarkirkan mobilnya disebelah sebuah mobil putih yang tampak familiar bagi Morgan, entahlah apapun itu Morgan memutuskan untuk masuk dan tidak memikirkan mobil putih itu lagi.
Morgan tiba di lantai 2 setelah menaiki tangga kayu, Morgan mengarahkan pandangannya ke arah jendela kaca besar yang diterangi oleh neon dan beberapa ornamen bercahaya natal lainnya.
Alis Morgan meninggi saat melihat seorang gadis yang dalam beberapa saat ini selalu menggangu pikirannya sedang duduk sendirian menghadap kearah Morgan dan menyeduh secangkir kopi, tentu saja itu Vivian namun hari ini rambutnya terurai rapi membuat kecantikannya semakin bersinar, ditambah dengan sepasang headset ditelinganya seperti sangat menikmati momen kesendiriannya.
Morgan memberanikan diri untuk berjalan kearah Vivian dan mulai menyapanya dengan penuh kepercayaan diri.
“Hai,” sapa Morgan dengan senyuman berdiri didepan Vivian.
“Oh halo, Morgan?” Jawab Vivian melepaskan headsetnya lalu membalas senyuman Morgan.
“Tentu saja, bolehkah aku duduk disini?” Morgan menunjuk kearah kursi didepan Vivian.
“Oh tentu saja, duduklah." Mata Vivian terlihat cukup melebar saat melirik Morgan seperti menandakan bahwa Vivian merindukan Morgan, begitupun dengan kedua mata Morgan.
“Bagaimana keadaan luka di kakimu, apakah sudah membaik?”
“Kakiku sudah sembuh, itu karena mu. Apa kau sadar bahwa kita duduk di kursi yang sama saat kau mendatangiku disini?”Vivian menjawab dengan tersenyum.
“Aku senang jika begitu. Hmm, tempat ini aku dapat mengingatnya dengan baik," balas Morgan dan melirik kearah buku menu makanan di West Side Paris menanyakan kepada Vivian untuk memesan juga.
Mereka memesan menu yang sama, Ratatouille dengan Spaghetti Barbeque.
Morgan dan Vivian terlihat menikmati waktu kebersamaan mereka pada waktu yang tidak disengaja ditengah suasana malam yang dingin.
Entah karena sebuah kebetulan atau benar-benar sebuah rancangan, Morgan sangat bersyukur akan hal itu.
Vivian juga dalam hari-harinya setelah pertemuan di kafe dalam keadaan yang kurang tepat, selalu memikirkan dan mengingat wajah Morgan dengan baik bahkan kedua mata biru Morgan yang saat itu menatapnya teringat dengan jelas.
Setelah perbincangan yang hangat dan menyenangkan, ponsel Vivian berdering dan mendapat panggilan dari ayahnya untuk segera pulang karena ada beberapa hal yang cukup mendesak.
“Morgan, aku harus pergi. Kuharap kita dapat berteman.” Vivian mengangkat tas kecilnya dan menatap Morgan dengan senyuman.
“Baiklah, hati-hati dijalan, Vi."
“Sampai jumpa,” tutup Vivian dan segera meninggalkan Morgan disana.
Dalam perjalanan pulang menembus jalanan yang dipenuhi dengan ornamen natal, Vivian merasa bahwa pertemuannya dengan Morgan cukup menyenangkan.
Namun Vivian tidak tahu bahwa mereka akan bertemu disana, dan hanya mereka berdua tanpa sahabat Morgan ataupun adik sepupu dari Vivian sehingga meninggalkan kesan romantis pada mereka berdua.
yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Semangat Up Kak 🌸🌸
Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?
Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢
hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.
kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣
Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂