Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 KEDATANGAN BOS
Waktu Magrib telah berlalu saat Tania selesai melaksanakan sholat magrib. "Tania makan dulu" Bu Karti memanggil Tania untuk makan malam. Tidak lama Bu Karti sudah muncul dikamar Tania. Dengan memegangi Tania mereka berdua keluar menuju meja makan yang sudah terhidang makanan sederhana.
Baru saja mereka akan duduk., terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah mereka yang kemudian diam. "Siapa Bu" Tania bertanya kepada ibunya yang juga keheranan.
"Assalamu'alaikum_Tania" terdengar suara wanita diluar pintu rumahnya. "Waalaikum Salam" Tania dan Bu Kerti serentak menjawab salam tersebut, dan saling pandang. "Kamu duduk dulu sana, biar ibu lihat" Bu Karti menuju pintu luar yang dikuncinya.
Saat membuka nampak wanita separuh baya yang sangat cantik dan style modis bersama Burhan. "Selamat malam ibu, kenalkan saya Buk Seno Bos Tania, Apa Tania nya ada?"
"Ohhh__ada" Bu Karti nampak gugup."Nak Burhan" Ayo silakan masuk, ada__, Tania ada, mari Buk, Nak burhan jangan di luar saja" Buk Seno masuk kerumah Tania diikuti oleh Burhan. Buk Seno nampak terpaku melihat kondisi rumah Tania yang cukup memprihatinkan.
"Sebentar saya panggil Tania Dulu ya, Buk" Bu Karti pergi ke dapurnya, dimana Tania menunggu. "Siapa Bu yang datang".
"Kamu cepat keluar, Bos kamu datang,Nak" Tania. sedikit bingung" Tania berdiri dan berjalan pelan melihat Bosnya yang datang membesuknya.Bu Kartu memegangi Tania."Ibuk__Tania tersenyum melihat Buk Seno, Waduh Ibu datang juga kerumah Tania, segan Tania, Alhamdulillah Tania sudah ngak apa-apa lagi" Buk Seno nampak. tersenyum melihat Tania, Tania menyalami Buk Seno dan Burhan yang dari tadi nya tersenyum tipis.
"Mari silakan duduk Buk, beginilah rumah kami Buk, cuma pondok" Buk Karti nampak sungkan dan malu dengan kehadiran Buk Seno yang kaya dan modis. "Bagaimana kondisi kamu Tania?"
"Kondisi Tania sudah mulai berangsur-angsur baik buk InsyaAllah minggu depan Tania bisa masuk. kerja lagi"
"Jangan kamu pikirkan pekerjaan, kamu harus sehat total biar tidak ada masalah dengan urat kamu yang terkena air panas"
"Pasti Buk semoga semua baik baik saja" dan jalan Tania sudah mulai kuat" Buk Seno nampak tersenyum melihat Tania setelah beberapa hari.
"Oh ya Buk bagaimana kalau kita makan bersama kebetulan saya membuat sambal balado teri dan goreng ikan lele, sekali-kali makanlah Buk dirumah kami ini. Karena tak ada yang bisa kami sungguh kan"
"Ngak apa-apa Buk, jangan repot kami hanya ingin lihat Tania sudah kangen Lihat tawanya."Tapi kami sudah hidangkan,Ayolah Buk kalau ibu tidak keberatan. "Iya buk, Mas sekali-kali makan lah dirumah Tania, coba masakan ibu Tania" Tania menguatkan ajakan ibunya kepada Buk Seno dan Burhan untuk makan malam bersama.
"Buk Seno melirik kearah Burhan yang mengangguk agar mereka tidak kecewa."Baiklah" ucap Buk Seno. Buk Karti sangat semangat dan menyiapkan hidangan dimeja makan sederhana mereka arah ke dapur, mungkin sudah firasat Bu Karti, dan memasak banyak malam itu, sambal Teri balado jengkol muda sayur singkong pakai telur gulai dan ikan gurami serta kerupuk ubi pecah.
Burhan nampak lahap makannya karena baru kali ini dia merasakan masakan kampung yang enak seperti ini hingga Burhan mengeluarkan peluh di kepalanya."Tenyata masakan ibu Tania enak sekali, jago masak" Burhan memuji Bu Karti, "Benar enak sekali sudah lama saya tidak makan seperti ini, rasanya nikmat"
Bu Seno sangat bahagia kedekatan Burhan dan Bu Karti yang sudah mengenal Burhan sejak mengantar Tania waktu dia sakit, Bu Seno berharap Burhan dan Tania bisa dijodohkan karena Bu Seno sangat menyukai Tania."Tambah Nak Burhan jangan malu-malu dirumah ibu" imbuh Bu Karti.
"Iya Bu, nambah dikit lagi boleh" Tania mengambilkan nasi untuk Burhan mereka nampak saling ketawa Bu Karti dan Bu Seno saling melihat dan tersenyum. "Ayo Tania jangan kalah dengan aku" Burhan meledek Tania yang bermaksud mencandai Tania. "Aduh Tania udah sangat kenyang Mas" Tania memegang perutnya."Buk nambah lah" Bu Karti menawarkan Buk Seno, "Saya sudah kenyang, Burhan sudah mewakili" Burhan tertawa lebar disuapin terakhirnya.
"Enak sekali Tania, kamu harus sering-sering ngundang aku kesini ya" Mendengar ucapan tersebut Buk Seno seolah mendapatkan angin. "Kalau begitu Kamu menjadi menantu Bu Karti saja Burhan?" Burhan Tertawa tipis, "Ah mana lah mau Nak Burhan Buk, Tania kondisinya seperti ini kami miskin" Ungkap Bu Karti menyelipkan gurauan Buk Seno.
"Kami tidak melihat itu, jika mereka mau dan bisa saling membuka hati apa salahnya jika mereka kita jodohkan,harta hanya status sosial, yang tidak bisa mengalahkan perasaan,Jika Tania suka Burhan dan sebaliknya kita tidak bisa memisahkan mereka Bu Karti" Buk Seno semakin semangat membahas topik langkah perjodohan tersebut.
"Iya Buk Seno, Hehe kami cuma begini lagian Tania cuma lulusan SMk, Mas Burhan lulusan luar negeri ganteng dan tampan pasti banyak yang suka. Bu Karti mencoba menyadari diri bagaimana anaknya."Tenang Bu Burhan itu tidak mencari pendidikan tapi mencari istri buat pendampingnya bukan mencari gelar" Bu Seno kemudian melirik kearah Burhan dan Tania.
Setelah selesai makan Buk Seno dan Burhan kembali duduk diruang tamu kecil tersebut, sedangkan Bu Karti dan Tania membereskan meja makan yang sudah berantakan.Buk Seno duduk didekat Burhan "Burhan maukah kamu menikahi Tania. Burhan melihat kearah Mamanya itu dalam sekali, Ada harapan diwajah cantik itu dari jawaban dirinya. Yang ingin segera dia berumah tangga. "Aku terserah Mama saja apa, keputusan Mama yang terbaik" Wajah Buk Seno berubah ceria dengan tawa tipis,"Benar Nak kamu mau sama Tania" Burhan mengangguk pelan tapi sebagai tanda setuju"Alhamdulillah" Buk Seno memeluk Burhan. Sekali ini Burhan melihat Mamanya sangat bahagia atas jawaban perjodohan yang diberikan.
Tania dan ibunya lalu keluar menuju ruang tamu Buk Seno nampak tersenyum lebar, Tania dan Bu Karti duduk didekat mereka, berlahan Buk Seno memegang tangan Tania, "Tania_maukah kamu menjadi menantu ibuk, istri Burhan?" Buk Seno yang langsung meminta Tania untuk menjadi istri Burhan, mengangetkan Tania. "Apa, Buk?" Tania berbalik berbalik bertanya."Iya, Buk Karti saya ingin melamar Tania untuk anak saya Burhan"
Tania dan Bu Karti saling berpandangan, malam ini begitu banyak kejutan yang terjadi kepada mereka tanpa disengaja Bu Karti yang menyangka candaan didepan meja makan ternyata memang nyata.Tania di lamar oleh Buk Seno Bos anaknya. Dengan terbata-bata Bu Karti seolah tidak bisa merangkai katanya. "Sa.. sa.. saya terserah kepada Tania saja Buk"
Tania tertunduk diam, dia sungguh tidak menyangka lamaran dari Buk Seno yang tak pernah memandang keluarganya sebelah mata, Tania menegakkan mukanya melihat Burhan yang sedari tadi diam dan pandangannya beralih kepada Buk Seno yang begitu mengharap akan jawabannya.
"Saya bersedia Buk, tapi saya tidak ingin meninggalkan ibu saya, karena saya belum bisa membahagiakan Ibu, sedangkan saya harus menikah"
"Kamu boleh membawa ibu kamu ke rumah kami dan rumah ini akan kami perbaiki" Tania melihat ke arah ibunya yang sudah tua, karena dia tidak ingin jadi beban ibunya selamanya dengan menikah bersama Burhan setidaknya ibunya melihat dia menikah sudah terwujud dan buk Seno bersedia memperbaiki rumahnya hingga ibunya bisa tinggal di tempat yang layak.
"Bu Karti ternyata Tania setuju menerima menjadi. menantu saya" Buk Seno nampak bahagia sekali, wajah berseri setelah mendengar Tania mau menjadi menantu nya.
"Kamu sudah nyakin Tania menerima lamaran Buk Seno? Bu Karti bertanya kembali kepada putrinya dengan kesungguhan karena dia tak ingin nanti anaknya menyesal karena mereka belum saling kenal dan keadaan status sosial mereka jauh berbeda.
"Buk Seno dan nak Burhan, saya bukan ingin menghalangi niat baik Ibu kepada Kami, tapi saya ingin bertanya kepada Tania dan Nak Burhan, "Apakah kalian siap menerima perjodohan ini, nak Burhan orang terpandang dan kami hanya orang miskin, begitu juga Tania kamu sadar dengan apa yang sudah kami putuskan akan banyak bertemu rintangan yang akan kalian hadapi saya tak ingin adanya perceraian setelah menikah, kami ini sudah tua Buk Seno dan Ibu, kami sama-sama berharap yang terbaik kepada kedua anak kami tentunyA bukan hanya sekedar iya lalu bubar"
"Saya siap Buk" Tiba-tiba Burhan dengan suara lantang mengucapkan perkataannya yang sedari tadi diam saya akan menjaga Tania sesuai amanat Ibu dan demi Mama saya. Buk Seno, Bu Karti dan Tania seketika tersontak mendengar ucapan Burhan dengan kenyakinan. "Kamu bagaimana Tania maukah kamu menjadi istriku" Burhan mengajukan pertanyaan langsung kepada Tania.
Burhan diam sejenak menunggu jawaban Tania, untuk menyakinkan dirinya kembali,. "jika kamu tidak bersedia sebaiknya katakan kepada Mamaku agar beliau mengerti bahwa jawaban itu dari Tania langsung"
"Sedari tadi Tania sudah katakan saya bersedia asalkan Tania jangan dipisahkan dari ibu dan Tania sudah nyakin menjadi istri Mas Burhan.
"Bu Karti Tania sudah setuju menerima lamaran kami" imbuh Buk Seno
"Baiklah, berarti kedua pihak sudah setuju, saya hanya mengikuti Buk Seno, hal yang tidak menyangka moment membesuk Tania berubah menjadi acara lamaran untuk anak saya." Buk Seno tertawa manis.
"Saya sudah lama menyukai putri Bu Karti, dia baik, sopan dan penolong, bukan begitu Burhan?" Burhan tersenyum kepada Mamanya sambil mengangguk, dihati terdalam dia hanya ingin membahagiakan hati Mamanya.
"Kami akan membuat acara lamaran secara resmi satu minggu lagi, dan menentukan hari pernikahan, dan kami akan memperbaiki rumah ini sesuai keinginan Tania, setelah pernikahan.