NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Irwan Diam-Diam Mencarikan Tempat Tinggal untuk Lastri

Sudah tiga hari rumah Irwan dipenuhi suasana dingin.

Sulis masih memilih mengurung diri di kamar bersama anak-anak. Ia hanya keluar seperlunya lalu kembali menutup pintu rapat-rapat.

Sementara Lastri mulai jarang terlihat di ruang tengah karena kehadirannya selalu memicu pertengkaran baru.

Irwan sendiri semakin tertekan oleh omongan warga,Kemana pun ia pergi, selalu ada tatapan sinis dan bisik-bisik yang mengikutinya.

“Kasihan istrinya.”

“Laki-laki kalau udah punya duit emang suka lupa diri.”

Kalimat-kalimat itu terus terngiang di kepala Irwan.

Dan akhirnya pagi itu, ia mengambil keputusan.

“Aku bakal antar Lastri ke rumah keluarganya,” ucap Irwan di depan Sulis sambil mengenakan jaket.

Sulis yang sedang menyisir rambut Rara langsung menoleh cepat.

“Serius?”

“Iya.”

Untuk pertama kalinya sejak pertengkaran besar itu terjadi, wajah Sulis sedikit berubah lega.

“Bagus akhirnya kamu sadar juga.”

Nada suaranya tetap dingin, tapi ada nyala harapan kecil di matanya.

Irwan menghindari tatapan istrinya,padahal yang ia katakan tidak sepenuhnya benar,Lastri memang akan pergi dari rumah itu,tapi bukan ke rumah keluarga.

Satu jam kemudian Irwan membawa beberapa tas Lastri ke mobil pikapnya,Lastri duduk diam di kursi depan sambil menunduk.

“Mbak Sulis nggak keluar?” tanyanya pelan.

Irwan menyalakan mesin mobil.

“Biarin aja.”

Padahal sebenarnya Sulis diam-diam memperhatikan dari balik jendela kamar,melihat tas-tas Lastri dibawa keluar membuat dadanya sedikit lega,walaupun luka di hatinya belum sembuh, setidaknya perempuan itu akhirnya pergi dari rumahnya.

“Papa mau ke mana?” tanya Dito polos.

“Ngantar tante itu pulang,” jawab Sulis lirih.

Entah kenapa, jauh di dalam hati kecilnya, ada rasa tidak tenang yang sulit dijelaskan.

...****************...

Mobil Irwan melaju cukup jauh meninggalkan pusat kota,Lastri mulai terlihat bingung karena arah jalan yang mereka tempuh bukan menuju terminal atau daerah pemukiman keluarga.

“Mas...” panggilnya pelan. “Kita mau ke mana?”

Irwan tetap fokus menyetir.

“Aku cariin kamu tempat tinggal.”

Lastri langsung terdiam,beberapa detik kemudian wanita itu menoleh perlahan.

“Maksudnya?”

“Aku nggak mungkin biarin kamu terlunta-lunta.”

Dada Lastri terasa hangat mendengar itu.

“Tapi katanya sama Mbak Sulis aku diantar ke keluarga.”

Irwan menghela napas kecil.

“Kalau aku bilang sebenarnya, dia nggak bakal tenang.”

Lastri menggigit bibir bawahnya pelan,perasaan bersalah memang sempat muncul, di sisi lain, ada rasa senang karena Irwan masih memilih memikirkannya.

Setelah hampir empat puluh menit perjalanan, mobil mereka akhirnya masuk ke sebuah gang kecil yang cukup sepi,daerah itu agak terpencil,tidak terlalu banyak rumah warga dan jauh dari keramaian kota.

Di ujung gang berdiri sebuah rumah kost sederhana dengan beberapa kamar petak,bangunannya memang tidak mewah, tetapi cukup bersih dan tenang.

“Turun,” ucap Irwan pelan.

Lastri mengikuti langkah pria itu masuk ke halaman kost.Seorang ibu paruh baya pemilik kost langsung menyambut mereka.

“Oh ini yang kemarin telepon ya Pak?”

Irwan mengangguk.

“Iya Bu, kamar yang belakang masih kosong?”

“Masih.”

Irwan langsung membayar uang sewa beberapa bulan sekaligus tanpa banyak bicara,Lastri hanya bisa menatap pria itu diam-diam.

“Mas nggak usah bayarin sebanyak ini...” bisiknya pelan.

“Nggak apa-apa.”

Setelah urusan selesai, Irwan membantu membawa barang-barang Lastri ke kamar paling belakang.

Di kamar itu kecil,hanya berisi kasur tipis, lemari plastik, kipas angin tua, dan jendela kecil menghadap kebun kosong.

Tempat itu cukup jauh dari pemukiman warga,sepi dan tak banyak warga yang tinggal disekitaran tempat itu, tempat yang pas untuk menyembunyikan hubungan terlarang.

Lastri duduk di tepi kasur sambil memandangi kamar barunya.

“Terima kasih ya, Mas.”

Irwan bersandar di pintu sambil menatap wanita itu.

“Nggak usah mikir macam-macam dulu. Yang penting kamu sama anakmu aman.”

Lastri tersenyum kecil,tatapan matanya kembali penuh rasa kagum seperti pertama kali mereka bertemu,tatapan itu selalu berhasil membuat Irwan merasa dibutuhkan.

“Mas baik banget sama saya,” ucap Lastri lirih.

Irwan terdiam,beberapa detik kemudian suasana kamar itu berubah sunyi.

Angin sore masuk pelan dari jendela kecil membawa udara lembap setelah hujan semalam.

Lastri berdiri perlahan lalu mendekat,jarak mereka kini terlalu dekat.

“Kalau bukan karena Mas...” suara Lastri hampir berbisik. “Saya nggak tahu harus hidup gimana.”

Irwan bisa mencium aroma parfum lembut dari tubuh wanita itu,sekali lagi, rasa kasihan bercampur ketertarikan mulai mengaburkan batas dalam dirinya.Jemari tangan mereka saling meremas,desahan nafas Lastri beradu dengan nafas Irwan, sesuatu yang sudah lama mereka tahan akhirnya terjadi, pintu kamar ditutup, agar anaknya bisa beristirahat tanpa ganguan Lastri dan Irwan, kancing daster tipis Lastri perlahan mulai menurun, kecupan lembut irwan membuat Lastri mendesah perlahan.Gejolak panas, mengaburkan batas yang coba mereka tahan selama ini,kini batasan itu sirna, berganti dengan rasa yang mereka nikmati bersama.

...****************...

Dirumah, Sulis masih percaya bahwa suaminya sedang mengantar perempuan itu pergi jauh dari kehidupan mereka.

Tanpa pernah tahu bahwa Irwan justru sedang menyiapkan tempat baru agar dirinya bisa tetap dekat dengan Lastri secara diam-diam.

Sore mulai turun perlahan di kawasan kost kecil itu.

Langit tampak mendung setelah hujan tipis mengguyur sejak siang. Suasana di sekitar kost sangat sepi, hanya terdengar suara jangkrik dan televisi samar dari rumah warga yang letaknya cukup jauh.

Setelah menghancurkan batas yang selama ini menghalangi mereka, Irwan duduk di kursi plastik di depan kamar Lastri sambil merokok pelan.Entah kenapa sejak berada di tempat itu, pikirannya terasa jauh lebih ringan. Ia merasa menjadi dirinya seutuhnya, tak ada penilaian orang lain yang menghakimi tindakannnya.

“Mas...” panggil Lastri pelan dari dalam kamar.

Irwan menoleh.

Dan untuk beberapa detik napasnya terasa tertahan.

Lastri keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah dan mengenakan daster rumah berwarna merah muda yang cukup tipis. Tubuhnya yang berisi terlihat samar membentuk lekuk di balik kain lembut itu.

Wanita itu tampak malu-malu saat menyadari Irwan terus memandanginya.

“Kenapa lihatnya begitu?” tanyanya pelan sambil tersenyum kecil.

Irwan terkekeh lirih lalu mematikan rokoknya.

“Nggak apa-apa.”

Namun matanya tetap sulit berpaling.

Sudah terlalu lama ia memendam ketertarikan itu.

Dan kini, ketika Lastri tidak lagi berada di rumahnya, batas itu mulai runtuh, mereka bak pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.

Anak Lastri tertidur lebih cepat malam itu karena kelelahan setelah pindahan.Kamar kecil itu hanya diterangi lampu kuning redup yang membuat suasana terasa hangat dan sunyi.

Lastri sedang duduk di lantai melipat pakaian ketika Irwan masuk kembali ke kamar setelah membeli makan malam.

“Udah tidur?” tanya Irwan sambil melirik anak kecil yang tertidur pulas di kasur.

Lastri mengangguk kecil.

“Iya.”

Beberapa detik suasana menjadi hening,hanya suara kipas angin tua yang berputar pelan memenuhi ruangan sempit itu.Lastri berdiri lalu mendekati Irwan untuk mengambil kantong makanan dari tangannya.

Jarak mereka begitu dekat,hingga nafas Lastri terdengar oleh Irwan, ia pun bisa mencium aroma sabun dan parfum lembut dari tubuh wanita itu.

“Terima kasih ya, Mas...” bisik Lastri pelan, disamping telinga Irwan.

Tatapan mata wanita itu terasa berbeda malam ini.

Lebih lembut,lebih dalam,dan penuh ketergantungan,tanpa sadar tangan Irwan perlahan membelai ujung rambut Lastri yang masih basah,gerakan sederhana itu membuat Lastri diam membeku.

“Mas...” suaranya lirih hampir bergetar.

Namun Irwan justru semakin berani.

Tangannya turun perlahan membelai pipi wanita itu dengan lembut.

Lastri memejamkan mata sesaat menikmati sentuhan tersebut.

Kini Tak ada lagi penolakan, Lastri seolah menyerahkan dirinya pada Irwan,entah apa yang merasuki Irwan malam itu.Semua rasa bersalah terhadap Sulis seperti menghilang perlahan tertutup oleh kenyamanan dan hasrat yang selama ini ia tekan.

“Mas...ahhh...ahhhh...ahhhhh.” desah Lastri pelan.

Namun tubuhnya tidak mau menjauh sedikit pun.Irwan menatap wanita itu cukup lama sebelum akhirnya memeluk dan mengecup bibirnya perlahan.Lastri langsung terdiam dalam pelukan hangat itu,dadanya naik turun menahan gugup.

Sudah lama sekali ia tidak merasakan sentuhan selembut itu oleh seorang laki-laki.

Sementara Irwan semakin semakin menikmati, dan menjelajahi kemolekan Lastri.

Ia membelai punggung Lastri perlahan, menikmati,dan mengecupnya dengan lembut, nafas mereka beradu dengan cepat, ada kepuasan di mata mereka.

Dan malam itu, hubungan mereka akhirnya benar-benar melewati batas.

...****************...

Sementara di rumah, Sulis sedang menidurkan Dito dan Rara sendirian.

Anak-anak itu terus bertanya kapan ayah mereka pulang,Namun Sulis hanya bisa tersenyum lemah sambil menahan perasaan tidak tenang yang terus menghantuinya sejak pagi.

Ia tidak tahu bahwa di tempat lain, suaminya sedang melupakan keluarganya sedikit demi sedikit,dan memilih tenggelam dalam pelukan perempuan lain.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!