NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Boss

Terjerat Cinta Sang Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda / Single Mom
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Endel_Bagong

Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJERAT CINTA SANG BOSS

Pekerjaan Hella di rumah Dave berjalan dengan sangat baik.

Hari pertama, kedua, bahkan hingga satu minggu berlalu tanpa masalah berarti. Semua pekerjaan dikerjakan Hella dengan rapi dan benar. Rumah selalu bersih, kebutuhan Dave tak pernah terlambat disiapkan, bahkan Marcel beberapa kali mengakui kalau Hella bekerja jauh lebih baik dari perkiraannya.

Namun hubungan Hella dan Dave tetap sama.

Dingin.

Formal.

Dan seperlunya saja.

Mereka jarang berbicara selain tentang pekerjaan. Bahkan terkadang dalam sehari, hanya dua atau tiga kalimat yang keluar di antara mereka.

Hingga suatu sore—

Suara bel rumah berbunyi nyaring dari pintu utama.

Ting Tung..

Hella yang sedang membereskan meja makan langsung berlari kecil menuju pintu.

Saat pintu dibuka, Hella sedikit terkejut.

Di depannya berdiri seorang wanita cantik dan modis dengan penampilan elegan. Di samping wanita itu, ada seorang anak laki-laki kecil berusia sekitar tiga tahun yang wajahnya sangat tampan dan menggemaskan.

“Maaf, Nona… dengan siapa ya?” tanya Hella sopan.

Wanita itu tersenyum ramah.

“Saya cari Kak Dave. Ada?”

“Oh, ada Nona. Mari, silakan masuk,” jawab Hella cepat sambil mempersilakan mereka masuk.

Saat melewati Hella, wanita itu sempat tersenyum tipis sambil berbisik pelan—

“Cantik…”

Namun suara itu terlalu pelan hingga Hella tidak mendengarnya.

Hella mempersilakan tamu itu duduk di ruang tamu.

“Maaf Nona, boleh saya tahu namanya? Biar saya sampaikan ke Tuan,” ucap Hella ramah.

“Saya Kayla,” jawab wanita itu anggun.

Hella mengangguk lalu segera berjalan menuju ruang kerja Dave.

Tok. Tok. Tok.

Tidak ada jawaban.

Hella sedikit bingung, dalam hati dia bertanya sendiri.

_Perasaan tadi habis makan malam Tuan langsung masuk ruang kerja… kok nggak jawab ya…_

Ia mencoba mengetuk lagi.

Namun Tetap diam.

“Aah… coba sekali lagi deh…” gumamnya kecil.

Pada ketukan keempat, pintu akhirnya terbuka.

Dave muncul dengan wajah sedikit datar.

“Ada apa?” tanyanya singkat.

Hella langsung menunduk.

“Maaf, Tuan… di depan ada tamu. Namanya Nona Kayla.”

Begitu mendengar nama itu, ekspresi Dave langsung berubah, sedikit terlihat bersemangat.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Dave melangkah cepat keluar ruangan.

Bahkan terlalu cepat.

Tubuhnya sempat menyenggol Hella, hingga Hella kehilangan keseimbangan dan refleks berpegangan ke dinding.

Dave sama sekali tidak menyadarinya.

Pikirannya sudah lebih dulu tertuju pada satu hal—

keponakan kesayangan mendiang istrinya.

Hella hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya ikut turun ke bawah. Namun ia langsung menuju dapur untuk menyiapkan minuman.

Di ruang tamu—

Anak kecil itu langsung bersinar melihat Dave.

“Pamaaannn!”

Antonio kecil berlari cepat lalu melompat ke pelukan Dave.

Dave langsung menangkapnya dengan mudah.

Untuk pertama kalinya sejak Hella bekerja di rumah itu, wajah Dave benar-benar terlihat hangat.

Kayla hanya tersenyum melihatnya.

“Gimana kabarmu, Kak?” tanya Kayla santai.

“Baik,” jawab Dave sambil menggendong Antonio.

“Tante sofia gimana?” Lanjut Kayla.

“Aku rasa baik juga.” Singkat Dave.

Percakapan mereka berjalan ringan. Tidak lama kemudian, Hella datang membawa nampan berisi teh hangat dan kopi.

Kayla memperhatikan Hella sekilas lalu memberi isyarat kecil kepada Antonio.

“Antonio, ikut Tante itu dulu ya,” ujarnya sambil menunjuk Hella. “Tante mau bicara sama Paman sebentar.”

Antonio menurut tanpa banyak protes.

Karena Hella sendiri seorang ibu, ia langsung terasa akrab dengan anak kecil itu.

“Ayo…” ajak Hella lembut.

Antonio menggenggam tangan Hella lalu ikut pergi bersamanya.

Setelah Hella menjauh—

Kayla langsung mengubah ekspresinya.

“Kak…” ucapnya pelan. “Kakak mau sampai kapan hidup begini terus?”

Dave diam.

“Kakak harus lanjut hidup kak. Cobalah untuk menikah lagi…”

Tatapan Dave langsung berubah tipis.

“Mama yang nyuruh kamu datang dan ngomong begini?” tanyanya datar.

Kayla cepat menggeleng.

“Bukan. Dari dulu aku juga sering bilang itu kan? Bukan cuma Tante.”

Dave menghela napas pelan.

“Tidak, Kayla…” katanya lirih namun tegas. “Angela nggak akan pernah terganti. Sampai kapan pun, istri ku cuma Angela.”

Kayla menatap Dave lama, antara sedih dan prihatin melihat suami, dari mendiang kakak kandungnya itu.

“Ya itu karena Kakak nggak pernah mau mencoba,” balasnya. “Makanya Kakak nggak bisa lupa sama Kak Angel.”

Dave masih terdiam.

“Kak Dave selalu nutup diri,” lanjut Kayla tanpa takut. “Mau sampai kapan, Kak? Sudah dua tahun Kak Angela meninggal…”

Kayla lalu menatap Dave tajam.

“Betah Kakak nahan g41rah kelelakian Kakak?”

Dave langsung menatap Kayla dengan alis bertaut dan mata menyipit.

“Kayla…”

Nada suaranya memperingatkan.

Namun Kayla malah tertawa kecil melihat ekspresi mantan kakak iparnya itu.

“Ya ampun, serius banget sih…” kata kayla.

Dave menggeleng pelan malas.

Namun beberapa detik kemudian, Kayla tersenyum jahil.

“By the way…” katanya santai. “Wanita tadi cantik juga.”

Dave langsung tahu siapa yang dimaksud.

“Sama dia juga boleh tuh.”

“Sejak kapan kamu jadi gila..?” jawab Dave cepat.

Kayla hanya menahan senyum sambil menikmati reaksi Dave.

Maklum dari dulu Dave dan Kayla sering bergurau, bahkan pernah berantem, hanya karna Dave sering usil ke Kayla.

"Kak... Kamu udah aku anggap sebagai Kakak kandung ku sendiri, aku menasehati mu seperti itu, karna aku kasihan melihat mu yang tanpa arah seperti ini, dan aku juga udah hamil lagi, sedangkan kamu masih meratapi nasib, karna di tinggal kakak ku, Miris sekali hidup mu" Kayla antara menyindir dan menasehati.

Dave berdecih.

"Ciihhh... Pulang kamu, Kembali ke suami mu, sebelum aku mengusir mu keluar dari pintu inu" Dave sambil menunjuk pintu utama.

1
Lutfiyah
sy suka ceritanya
Desy Aja: Terimakasih Banyak Kakak.. 😍
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjut doonk banyak bab thor
Desy Aja: OK sabar ya Kak...
total 1 replies
Almayra Aya S
,kok g up kk
Desy Aja: Sabar ya Cantik 😘
total 1 replies
Uthie
Wadduuhhhh.. Hella di kelilingi 3 cowok keren-keren semuanya dehhh 😂😂👍
Uthie
Nahhhh loohhhh... apa jangan-jangan nanti akan ada persaingan 3 cintaaa niiii 😂😂😂
*Johan, Marcel and Dave 😁
Uthie
Lanjuuttttt lagiii Thor.. sukkaaa ceritanya 👍👍👍😍😍😍
Uthie: Oalahhhh 😂😂😂👍
total 2 replies
Uthie
Kayla gak kaya ipar yg incar ipar nya juga 😁👍👍
Desy Aja: kita bikin beda ya Kak /Smile/
total 1 replies
Uthie
Sebentar lagii . Dave sudah ada yg di lihat tuhhh 😁👍
Uthie
sang mantan kali 😂
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Ceritanya bagus dan enak di simak nya 👍👍👍😍
Uthie
Penasaran.. itu Hella usia berapa yaa?? Semoga nikah muda yaa.. walau udah punya anak usia SMK😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁
Uthie: kalau nikah muda, memang sesuai usia 30an 👍👍
setidaknya lebih muda dari para lelaki yg ada di tokoh itu 👍😁
total 2 replies
Uthie
Coba mampir 👍👍👍
Uthie: /Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!