NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesal

HP Raya bergetar diatas meja. Layarnya menyala, menampilkan notifikasi WA dari nomor Andini lagi.

  Raya lupa memblokir nomor Andini dari HPnya. Raya yang tadi sedikit tertidur, kini kembali terbangun.

 Raya mengira itu nomor Bagas, jemarinya bergetar saat membuka pesan itu.

  Sebuah foto. Bagas. Andini. Ranjang rumah sakit. Bibir mereka menyatu.

 Dibawahnya ada chat. " Jangan kira kamu bisa menang,Raya. hahaha"

 Dunia Raya berhenti, nafasnya tercekat. Bukan marah. Bukan tangis. Hampa. kosong seperti langit. Mendung seperti langit tadi.

  Perlahan Raya letakkan HPnya, ditutupnya lagi selimut Galang yang tersingkap. Diciumnya kening anak sulungnya itu lama sekali, seolah menitipkan semua sakitnya disana.

  Lalu Raya berjalan kekamar. Dibukanya lemari, koper berwarna abu abu ditariknya keluar. Raya sudah bisa lagi seperti ini.

  Satu, dua,tiga potong baju Galang dan Gilang,Serta beberapa bajunya. Mainan kesukaan anak anaknya. Dokumen dokumen penting: KK, akta, buku nikah. Semua dimasukkan tanpa suara .Airmatanya baru jatuh saat dia melipat daster lusuh yang hampir selalu dipakainya.

Ting.

satu lagi pesan muncul dari nomor Andini." Dia milih aku Raya, kamu sudah kalah."

  Raya tersenyum, senyum yang sama pahitnya dengan tawa tadi. bedanya kali ini dia punya tekad.

 Diketiknya balasan, jemarinya tidak gemetar lagi." Kamu tidak menang, kamu cuman dapat sisa. Sisa dari laki laki yang sudah aku buang, ambil. Gratis." Kirim. Blokir.

 Raya melihat jam di layar HPnya, 22:47. Dia mengambil pulpen dan kertas, lalu menulis cepat di meja rias.

   "Bagas, aku sama anak anak pergi dulu, Aku sudah tidak sanggup lagi seperti ini, luka yang kamu torehkan sungguh sangat menyakitkan hatiku, Maaf kalau selama sepuluh tahun ini aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu dan terimakasih atas luka yang kamu berikan. " Surat itu diletakkan diatas bantal Bagas, disampingnya cincin kawin yang sudah sepuluh tahun melingkar dijari manisnya.

Digendongnya Gilang yang masih pulas. Dibangunkannya Galang pelan pelan. " Sayang, Ayo bangun, cepat nak!"

 Galang mengusap mata, mengangguk pelan." kita mau kemana ma?"

  " Kita mau nginep dirumah nenek, Ayo cepat!"

 " Baik ma.."

Taksi online yang dipesan Raya sudah datang, untung di jam malam seperti ini masih ada taksi online yang aktif. Raya juga mematikan HPnya, dia sama sekali tidak ingin diganggu oleh siapapun untuk saat ini.

 Sementara itu diparkiran UGD. Bagas baru menyalakan mobilnya dan segera menuju rumahnya.

Bagas mengambil HPNYA dan mulai mencari nomor Raya, karena dia ingin menjelaskan semuanya kepada Raya.

" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. " Operator yang menjawab.

Bagas membanting setir." Sial."

  Dia injak gas dalam dalam, melesat pulang. Pikirannya cuman satu: Harus jelasin semuanya ke Raya dan meminta maaf atas semua luka yang dibuatnya dihati Raya dan anak anaknya.

Dua puluh menit kemudian Bagas sudah sampai didepan rumah, tanpa aba aba Bagas keluar dari mobil.

 Bagas membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang dulu diberikan Raya, karena Bagas sering lembur. Jadi Raya berinisiatif membuat kunci cadangan rumahnya, jaga jaga kalau Bagas pulang larut malam dan Dia sudah tertidur.

" Raya, Galang, Gilang?"

Sepi.Hanya suara jangkrik yang masih sama. Bagas lari ke kamar. Kosong. lemari sudah terbuka. koper abu abu yang berada diatas lemari juga sudah hilang.

 Diatas bantal Bagas melihat Surat dan cincin yang ditinggalkan oleh Raya. Bagas mulai membaca pesan tersebut, kalimat terakhir menamparnya telak.

 Dadanya sesak. pandangannya buram. Baru sekarang dia sadar. Dia telah kehilangan istri dan juga anak anaknya malam ini. Dirumahnya sendiri.

Bagas jatuh berlutut di lantai kamar, Surat Raya remuk di genggamannya.

  Diluar, mendung akhirnya tumpah. Hujan deras. Sama derasnya dengan penyesalan yang baru dia rasakan.

 Dan didalam kamar UGD. Andini tertawa sambil menatap layar HPnya. Centang satu. Diblokir.

Hujan deras mengguyur. Taksi online berhenti di depan pagar rumah yang bercat mint.Rumah masa kecil Raya. Rumah ibunya.

" Udah sampai, bu" kata supir pelan, melirik spion kebelakang, ibu dengan dua anak, koper besar, pergi malam malam.

 Raya mengangguk." Makasih, pak." Dibayarnya ongkos dengan uang pas yang sudah dia sediakan di dalam tas kecilnya. Tidak mau ada basa basi lagi.

Gilang masih terlelap di dada Raya. Galang mengandeng tangan Raya erat, seolah tahu Mamanya sekarang butuh dukungan. Anak sembilan tahun yang sudah sering melihat mamanya menangis.

  Hujan membasahi Raya dan anak anaknya semenjak tadi turun dari taksi.

 Raya membuka pintu pagar rumah ibunya, untung saja belum dikunci.

 tok. tok. tok.

 Raya dan anak anaknya kini sudah ada didepan pintu masuk.

Cukup lama, Sampai pintu kayu itu dibuka, Wanita seumuran Raya membuka pintu dengan baju daster bunga bunga yang dipakainya.

  " Raya? ya Allah dek,, ibu..ibu.." Wanita itu berteriak memanggil ibunya. Melihat Raya yang kini berada di ambang pintu. Hujan hujan bersama kedua anaknya.

   Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah." Ada apa sih, Nisa? kenapa teriak teriak?"Rambutnya yang sudah putih tampak acak acakkan.

   " Ibu..!" Raya berlari memeluk ibunya dengan Gilang masih terlelap dalam dekapannya.

  " Ya Allah nak..kamu kenapa? Ayo masuk dulu..!" wanita itu mengajak Raya masuk.

  Wanita yang dipanggil Nisa itu langsung memegang tangan Galang dan mengajaknya masuk kedalam rumah.

  Raya tidak sanggup jawab. Bibirnya kelu. Yang keluar cuman isak yang sedari di tahan didalam taksi.

Ibu Raya seolah tahu apa yang terjadi dengan putri kesayangannya itu.

" Aku hancur bu..hancur..!" Isak Raya yang membenamkan wajahnya ke dada ibu yang sembilan bulan mengandungnya.

Ibu menenangkan Raya dalam pelukannya.

" Gilang, Ayo sama bude ..!" Nisa mengambil Gilang dalam pelukan Raya. Galang juga diajak Nisa ke kamar untuk mengganti baju dan istirahat.

Nisa memberikan ruang untuk Raya bersama dengan ibunya tanpa dilihat oleh Galang dan Gilang.

" Menangislah nak, tumpahkan semua sesakmu, Ibu ada disini untuk kamu," Dibelainya rambut Raya lembut. Hangat. Dan penuh kasih.

Meskipun Raya seorang ibu. Tapi didalam jiwanya juga butuh sosok seorang ibu yang bisa dijadikan tempat mengadu tanpa menghakimi.

Galang dan Gilang kini sudah berganti baju dengan baju kering yang dikeluarkan Nisa dari dalam koper abu abu.

" Kalian berdua tidur ya, Istirahat biar besok bisa main sama nenek!" Hibur Nisa.

Galang dan Gilang yang memang sangat mengantuk akhirnya tertidur tanpa banyak tanya .

Nisa kembali kedepan dan melihat Raya yang masih berada dalam pelukan ibu.

" Galang dan Gilang sudah tidur. kamu ganti baju dulu Raya, Nanti kamu masuk angin, kasihan anak anakmu nanti kalau mamanya sakit!" Nisa memberikan handuk kepada Raya.

" Terimakasih Mbak.." Raya mengambil handuk tersebut.

" Sama sama.."

kamar depan yang dulu menjadi kamar Raya waktu gadis. Sprey bunga bunga, lemari jati dan meja belajar. Anak anaknya sudah tertidur pulas disana.

Bagas masih termenung dikamarnya dengan surat Raya yang masih dalam genggamannya.

1
sutiasih kasih
inget bagas..... g ada perempuan baik" yg tega mnyakiti hati perempuan lainnya....
km gantikan berlian dgn kilauan kepalsuan dri selingkuhanmu🙄🙄
Melda Andriyani
orang tua bodoh BKN mau menyenangkan ank tapi mala menyesatkn
Melda Andriyani
dasar gila si Raya pelakor
Melda Andriyani
mbak Nisa hamil
murni l.toruan
Bodohnyalah kau Bagas...pelakor itu hanya merusak hubungan suami istri, pilihan yang tepat adalah permalukan Andini didepan teman2nya
sunaryati jarum
Sungguh besar harga yang harus kau bayar karena kena rayuan Andini,Bagas
sunaryati jarum
Benar itu karena Bagas pernah memberikan harapan pada Andini.Dan kesalahan Bagas yang dulu seolah lebih menghorgai Andini.Jadi Andini yang telah terobsesi , sekarang sangat kecewa
sunaryati jarum
Satria Raya sudah tidak mau kembali pada Bagas, walau ada Galang dan Gilang
sunaryati jarum
Semoga Andini sadar beneran akan semua kesalahannya
Debby debora laoshi
sepertinya Andini SDH bertobat dan mau memperbaiki diri stlh ketemu gilang.jadi berikan kesempatan pada Andini buat bertobat.dan mungkin sebaiknya papanya Andini dan Andini pindah saja ke kota yg lain biar bisa mulai hidup baru disana🙏
sunaryati jarum
Ikut senang Andini sadar akan semua kesalahannya walau sudah terlambat, semoga dia menyerahkan diri,dan mengembalikan Gilang
sunaryati jarum
Semoga segera ketemu, hukuman kamu makin berat Andini.
sunaryati jarum
Apa masih punya simpanan untuk kabur 😭Andini.Kau pasti tertangkap Raya sudah tahu kamu hanya pura- pura gila.
sunaryati jarum
Andini dengan berbagai ulah burukmu,malah membuka kejahatan ayahmu.Kasihan di masa tua seharusnya hidup damai dantenang,eee karena memanjakan dan selalu menuruti keinginanmu walau dengan cara yang salah,membawanya berurusan dengan hukum
sunaryati jarum
Hanya penyesalan yang kamu dapat Bagas
sunaryati jarum
Nah ,pak Wijaya baru sadar bahwa selama ini salah dalam pengasuhan Andini.Jika Andini gila beneran memang tidak bisa diproses hukum.Bagas kamu juga salah besar dengan keadaan rumah tanggamu,dan Andini karena kamu yang memberi harapan dan bermain api.Nah segera nikahi Andini 🤣🤣🤣🤭. Sebenarnya emak kasihan Pak Wijaya tapi itu memang sudah konskueinnya
sunaryati jarum
Bagus
sunaryati jarum
Itulah akibat didikan orang tua yang salah, selalu dimanjakan, diberikan apa yang diminta dan melindungi bahkan membela saat Andini melakukan kesalahan - kesalahan.Merebut suami orang uga didukung,nah setelah melakukan kesalahan dan diketahui publik bagaimana kau membelanya.semoga Andini gila beneran bukan berulah licik pura- pura gila
sunaryati jarum
Semua harus kerja sama agar Andini mempertanggung jawabkan perbuatannya
Dokkan Battle
RAYA BALASAN DENDAM IBUMU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!