Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Baru
Selama di perjalanan tidak ada yang membuka suara sama sekali. Kedua insan yang sedang dilanda kekecewaan dalam hati mereka masing-masing, sama-sama diam tak ingin membuka suara. Sudah hampir dua puluh menit perjalanan, tapi mereka tak kunjung sampai. Shara pun tidak tau kemana Arian akan membawanya, tapi enggan untuk bertanya.
Sepuluh menit kemudian mobil Arian berhenti di sebuah pekarangan rumah besar yang terbilang mewah. Shara memperhatikan rumah itu kemudian menoleh pada Arian, "Mas ini rumah siapa?" Tanya Shara.
"Turun!" Bukannya menjawab Arian malah memerintah Shara turun.
"Tapi Mas, ini rumah siapa?" Shara masih enggan untuk turun dari mobil.
"Kubilang turun, jangan sampai aku melemparmu dari sini Shara." geram Arian dengan wajah dinginnya, membuat Shara bergidik ketakutan. Masih dilanda kebingungan, mau tidak mau Shara keluar dari mobil. Begitu Shara keluar, mobil Arian berbalik arah, dan tanpa mengatakan apa-apa Arian melajukan mobilnya dari pekarangan itu. Meninggalkan Shara yang terpaku melihat mobil Arian menghilang di pagar rumah yang menjulang tinggi.
"Kenapa Mas Arian meninggalkanku di sini, rumah siapa ini?" bingung Shara seraya memperhatikan rumah mewah berlantai dua di hadapannya itu.
"Nona Shara...?" Shara tersentak ketika seseorang menghampirinya datang dari arah taman di samping rumah mewah itu.
"Eh, iya..?"
Seorang perempuan kira-kira berumur empat puluh tahun berdiri di depannya.
"Silahkan masuk Nona." ucap wanita itu mempersilahkan Shara masuk ke rumah.
"Tunggu. Memangnya rumah ini rumah siapa?" Bingung Shara.
"Tuan Arian tidak memberitahu Anda?"
"Maksudnya?"
"Rumah ini adalah milik Tuan Arian dan Nona. Kata Tuan Arian, Nona Shara akan tinggal di sini." jelas perempuan itu. "Kenalkan Nona, saya Ina asisten rumah tangga yang akan melayani Nona selama di rumah ini."
Shara mengangguk paham, kini dia mengerti kenapa Arian membawanya kemari. Pria itu memang tidak berniat membawanya bulan madu, itu artinya dia akan tinggal di rumah ini sampai bulan madu sandiwara mereka selesai.
Shara memasuki rumah mewah itu dengan diikuti Ina di belakangnya. "Nona, Tuan Arian berpesan agar Nona tidak keluar rumah selama dua minggu ini." ujar Ina begitu sampai di dalam rumah.
"Iya, aku mengerti." Shara mengangguk.
"Baiklah Nona, saya ke belakang dulu." pamit Ina.
Setelah Ina pergi Shara menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu. Menghela nafas lelah, mencoba menenangkan diri akan apa yang telah dilaluinya selama satu bulan ini. Entah kapan semua ini berakhir, Shara tidak tau. Ingin sekali rasanya Shara lari dari semua ini, seperti arahan pikiran dan logikanya. Tetapi dalam hati kecilnya seolah enggan untuk mengikuti logika dan pikirannya.
Untuk itu Shara mencoba bertahan. Jika kelak dia sudah tidak tahan lagi dan Arian belum juga berubah, maka dia akan mengambil keputusannya sendiri.
"Ya Tuhan apa yang harus kulakukan agar Mas Arian percaya padaku? Tolong buka hati Mas Arian ya Tuhan. Aku mencintai Mas Arian lebih dari diriku, aku sangat menyayangi Mas Arian." Shara menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit rumah itu dengan perasaan gundah. Pandangan sendu wanita itu mewakilkan semua kekalutan hatinya yang rapuh.
Air matanya mengalir tanpa diminta, hingga membasahi wajah cantiknya. Campuran perasaan seolah membolak-balikkan dunia wanita itu. Hatinya berkecamuk antara rasa rindu, kekecewaan serta sakit hati yang tak terperi.
"Aku merindukanmu Mas." lirihnya. Shara meluapkan rasa sakit dalam dada hingga akhirnya terjatuh dalam alam bawah sadarnya.
TBC ☘️☘️☘️
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈