NovelToon NovelToon
The Emerald And Her Four Mates

The Emerald And Her Four Mates

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:943
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Hidup Evelyn hancur sejak kepergian ayahnya. Diasingkan ke Kota Vespera yang kumuh dan divonis mati dalam hitungan bulan, ia memutuskan untuk mengakhiri penderitaannya. Tapi seutas tali tambang yang lapuk justru menggagalkan niatnya, menyeretnya masuk ke dalam dunia supranatural yang selama ini tersembunyi.

Darah Evelyn membawa rahasia besar. Ia adalah seorang Multi-Mate yang terikat pada empat penguasa ras immortal terkuat: Naga, Demon, Elf, dan Mermaid.

Di tengah sisa umurnya yang kian menipis, Evelyn terjebak dalam perebutan takdir cinta, perebutan kekuasaan antar-ras, dan konspirasi masa lalu yang perlahan terkuak. Ikuti kisah megah sekuel ketiga dari semesta Alan the Pegasus dan Mnemosyne: The Lost Memory dalam: The Emerald and Her Four Mates.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Alunan Nada dari Kedalaman dan Detik yang Membeku

"Kenapa buru-buru?" tanya Sofia dengan dahi berkerut heran. "Kita masih punya waktu dua jam di restoran ini, Eve. Setelah itu, kita dapat jam bebas untuk jalan-jalan. Kudengar dari murid lain, ada festival pasar malam yang diadakan tidak jauh dari lokasi kita sekarang."

Mendengar kata pasar malam, Evelyn langsung melihatnya sebagai kesempatan untuk menjauh dari suara lautan yang terus mengusik kepalanya. "Aku mau ke sana," ucap Evelyn cepat, nyatanya tidak sabar.

Sofia menatap sahabatnya dengan tatapan menyelidik, lalu tersenyum menggoda. "Tumben sekali kau bersemangat? Biasanya kau paling malas kalau diajak ke tempat ramai."

"Aku hanya bosan dan ingin menikmati suasana baru. Sudah lama juga aku tidak jalan-jalan," jawab Evelyn, mencoba beralasan.

"Oke, kita pergi nanti. Tapi aku harus menghabiskan semua ini dulu. Sayang kalau tersisa, kita sudah membayar mahal untuk fasilitas study tour ini," sahut Sofia sembari kembali menyumpit makanannya.

Evelyn tidak menjawab. Ia berusaha keras mempercepat gerakan makannya agar bisa segera menyudahi acara malam ini. Namun, usahanya sia-sia. Suara mistis itu justru semakin terdengar jelas. Kini, bukan lagi bisikan yang memanggil namanya, melainkan seuntai nyanyian merdu yang mengalun lirih, menembus langsung ke dalam gendang telinganya.

“Ah-la-ya... va-ra... ne-ra-ya...”

Sebuah senandung puitis tanpa kata yang nyata, berdengung dengan nada rendah yang menggetarkan dada.

“Ma-ti... ti-ba... ji-wa... ter-i-kat...”

Evelyn tersentak, mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran. Ia menatap murid-murid lain, para guru, hingga Sofia yang duduk di depannya.

Semua orang tampak normal, mengobrol dan tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. Evelyn seketika sadar bahwa hanya dirinyalah yang bisa mendengar simfoni gaib tersebut.

Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Apa ini salah satu efek halusinasi dari penyakitku?

batinnya kalut.

Nyanyian itu terus mengalun, semakin lama semakin intens. Rasa mual mendadak mengocok perut Evelyn. Ia refleks memijat pelipisnya karena kepalanya mendadak terasa pening bukan main.

Sofia yang menyadari perubahan raut wajah sahabatnya langsung menghentikan suapannya. "Kau kenapa lagi, Eve?"

Pertanyaan Sofia menyentak kesadaran Evelyn. Sontak, ia langsung berusaha memasang ekspresi datar. Tangan yang awalnya memijat pelipis segera ia ubah gerakannya menjadi gestur menggaruk alis secara kasual.

"Ah... sepertinya aku sedikit alergi dengan menu seafood ini," dusta Evelyn, mencari kambing hitam.

"Astaga, kalau begitu jangan dimakan lagi! Nanti alergimu bisa semakin parah," cegah Sofia dengan raut wajah khawatir.

"Iya, Sof. Lagipula aku sudah kenyang." Evelyn mendorong piringnya menjauh, sementara di dalam kepalanya, nyanyian dari tengah samudra itu masih terus mendengung tajam.

****

Sabotase di Garis Penyeberangan

Beberapa menit kemudian, Sofia akhirnya selesai makan. Evelyn yang sejak tadi mati-matian menahan gejolak mual dan pening di kepalanya langsung menarik napas lega. Tanpa basa-basi, ia segera menarik tangan Sofia untuk menjauh dari restoran. Ia sudah tidak sanggup lagi berada di dekat lautan.

Di dalam benaknya, Evelyn mendiagnosis dirinya sendiri; ia meyakini suara mistis tadi hanyalah efek samping dari kanker otaknya, atau mungkin sekadar halusinasi akibat depresi akut setelah kehilangan kedua orang tuanya dan gagal mengakhiri hidup semalam.

"Bisakah kita berjalan santai saja, Eve? Perutku sangat kenyang, tidak bisa diajak berlari. Aduh!" keluh Sofia. Langkahnya gontai karena kekenyangan, bahkan ia baru sempat minum sedikit akibat ditarik paksa oleh Evelyn.

"Jangan banyak mengeluh, Sofia. Siapa tahu kau bertemu jodohmu di sana," sahut Evelyn, mencoba mencairkan suasana meski kesadarannya kian menipis.

Mereka berjalan sekitar 300 meter menjauhi restoran. Festival pasar malam itu berada tepat di seberang jalan. Evelyn melepaskan genggamannya, lalu mereka berdua berdiri di tepi trotoar bersama kerumunan orang untuk menunggu lampu penyeberangan berganti hijau.

Di seberang jalan pun sama cantiknya; ratusan warga lokal dan turis asing tampak berdesakan ingin menikmati festival tersebut.

Begitu lampu rambu pejalan kaki berubah menjadi hijau, Sofia melangkah lebih dulu dengan antusias. Evelyn berjalan mengekor di belakangnya. Namun, tepat di pertengahan jalan, sesosok pria bertopi hitam dan berjaket jins diam-diam mengintai. Pria itu—Kaelen—sengaja menubruk dan mendorong tubuh Evelyn dari belakang. Ia berakting seolah-olah dirinya tersandung secara tidak sengaja, padahal aksi itu murni sabotase.

Evelyn yang limbung tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya. Ia terhuyung, lalu ambruk di atas aspal tepat di tengah-tengah garis penyeberangan.

Bruk!

Kaelen segera menarik tudung jaketnya dan buru-buru membaur ke dalam kerumunan sebelum Evelyn atau orang lain menyadari wajahnya. Sementara itu, Sofia yang telanjur bersemangat terus berjalan masuk ke area festival tanpa menyadari bahwa sahabatnya telah tertinggal jauh di belakang.

"Hei, Nona, minggir! Kau mau mati, ya?!" ketus seorang ibu bertubuh gempal yang melintas. Ia melangkah melewati Evelyn begitu saja tanpa berniat membantu.

"Cepat berdiri dari sana!" teriak pejalan kaki lain yang bergegas menyelesaikan penyeberangan mereka.

Evelyn ingin sekali berdiri. Jika saja kepalanya tidak dihantam rasa pening yang luar biasa, ia pasti sudah berlari mengejar Sofia. Namun sial, penyakit mematikannya kembali kambuh di waktu yang paling salah. Pandangannya mengabur, dan tubuhnya mendadak lumpuh di atas aspal.

Tin-tiinnn!

Lampu penyeberangan kembali memerah, menandakan giliran kendaraan untuk melaju. Dari arah kanan, sebuah mobil boks besar melaju kencang, tidak sempat mengerem karena posisinya yang mendadak.

Sontak, para pejalan kaki yang sudah tiba di trotoar berteriak histeris.

"Nona! Cepat pergi dari sana!"

"Gadis itu gila! Dia sengaja cari mati!"

Evelyn hanya bisa menatap nanar lampu sorot mobil yang kian mendekat. Ironisnya, orang-orang di sekitar hanya bisa berteriak menghujat. Jika saja mereka benar-benar peduli, mereka pasti akan turun tangan menolongnya, bukan sekadar menonton kepasrahannya di ujung maut.

Sementara itu, Kaelen yang mengintai dari kejauhan menyeringai puas dari balik topi hitamnya. Rasakan itu, gadis sialan. Matilah kau! batinnya penuh dendam.

Kaelen memang sengaja merencanakan kematian Evelyn. Amarah dan dendam masa lalu telah membutakan akal sehatnya. Ia berpikir, dengan hilangnya nyawa Evelyn, ikatan takdir konyol ini akan terputus selamanya. Kaelen menutup mata rapat-rapat terhadap konsekuensi fatalnya; ia tahu ia akan kehilangan The Heart Pearl miliknya secara permanen, dan mungkin akan kesulitan menemukan belahan jiwa dari kaum immortal untuk sisa hidupnya. Namun, egonya tidak peduli.

Tin-tiinnn!

Klakson mobil boks itu berbunyi semakin nyaring dan melaju kehilangan kendali. Di balik kemudi yang panik itu, sang sopir tidak tahu bahwa Kaelen diam-diam telah menyabotase kabel rem mobilnya menggunakan sihir manipulasi air miliknya.

"Aaaa!" Evelyn berteriak histeris. Ia memejamkan mata erat-erat, memasrahkan tubuh ringkihnya menunggu hantaman maut yang menjemput.

Namun tiba-tiba...

Tak!

Tak!

Dua jentikan jari dari dua pria berbeda menggema serempak di kepala Evelyn. Suara itu berasal dari Benjamin dan Damian.

Seketika itu juga, dunia di sekitar Evelyn mendadak sunyi. Sihir penghenti waktu berkekuatan tinggi dilepaskan secara bersamaan. Mobil boks raksasa itu mendadak terpaku di tempatnya. Bahkan, cipratan air dari genangan yang tergilas ban mobil menggantung kaku di udara, tepat beberapa sentimeter di hadapan wajah Evelyn yang masih terduduk lemas di atas aspal.

Benjamin dan Damian awalnya tidak menyadari kehadiran satu sama lain. Keduanya bergerak murni karena insting supranatural mereka. Sejak pertemuan tak terduga dengan Evelyn semalam—di jam yang berbeda—keduanya dihantam oleh firasat buruk yang teramat pekat mengenai keselamatan gadis itu.

Kini, kedua pria itu berjalan dari arah berlawanan membelah kerumunan manusia yang ikut membeku. Benjamin melangkah tenang dari sisi kiri, sementara Damian berjalan tegap dari arah kanan. Tujuan mereka sama: menghampiri Evelyn.

Apa aku sudah mati?

1
Eka Putri Handayani
Semangat thor lebih bnyk up lg dong, gayamu kael tunggu aja evelyn bertransformasi jadi lebih kuat uh bakal kelepek-klepek deh
Soobin Chan: makasih ya supportnya. maaf author cuma bisa up 1× sehari😄
total 1 replies
Soobin Chan
aslinya emang kuat ko dia, tahan banting pula🤣
Eka Putri Handayani
sumpah gak suka banget sm kael kasar, thor buat evelyn segera ninggalin raganya yg sakit² itu deh
Soobin Chan: iya di tunggu aja ya nanti di bab-bab selanjutnya🙏
total 1 replies
Eka Putri Handayani
thor lebih baik langsung buat evelyn kembali pada raga aslinya deh kesian bngt klo dia hrs menderita kya gtu🥺
Soobin Chan: sabar ya😄 nanti juga sembuh sendiri.
makasih banyak ya udah mampir dan mau baca cerita gaje dari author ini/Smile/
total 1 replies
Soobin Chan
masih sepi hihi/Sob/
Soobin Chan: komen dong guys🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!