NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Mengorbankan Siska

...Tiga hari kemudian......

Di dalam ruang kerjanya, Theo Falcon berjalan mondar-mandir dengan wajah panik.

Ia masih memikirkan bagaimana caranya supaya mendapatkan uang lima miliar itu dalam sekejap.

Di sofa ruangan, Bianca duduk diam memperhatikan kekasihnya itu dengan wajah cemas, sesekali merapikan bedak di wajahnya.

"Sayang, kita mau dapat dana dari mana?" tanya Bianca dengan manja.

"Aku juga tidak tahu ini Bianca" ketus Theo sambil memegangi wajahnya.

Tepat di depan meja kerja Theo, seorang wanita dengan seragam rapi berdiri sambil menunduk takut. Dia adalah Siska, bendahara kepercayaan Falcon Corp.

"Siska! Saya tidak mau tahu ya!" bentak Theo dengan suara tertahan agar tidak terdengar sampai luar ruangan.

"Sisa waktu dari Avalanka tinggal hitungan jam! Cari cara, putar otak kamu! Bagaimana caranya kita bisa dapat uang lima miliar rupiah sekarang juga?!"

Siska meremas jarinya yang gemetar.

"Tapi Tuan Theo, cash utama kita benar-benar kosong setelah bayar utang toko material kemarin. Kalau kita ambil dari dana proyek lain secara diam-diam, risikonya terlalu besar kalau ketahuan Tuan Paulus."

"Jangan bawa-bawa nama Ayah saya!" potong Theo galak. Dia melangkah mendekati Siska, menatapnya tajam.

"Kamu itu bendahara, gunakan kenalan kamu! Pinjam ke rentenir atau perusahaan pinjaman online ilegal yang bisa cair cepat, atau apalah! Lakukan apa saja yang penting uang lima miliar itu ada di meja saya siang ini. Kerjaan kamu taruhannya, Siska!"

Bianca ikut memanas-manasi dari sofa. "Iya, Siska. Kamu kan bendahara pintar, masa urusan begini saja tidak bisa bantu Theo? Kasihan Theo sampai pusing begini."

Siska sebenarnya ingin menampar Bianca sekarang juga.

"Pelakor tidak tahu diri ini." batin Siska menahan emosi.

Siska menghela napas berat, tidak punya pilihan lain karena takut dipecat.

"Baik, Tuan. Saya akan hubungi kenalan saya yang biasa meminjamkan uang cepat tanpa izin kantor pusat. Tapi bunganya sangat besar, Tuan, mencapai lima belas persen dalam sebulan."

"Persetan dengan bunga! Yang penting uangnya cair sekarang!" bentak Theo.

Berkat kelicikan Siska yang nekat meminjam ke rentenir kelas kakap dan memotong dana cash kecil dari proyek lain, uang lima miliar rupiah itu akhirnya berhasil terkumpul dalam waktu dua jam.

Laporan keuangan palsu yang terlihat rapi langsung dibuat dan diserahkan ke pihak Avalanka Group tepat sebelum jam kantor tutup.

Begitu orang suruhannya memberi kabar bahwa uang dan dokumen sudah diterima oleh pihak Tristan, Theo langsung mengempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya. Rasa panik di dadanya seketika hilang, digantikan oleh tawa puas yang terdengar sangat sombong.

"Tristan, Tristan... kamu pikir bisa menjatuhkan aku dengan cara begitu?" ejek Theo sambil tertawa angkuh.

Bianca langsung berdiri dari sofa, berjalan mendekat dan memeluk bahu Theo dari belakang.

"Tuh kan, Sayang, aku bilang juga apa. Kamu itu pebisnis paling pinter! Biar saja orang-orang Avalanka itu melongo melihat kehebatanmu."

Theo tersenyum lebar, mencubit dagu Bianca dengan gemas. Sifat sombongnya kembali seratus persen. Dia merasa di atas angin dan menganggap dirinya terlalu cerdas untuk bisa dijebak oleh siapa pun.

Siska yang terganggu dengan pemandangan menjijikkan itu langsung memilih keluar.

"Tuan Theo, saya permisi keluar. Ini semua bukti berkasnya, tuan." ujar Siska

"Ya sudah. Kerja bagus, Siska. Kamu menyelamatkan perusahaan ini. Sekarang pergilah!" ujar Theo dengan mudah.

Siska langsung pergi dari ruangan Theo. Dia melarikan diri ke kamar mandi. Menenangkan dadanya yang dilanda kepanikan dan tak sadar air matanya mulai turun karena selama ini Theo memperlakukannya tidak baik kecuali bersama Bianca.

...****************...

Sementara itu, di dalam ruang kerja milik Avalanka Group, situasi justru sangat berbeda.

Tristan Avalanka duduk di mejanya, melihat laporan tanda terima uang lima miliar dari Falcon Corp.

Di sofa ruangan, duduk Zarlin bersama Christiana. Namun yang berbeda, siang ini sosok Bramasta Rahesa, ayah Zarlin turut hadir di sana, duduk tenang sambil meminum kopi hitamnya.

Tristan mengetukkan jarinya di atas meja, wajahnya dipenuhi rasa heran.

"Ini aneh sekali. Sesuai hitungan kita, uang di rekening Falcon Corp harusnya sudah habis total. Tapi si Theo itu entah bagaimana bisa menyerahkan uang lima miliar tepat waktu." ujar Tristan

Christiana ikut menimpali, "Informasi dari orang dalam kita, bendaharanya yang bernama Siska tadi siang dengan meminjam uang ke rentenir ilegal dengan bunga sangat tinggi, lalu memotong dana dari proyek lain yang sedang jalan."

Tristan menggelengkan kepala, benar-benar heran melihat nekatnya tindakan mantan suami Zarlin itu. Dia kemudian menoleh ke arah Bramasta dan Zarlin.

"Bagaimana menurut Anda, Tuan Bramasta? Apakah kita harus bongkar kelicikan Theo ini sekarang?"

Bramasta Rahesa tidak langsung menjawab. Pria tua yang sangat dihormati di dunia bisnis itu hanya tersenyum tipis.

Dia menaruh cangkir kopinya ke meja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Arti senyumannya sudah sangat jelas, dia tidak mau ikut campur dan memilih diam, karena dia ingin melihat putri kesayangannya sendiri yang menghancurkan Theo dengan cara Zarlin sendiri.

Zarlin yang melihat senyuman ayahnya langsung membalas dengan tatapan mata yang tak kalah dingin. Dia menatap Tristan dengan ekspresi yang sangat tenang.

"Tidak usah dibongkar sekarang, Tristan," ujar Zarlin dengan nada santai.

Tristan menaikkan sebelah alisnya. "Kamu tidak berniat melaporkannya?"

"Sama sekali tidak," jawab Zarlin sambil menyilangkan kakinya dengan anggun.

"Watak Theo itu sangat gampang ditebak. Dia terlalu sombong dan tidak mau kelihatan kalah di depan orang lain. Demi menutupi utang lima miliar darimu, dia rela meminjam ke rentenir dengan bunga yang tinggi."

Zarlin menatap kertas dokumen Falcon Corp di meja Tristan dengan pandangan meremehkan.

"Biarkan dia merasa menang hari ini di kantornya bersama Bianca. Dia tidak sadar, uang lima miliar dari rentenir itu justru akan membuat utangnya menumpuk jadi dua kali lipat di bulan kedua nanti. Keajaiban palsunya ini justru akan mempercepat dia masuk penjara."

Tristan yang mendengar kalimat dingin dari Zarlin langsung tersenyum puas, sementara Bramasta kembali tersenyum bangga dalam diam melihat keberanian putrinya.

Theo Falcon benar-benar tidak sadar, bahwa uang yang dia banggakan saat ini justru adalah bom waktu yang akan menghancurkan hidupnya sebentar lagi.

1
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
usir saja pak, lagian gak guna juga mereka disana.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
bisa bisanya kamu masih cinta sama bianca, Theo?
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
kacang yang lupa sama kulit ya begini
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
kenapa baru sekarang kamu takut, Bianca?🤣🤣🤣🤣
PrettyDuck
gimana theo? udah nyesel belom? /Sly/
PrettyDuck
boro batu. bianca mah setara kembang pasir tuh 🗿
PrettyDuck
duh kesian kamu pak sampe jantungan 🥲
hidupnya emang berat sih, anak sama istrinya gak ada yg waras 🥲
PrettyDuck
HAHAHAAA 🤣🤣
PrettyDuck
jangan lupa kasih tau lu cerai sama zarlin juga 🤭
PrettyDuck
calon mertuamu kan itu? 🥴
PrettyDuck
rasain. marahin aja pak. emang gak guna. udah gak ada akhlak, ngabisin duit pula.
Xlyzy
bener, lakik nya kurang ajar bet emosi dah liat nya
Xlyzy
zarlin cepat sembuh ya kamu
Anonim
waduh anime Naruto
via☆⁠▽⁠☆人⁠*⁠´⁠∀⁠`。⁠*゚⁠+
kamu terlalu baik Zarlin untuk Theo yg gila/Angry/
ginevra
dih... nggak usah nyari2 zarlin lagi. zarlin udah bahagia tanpa kamu
ginevra
gila ya, hanya dengan penarikan diri zarlin, itu perusahaan langsung colapse.
ginevra
2 orang bucin pada orang yang salah
ginevra
mending jujur aja sih kata gue teh. jadi kamu bisa bebas mesra2an sama Tristan 🤭🤭
Mommy tulipp
Wajar Paulus, anak sprti itu memang harus dikasih paham👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!