NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.

Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Selingkuh

Sementara itu, di sisi lain mall, Zavia mulai panik.

"Lena mana?!" ucapnya merasa janggal karena Suster Ina daritadi mengikutinya terus.

Suster Ina pucat, "Tadi... tadi dia di sini Nyonya...." ucapnya gemetar. Tangannya sudah panas dingin karena melihat Lena tidak ada di sana.

Mommy Ellen langsung berdiri dari kursinya, "Ya Tuhan." serunya lalu menghampiri keduanya. Bahkan belanjaan yang sudah dipegangnya pun, ia letakkan sembarang.

Vania juga ikut cemas, "Len hilang, Bun?"

Zavia sudah hampir menangis, "Kenapa bisa sampai tidak dijaga?!" tanya Zavia menatap Suster Ina.

Suster Ina menunduk, "Maafkan saya Nyonya. Saya... Segera mencarinya." ucapnya lalu berjalan keluar dari toko baju itu.

Mereka langsung menyebar mencari Lena.

Dan di saat itulah, dari kejauhan, Zavia melihat seorang wanita asing sedang menggendong Lena yang masih memeluk leher wanita itu. Di tangannya Lena membawa sebuah es krim karena Deana membelikannya.

"Lena!" pekik Zavia tersenyum lebar. Kepanikannya mulai mereda.

Lena menoleh, "Bunda!"

Zavia langsung berlari dan mengambil Lena dari gendongan Deana.

"Kamu jangan pergi sendiri!" ucap Zavia dengan suara gemetar antara marah dan lega.

Lena hanya terdiam, lalu menatap Deana. Deana mengangguk lalu mengelus bahu Lena.

Mommy Ellen mendekat dengan napas lega, "Ya Tuhan, Oma kira kamu benar-benar hilang."

Suster Ina berkali-kali meminta maaf. Zavia lalu menoleh pada Deana, "Terima kasih sudah menemukan dan membawa Lena."

Deana hanya tersenyum santai, "Tidak apa-apa Mbak. Dia cuma tersesat dan menangis."

Mommy Ellen ikut tersenyum hangat, "Terima kasih ya, Nak."

Deana mengangguk kecil, "Sama-sama Bu, jaga dia baik-baik, anaknya manis sekali." ucap Deana lalu terkekeh pelan.

"Iya, kami teledor dan kelepasan karena sibuk mencari baju. Kamu ingin sesuatu?" tawar Mommy Ellen mengelus tangan Deana.

"Tidak Bu, saya ingin pulang. Saya permisi ya Bu, Mbak." Deana tersenyum menatap mereka semua bergantian.

Sebelum pergi, Lena menoleh lagi dari pelukan Zavia. Ia melambaikan tangan kecilnya, "Bye Kakak cantik...."

Deana tertawa kecil, "Bye, Lena." Deana lalu berjalan pergi sambil membawa kantong belanjaannya.

Deana langsung pergi keluar dari mall besar itu. Ia tiba-tiba tersenyum kala mengingat Lena menyebut dirinya Kakak Cantik. Manis sekali di telinganya.

"Ada-ada saja Lena." gumamnya menggeleng pelan.

***

Baru setengah jalan kerepotan dengan plastik belanjaannya, mata Deana menatap bingung dengan apa yang sedang dilihatnya.

"Mas... Arya?" tanyanya dengan nada bergetar menahan tangis.

Deana melihat dengan jelas pacarnya sedang menggandeng mesra tangan perempuan cantik dengan rambut yang tergerai panjang itu.

"Astagfirullah, itu Mas Arya dengan siapa? Kenapa dia tidak mengabariku." jantung Deana bagaikan tertusuk ribuan jarum. Napasnya berderu tidak stabil. Matanya memanas melihatnya.

Deana berjalan mendekatinya, ia menepis tangan keduanya yang sedang saling menggenggam itu, "Apa-apaan ini maksudnya!" serunya sambil menangis lirih, "Hiks, hiks, jahat!" Deana menunjuk wajah Arya dengan telunjuknya.

"Aku pikir kamu yang terbaik untukku Mas. Jahat, kamu jahat!" Deana berkali-kali memukul tubuh Arya.

Arya terpaku melihat Deana, ia memejamkan matanya, tangannya meraup kasar wajahnya, lalu melirik perempuan yang ada di sampingnya dengan wajah bingung itu.

"Dia siapa sayang?" cicit perempuan itu bertanya. Wajahnya mengernyit kebingungan.

"Sayang?!" Deana terlonjak kaget saat mendengar panggilan perempuannya pada pacarnya.

"Jawab! Apa maksudnya!" Deana tidak menyalahkan perempuan itu, ia menunjuk Arya agar Arya menjelaskannya.

"Ah ya... Jangan di sini, kita cari tempat saja. Tidak enak dilihat orang lain." ucap Arya dengan pelan karena hampir semua orang menatapnya dengan pandangan yang serius.

"Asal kamu tahu, aku dan Mas Arya sudah memiliki hubungan selama dua tahun!" Deana menoleh pada perempuan yang berdiri di samping Arya itu.

Arya menghela napasnya pelan, "Oke, aku... Aku minta maaf." ucapnya.

"Apa?! Jadi... Aku hanya seorang selingkuhan?!" tanya perempuan itu geram.

"Sia*lan!"

Plak!

Umpatnya lalu menampar keras pipi Arya dengan tenaganya.

Deana tidak berkata apapun, langsung pergi meninggalkan keduanya. Hatinya sakit dan rapuh melihat orang yang sangat ia cintai dan percayai, tiba-tiba menghianatinya.

"Deana tunggu!" seru Arya.

Deana tidak menggubrisnya, ia justru semakin berjalan cepat menuju tempat parkir motornya.

1
Oppo A1k
KK cerita nya bikin penasaran
Ika Zalicha
lama bngt kelanjutan ny
ayo KA semangat 💪 bikin cerita nya kita semua menugu kelanjutannya
Jamayah Tambi
Sedihnya ada suami tapi tidak menanggap isterinya ada.Hanya dianggap pengasuh untuk puterinya
Jamayah Tambi
Jahat,makan tak ingat oeang belakang Macam selera jin lapar
Jamayah Tambi
Tak suka tapi kau uli isterimu sampai pagi
Jamayah Tambi
Macam mana kau nak buat Fiona.Orang tu langsung tak sentuh kau pun
Jamayah Tambi
Kalau hamil siapa yg nak diakui sebagai bapak anak itu Fiona.Tak kan nak paksa Reno jadi Pak Sanggup
Jamayah Tambi
Kesian kau Dea.Asal minum ubat perangsang pasti kau yg jd mangsa
Jamayah Tambi
Harap wajah tampan,kaya tapibtidak punya hayi nueani
Jamayah Tambi
Ambik uang banyak2 dari Reno.Buka tabungan sendiri.Kan Reno kata boleh saja menghabiskan uangnya.Berapa saja
Jamayah Tambi
Suami jahat
Jamayah Tambi
Tanya apa
Jamayah Tambi
Boleh kau duduk flm rumah seperti tu Deana
Jamayah Tambi
Jalau aku jadi Deana kabur saja bawa ibu dan adiknya keluar dari Pulau Jawa
Jamayah Tambi
Jesian klu kita jadi orang miskin Jadi isteri pun tidak dianggap
Jamayah Tambi
Dojtir itu jd jodoh Deana lagi bagus daripada keluarga sombong itu
Jamayah Tambi
Bagus.Tegas sikit dgn keluarfa sombong itu
Jamayah Tambi
Reno yg salah,Deana yg disalahjan.Udah mabuk langsung memperkosa Dena.Dena yg dituduh murahan.
Jamayah Tambi
Dasar lelaki sombong.Hanya mau tanggungjawab.Nanti ketagih
Jamayah Tambi
Nak nikah main paksa2 orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!