NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:125.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.Makam Malam.

Dari atas balkon, Raka memandangi mobil yang membawa Raline perlahan meninggalkan halaman mansion. Ia tahu ke mana tujuan perempuan itu ke rumah keluarga Kusuma.

“Kenapa aku terus mencemaskannya?” gumamnya pelan. “Biarkan saja. Lagipula dia bukan istriku.”

Namun kalimat itu justru terasa kosong. Semakin ia mengucapkannya, semakin kuat kata-kata Raline di taman sore tadi menghantam benaknya. Nada kecewa itu, tatapan terluka yang ia pura-pura tak lihat.

Raka menghela napas kasar, jemarinya mencengkeram pegangan kursi roda.

“Ahh… tidak seharusnya aku merasa seperti ini.”

Ia terdiam sejenak, lalu mengangguk seolah mengambil keputusan.

“Baiklah. Aku akan menyusul perempuan itu. Tapi bukan karena dia istriku ,melainkan sebagai bentuk permintaan maafku karena sudah salah menilainya.”

____

Begitu sampai di rumah kediaman kusuma Raka tidak langsung masuk ia mendengarkan semua caci maki keluarga Raline kepada Raline habis - habisan.

''Dia benar, dia memang tidak pernah di anggap oleh keluarganya sendiri. "ucap Raka yang kemudian masuk begitu mendengar Raline memenangkan perdebatan itu,

Raline yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah tiba-tiba berhenti. Ia berbalik saat mendengar suara yang sangat ia kenali.

“Mas Raka?” matanya membesar. “Kamu… menyusulku?”

Raka tersenyum ,senyum yang belum pernah Raline lihat sebelumnya. Hangat, tulus, dan membuat dadanya bergetar tanpa aba-aba.

“Tentu saja, istriku. Mana mungkin aku membiarkanmu datang ke rumah keluargamu sendirian.”

Raka meraih tangan Raline yang mendekat ke arahnya, menggenggamnya dengan tenang namun tegas.

Arumi yang menyaksikan pemandangan itu dari kejauhan merasakan dadanya terbakar. Sikap Raka benar-benar berbeda saat bersama Raline. Pria dingin yang selama ini dikenal tak berperasaan itu kini terlihat… melindungi.

"Apa yang sudah diberikan anak buangan itu sampai Raka berubah seperti ini? " batin Arumi geram.

“Kamu baru saja mengakui Raline sebagai istrimu, Tuan Raka?” tanya Maya, memastikan apa yang baru saja ia dengar.

“Bukankah memang seharusnya begitu?” jawab Raka datar.

Ketiganya tersenyum kaku.

“Kebetulan sekali kamu datang tepat waktu,” ucap Hendra cepat. “Kami memang akan makan malam. Kehadiranmu sangat kami nantikan.”

“Seharusnya kalian juga menantikan kehadiran istriku,” potong Raka dingin. “Menyambutnya dengan baik dan sopan, sama seperti kalian memperlakukanku.”

Raka menghentikan kursi rodanya, menatap mereka satu per satu.

“Mulai saat ini aku ingin kalian semua memperlakukan istriku dengan sangat baik. Meski dia anak buangan, sekarang dia adalah istriku. Memperlakukan dia buruk sama saja menginjak-injak harga diriku.”

Nada suaranya merendah, namun justru terasa lebih mengancam.

“Kalian tidak mau, bukan, jika papaku menarik semua sahamnya kembali?”

Wajah mereka langsung memucat.

Sedangkan Raline terdiam, jantungnya berdegup kencang.

"Apa? Dia baru saja… membelaku?"

"Bukankah sore tadi dia masih ketus dan merendahkanku?"

"Apa yang terjadi padanya?"

“Ba-baik, Tuan Raka,” ucap Hendra terbata. “Aku akan memperlakukan anakku dengan baik mulai sekarang.”

“Seharusnya begitu sejak lama,” balas Raka singkat, lalu melajukan kursi rodanya ke arah meja makan.

Raline mengangkat dagunya, senyum tipis penuh kemenangan terlukis di wajahnya.

“Kalian dengar apa yang baru saja suamiku katakan?” ucapnya pelan namun menusuk. “Bersikaplah baik jika kalian tidak ingin menjadi gembel.”

Hendra segera menyusul Raka dan Raline ke meja makan. Sementara Arumi dan Maya masih berdiri di tempat, menahan bara amarah.

“Sialan,” umpat Maya pelan.

“Mama, kita harus memberinya pelajaran. Aku tidak terima dia memperlakukan kita seperti ini,” rengek Arumi layaknya anak kecil.

“Tenang, Sayang,” ucap Maya dengan senyum tipis yang berbahaya. “Mama sudah menyiapkan rencana untuk anak buangan itu. Mama tidak akan membiarkannya hidup tenang.”

“Rencana apa, Ma?” tanya Arumi penasaran.

“Kamu akan tahu setelah makan malam nanti.”

Arumi mengangguk puas. Keduanya pun melangkah menuju meja makan.

____

Di sela-sela percakapan di meja makan, Maya tiba-tiba nyelutuk ke arah Raka dan Raline.

“Karena kalian sudah di sini, bagaimana kalau menginap saja?” ucap Maya dengan senyum yang sulit ditebak. “Sejak pernikahan kalian, kalian belum pernah menginap di sini, bukan?”

Hendra mengangguk setuju.

“Adat pasangan yang baru menikah memang seharusnya menginap di rumah masing-masing orang tua setelah pernikahan.”

Raline menoleh ke arah Raka. Ia bisa melihat jelas ketidak setujuan di wajah pria itu.

“Sepertinya aku sangat sibuk,” jawab Raka dingin. “Aku tidak bisa jika harus menginap di sini.”

“Tidak bisakah kamu menundanya, hanya malam ini?” sela Maya cepat. “Raline bahkan tidak pernah menginap di sini sejak ia pergi ke pedesaan bersama neneknya waktu kecil. Istrimu pasti sangat merindukan rumah ini.”

“Cih,” dengus Raline. “Apa yang perlu aku rindukan? Tidak ada kenangan menyenangkan sedikit pun di rumah ini.”

“Raline…” suara Maya melunak, terdengar hampir penuh perasaan. “Terlepas dari semua kenangan pahit, bukankah kamu juga pernah bahagia bersama mamamu di sini? Arwah mamamu pasti akan sangat senang melihat anaknya datang bersama menantunya dan menginap di rumah ini.”

Raka mengamati Maya dengan sorot mata tajam.

"Sangat mencurigakan. Perempuan ini terlalu memaksa.Aku yakin ada sesuatu yang sedang direncanakan untuk Raline."

Sebelum Raline sempat menyahut, Raka lebih dulu membuka suara.

“Baiklah,” ucapnya tenang. “Aku dan Raline akan menginap di sini.”

Raline menoleh dengan mata membesar.

“Mas, kamu serius?”

“Tentu,” jawab Raka sambil menatapnya. “Mamamu tampaknya sangat menginginkan keberadaanmu di sini.”

Senyum Raka terukir di bibirnya namun bukan senyum hangat. Justru terasa dingin dan menggetarkan.

"Ada apa dengannya? Sikapnya benar-benar berubah. Apa dia benar-benar Raka?''Batin Raline dipenuhi tanda tanya.

“Baiklah,” ujar Maya dengan nada puas. “Mama akan meminta para maid menyiapkan kamar kalian.”

Setelah makan malam selesai, Raline dan Raka menuju kamar yang telah disiapkan. Namun sebelum Raline masuk, Hendra memanggilnya untuk pergi ke ruang kerja.

Raline pun mengikuti ayahnya, meninggalkan Raka sendirian di kamar.

Tak lama setelah Raka masuk, pintu kamar diketuk. Arumi masuk sambil membawa segelas susu hangat.

“Permisi, Tuan Raka,” ucapnya lembut dengan senyum manis. “Aku membawakan susu hangat agar kamu bisa lebih rileks dan nyaman saat tidur.”

Pakaian Arumi tampak terlalu terbuka. Gaun tidurnya menjuntai tipis di atas paha, belahan dada rendah, dan punggungnya dibiarkan terbuka tanpa penutup—jelas disengaja.

Raka tidak menjawab. Ia hanya melirik sekilas lalu kembali menatap ponselnya, seolah Arumi tak ada di sana.

"Sialan."

"Kenapa pria ini tidak menatapku sedikit pun?. "

"Apa dia tidak melihat betapa menggoda tubuhku?. "

"Tubuhku jauh lebih cantik dibandingkan Raline."

Arumi mengepalkan jemarinya.

"Baiklah. Jika kamu enggan menatapku, aku akan memaksamu melihatku."

Ia meletakkan gelas susu di meja, lalu melangkah mendekat. Dengan sengaja, Arumi menjatuhkan tubuhnya ke pangkuan Raka.

Spontan Raka mendorong tubuh gadis itu keras hingga Arumi terhempas ke lantai.

Namun alih-alih terkejut, Arumi justru berteriak histeris.

“AAAAAAA…!”

Teriakannya menggema di sepanjang lorong.

Tak lama kemudian, Maya, Hendra, dan Raline berlari masuk ke kamar. Mereka mendapati Arumi menangis histeris di lantai.

“ARUMI!” teriak Maya panik, langsung memeluk anaknya.

“Kamu kenapa, Sayang?” tanyanya dengan suara gemetar.

Dengan tangan bergetar, Arumi menunjuk ke arah Raka.

“Tuan Raka sudah melecehkanku, Ma,” ucapnya terisak.

Sontak, semua pasang mata di ruangan itu langsung tertuju pada Raka.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Arumi dan mamanya emang topcer banget kalu soal rencana licik ya, emang ngak salah kenapa papa Raline dulu tergoda dengannya.

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

1
Atoen Bumz Bums
pelakor sok jd korban
Atoen Bumz Bums
tarik saham kalian raka,biar jera Arumi sama maya
Omah Tien
ms bdh so
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗎 𝗒𝖺
Memyr 67
𝖺𝗉𝖺 𝗄𝖾𝗇𝗓𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖽𝗂𝖺 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗉𝗎𝗇𝗀𝗎𝗍 𝖺𝗇𝖾𝗌?
Memyr 67
𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖺𝗆𝖺𝗍 𝗄𝖾𝗇𝗓𝗈. 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗉𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗅𝗂𝗁 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗋𝖺𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗉𝖾𝗋𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎
Memyr 67
𝖼𝖾𝗅𝗂𝗇𝖾 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁, 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗆𝗈𝗄𝗈𝗇𝖽𝗈, 𝗍𝖾𝗀𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗇𝗍𝖺𝗅 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗆𝗈𝗄𝗈𝗇𝖽𝗈 𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗍𝗎
Memyr 67
𝗋𝖺𝗄𝖺 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝗅𝗂𝖽𝗂𝗄𝗂 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾? 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗌𝖾𝗌𝗎𝖺𝗂 𝗄𝖾𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾 𝗃𝗂𝗐𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝗋𝖺𝗅𝗂𝗇𝖾.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗅𝗎𝗎𝗍 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗋𝖺𝗄𝖺. 𝗐𝖺𝗅𝖺𝗎𝗉𝗎𝗇 𝖽𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗇𝖽𝗂𝖽𝗂𝗄 𝗄𝖺𝗇𝗂𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖿𝖺𝗋𝖾𝗅
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Yuyun Zampiet
cukup satu kata, SADIS demi harga berani membunuh
awesome moment
asyik buat kenzo malu smp lupa jaga diri. raline99x...kamu g cermat
awesome moment
😄😄😄1x merasakan kenikmatan bikin mokat org y...nyandu dwh..peengin bikin mokat org lg..kenzo99x...kamu tu bnr2 jodoh celine. plek ketiplek
Mila Julia: di restui ni yeee🤣
total 1 replies
awesome moment
bnr2 bruntung tu duo kadal buntung
awesome moment
sdh memokatin buanyak org msh kalah jg😄😄😄
awesome moment
dalang smua kekacoan n tu celine..otak psikonya 👍👍👍bgts. bunuh sana bunuh sini. mokatin sana mokatin sini. bnr2 membantu mengurangi penduduk bumi😄😄😄
Mila Julia: diaa bantuin malaikat maut 😅
total 1 replies
awesome moment
whoah...pasangan licik menanti panggung
awesome moment
psikonya celine kluar..manipulatif dan jahat puooollll
awesome moment
fauzan ternyata lurus abis. pengacara anes tp sahabat raka. lucu kn?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!