Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Elisa
Ethan Pun Pergi
Elisa Melihat Chester "Sekarang Giliran Mu Chester"
Chester Terkejut, Ia Gugup "Sa, Saya!!!?"
"Apa Yang Akan Kau Lakukan Selanjutnya? Apa Kau Juga Ingin Bercerai?" Tanya Elisa
"Jika Cerai, Bagai Mana Dengan Anda?"
"Ada Apa Dengan Ku?"
"Anda Tinggal Sendiri" Sedih
"Phuftt, Apa Kau Lupa, Aku Selalu Bermain Di Luar Chester"
"Tapi Jika Anda Pulang, Anda Tidak Bahagia"
Elisa Terkejut, Ia Lalu Tersenyum
"Bagaiman Kau Tau Jika Aku Tidak Bahagia?" Tanya Elisa
"Entahlah Yang Mulia, Saya Hanya Bisa , Merasakannya"
"Jika Kau Tau Aku Tidak Bahagia, Kenapa Kau Tidak Membujuk Ku Chester?" Tanya Elisa
Chester Menunduk "Saya Takut, Karena Anda Selalu Menolak Saya Dengan Kasar"
"Hah.. Menurutmu Kenapa Aku Menolak Mu?"
"Karena Saya Terlihat Seperti Anak Kecil Dan Saya Lemah Dalam Hal Apapun" Murung
Di Antara Suami Elisa, Chester Yang Pendek Dan Termuda, Tinggi Chester 168 Sedangkan Elisa 176, Chester Berumur 24 Tahun Sedangkan Elisa Berumur 26 Tahun
"Phuftt, Itu Benar" Jawab Elisa
Chester Melihat Elisa "Yang Mulia!!!"
"Hahaha, Baiklah, Bagai Mana Jika Kau Berlatih Pedang? Siapa Tau Dengan Itu, Tinggi Mu Bertambah Dan Kau Akan Menjadi Kaut?"
"Bisakah Saya?"
"Tentu Saja Bisa, Aku Saja Bisa Kenapa Kau Tidak Bisa?"
Chester Menatap Elisa "Baik, Saya Akan Lakukan"
Elisa Tersenyum Bangga
"Satu Tahun, Berlatih Lah Bersungguh-sungguh Selama Setahun, Jika Kau Bisa Mengalahkan Ketua Pasukan Kedua Mario, Aku Akan Memberikan Mu Hadiah Bangunan Untuk Menunjukan Semua Karya Mu, Bagai Mana?"
Chester Terkejut "Anda, Anda Tau Mengenai Itu?"
Elisa Tersenyum "Hm, Belum Lama Ini Aku Tau Jika Kau Suka Menulis Juga Melukis Jadi, Bagai Mana?"
Chester Berdiri
"Saya Bersedia Yang Mulia, Dan Saya Tidak Mau Bercerai Dengan Anda, Saya Akan Menjaga Anda Dan Melindungi Anda Dan Juga Menghasilkan Banyak Uang Dengan Hasil Karya Saya Untuk Anda Dan Anak Kita Nanti" Bersungguh-sungguh
Semua Terkejut
"Hahaha, Baiklah-baiklah Mulai Besok Kau Akan Memulai Latihan" Jawab Elisa
"Baik" Chester Tersenyum
"Dia Lebih Cantik Dari Ku!!!" Batin Elisa
...
3 Hari Kemudian
Tersebar Luas Jika Putri Mahkota Menceraikan Semua Suaminya Karena Bosan Dan Yang Tersisa Hanya Chester
Rakyat Berfikir Chester Di Jadikan Budak Oleh Elisa Tapi Semua Di Bantah Chester Saat Ia Kembali Mengunjungi Keluarganya
Ruang Makan Istana Adarlan
Erlan Melihat Elisa "Kau Membuat Perubahan Yang Cukup Besar Putri"
Elisa Memotong Daging "Lebih Baik Saya Cepat Bertindak Sebelum Seseorang Yang Selalu Melihat Mereka Dengan Marah Akan Membuat Mereka Hilang Dari Benua Ini" Makan
Erlan Tersentak, Ia Memalingkan Wajahnya
Elisa Melihat Erlan Lalu Tersenyum
Selesai Makan
"Kenapa Anda Tidak Mengatakan Pada Saya Yang Mulia" Tanya Elisa
"Mengenai Apa?"
"Perselingkuhan Yang Terjadi Istana Saya?"
Erlan Melihat Elisa "Entahlah, Aku Ingin Kau Melihatnya Sendiri, Bukankah Kau Yang Memilih Mereka?"
"Anda Benar Juga" Senyum
"Sebenarnya Aku Ingin Bertindak Saat Aku Melihat Salah Satu Dari Mereka Berpelukan Malam Itu Tapi, Mengingat Kau Menyukainya Aku Menahan Semua Amarah Ku Elisa" Jelas Erlan
Elisa Tersenyum "Terima Kasih Yang Mulia"
Erlan Terkejut, Erlan Menunduk
"Ada Apa Yang Mulia?" Tanya Elisa
"Permisi Yang Mulia, Putra Dari Duke Basira, Elvis Basira Sudah Datang" Ujar Penjaga
Erlan Berdiri "Ayo Elisa, Kita Temui Calon Sekertaris Mu"
Elisa Melihat Erlan "Ya?" Kaget Juga Bingung
Erlan Keluar, Elisa Mengikutinya Dari Belakang
Koridor
"Saya Memberi Salam Pada Yang Mulia Pemilik Kerajaan, Raja Erlan Varuna Adaraln Dan Bintang Kerajaan Adarlan Yang Mulia Putri Mahkota Elisa Aera Varuna Adarlan" Salam Elvis Dan Hamzah Imladris, Calon Sekertaris Dan Pengawal Pribadi Elisa
Elisa Melihat Erlan, Erlan Melisa Elisa
"Perkenalkan Nama Saya, Elvis Basira, Putra Kedua Duke Basira. Saya Akan Menjadi Sekertaris Yang Mulia Putri Mahkota Sampai Anda Menjadi Ratu, Dan Saya Ber..."
"Tunggu" Potong Elisa
Semua Melihat Elisa, Elisa Melihat Erlan
"Ada Apa Putri?" Tanya Erlan
Elisa Melihat Elvis Dan Hamzah "Maaf, Bisakah Kalian Kembali Nanti"
"Putri Mahkota!!" Tegur Erlan
"Baik, Kami Permisi" Jawab Elvis Dan Hamzah
Erlan Menatap Elisa "Apa Yang Kau Lakukan?"
"Seharusnya Saya Bertanya Seperti Itu Pada Anda Yang Mulia, Apa Yang Anda Lakukan?"
"Apa Yang Ku Lakukan? Memilihkan Mu Seorang Sekertaris Bukan Sebuah Kesalahan?"
"Memang Bukan Kesalahan, Tapi Apakah Anda Menanyakan Pendapat Saya? Apa Saya Mau Atau Tidak? Saya Memerlukan Nya Atau Tidak?"
"Itu Tidak Perlu Di Pertanyakan Lagi Elisa"
"Ha?" Elisa Tercengang Dan Kecewa
Archen Dan Sedan Menyuruh Semua Orang Yang Ada Disana Pergi, Mereka Juga Pergi Meninggalkan Ayah Dan Anak Yang Sedang Berdebat
"Elisa, Kau Seorang Putri Mahkota Dan Sebentar Lagi Kau Akan Menjadi Ratu" Jelas Erlan
"Saya Tau Itu Yang Mulia, Tapi Posisi Ratu Itu Masih Sangat Lama Bukan? Dan Saat Ini Saya Belum Memerlukan Sekertaris"
"Kenapa? Apa Kau Masih Berharap Pada Mantan Suami Mu Itu?"
Elisa Tersentak
"Mereka Tidak Akan Di Terima Lagi Di Istana Ini Dengan Alasan Apapun Elisa, Aku Sudah Mengatakan Pada Mu Bukan, Jika Bukan Karena Kau Menyukai Mereka, Dari Dulu Mereka Sudah Tidak Ada Di Dunia Ini" Jelas Erlan
"Tapi Yang Mulia, Saya Sudah Menjanjikan Pekerjaan Pada Mereka, Dan Mereka Yang Tau Mengenai Pekerjaan Di Istana Saya" Jawab Elisa
"Kau Tidak Perlu Khawatir, Mereka Sudah.."
"Yang Mulia.." Elisa Memegang Lengan Erlan Dengan Kuat "Wanita Itu Sedang Hamil Yang Mulia"
"Lalu Kenapa Jika Wanitanya Sedang Hamil?"
"Yang Mulia?!!" Elisa Menatap Erlan
"Ada Apa?" Tanya Erlan Bingung
"Apa Anda, Membunuh..."
Tak...
"Ahk!!" Elisa Mundur Sambil Memegang Dahinya Yang Di Sentil Erlan
"Apa Aku Terlihat Seperti Pembunuh Di Mata Mu Putri?" Tanya Erlan
Elisa Melirik Erlan "Apa Anda Tidak Pernah Bercermin?"
"Apa!!" Aura Merah Erlan Keluar
Elisa Terkejut Dan Langsung Berbalik Lari
"ELISA!!! AWAS KAU YA!!" Teriak Erlan
"Hahahah" Tawa Elisa Sambil Berlari Menjauh Dari Erlan
Erlan Yang Mendengar Tawa Elisa, Ia Pun Ikut Tertawa
....
Erlan Menyuruh Archen (Penyihir Tingkat Atas) Menghilangkan Ingatan Viktor Dan Ethan Mengenai Pekerjaan Apapun Yang Mereka Lakukan Saat Di Istana Aera
...
Satu Bulan Kemudian
Elvis Sudah Mulai Bekerja Selama Seminggu Bersama Elisa, Tak Sekalipun Mereka Berbicara Jika Bukan Urusan Pekerjaan
Begitu Pun Dengan Hamzah, Hanya Diam Di Belakang Elisa
Elisa Yang Juga Tidak Perduli Dan Tidak Ingin Perduli Itu Hanya Diam Dan Fokus Pada Pekerjaannya Dan Latihannya
3 Hari Kemudian
Elisa Baru Kembali Dari Rapat Besar Bersama Para Bangsawan
"Huftt..Sungguh Melelahkan" Elisa Menyandarkan Tubuhnya Di Sofa Yang Berada Di Ruang Kerjanya
Elvis Mengambil Air Untuk Elisa "Yang Mulia" Memberikan Air Pada Elisa
Elisa Membuka Matanya "Terima Kasih Elvis" Mengambil Air Yang Di Berikan Elvis
"Sudah Menjadi Pekerjaan Saya Yang Mulia" Jawab Elvis
Elisa Meletakan Gelasnya "Aku Ingin Istirahat Sebentar, Kau Keluarlah"
"Baik Yang Mulia" Elvis Berbalik Pergi Tak Lupa Ia Membungkuk
Elisa Menyandarkan Dirinya Sambil Melirik Elvis "Namanya Hampir Sama Dengan Ku, Juga Ayah!! Apa Orang Tuanya Penggemar Nama Kami Ya?" Memejamkan Matanya
Awalnya Elisa Risih Dengan Sekertaris Dan Pengawal Pribadinya Itu, Karena Aura Yang Mereka Keluarkan Sangat Tidak Bersahabat
Elvis Yang Mengeluarkan Aura Tidak Suka, Takut, Khawatir Juga Berhati-hati Saat Awal Bertemu Sampai Bekerja Dengan Elisa Sekarang, Hanya Satu Aura Yang Perlahan-lahan Memudar Yaitu Aura Berwarna Merah (Tidak Suka/Benci)
Sedangkan Hamzah, Semua Aura Tidak Mengenakkan Ada Padanya Kecuali Aura Berwarna Hitam (Merencanakan Hal Jahat)
...
Elisa Bangun , Novi Masuk
"Maaf Yang Mulia, Belum Juga Ada Kabar Dari Baron Thorne Dan Baron Regulus" Ujar Novi
"Baiklah, Biarkan Saja" Jawab Elisa
"Baik" Novi Menunduk Lalu Pergi
"Apa Yang Sebenarnya Yang Terjadi Pada Mereka Berdua? Kenapa Mereka Belum Juga Kembali? Apa Urusan Mereka Belum Juga Selesai? Atau Jangan-jangan...." Elisa Berdiri Dan Pergi Ke Ruang Di Sebelahnya
Elisa Membuka Pintu Ruang Kerja Erlan Dengan Keras Membuat Semua Orang Terkejut
"YANG MULIA" Panggil Elisa Keras
Erlan Mengerutkan Keningnya "Di Mana Sopan Santun Mu Putri Mahkota?"
Elisa Berdiri Di Depan Erlan Sambil Menatap Erlan Dengan Tajam
Archen Dan Sedan Dengan Cepat Keluar, Tak Lupa Mereka Membawa Hamzah