NovelToon NovelToon
Menghempas Suami Pengkhianat

Menghempas Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Cintapertama
Popularitas:324.6k
Nilai: 5
Nama Author: INNA PUTU

Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.

" Aku akan menikahi Anita ma.."

" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."

" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."

Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.

Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.

Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.

Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

" Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan yang ku minta? "

Pria berjas hitam menghela nafas berat sejenak. Dan memberikan sebuah map coklat kepada Ana yang sudah terlihat tak sabar untuk membuka dan melihat isi di dalam map itu.

" Kau lihatlah sendiri. "

Pria berjas hitam itu memilih duduk di depan Ana.

Dengan Ana yang langsung membuka map coklat itu. Dan bergegas melihat isi di dalamnya.

Sampai kedua mata Ana yang di awal terlihat biasa , tiba - tiba saja berubah melotot parah. Ketika ia tak sengaja melihat secara langsung. Beberapa lembaran foto yang menunjukan kedekatan yang terjadi antara Anita dan Brian lagi.

" Ini.... "

" Ya.. wanita itu hadir lagi di kehidupan Brian. Dan lebih parahnya lagi , kau tahu.."

Pria berjas hitam yang bernama Rowan menghentikan sejenak ucapannya dan menatap Ana dengan sangat serius.

" A..apa!? " sebuah tegukan ludah berat tak sengaja Ana lakukan.

Firasatnya mengatakan telah terjadi hal buruk yang mungkin saja telah Inara ketahui lebih dahulu daripada dirinya. Hingga menyebabkan keponakan tersayangnya itu berinisiatif untuk menceraikan Brian terlebih dahulu. Padahal Ana tahu betul, jika Inara sangatlah mencintai pria itu lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

" Dari informasi yang ku dapatkan. Saat ini wanita itu sedang dalam kondisi hamil."

" APA!? " teriak Ana kencang.

Dengan kondisi hati yang mendadak panas. Seolah ingin meluncurkan seribu rudal ke sebuah kota untuk melampiaskan kemarahan yang kini sedang memuncak.

" Bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu? Suara mu benar - benar telah berhasil membuat telingaku sakit."

" Ma.. Maafkan aku. Aku cukup terkejut mendengar berita yang kau sampaikan itu."

" Sudahlah. Lagi pula kebiasaan mu itu memang tak pernah bisa hilang dari dulu."

Ana menyengir kuda.

Bagaimana pun Rowan dan Ana sudah tumbuh dari kecil bersama.

Jadi mustahil jika tak ada yang tak di ketahui oleh pria berwajah tegas itu dari Ana.

" Pantas saja Inara ingin segera bercerai dari Brian. Ternyata pria brengsek itu sudah berani melakukan pengkhianatan di belakang Inara."

" Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

" Apa kau akan memberikan sedikit pelajaran pada pria brengsek itu? "

" Jika iya. Maka aku akan siap membantumu."

" Tidak. Saat ini aku belum mau melakukan apa pun padanya."

" Kau serius? " Rowan menyesap teh hangat yang telah tersaji di hadapannya. Dan memandang wajah Ana yang tampak selalu cantik sedari dulu untuk ia pandang.

" Ya.. Kau tahu bukan jika Inara sangat mencintai pria itu? " secara perlahan Ana ikut menyesap teh yang ia pesan dari pelayan. Guna meredakan emosi jiwa yang tiba - tiba meluap karena ulah bejat suami dari keponakannya.

" Aku tak ingin membuat Inara marah karena aku turun tangan menyakiti pria itu. Selain itu, kali ini aku ingin melihat bagaimana Inara bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sepertinya itu akan menjadi sebuah hal menarik untuk kita tonton."

" Kau itu... Masih saja suka melakukan hal aneh - aneh ." Rowan terkekeh kecil. Dan kembali menyeruput teh yang ada di tangannya.

Sampai pria itu berkata lagi " Oh ya.. hampir saja kau lupa. Hari ini kau diminta pergi ke hotel Berlin."

Kening Ana berkerut dalam. Dengan gerakan tangan terhenti di udara sejenak. Dan meletakan cangkir teh itu di atas meja dengan menampilkan raut wajah sedikit memberengut kesal.

" Hotel Berlin? Jangan bilang kalau aku di suruh untuk menemui salah satu pria bodoh lagi untuku ajak kencan."

" Hey... Jangan berkata seperti itu. Bagaimana pun ini adalah salah satu usaha terbaik yang di lakukan oleh penatua kepadamu. Memangnya sampai kapan kau mau melajang seperti ini hah!? Apa kau mau menjadi perawan tua? "

" Aku tak pernah berniat untuk menjadi perawan tua. Aku hanya sedang menunggu mu untuk segera melamarku."

Brusshh.

Teh yang di seruput Rowan tak sengaja tersembur keluar kembali.

Melamar Ana?

Mana mungkin Rowan melakukan hal itu.

Mengingat status mereka yang bagai bumi dan langit.

Bahkan di alam mimpi pun Rowan tak berani menikahi wanita yang berasal dari kalangan atas itu.

" Maaf.. Aku tak sengaja."

" Tidak apa - apa. Ini bukan kali pertama, kau menyemburkan minuman di depanku."

" Berhentilah melakukan candaan seperti itu. Ini benar - benar sangat tak lucu. Bagaimana kalau ada orang lain yang tak sengaja mendengarnya. Bisa - bisa akan ada gosip baru tentangmu nanti."

" Candaan kau bilang? Apa menurutmu saat ini aku sedang bercanda? " Ana menopang dagu dan menatap Rowan dengan sangat serius.

Hingga membuat Rowan menjadi gugup dengan jantung berdebar parah di dalam sana.

Namun kegugupan itu dengan mudah Rowan tutupi dengan raut wajah tegas dan dingin yang selalu ia pasang kemana pun ia pergi.

Hingga tak ada seorang pun yang mengetahui jika pria itu saat ini sebenarnya sedang di landa kegugupan. Termasuk Ana yang kini sedang duduk di hadapannya.

" Bercanda atau bukan. Yang jelas hal ini tidak akan memberikan keuntungan bagi kita berdua Ana. Jadi aku harap. Lain kali kau tidak akan melakukan hal seperti ini lagi. Kau harus ingat. Di setiap kebebasan langkahmu , ada nama besar keluarga Revelton tersisip di belakang namamu Ana. Dan kau harus menjaga itu."

1
Kinara Rahayu
sayang sekali udh nggak ada kelanjutan nih ceritanya...
Titien Prawiro
Arsen menikah dengan Inara biar Anita kejang2 iri.
Titien Prawiro
Jodohnya Inara Arsen
Titien Prawiro
Semoga Brian tak jadi nikah sama Anita, dan barang2 Anita disita orangtuanya Briand.
Titien Prawiro
Daniel kamu nanti juga dapat imbasnya dan kamu dipecat Daniel
Titien Prawiro
Briand kamu bangga Anita hamil bukan anakmu kamu akan menyesal bela2in anak orang lain.
Titien Prawiro
Gercep Inara buat Brian kepanasan kamu kasih surat cerai. terus cuekin saja.
Titien Prawiro
Jgn diberi posisi dikantor
Titien Prawiro
Kalau Brian menikahi Anita, lebih baik asetnya tarik kembali dan jgn diberi posisi yg bagus buatnya, biar jadi gembel bersama Anita.
jueriyah juer13
selanjutnya
Abinawa Akunbaru89
lha habis
Rosita Tumbelaka
Cerai .. ayoo Kakek katakan...CERAI
Rosita Tumbelaka
Akan lebih baik Ana dgn Rowan krn besar bersama sejak kecil
Rosita Tumbelaka
Waaw...luar biasa Inara yg pasrah punya suami abal2
yaa tunggu ajaa balasan nya
Lies Atikah
hayo gas keun ah semoga kedok si Anita segeta kebuka kebusuk kan nya
Lies Atikah
semoga jodoh Innara lagi otw
Lies Atikah
si anita menang banyak nih dapat si brian ples cinta nya bisa hamil lagi dimanjakan tanpa masalah selamat yah tetap lah jadi wanita jahat yapi bahagia yang takan ada karma untuk perbuatan mu 👍
Lies Atikah
lelaki gaje egois berengsek semoga karma nya menyesal dan hancur
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Heni Setiyaningsih
kpn up lg Thor,udah lama ini nunggunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!