Anne seorang single mom yang berjuang membesarkan putranya semata wayang. Dan ia bertemu kembali dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya dahulu yaitu Byan. Awalnya mereka bersahabat tapi lama kelamaan timbul rasa suka. Tetapi keduanya terpisah karena ada salah paham. Tahun tahun berganti mereka di pertemukan lagi dan memulai kisah yang baru. Melanjutkan cinta yang sempat tertuda sekian lama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shusia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11# Tunggu Aku Kembali
Sampai pukul 3 pagi mata Anne masih saja sulit terpejam, suara mama Byan selalu teriang di kepalanya. Akhirnya ia memutuskan untuk bangun dan sholat malam.
Ia berdoa meminta petujuk agar tak salah langkah.
Setelah itu ia menyiapakan keperluan Abby yang akan di bawa untuk mengantar Byan.Pukul 04.00 pagi mobil Byan sudah terparkir di halaman rumahnya. Dengan sigap ia membuka pintu rumahnya.
"Loh Abby mana?,tanya Byan.
"Abby masih tidur", kasihan kalau mau di bangunin.
" Ya sudah itu tasnya di masukin ke mobil, biar Abby aku yang gendong."
Dari dalam mobil mama dan papa Byan melihat pemandangan indah itu lalu keduanya betatapan.
" Andai ya pa mereka bisa bersama", ucap mama.
"Iya ma, pasti rumah kita bakal ramai karena ada tawa riang anak kecil."
"Semoga mereka bisa kaya dulu lagi, berteman bersahabat syukur syukur bisa menjadi pasangan", ujar mama.
" Kita doakan yang terbaik buat mereka ma, semoga Allah mengabulkan doa kita."
"Ammin."
" Assalamuallaikum om tante", sapa Anne ketika sampai di mobil.
"Waalaikumsalam sini Ne duduk samping tante", ujarnya.
Perjalanan di mulai Anne, Abby dan mama Byan ada di bangku belakang sedangkan Byan dan papanya ada di tengah.
Anne yang dari semalam tidak tidur mencoba memejamkan matanya. Begitu pula Byan dan kedua orang tuanya.
Mereka menempuh perjalanan kurang lebih selama dua jam. Tepat pukul 06.00 mereka tiba di area bandara. Sebelum mengantar Byan kedalam mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.
Selesai sarapan mereka duduk sambil menunggu waktu buat berangkat. Byan tampak gelisah dan ia binggung dengan perasaannya.
Tak terasa kini waktunya Byan harus pergi. Wajahnya tampak lesu, seperti ada beban berat yang ia pikul. Ia berpamitan kepada kedua orang tuanya, berpelukan lama dan sama sama menitikan air mata.
" Pa ma, aku berangkat dulu ya ,jaga kesehatan sebisa mungkin kalau ada waktu aku kasih kabar buat mama sama papa."
" Hati hati sayang, kamu disana baik baik ya jaga kesehatan. Jangan khawatirin papa sama mama."
"Anne aku titip papa sama mama ya, sering sering main ke rumah biar mama sama papa ada teman ngobrol."
"Aku usahain hati hati ya By."
" Jagoannya om, jangan nakal ya. Nurut sama mama, nanti kalau om pulang kita main lagi."
"Oke om, dada om hati hati."
Sebelum berangkat Byan memberikan kotak kecil kepada Anne yang isinya entah apa. Sambil membisikan kata kata yang membuat mata Anne berkaca kaca.
" Tunggu aku kembali ya Ne."
"Iya, sampai ketemu lagi."
Akhirnya air mata Anne kini benar benar tumpah.Untuk kesekian kalinya ia terluka gara gara sahabatnya yang beberapa tahun lalu sempat membuatnya jatuh cinta. Walaupun cinta itu tak pernah terbalas.
Sepanjang perjalanam pulang Anne lebih banyak diam, suara riuh tawa Abby yang sedang bercanda tak membuatnya ikut tersenyum. Kepalanya hanya memikirkan ucapan Byan yang memintanya untuk menunggu sampai ia kembali.
" Dulu aku pernah menunggumu By, sampai aku lelah, tapi kamu tak pernah kembali. Karena ada orang lain yang ada di hatimu. Mungkin itu juga salahku yang tak pernah berkata jujur kepadamu soal perasaanku yang sebenarnya."
" Kamu kenapa Ne?, tanya mama Byan yang seketika membuyarkan lamunanya.
" Ga papa kok tante", hanya kepikiran kerjaan kok.
" Ne, kamu langsung pulang apa mau mampir ke rumah sebentar?"
" Langsung pulang saja tante, kasihan Abby kalau kecapekan."
Mama Byan hanya tersenyum, ia paham apa yang sedang di rasakan Anne. Karena baru saja ketemu sahabat lamanya yang terpisah karena ada masalah, sekarang baru bertemu sebentar sudah berpisah lagi.
Entah mengapa Anne merasa perjalanan pulang terasa lebih lama. Ia ingin cepat sampai rumah dan menumpahkan semua rasa yang campur aduk di dalam hatinya.
Setibanya di rumah, ia menidurkan Abby di kamarnya lalu ia keluar mencari tempat yang enak untuk menangis. Ya ia kini berada halaman samping ketika duduk air matanya mulai jatuh.
Ia tak lupa membawa kotak yang di berikan Byan untuknya. Pelan pelan ia buka kotak itu terdapat sebuah surat dan foto masa kecil mereka berdua yang sedang bergandengan.
Lalu ia membaca suratnya, hatinya berdebar kencang ketika ia membuka surat itu.
"Anne, mungkin ini begitu konyol tapi pertemuan singkat kita kemarin membuatku jadi gila. Perasaan yang bertahun tahun lalu pernah pupus kini mulai bersemi lagi. Kalau boleh jujur sebelum aku kenal banyak perempuan di luar sana. Aku sudah menyimpan rasa ini untukmu. Tapi rasa itu aku simpan rapi di hatiku takut kalau kamu tahu membuat persahabatan kita berantakan.Ya selama itu aku mencoba menahannya dan dekat dengan perempuan lain ,bukannya persahabatan kita semakin baik tapi malah sebaliknya. Persahabatan kita berantakan dan bubar gara gara salah paham. Untuk itu , sekarang aku tak mau melakuakan kesalahan yang sama, Anne tunggu aku kembali."