NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Takdir

Reinkarnasi Dewi Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Iblis / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.

Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.

Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?

ikuti kisahnya dalam bab berikut ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ling Xi pun perlahan mulai bangkit dari duduknya, sambil menahan tubuhnya yang masih terasa lemah. Lian yang melihat pun langsung membantunya turun dari atas batu.

Barulah setelah itu, Ling Xi berjalan kembali ke arah pusat air kehidupan.

Ketika tubuhnya mulai tertutup oleh air kehidupan, air disekitarnya perlahan bergetar. Ling Xi yang melihat itu pun berbisik, "Kenapa... airnya... bergetar?"

Lian yang berada tak jauh dari sang putri pun mendengar bisikannya. Ia pun terpaku melihat keajaiban itu.

"Putri... itu bukan reaksi air biasa. Melainkan... itu reaksi ingatan roh."

"Ingatan... roh?" tanyanya dengan bingung.

Belum sempat ia bertanya lagi, tiba-tiba air kehidupan disekitarnya mengeluarkan cahaya yang lembut. Cahaya itu berputar menyelimuti tubuhnya, hingga suasana disekelilingnya perlahan berubah menjadi remang kebiruan. Butiran cahaya turun perlahan dari langit bagaikan salju yang turun.

Tak lama kemudian...

TRING...

Gelombang cahaya menyentuh dahinya dan seketika ia pun langsung menyentuh dadanya yang perlahan terasa hangat.

Ling Xi pun terdiam dengan napas tercekat.

"Ini... apa... yang terjadi...?" bisiknya gemetar.

Lian memandangnya dengan tatapan terkejut.

"Putri... sepertinya petir surgawi bukan hanya sebagai uji coba untuk menembus ke ranah selanjutnya, tetapi juga membuka segel ingatan yang selama ini terbuka secara perlahan."

"Segel... ingatan?"

"Ya. Selama ini, ingatanmu telah tersegel ketika waktu masih kecil. Dan kini, kekuatanmu telah meningkat ke tahap ranah ilahi dan itu membuat segelnya terbuka sepenuhnya. Karena, selama ini ingatan putri hanya muncul samar dan itu terbuka ketika pertama kali putri mengetahui adanya ruang dimensi di lambang bintang dan bulan sabit yang berada di pergelangan tanganmu."

Hatinya berdebar mendengar hal itu.

Jadi, apakah ini ada kaitannya dengan sosok yang ada dalam penglihatannya yang berkata: "Aku adalah kamu... kamu adalah aku..."

Ling Xi menelan napas.

"Lian... menurutmu... siapa yang menyegel ingatanku?"

Lian terdiam. Ia membuka mulutnya namun hanya gerakan bibirnya saja yang terlihat, tapi tidak ada suara.

Setelah beberapa detik, ia berkata lirih, "Saya... tidak bisa menjawabnya, putri. Sepertinya, itu merupakan salah satu larangan dalam kontrak roh yang terikat pada dirimu."

Ling Xi yang mendengar itu pun hanya bisa menghela napas panjang. Karena ia berpikir bisa mendapat jawaban dari Lian. Namun ternyata, tidak bisa. Akhirnya, ia pun mencoba menenangkan dirinya.

"Kalau begitu... biarkan aku melihatnya."

Ling Xi pun mulai duduk dengan tegap di pusaran air kehidupan. Mencoba menutup matanya dan membiarkan cahaya dari air kehidupan menyelimuti dirinya.

Dan detik berikutnya, dunia disekelilingnya lenyap, dan cahaya perlahan menelan pandangannya.

...flashback...

Angin sepoi-sepoi berhembus, membawa aroma bunga musim semi.

Suara tawa seorang anak perempuan terdengar nyaring. Tetapi, tak lama kemudian, tawa itu hilang dan berganti dengan kesedihan.

"Kenapa... semua orang gak percaya?" ucapnya sambil berjalan menuju pohon yang berada di area taman.

Setelah duduk, dengan wajah yang murung, ia kembali bergumam. "Padahal... aku bicara benar. Dan mereka bilang bahwa aku sedang berhalusinasi."

Tiba-tiba, terdengar suara.

"Karena mereka tidak bisa melihat apa yang kamu lihat."

"Siapa itu?!" serunya.

"Saya, Lian. Penjaga ruang dimensi bintang dan bulan sabit."

"Hah?" Ling Xi kecil terkejut dengan ucapan Lian.

"Apa maksudmu?" tanya Ling Xi kecil.

"Coba putri perhatikan pergelangan tangan kirimu. Di sana terdapat sebuah simbol bintang dan bulan sabit. Sekarang, putri sentuh tanda itu dan fokuskan pikiranmu untuk masuk."

"Baiklah."

Setelah itu, Ling Xi kecil menutup matanya dan memfokuskan pikirannya untuk masuk. Dan...

WUSHHH...

Dengan perlahan ia mengerjapkan matanya. Setelah terbuka sepenuhnya, matanya langsung membesar.

“D-di... mana ini...?”

Ia melihat kesekeliling, di mana yang awalnya ia lihat taman kerajaan, kini telah berganti dengan pemandangan air terjun yang memancarkan cahaya lembut dan di atas air terjun itu terdapat sebuah pelangi yang sangat indah.

Di dekat air terjun itu, ia melihat sebuah batu berwarna putih bersih dan pohon buah kecil dengan beberapa buah berwarna bening kehijauan. Selain itu, ia juga melihat sebuah rumah bergaya modern klasik.

Ling Xi kecil pun mengerjapkan matanya sekali lagi, untuk melihat apakah ini beneran nyata atau hanya ilusi. Setelah ia mengerjapkan matanya sekali lagi dan mencubit lengannya, ia merasakan sakit. Dan ternyata apa yang ia lihat benar-benar nyata.

Sedangkan Lian yang sedari tadi melihat tingkah Ling Xi kecil pun hanya terkekeh dan mulai mendekatinya.

“Selamat datang... Putri Ling Xi.”

Ling Xi yang merasa mendengar sesuatu pun segera berbalik, dan betapa terkejutnya ia, melihat sosok kecil bersinar biru-keputihan sedang menatapnya.

Ling Xi pun spontan memundurkan langkahnya dengan tubuh yang bergetar. Walau ia masih kecil, tapi jiwanya sosok jenderal militer, tetap saja ia merasa terkejut, apalagi ia baru melihat sosok yang seperti di depannya, dan rasanya jantungnya hampir terasa copot dari tempatnya.

Dengan napas yang tercekat, ia mulai berbicara kembali. “K-kamu... siapa? Dan... kenapa kamu tahu aku?”

Sosok cahaya itu tersenyum lembut.

“Nama saya Lian. Saya adalah roh penjaga yang ditugaskan oleh...”

Ia hendak menyebut sesuatu, tetapi seolah mulutnya terkunci. Bibirnya hanya terbuka tanpa adanya suara.

Ia menutup mata dan menarik napas panjang.

“Itu... masih belum bisa saya katakan. Kekuatan putri masih terlalu lemah untuk mengetahuinya.”

“J-jadi, suara yang aku dengar ketika berada di taman istana itu... kamu?” tanya Ling Xi kecil.

“Benar, putri. Maaf membuat putri terkejut. Saya hanya mengatakan kebenarannya.”

Akhirnya, Ling Xi kecil pun bisa menghembuskan napasnya lega, setelah mengetahui kebenarannya.

“Baiklah, tidak apa-apa. Tapi, Lian... ini dimana? Kenapa semuanya terlihat asing dan untuk rumah itu, aku tahu, itu rumah modern bergaya klasik. Sedangkan untuk yang lainnya aku baru melihat pertama kali,” ucapnya sambil melihat sekitar.

“Tentu saja, putri. Karena ini ruang dimensi milikmu. Dan putri bebas mau melakukan apapun. Bahkan putri bisa memasukkan makhluk hidup ke dalam ruang dimensi.”

“Benarkah? Jadi aku bisa memasukkan apapun yang aku mau?”

“Benar, putri. Putri juga bisa melatih kekuatan di sini. Energi Qi di sini tidak pernah terkuras habis. Jadi, putri bisa melakukan apapun yang putri mau.”

“Apa ada perbedaan waktunya dengan dunia luar?”

“Tentu saja putri, 1 hari di ruang dimensi, sama dengan dengan 1 jam di dunia luar.”

Putri Ling Xi pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tapi, ia merasa masih ada satu hal yang ingin di sampaikan.

“Lian... aku masih ada satu hal yang ingin aku tanyakan lagi.”

“Jika saya bisa menjawabnya, maka saya akan jawab putri,” jawab Lian.

“Sebenarnya... ruang dimensi ini... milik siapa? karena tidak mungkin jika aku yang menciptakannya.”

Lian menjawabnya dengan senyuman. “Benar sekali, putri. Ruang dimensi ini lahir bersamamu.”

“Hah...?” ia terkejut mendengar hal itu.

“Sejak Anda lahir ke dunia ini, kekuatan takdir telah memilihmu. Saya tahu, sebenarnya jiwa yang asli sudah meninggal. Dan kini jiwa orang dewasa dari dunia modern telah menggantikannya.”

“Bagaimana... kau tahu?”

“Aku tahu semuanya, putri. Tapi, sebagai penjaga ruang dimensi, aku memiliki batasan untuk tidak memberikan jawaban yang dilarang.”

“Baiklah, tidak apa-apa, Lian. Terima kasih sudah menjawab.” Jawabnya dengan sedikit rasa kecewa.

“Tapi, ada satu hal lagi, putri.”

“Apa itu?”

“Sebenarnya ruang dimensi ini baru terbuka ketika kekuatanmu mulai bereaksi.”

“Kekuatan? Apa... seperti ini?” tanyanya sambil mengeluarkan cahaya bintang di tangannya yang berputar pelan.

“Benar sekali, putri.”

Lian pun mendekat kembali, kemudian berlutut.

“Mulai hari ini... saya Lian, akan menjadi roh penjaga Putri Ling Xi. Saya akan melayani, melindungi dan membimbing putri hingga waktunya tiba.”

Ling Xi kecil terdiam. Tatapannya dipenuhi kebingungan, tetapi juga rasa hangat yang samar.

“...Lian, aku takut.”

“Tak perlu takut, putri. Ruang dimensi ini adalah rumahmu... dan saya adalah orang pertama yang akan mendampingi putri.”

Untuk pertama kalinya, Ling Xi tersenyum kecil, meski masih ragu.

“Lian... bisakah kamu mengajariku... tentang kekuatan ini?” pinta Ling Xi.

Lian menatapnya dengan lembut.

“Tentu, putri. Kita akan mulai dari dasar. Tapi ingat... kekuatanmu adalah kekuatan yang tidak dimiliki siapapun. Kecepatan perkembangan putri... bisa jadi akan membuat dunia ini terguncang.”

Ling Xi kecil hanya mengangguk polos.

“Sebelum mulai, saya ingin bertanya terlebih dahulu pada putri.”

“Apa itu?”

“Apa putri tahu tingkatan ranah kekuatan di dunia ini apa saja?”

“Tingkat dasar, tingkat pulsasi... eumm... yang lainnya..., aku tidak tahu,” jawabnya dengan ragu.

Lian mengangguk, “Baiklah, tidak apa-apa. Biar saya jelaskan dengan detail.”

Dengan merentangkan tangannya, Lian mengambil batu di sekitarnya untuk menjadi alas duduk dengan sekali kibasan.

Setelah mereka duduk, barulah ia mulai menjelaskan.

“Di dunia ini, ada 7 tingkatan ranah yang masing-masing memiliki sub level. Yang pertama, ada ranah dasar, kedua ranah pondasi, ketiga ranah pulsasi, keempat ranah jalur bintang, kelima ranah inti bintang, keenam ranah roh bulan, dan terakhir ranah ilahi takdir. Yang kesemuanya itu memiliki sub level yang sama yaitu, awal, menengah dan puncak.”

Lian terus menjelaskan bagian-bagian tingkatan ranah dengan begitu jelas, sehingga cepat mudah dipahami oleh Ling Xi.

......to be continued......

1 minggu mikirin alurnya, akhirnya selesai... semoga suka ya... jangan lupa, tinggalkan jejak like dan komen

1
Ita Xiaomi
Auto shock 😁
Ita Xiaomi
Lg digendong 😁
Alia Chans
🌹✍️👈😉
Mamah Nissa
wooow
🔵🌹 Widian🧕
permaisuri dan raja sudah setuju....jadi aman kau berteman dengan rubah dan membuat kontrak .
🔵🌹 Widian🧕
putri Lin xi akhirnya punya teman meskipun seekor rubah
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: done... aku kurang ngerti bola jadi pusing/Cry//Pray//Pray/
total 1 replies
Senja
😍 keren banget
SANG
Semangat, jangan kendor, pantang mundur👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu Thor👍💪
SANG
Like, iklan plus komentar👍💪
ANDANA
semangat kk
SANG
Lanjutkan aksimu👍💪
SANG
Lanjut👍💪
SANG
Semangat👍💪
SANG
Seri ceritanya👍👍....
SANG
Mampir Thor👍
SANG
Aku kasih like, beserta semangat.
SANG
Aku kasih suka, ya thor
Dewi Payang
Xue Yun Jun, daku kehilangan satu iblis ganteng nahhhhh🙈🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!