Equela Nadia leonard seorang gadis yang sangat cantik, kaya, dan bisa dikatakan sempurna dia memiliki segalanya, tetapi dia menyembuyikan nama keluarganya. karena iya memiliki alasan nya sendiri.
"jadi siapa sebenarnya kamu nad? jadi kamu mekiliki kakak? " cerocos zera sahabat nadia
seorang perempuan yang selalu tegar dan selalu menyembuyikan asal usulnya dari publik. akan kah dia bisa merahasiakan jati dirinya kepada sahabatnya?
yuk ikutin ceritanya sampai habis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EKA PUSPITASARI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman pertama
Jangan lupa dukung terus dengan cara comment, vote dan like. agar aku terus semangat up date nya.
happy reading 😊
Di mall
Saat berjalan dari base ment sampai ke lantai 1 nadia dan janis menjadi pusat perhatian para pengunjung. Mereka bingung dengan wanita yang ada di samping pengusaha muda tersebut pasalnya mereka tidak tau jika nadia adalah adik dari janis. Nadia dan janis menghiraukan mereka.
"kak aku mau ke toko sepatu" ajak nadia pada janis.
"baiklah" jawab janis yang menurut
Janis menunggu nadia di sebuah sofa yang ada di toko tersebut. Sedangkan nadia sedang memilih milih sepatu yang dia inginkan.
Janis memainkan handphone nya dan membuka aplikasi pengaturan untuk mengganti walpaper pada hand phone nya menjadi foto nadia yang sering dia ambil secara sembuyi sembuyi.
Janis merasa sedang seperti remaja yang di mabuk cinta, tapi janis selalu menepis hal itu.
"kak" panggil nadia yang membuyarkan lamunan janis
"ada apa nad? Kamu sudah selesai?" tanya janis
"bagusan warna merah atau warna biru" tanya nadia pada kakak nya. Janis bingung pasalnya dia tidak pernah memilih dalam berpakaian maupun sepatu.
"mbak tolong bungkus kedua sepatu yang dibawah adik saya" ujar jenis pada pelayan toko yang membuat nadia melotot
"kakak harus pilih salah satu. Bukan keduanya" protes nadia kepada sang kakak.
"kita beli keduanya ya nad. Kakak bingung jika harus memilih" ucap janis yang menenangkan nadia.
Setelah janis membayar belanjaan nadia. Mereka melanjutkan membeli beberapa barang barang lain di toko yang lain juga. Setelah hampir dua jam nadia dan janis memutari mall untuk berbelanja akhirnya nadia merasa capek juga. Lalu mereka memutuskan untuk makan siang di lestoran sea food.
"kamu mau makan apa nad" tanya janis.
"bentar kak aku masih milih" janis hanya tersenyum menanggapi jawaban dari nadia.
"tolong catat. Saya pesan cumi saus bawang dan lemon tea" ucap janis pada pelayan lestoran.
"baik. Nona jadi pesan apa?" tanya pelayan pada nadia
"ehmmm aku kakap filet lada hitam dan minumnya sama kaya kakak aku, lemon tea" ujar nadia
Pelayan tersebut kembali menulis pesanan mereka dan pergi untuk memberikan pesanan nadia pada koki. Setelah pelayan pergi nadia mulai bertanya tanya kepada kakak nya karena nadia ingin tau bagaimana kehidupan sang kakak pada saat keluar dari masion dulu. Sampai ada satu pertanyaan nadia yang menanyakan tentang asisten pribadi janis.
"kakak nggak punya asisten pribadi?" tanya nadia.
"ada sedang kakak tugaskan ke swiss selama satu bulan untuk mengawasi anak cabang perusahaan disana, dia akan kembali saat perayaan parusahaan kita" jelas janis
Kemudian mereka melanjutkan makan karena makanan yang mereka pesan sudah datang. Setelah mereka selesai makan janis dan nadia masih terus jalan jalan sampai akhirnya nadia lelah dan ingin pulang. Mereka berjalan ke base ment mobil dan secara tidak sengaja janis bertemu dengan reza partner bisnisnya.
"hey bro lama nggak ketemu lo udah dapat cewek baru" ujar reza
"apaan sih ini adek gw" jawab janis singkat.
"kak aku tungguin di mobil ya" ucap nadia yang mengetahui jika mungkin mereka butuh privasi.
"jadi dia anak angkat di keluarga lo? Lumayan juga. Pantes aja lo suka sama adek lo sendiri" ujar reza yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari janis.
"diem lo." ancam janis.
"tenang bro gw bukan pedofil kaya lo, oh iya gw cabut dulu ditungguin soalnya. Nanti sore datanglah ke masion, gw punya banyak service buat lo." ujar reza lalu meninggal janis.
Janis pun masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mobilnya. Janis melihat nadia yang kesusahan memasang sabuk pengaman janis pun membantunya.
Saat sudah memasangkan sabuk pengaman adiknya, janis dan nadia baru menyadari jika jarak wajah mereka sangat dekat. Membuat mata janis menatap mata nadia langsung. Seperti terhipnotis janis mendekatkan wajahnya pada nadia. Akhirnya janis menempelkan bibirnya ke bibir nadia. Kemudian dia **********. Nadia yang kebingungan hanya bisa mematung, tapi lama kelamaan nadia hanyut dalam ciuman tersebut dan ikut membalas ciuman janis dan melingkarkan tangan nya pada leher janis.
Setelah hampir dua menit mereka berciuman akhirnya janis melepaskan nadia. Karena dia tau nadia sudah kehabisan nafas. Seolah olah kembali ke dunia nyata janis sadar jika dia sudak melakukan kesalahan.
"maafkan kakak nad" ujar janis kemudian melajukan mobilnya pulang.
Dalam perjalanan nadia hanya menatap ke arah luar jendela. Sesampainya di masion nadia langsung berlari menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam. Janis mencoba mengetuk kamar nadia tapi tidak ada respon dari nadia.
Karena merasa lelah sebab mengajak nadia belanja di mall janis memutuskan untuk istirahat di kamarnya. Saat janis sudah mulai memejamkan mata tiba tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa" tanya janis dengan nada yang malas
"maaf tuan mengganggu, di bawa ada teman nona nadia, namanya niko dia ingin bertemu dengan nona. Tetapi saat saya mengetuk pintu nona dia tidak membukakan pintu" jelas pelayan
"bilang kepada niko jika nadia sedang istirahat. Besok mereka bisa bertemu di sekolah" ujar janis. Pelayan tersebut pergi. Janis tau nadia tidak membuka pintu karena dia sedang menghindari nya. Janis pun melanjutkan tidurnya.
Sore hari janis sudah rapi dan akan segera berangkat menuju rumah reza. Tapi janis menyempatkan diri untuk melihat keadaan sang adik, janis mencoba membuka pintu kamar sang adik tapi tetap terkunci. Janis mengetuk pintu kamar sang adik dan bicara bahwa dia akan pergi ke rumah teman nya.
"nad maafin kakak ya. Aku tau kamu malu. Kakak akan ke rumah teman kakak. Nanti malam kamu makan sendiri ya jangan tunggu kakak. Karena mungkin aku pulangnya terlambat" ucap janis di depan pintu kamar nadia. Setelah mengatakan itu janis melangkah pergi untuk menemui reza.
Di dalam kamar nadia sangat lega akhirnya sang kakak pergi juga. Nadia malu berhadapan dengan kakak nya. Tapi sekarang dia tidak perlu lagi bersembunyi agar tidak bertemu sang kakak.
Nadia membuka hand phone dan menemuka banyak pesan dari niko.
Niko : "nad tadi pulang sekolah aku ke rumah kamu, tapi kata pelayan kamu sedang istirahat"
Niko : "besok aku jemput kamu. Kita ke sekolah bareng"
Niko : "jika kamu udah bangun cepat balas ya."
Nadia : "aku tunggu jemputan kamu besok niko"
Nadia membalas pesan niko lalu dia pergi untuk berendam di bathtub. Selama hampir satu jam nadia berendam dia akhirnya keluar dari kamar mandi dan segera bersiap untuk makan malam. Nadia makan malam sendiri, tapi nadia sudah terbiasa. Selesai makan malam nadia kembali ke kamarnya untuk belajar. Setelah belajar nadia memutuskan untuk tidur. Padahal hari belum terlalu malam masih menunjukan pukul depalan.
Masion reza
Di ruang tamu terdapat dua orang laki laki yang sedang dikelilingi oleh beberapa perempuan dia adalah janis dan reza. Mereka berdua sudah mabuk tapi janis masih berpakaian lengkap. Berbeda dengan reza yang hanya mengenakan kolor yang sudah agak melorot dan diatasnya terdapat perempuan yang sedang menaik turunkan badan nya untuk memuaskan reza.
Janis menerima minuman yang diberikan perempuan di samping nya. Janis meminumnya dan tiba tiba tubuhnya merasa panas dan ingin segera di puaskan. Perempuan yang memberi minuman kepada janis tadi langsung duduk di pangkuan janis.
Kemudian mereka berciuman dengan sangat hot.
"ahhh... " desah perempuan itu yang langsung menyadarkan janis.
Janis langsung berdiri dan pergi meninggalkan teman serta para pel*c*r itu dengan menahan sesuatu yang mungkin sudah tidak kuat lagi untuk di tahan. Janis mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan.
Sesampainya di masion dia langsung mencari sesuatu di ruang kerjanya. Setelah menemukan nya janis langsung berlari menaiki anak tangga dan sesampainya di depan pintu dia mencoba membuka dan akhirnya dia berhasil. Dia melihat sang adik yang tertidur meringkuk di atas kasur. Ya janis membawa kunci cadangan milik nadia. Janis berjalan perlahan ke arah sang adik.
"maafkan kakak. Kakak sjdah tidak bisa menahan nya lagi" batin janis.