Ayumi mengganti namanya setelah berpindah ke London mengikuti keluarga angkatnya. Lea Wilson melanjutkan hidupnya yang berantakan di Jepang. Setelah lima tahun berlalu, tanpa disangka Lea bertemu lagi dengan orang yang membuat hidupnya berantakan di masa lalu. Memang masih ada ingatan yang tersisa, seharusnya sekarang baik - baik saja namun ada rahasia tak terduga diantara mereka. Amora, rahasia yang ingin Lea sembunyikan dari Rui Nakajima.
Bagaimanakah reaksi Rui mengetahui Mora? Akankah Rui menerima Mora sebagai anak yang empat tahun lalu lahir tanpa sepengatahuannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMORA #11
“Maaf Mr. Nakajima, mungkinkah ada tempat yang ingin anda kunjungi di London? Saya akan menemani anda kesana.. apakah kita hanya pergi berdua? Mr. Shiragawa tidak bergabung dengan tour kali ini?” Tanya Lea karena tidak melihat si asisten yang tampaknya siap siaga menemani Rui kemanapun.
“Tidak. Aku menyuruhnya untuk beristirahat di hotel hari ini, karena hari ini aku hanya ingin berduaan denganmu..” Jawab Rui tegas.
Lea mencengkeram tali tas tangannya dengan kuat. Berusahan keras mengendalikan dirinya dari serangan Rui.
“Apa ada tempat yang ingin anda kunjungi?” Tanya Lea lagi dengan penuh sopan dan nada suara yang lembut.
“Aku akan ikut kemanapun kamu membawaku, mau itu ke neraka sekalipun aku pasti akan ikut..”
Dahi Lea mengkerut. Pertahanan Lea runtuh. Saat ini juga jika bisa, Lea ingin menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan Rui. Dia mengaku kalah. Lea kira dia bisa membenci Rui namun nyatanya tidak. Lea masih mencintai Rui.
“Saya sudah menyusun rencana untuk hari ini, jika anda berkenan saya akan memandu anda keliling London..” Lea menetralkan suaranya. Seberapapun Lea ingin, dia harus sadar jika Rui sudah memiliki istri dan Lea tidak mungkin menghancurkan rumah tangga orang lain.
Jika harus berterus terang tentang Mora, Lea juga takut. Lea takut jika Rui tak akan percaya. Lea takut jika Rui tahu dan mau menerima Mora, dia akan dipisahkan dengan Mora. Lea sangat tidak mau. Mora adalah anaknya, Lea yang telah memilih melahirkannya. Rui tak berhak tahu apapun karena Lea hamil setelah Rui meninggalkannya. Lea menarik nafas dalam – dalam kemudian menata kembali hatinya yang sempat berantakan.
Rui mengangguk.
“Mari silahkan, saya membawa mobil.. atau anda ingin menggunakan fasilitas dari hotel? Jika iya saya akan mengurusnya segera..”
“Tidak.. aku ingin melakukan tour ini dengan santai dan hanya denganmu..”
Lea membalasnya dengan senyum. Tetap teguh seperti batu karang.
Ketika tiba diparkiran, Lea membimbing Rui ke arah mobilnya. Setelah Rui masuk, Lea berlari kecil mengitari mobil kemudian ikut masuk ke dalam. Setelah menngunakan sabuk pengeman, Lea melirik Rui sekilas. Sejak kapan jarak mereka semakin dekat begini. Lea terus berusaha menjadi waras.
“Anda yakin tidak perlu mengecek daftar yang sudah saya susun Mr. Nakajima?”
Rui menggeleng dengan kepala yang bersandar di kursi penumpang, matanya terpejam. Rui sendiri sedang menjaga kontrol dirinya. Hampir saja dia menerkam Lea saat di lobi tadi. Melihat Lea membuat gairahnya memuncak. Namun Rui tak ingin ceroboh. Dia sadar akan kesalahan yang dia buat lima tahun lalu. Jika dia
bergerak dengan tiba – tiba, Lea pasti akan menghindarinya. Dari pertemua pertama mereka saja Rui sudah bisa mnyimpulkan jika Lea membencinya. Lea terus berusaha mendorongnya pergi. Melihat kerapuhan di mata Lea, Rui yakin jika dia meninggalkan luka yang mendalam bagi Lea. Banyak yang ingin Rui tanyakan pada Lea. Cara mendesak pasti tidak berhasil, maka dari itu Rui akan memnafaatkan hari ini untuk kembali dekat dengan Lea, meminta maaf dan berusaha mendekati Lea lagi.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berani bersuara, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing – masing. Lea fokus menyetir dan Rui yang diam bersandar dengan mata tertutup. Entah tidur atau memang sengaja menghindari Lea. Lea terus melirik ke arah Rui. Takut memulai percakapan, akhirnya Lea memilih untuk diam hingga mereka sampai ke tujuan pertama Trafalgar Square.
Bersambung...