NovelToon NovelToon
Please! Mr. Mafia

Please! Mr. Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia / Anak Genius
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: AIPARIDAH JAISAH

Catarina hamil.

Kenyataan itu adalah mimpi terburuk dari banyaknya mimpi buruk yang terjadi dalam hidupnya, Dan mimpi paling buruk dari yang terburuk adalah.. Ia mengandung benih majikannya sendiri! Sosok Leonard.

Leonard adalah sosok iblis yang bersembunyi dibalik kedok seorang 'pengusaha sukses' Bagaimana tidak? dibalik topeng menawannya, ia menyimpan sisi gelap yang mengerikan. Sementara Catarina terlalu polos dan naif untuk mengartikan siapa Leonard yang sesungguhnya.

Hingga satu kejadian terjadi, kejadian fatal dimana Leonard membuat Catarina menyerah dan memilih pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AIPARIDAH JAISAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

L-11 TIDUR NYENYAK

Siang yang tadi nampak riang menyambut genangan senandung cahaya, dan sore yang nampak membias kini tengah berganti menjadi malam yang gelap gulita dengan bulan sebagai cahayanya.

Sementara di suatu belah dunia terdapat seorang wanita yang tengah bersembunyi di balik dinding sembari memilin dress terusan yang dipakainya.

Gadis itu–Catarina, meneguk ludah sembari mengintip pada ruang kerja Leonard yang tengah diisi oleh pria itu, Leonard tengah fokus pada laptop yang berada dihadapannya sembari memakai kacamata kerjanya.

Suara ketikan dan Leonard yang tengah menelpon dengan seseorang terdengar sayup-sayup, Catarina menggigit bibir takut, datangi tidak yaa?

Otaknya berkata datangi sementara hatinya berkata jangan, Catarina bimbang, tapi ia butuh pada pertolongan tuan muda Hunter itu.

Akhirnya, setelah perang batin. Catarina memilih untuk melangkah maju, dengan pelan ia mengetuk pintu kerja Leonard yang sebenarnya tak tertutup.

Mendengar suara pintu yang diketuk pelan, Leonard menoleh, wajah tegasnya langsung menyoroti wajah canggung Catarina yang diam-diam meneguk ludah.

"Kenapa?" tanya Leonard yang dibalas senyuman lebar Catarina.

"Butuh sesuatu?" tanya lagi Leonard dibalas anggukan Catarina, Leonard mendengus kemudian menurunkan sedikit kacamatanya.

"Kemari," titahnya kemudian menepuk pahanya sendiri, namun Catarina hanya diam mematung.

Leonard mendengus, "Kau tuli? jika butuh sesuatu, duduk disini."

Leonard menepuk pahanya lagi, hingga mau tak mau yang sebenarnya Catarina mau hanya malu, Catarina akhirnya duduk dipaha keras itu.

Keras sih, tapi nyaman. Batinnya.

Tangan kiri Leonard langsung bersarang di pinggang Catarina, sementara tangan satunya lagi sibuk memainkan mouse.

Diam-diam Catarina curi-curi pandang pada Leonard yang tengah fokus pada pekerjaannya, Leonard terlihat sangat tampan dengan kacamata kerjanya, terlihat seperti sugar daddy.

Andai saja prilakunya tak macam iblis, mungkin Catarina sudah cinta bertubi-tubi.

Merasa diperhatikan, Leonard balik menatap Catarina.

"Butuh apa?" dengus Leonard yang kini sedang dalam mood baik. Jika hari-hari biasa, mana mau ia menolong orang lain seperti Catarina yang notabenenya Leonard anggap sebagai mainannya.

Catarina memilin dressnya, "Em, jadi.. aku harus sekolah, em, hehe. Itu..."

Catarina menyatukan jari-jarinya, mendadak cengar cengir sendiri lantaran malu.

Leonard menaikan sebelas alisnya, ia ambil salah satu tangan Catarina lalu menggenggamnya. Perbedaan tangan mereka yang signifikan membuat Catarina menganga, ia bulak balik telapak tangan besar dan berurat Leonard yang setara dengan 3x besar tangannya.

Leonard memegang ponselnya, menelpon seseorang.

"Bawakan aku peralatan sekolah lengkap dengan semua seragam-seragamnya."

"Untuk buku beserta tas kami bisa pilihkan, jika berkenan tuan ingin yang bagaimana?"

"Suruh dante pilihkan, kalian bukan anak kecil." dengus Leonard tak mau ambil pusing.

"Satu lagi, bawa peralatan perempuan kemari. Aku sudah menyuruh dante membelinya siang tadi, kau bisa bawa kemari."

Tutt

Panggilan diputuskan sepihak oleh Leonard yang tampak semena-mena, pria itu menyimpan ponselnya kemudian tanpa aba-aba memeluk kencang Catarina.

Wanita itu hampir saja memekik, namun detik selanjutnya Catarina merinding kala Leonard semakin merapatkan tubuhnya pada Catarina kemudian meniup-niup telinga perempuan itu.

"Semua ini tak gratis, mengerti?" ucap Leonard, meminta bayaran.

Catarina menggeleng, dengan cepat segera ia menghindar dari Leonard berniat melarikan diri namun niatnya tergagalkan karena Leonard menahan pinggangnya.

"A-aku tak ada uang." Ucapnya tak nyaman, ingin segera pergi dari ruangan yang ia anggap tak nyaman ini, jika bisa ia ingin melarikan diri.

"Tidak usah pakai uang." Ucap Leonard mengusap-usap punggung Catarina naik turun.

"Pakai apa?" tanya Catarina mengernyit.

"Pakai ini," bisik Leonard yang entah sejak kapan tangannya sudah berada pinggang Catarina, memeluknya erat seolah takut Catarina diambil.

Lalu tanpa repot-repot menunggu jawaban dari pemilik tubuh, Leonard mengangkat tubuh Catarina dalam gendongannya kemudian melangkah menuju ranjang. Membuat Catarina menjerit tak mau sembari memukul punggung Leonard keras.

"AAAH! LEPASKAN AKU, TOLONG!" Ucapnya entah meminta tolong pada siapa, yang pasti ia sudah memejamkan mata takut-takut tubuhnya dilempar begitu saja.

Namun ternyata tidak ada adegan dilempar, Leonard hanya membaringkan Catarina diranjang kemudian di susul oleh dirinya sendiri. Melupakan pekerjaan yang menumpuk.

Leonard menarik Catarina untuk ia peluk kemudian beringsut. Dengan kurang ajarnya, kepala Leonard mulai menelusup melalui pakaian Catarina yang sudah acak-acakan. Menyimpan kepalanya disana sembari memejamkan mata.

Catarina sampai keheranan, ia pikir Leonard akan melancarkan suatu aksi. Namun dilihat dari tenang dan jinaknya Leonard sekarang, Catarina tersenyum lega.

Diintipnya Leonard yang asyik mendusel, ia merasa seperti menidurkan anak saja. Diam-diam ia tersenyum kecil, mengusap rambut Leonard sementara sebelah tangannya lagi menepuk punggung besar pria itu, memberikan rasa nyaman.

"good night," gumam Catarina masih setia mengusap punggung tegap lelaki itu.

Tak lama kantuk menyerang penglihatan Leonard, sedikit demi sedikit, Leonard menutup matanya dengan tenang.

Bahkan pria itu lupa kapan terakhir kali tidur nyaman seperti ini, karena hari biasanya Leonard selalu tidur setelah menelan obat tidur.

Tanpa obat itu, Leonard tak akan bisa menyelami alam mimpi karena insomnia yang dideritanya.

1
partini
Thor yg hamil tuh catrina apa seana sih
vanillaavocado: catarina dong, kan Catarina pemeran utamanya. Cuman dari part awal sampe 25 baru ketahuan Catarina hamil
total 1 replies
ken_zaa
maaf,tapi kenapa aku ketawa ya?😭
vanillaavocado: sebenernya akutuh pengennnn bgt ngelawak, tapi garing😭

kadang nulistug butuh support sistem aslii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!