Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!
Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Seminggu setelah pertemuan arthur dan arfi, hari ini indra mendapat perintah dari arthur untuk menyiapkan beberapa orang untuk membantu kakaknya di restoran.
Indra baru saja tiba dengan membawa 4 orang . 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka di tugaskan untuk membantu arfi dan istrinya di restoran. Adit masuk ke dalam restoran, dan mendekati arfi yang sedang melayani pelanggannya
"Selamat sore tuan arfi" sapa indra
"Sore, bukankah kau sekretarisnya arthur" ucap arfi
"Benar, tuan. Tujuan saya ke sini ingin menyampaikan pesan dari tuan arthur" jawab indra
"Duduklah, pesan apa dari arthur" ucap arfi
"Tidak tuan, terima kasih. saya hanya sebentar saja. Anda lihat 4 orang di belakang saya, mereka di kirim tuan arthur untuk membantu anda di di sini tuan, mereka akan melakukan pekerjaan sesuai perintah tuan arfi" ucap indra
"Hah... saya tidak memerlukannya ndra. bawa mereka pulang lagi saja" jawab arfi
"Saya tidak akan membawa mereka kembali tuan, karena ini perintah tuan arthur. Untuk masalah gaji tuan arthur yang akan mengurusnya" jawab indra
"Hah.... apa ini, apa dia sedang memamerkannya uangnya padaku!!" Ucap arfi
"Tidak, tuan arthur peduli pada tuan arfi. beliau ingin membantu tuan arfi sebisa mungkin. Bukankah tuan arfi lebih mengenal adiknya di banding saya" jawab indra
Arfi diam sejenak, memang benar arthur sangat dekat dengannya dulu. mereka berdua pun tahu sifat masing-masing.
Arfi menghela nafasnya, "baiklah, saya terima mereka. Sampaikan pada adiku yang nakal itu kakaknya ini sangat berterima kasih" ucap arfi
"Baik tuan, dan ini .." indra meletakkan kunci mobil di depan arfi
"Bukankah ini kunci mobilku?" Tanya arfi
"Benar tuan, ini kunci mobil anda. Anda sudah bisa menggunakan mobil milik anda lagi" jawab indra
"Baiklah, saya kira mobil ini sudah tidak ada. mungkin di jual" ucap arfi
"Anda salah tuan, tuan besar tidak pernah ada niatan untuk menjual barang-barang milik anda, mobil Anda selama ini di rawat dengan baik oleh tuan besar sendiri. Bukan hanya mobil, semua barang pribadi milik anda masih tertata rapih di rumah tuan besar, jika anda nanti berkunjung anda akan melihatnya sendiri" ucap indra
"Begitu ya" jawab arfi, terlihat raut mukanya menjadi sedih
"Saya tidak bisa berlama-lama tuan, apa tuan akan memperkerjakan mereka hari ini juga" ucap indra
"Ah, maaf... ini sudah sore, besok saja kalian datang lagi ke sini" jawab arfi
"Baik, kalo begitu saya permisi tuan" ucap indra
"Iya, terima kasih banyak ya ndra" jawab arfi. Indra membungkukan badannya dan keluar dari restoran arfi di ikuti orang-orang yang yang indra bawa tadi, mereka juga membungkuk sopan pada arfi.
-----
Sore hari di rumah arthur, alan baru saja terbangun dari tidurnya, melihat ke samping kasur nya sudah tidak ada alana di sana. Alan memutuskan untuk turun dan mencari keberadaan alana. Sampai di dapur alan belum liat alana, akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada pak agus
"Pak agus, alana kemana?"tanya alan
"Nona sedang bersama tuan besar di taman belakang tuan muda" jawab pak agus
"Kakek datang rupanya, baiklah terima kasih pak Agus, saya ke taman dulu" ucap alan
"Apa tuan muda, tidak mau makan dulu?" Tanya pak agus
"Nanti saja, sama kakek dan alana" jawab alan
"Baik tuan muda" jawab pak agus
Alan, berjalan menuju ke taman belakang. di liatnya alana dan endra sedang tertawa bersama.
"Sore kakek, sudah lama ya" sapa alan
"Sore alan, tidak kok kakek baru aja datang" jawab endra
"Gitu ya, nonton apa memangnya sampai ketawa gitu?" Tanya alan
"Oh.. ini nih komedi kesukaan kakek, dan kebetulan alana juga suka sama komedi ini. jadi kita nonton bareng dong" jawab endra
Alan hanya manggut-manggut .
"Alan mau nonton juga?" Tanya endra
"Tidak kek, Terima kasih" jawab alan
"Hahaha... kakek, kak alan tuh gak suka komedi kaya gini. Kak alan sukanya nonton film action yang berantem gitu kek" sahut alana
"Oh ya... kakek juga suka tuh yang berantem-berantem gitu, kapan-kapan kita nonton bareng ya, sekalian ajak ayahmu, dia juga suka nonton film action" ucap endra
"Baik kek" jawab alan
Alana dan endra melanjutkan menonton komedi kesukaan mereka, alan hanya jadi pendengar mereka tertawa
-----
Hari sudah malam, alan dan alana sudah berada di kamar mereka.
Alan dan alana sedang mengerjakan tugas masing-masing di meja belajar.
"Kak alan?" Panggil alana
"Hm, ada apa?" Tanya alan
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku masih belum percaya bisa tinggal di rumah mewah ini, semuanya serba ada di di sini. Kita juga punya ayah yang super kaya, apapun yang kita pengen ayah pasti belikan" ucap alana
"Terus...?" Ucap alan
"Yahhhh... hanya saja kita di lahirkan di keluarga yang rumit. Meskipun ayah belum cerita semua masalah di keluarga ini tapi aku bisa tahu sedikit masalah mereka" ucap alana lagi
"Sudahlah, kau jangan pikirkan masalah itu. kita masih kecil untuk ikut campur urusan orang dewasa" jawab alan
"Iya kak" ucap alana
"Dan aku minta sama kamu alana, tolong jangan gunakan kemampuan mu terlalu sering, kau tahu akibatnya bukan" ucap alan
"Iya, alana tahu kak" jawab alana
"Saat kita bertemu dengan om arfi dan tante rida kau membaca hati mereka bukan?" Tanya alan
"Hehe.. iya kak, tante rida pengen punya anak lucu seperti alana. lalu om arfi, ada rasa benci pada kakek, meskipun begitu om arfi merindukan kakek, om arfi juga menyesali perbuatannya dulu" ucap alana
"Huh... kau juga sering membaca orang-orang di rumah ini, terutama kakek. Setiap kakek datang kau pasti membaca hatinya" ucap alan
"Hehehe.. kak alan sering perhatiin alana ya, habisnya kakek itu kak, kalo main sama alana, kakek selalu merasa senang dan melupakan masalah dengan anak-anak nya. walaupun kakek masih merasa menyesal dulu tidak merestui ibu dan ayah. Tapi kan kakek sudah tahu kalo alana bisa baca hati dan pikiran kakek, tapi kakek selalu ngmong di dalam hati" ucap alana
"Huh... kau sudah sangat sering menggunakan kemampuanmu alana. mulai besok jangan gunakan kemampuan itu" ucap tegas alan
"Baik kak" jawab alana, menunduk.
"Baiklah, sudah malam. Ayo tidur" ucap alan.
Mereka berdua pun tidur di kasur masing-masing,
------
Alana terbangun, kepalanya terasa berat dan pusing, akhirnya dia mendekati kasur alan, naik dan memeluk alan dengan erat . Alan yang merasa sesak, menggeliat mencoba melepaskan pelukan alana. Namun alana makin erat memeluk alan.
Alan akhirnya membuka mata, dan melihat alana di sampingnya sambil memeluk erat tubuhnya.
"Alana, kenapa kau di sini. kembalilah ke kasurmu" ucap alan, alana tidak menjawab.
"Tunggu, kenapa aku merasa suhu badan kamu sangat panas." Ucap alan, lalu menyentuh dahi dan leher alana
"Ya ampun alana, kau demam" ucap alan, alan lalu melihat jam dinding.
"Jam 4 pagi, pak agus sudah bangun belum ya" batin alan
"Alana, lepaskan kakak dulu. aku mau menyalakan lampu dan mengambilkan obat untukmu" ucap alan. Alana akhirnya melepaskan pelukannya, alan turun dari kasurnya dan menyalakan lampu kamarnya.
"Ibu.. alana mau ibu" gumam alana.
Alan menghela nafasnya. "Kebiasaan kalo sakit, pasti panggil-panggil ibu" batin alan
Alan mendekati alana, lalu memindahkan alana kembali ke kasurnya. setelah memindahkan alana, alan keluar dari kamar dan menuju dapur.
"Tuan muda, kenapa tuan muda bangun pagi sekali" ucap pak agus, melihat alan berjalan ke arahnya.
"Pagi pak agus, bisa siapkan handuk dan air untuk mengompres. Alana sedang demam sekarang" ucap alan.
"Nona muda demam, kalo begitu saya akan panggilkan dokter. Tuan muda silahkan kembali ke kamar, saya akan menyiapkan semuanya dan membawanya ke kamar tuan muda" jawab pak agus, khawatir..
"Baiklah, tolong ya pak agus" ucap alan, lalu kembali lagi ke dalam kamar.
"Baru di ingat kan tadi malam, hari ini kau malah demam" gumam alan.
Arthur masuk ke dalam kamar, setelah di bangunkan pak agus dan memberitahunya bahwa alana sakit, arthur langsung bangun dari kasurnya dan berlari menuju kamar alana.
"Apa dokternya belum datang, kenapa lama sekali. bagaimana kalo alana kenapa-kenapa, sejak kapan dia demam alan!!?" Ucap arthur
Lalu pak agus datang membawa, handuk kecil dan air untuk mengompres alana, di letakannya di meja samping tempat tidur alana. Alan mengambil handuk tersebut dan memerasnya, lalu meletakkan handuk di dahi alana.
"Alana hanya kelelahan ayah, dia hanya butuh istirahat. Tadi malam alana masih tidak apa-apa, baru tadi dia seperti ini" ucap alan, melihat ayahnya yang terlihat sangat khawatir.
"Tapi alana, harus tetap di periksa sama dokter. Kenapa dokternya lama sekali pak agus!!" Ucap arthur masih khawatir
"Tenang lah ayah,dokter sedang dalam perjalanan mungkin " ucap alan . Terdengar alana bergumam pelan,
"Ayah..." panggil alana . Arthur mendekati alana dan duduk di sampingnya.
"Iya, ayah di sini nak.." jawab arthur, mengelus rambut panjang alana.
"Ibu, alana rindu ibu" gumam alana lagi.
Arthur menatap alan, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada anak perempuannya. Alan mengerti tatapan ayahnya yang meminta bantuan dirinya.
Lalu alan mendekat ke alana. "Ibu selalu ada di samping alana kok, alana cepat sembuh ya" ucap alan menirukan ucapan ibunya dulu, jika alana sakit dan memanggil ibunya.
Tak lama indra datang bersama dokter keluarga arthur. Dokter tersebut langsung memeriksa keadaan alana.
"Bagaimana dok, anak saya baik-baik saja?" Tanya arthur
"Nona hanya kelelahan saja tuan arthur, selebihnya tidak apa-apa. Saya akan memberikan obat penurun panas dan vitamin untuk nona" jawab dokter
"Syukurlah, terima kasih dokter" ucap arthur
"Sama-sama tuan, kalo begitu saya permisi. Obat untuk nona akan saya titipkan pada sekretaris indra" ucap dokter.
Indra mengantar dokter tersebut keluar.
------
Setelah alana minum obatnya, kini alana tertidur. Arthur dan indra masih berada di dalam kamar alan dan alana.
Alan melihat jam, sudah jam 05:30 pagi .
"Ayah tidak bekerja?" Tanya alan
"Tidak, ayah mau di rumah saja menjaga alana. Masalah pekerjaan bisa ayah kerjakan di rumah." Jawab arthur
"Ya sudah, kalo begitu" ucap alan
"Maafkan ayah, ayah belum bisa menjadi ayah yang baik untuk kalian. Akhir-akhir ini ayah sibuk dengan pekerjaan ayah, sampai waktu bersama kalian berkurang". Ucap arthur, ada rasa penyesalan.
"Tidak apa-apa, alan dan alana mengerti. Alana hanya sering memakai kemampuan nya akhir-akhir ini, itu yang membuat dia kelelahan" ucap alan
"Apa maksudmu nak?" Tanya arthur
"Kemampuan alana ada batasnya ayah, kalo alana sering menggunakan kemampuannya itu, akibat nya alana akan jatuh sakit seperti ini" ucap alan, menjelaskan pada arthur.
"Lalu, kalau alana melebihi batasan kemampuan nya apa yang akan terjadi?" Tanya arthur
"Alan tidak tahu, belum pernah terjadi, dan semoga saja tidak akan pernah terjadi. tapi alan bisa menebak apa yang akan terjadi pada alana jika dia melewati batas nya, mungkin lebih parah daripada demam biasa" ucap alan
"Begitu ya, kalau begitu ayah harus menjaga alana baik-baik. ayah tidak akan mengizinkan alana menggunakan kemampuannya lagi, walaupun alana nanti tidak suka, tapi ini demi dirinya. Ayah tidak mau jika terjadi sesuatu" ucap arthur
"Iya, alan setuju saja sama ayah" sahut alan
bersambung.....