NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C032: Shine The Star #7

...Selamat Baca...

Tanggal: 11 Mei

Pukul: 12.12 WAZ

Lokasi: Gedung Tv Nasional

Di lantai dua, di sebuah ruangan khusus yang kaca nya tembus pandang langsung ke studio, suasana terasa lebih tenang namun tetap penuh ketegangan.

Seorang pria dengan setelan jas rapi, tatapan tajam namun penuh perhatian, berdiri tegak menyambut kedatangan seorang pria tua yang sangat berwibawa.

Itu adalah Mr. Darren Hayes, manajer pendamping khusus yang ditugaskan langsung oleh Lucifer Entertainment untuk mengawasi Alfian Vale.

Dan di hadapannya berdiri Tuan Gerald, Direktur Utama dari acara Shine The Star.

"Selamat pagi, Tuan Gerald," sapa Darren sopan sambil menjabat tangan pria itu.

"Ah, Tuan Darren. Terima kasih sudah datang. Silakan duduk," jawab Gerald ramah sambil menunjuk sofa mewah yang tersedia di sana.

Mereka berdua duduk bersanding, mata mereka menatap ke arah panggung di bawah sana di mana Alfian sedang berdiri dengan postur tegak bersama teman-temannya.

"Alfian... dia anak yang luar biasa, Tuan, saya sudah melihat rekaman latihannya di perusahaan yang dikirim Tuan Ethan." jawab Darren pelan namun yakin.

"Latihan dia tidak main-main. Bahkan tanpa musik, saya yakin teknik vokal dan karismanya tidak akan goyah sedikitpun."

Gerald tersenyum tipis, lalu menyesap kopinya. "Saya tahu. Tuan Ethan tidak mungkin mengirimkan sampah ke sini. Dia pasti mengirimkan 'bahan mentah' yang sudah setengah jadi berlian. Hari ini tugas kita melihat seberapa keras berlian itu."

"Betul, Tuan. Saya di sini untuk memastikan dia aman, dan juga memastikan bakatnya berkembang maksimal di acara ini," tambah Darren.

"Baiklah, mari kita nikmati pertunjukkannya. Saya penasaran... apakah dia benar-benar sehebat yang dikatakan para juri hari itu," ucap Gerald sambil menatap layar monitor besar di depan mereka.

Suara musik intro mulai terdengar lagi, menandakan pertandingan sesungguhnya akan segera dimulai.

***

"Baiklah para penonton sekalian, mari kita sambut peserta 150 yang akan tampil pada urutan 25 ini, ayo masuk tunjukkan bakatmu tanpa kusik!" teriak William Cross.

JEDAG JEDUG! 🥁

Penonton bersorak heboh. Lampu sorot menyala terang menyorot ke tengah panggung.

Tujuh sosok pemuda berjalan maju dengan langkah tegap menunggu waktu tampil. Di barisan paling depan, berdiri sosok yang paling menjulang dan memancarkan aura dominan tak tertandingi.

Itu adalah Alfian Vale, yang mendapatkan Golden Ticket dari Arthur dan Ethan. Semua penonton hampir setengahnya bersorak untuk Alfian.

"Wahh! Popularitas Alfian sudah besar,"

"Sial! Popularitasnya melebihiku saat disorak tadi!"

"Benar benar monster."

"Alfian, padahal masih muda tapi popularitasnya melewati popularitas anak 13 tahun, dia memang lantas disebut monster."

Bisik bisik para peserta pun terdengar iri, tapi merasa senang pada teman sekaligus rival mereka.

***

Meskipun tidak ada musik pengiring, begitu dia mulai memberikan ketukan ritme dengan tangan dan kaki dia sendiri... suasana langsung berubah!

TAP! TAP! CLAP! CLAP!

Ritme yang dibuat sangat kuat dan presisi, seolah-olah ada band penuh yang memainkannya. Meski hanya satu orang yang maju

Lalu, Alfian membuka mulutnya.

"Shine!"

Suaranya yang berat, dalam, dan sangat berkarakter langsung mengguncang seluruh studio! Tidak ada musik yang menutupi, jadi kejernihan suaranya terdengar sempurna.

Tekstur suaranya begitu powerful, membuat bulu kuduk semua orang meremang seketika.

Gerakannya pun luar biasa! Tanpa iringan musik, setiap langkah dan gerakan tangannya terlihat begitu tegas, penuh kekuatan, dan sangat eye-catching.

Dia benar-benar menguasai seluruh panggung hanya dengan tatapan dan auranya saja.

Dia tidak terlihat gugup sama sekali. Justru tanpa musik, dia terlihat semakin ganas dan mematikan. Seolah-olah dia memang lahir untuk menjadi pusat perhatian, Raja dari segalanya!

"Terangi Duniamu..."

Alfian berjalan maju selangkah, tatapan matanya tajam menusuk ke arah kamera dan penonton.

Postur tubuhnya yang tinggi besar membuatnya terlihat seperti raksasa yang tak terkalahkan.

***

"GILA GILA GILA!!!" teriak Elena sambil mengguncang lengan Chloe.

"SUARANYA GAK ADA RUSAK SEDIKIT PUN!!! BAHKAN LEBIH KEREN DARI VERSI PAKAI MUSIKNYA!!!"

Elena pun menyentuh kameranya tidak berhenti memotret. CLICK! CLICK! CLICK! Setiap frame yang diambilnya menampilkan Alfian dengan ekspresi wajah yang dingin dan mematikan.

"Ini... ini bukan manusia biasa..." desis Chloe takjub yang ikut mengambil gambarnya Alfian.

"Benar tanpa musik pun dia bisa membuat suasana jadi se-keren ini. Dia benar-benar monster!" Gumam Elena menjawab Chloe.

Penonton lain ikut berteriak histeris:

"ALFIAN KEREN BANGET!!!"

"SUARANYA EMAS!!!"

"TIDAK NYANGKA ACAPELLA BISA SEKEREN INI!!!"

Bahkan si kembar Elin dan Erlan yang duduk di depan pun ikut terkejut.

"Ini sangat gila... bakatnya level dewa..." gumam Erlan.

"Dia baru 13 tahun kan? Tapi auranya sudah seperti senior yang sudah puluhan tahun main panggung."

"Ini bahkan hanya salah satu trainee dari Lucifer Entertainment, aku yakin trainee di Lucifer Entertainment Monster semua kak!"

"Baru baru ini berita suksesnya aktor dari Lucifer, penyanyi solo dari Lucifer yang cover 'Rise Up', bahkan Alfian juga salah satunya, pabrik monster!" Gumam Elin menjawab ucapan Erlan.

***

Di meja juri, suasana hening sejenak karena terlalu takjub.

MADAME ELENA MORIS (Juri Vokal):

"Wah... ini luar biasa. Saya mencari-cari kesalahan nada, mencari-cari ketidaktepatan, tapi ternyata tidak ada sama sekali."

"Suaranya sangat stabil, breathing control-nya sempurna, dan resonansinya sangat dalam."

"Bahkan tanpa musik, suaranya sendiri sudah menjadi instrumen yang paling indah. Alfian Vale, kamu lulus, kamu sudah dua kali mengejutkanku."

Kata Madame Elena Moris, dengan senyuman tulus, sangat berbeda dengan beberapa peserta sebelumnya.

MASTER REIN CARTE (Juri Tari):

"Gerakannya! Lihat gerakannya! Sangat kuat, powerful, dan penuh percaya diri. Biasanya tanpa musik orang jadi ragu-ragu, tapi dia justru makin ganas! Setiap hentakan terasa sekali."

"Visual dan karismanya di level tertinggi! Alfian kamu lulus dariku, kamu juga sudah membuatku terkejut berkali kali, trainee dari Lucifer Entertainment memang menjadi pabrik monster." Kata Master Rein Carte dengan terkekeh bercanda.

DJ (DANGJEON) KHALID (Juri Rap):

"Dari kecepatan nadanya saat masuk rap, kamu benar benar melakukannya dengan baik, teruskan. Alfian kau juga lulus dari saya, bahkan saya pun hampir tidak bisa mengkritik apa yang salah dari rapmu." Kata DangJeon Khalid dengan senyuman mendukung.

MR. THEO LEONHART (Juri Produser):

"Dari ritme tangan dan kaki, kamu berhasil membuat musik sendiri, yah aku tak heran lagi dari trainee Lucifer Entertainment."

"Meski belum menunjukkan bakat produser, tapi dari nada yang kamu buat menggunakan tangan dan kaki di tarian yang kamu bawa, aku yakin kamu bisa lulus menjadi produser musik."

"Alfian kamu juga lulus dariku, kembangkan lagi bakatmu yang tak pernah habis itu. Aku menantikannya." Kata Mr. Theo Leonhart, sang produser terkenal.

MISS CATHERINE (Juri Visual):

"Saya kehilangan kata-kata... Kamu begitu tampan tapi juga begitu menakutkan saat fokus."

"Tatapan matamu bisa 'membunuh' penonton! Kamu punya sesuatu yang langka, sesuatu yang membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangan darinya."

"Perfect Score untuk visual! Kamu juga lulus dariku, Alfian visualmu dan kharismamu sudah level tertinggi, tapi setidaknya kurangi sedikit kharismamu saat bersama timmu nanti." Kata Miss Catherine, dan sedikit memberikan nasihat untuk Alfian.

"Saya mengerti Miss," jawab Alfian dari panggung, dan tinggal menunggu komentar dari dua juri tamu.

MISS STELLA MARIS (Juri Tamu 1):

"Hmm, aku tidak bisa memberikan kata kata lagi, kamu sudah melampaui penyanyi sepertiku, pertahankan sampai kamu debut." Kata Miss Stella Maris, penyanyi legendaris yang kini hadir sebagai juri tamu tetap.

MASTER RYAN GROVE (Juri Tamu 2):

"Saya juga tidak bisa memberikan komentar apa pun, kamu sudah melampaui saya, tehnik, nada, suara, semuanya sudah melampaui penyanyi Legendaris."

"Meski pun nanti kamu tereliminasi, tetap bangun panggungmu sendiri untuk mengasah kemampuanmu." Kata Master Ryan Grove, penyanyi legendaris yang kini juga hadir sebagai juri tamu tetap Shine The Star.

"WOAHHHHH!!!" Teriakan para penonton terkejut, dan tepuk tangan mereka sangat meriah, Ethan dan Mr. Darren yang mengawasi tersenyum, karena dia tidak tereliminasi hari ini.

***

Rekaman rahasia dari publik pun kembali dimulai, sesuai aturan. Setelah para penonton pergi, Ethan keluar untuk menemui dua orang sebelumnya.

Dia suda membaca kariernya Elin dan Erlan, mereka sudah debut di drama 'Broken Home' satu bulan lalu, namun kurangnya publiksitas dari agensi sebelumnya, popularitas keduanya menurun dan mereka keluar dari agensi Grand Ent.

Namun meski tidak di publiksitas, penggemar mereka termasuk besar, dan banyak menunggu karya selanjutnya dari keduanya. Hanya saja berita mereka di blacklist oleh Grand Ent. & keluar dari sana, kian menyebar membuat penggemar mereka cemas.

Bahkan ada yang berdoa mereka bisa masuk Lucifer Entertainment, karena agensi yang Ethan jalankan bisa melihat bakat mereka. Tepat seperti doa penggemar keduanya, Ethan muncul mengikuti keduanya saat keluar gedung.

"Permisi, kalian berdua." Sapa Ethan tersenyum ramah, keduanya menoleh dan mengenali wajah Ethan, sebagai Bos muda Lucifer Entertainment.

"Ah ya, ada keperluan apa tuan?" Tanya Elin, karena Erlan jarang berbicara atau lebih tepatnya pendiam.

"Saya baru saja melihat wajah kalian, dan itu sangat mirip dengan dua aktor yang bermain di drama 'Broken Home' apakah kalian Elin dan Erlan?" Tanya Ethan sambil menampilkan biodata keduanya di ponsel Ethan.

"Benar, apakah ada yang ingin anda katakan?" Elin menjawab, setelah melihat biodata keduanya, nama mereka berdua tertera disana Elin Asley & Erlan Asley memerankan Luna & Luke.

"Begini, saya sudah melihat kemampuan akting kalian berdua sangat mempuni, maukah anda bergabung dengan kami? Bergabung dengan Lucifer Entertainment, ah tentu saja jika kalian masih memiliki agensi harus laporan dulu."

"Kami sangat menantikan bakat muda kalian, kalian bisa memikirkannya selama tiga hari, setelah memutuskan bisa hubungi kami dari sini. Dan kami akan bertemu lagi, Lucifer Entertainment menantikan Bakat kalian." Kata Ethan tersenyum tulus, sambil memberikan kartu nama perusahaan, dengan anggukan terakhir Ethan kembali masuk ke gedung yang melanjutkan syuting Shine The Star.

"Kak... apakah aku bermimpi? Kita... kita di tawarkan bergabung?" Tanya Elin dengan mata yang berkaca kaca, Erlan menatap adiknya dan mengangguk.

"Benar, sepertinya doa para penggemar terkabulkan, Lucifer Entertainment mengundang dan menantikan kita." Kata Erlan, suaranya serak dengan mata berkaca kaca, keduanya pun berpelukan karena akhirnya setelah luntang lantung selama dua minggu, mereka bisa menemukan agensi baru.

Yaitu agensi Lucifer Entertainment yang sedang naik daun, sang pabrik para monster industri hiburan negara Aurelia. Meski baru bangkit dari keterpurukan tiga bulan yang lalu, tapi Bos Muda itu berhasil membangkitkan perusahaannya lagi. Dan sekarang perusahaannya sedang naik daun.

1
Akila Nauva
kk bisa gk upload nya di banyakin
ILikeAll9: maaf ya, author punya kebatasan, jadi setiap hari bisanya up 1 kali sekitar jam 12 an, tapi makasih sudah baca 😅❤️
total 1 replies
Akila Nauva
ceritanya seru, gk bisa berhenti baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!