NovelToon NovelToon
Dua Cincin

Dua Cincin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:475.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ina Ambarini (Mrs.IA)

Tak sedikit perempuan di luar sana setuju dengan istilah bahwa orang ketiga itu adalah perusak, perebut, atau mungkin penghancur.

Banyak dari mereka berkata, bahwa yang berstatus istri kedua itu tidak selalu memiliki "image" buruk.

Ada beberapa alasan mengapa seorang perempuan memutuskan untuk berada di tengah-tengah pasangan yang menikah, bisa jadi karena paksaan, desakan, keserakahan, atau mungkin salah satunya balas jasa.

Itulah yang dialami oleh Rissa, ia harus merelakan kebahagiaanya demi membalas sebuah jasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Ambarini (Mrs.IA), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Kedua Dion

Rissa terduduk lesu, hari ini, di depan cermin.

Rissa menatap dirinya, hari dimana kehidupan baru akan dimulainya.

Air matanya sempat beberapa kali menetes, ia benar-benar di landa rasa takut. Bukan takut kepada Dion, atau bahkan Ibu Anna.

Ia lebih merasa takut, jika suatu saat Melati, istri pertama Dion mengetahui pernikahan kedua suaminya.

"Ya Allah, sungguh aku tidak bermaksud untuk merebut suami orang. Aku takut, aku takut di sebut wanita perusak rumah tangga orang." Rissa mengepalkan tangannya erat.

"Mbak, jangan menangis. Nanti riasannya luntur." Seorang perias pengantin meminta dengan ramah pada Rissa.

Rissa segera menurut, terlebih ketika ia mendengar suara Ibu Anna yang memanggilnya.

"Sa, kamu sudah siap?" Tanya Ibu Anna.

Rissa tersenyum tipis, ia berdiri perlahan. Balutan kebaya putih menambah aura kecantikan Rissa, tubuh semampainya menampakan lekuk tubuh indah bak seorang model.

Bibir mungilnya kini berlapis noda berwarna merah muda, hiasan di kelopak mata membuat tatapannya semakin tajam.

Wajah putih bersih, kini semakin bersinar. Rissa benar-benar tampak cantik hari ini.

Ia berjalan perlahan menuju tempat dilaksanakannya ijab qobul, dengan gemetar kakinya melangkah pasti menuju kursi yang telah disediakan, tepat disamping Dion.

Orangtua Melati sengaja menghubungi anaknya untuk berkunjung, dan mereka juga meminta Melati untuk menginap beberapa hari. Ya, semua itu mereka lakukan semata-mata untuk mempermudah kelangsungan acara pernikahan kedua menantu mereka.

Dion yang di liputi rasa bersalah, terpaksa harus menjalani semua ini dengan ikhlas.

Melihat raut bahagia sang Ibunda, membuatnya tak tega untuk berbuat hal konyol.

***

Di tempat lain, Melati tengah bergelut bersama Ibunya di dapur.

"Bu, tumben banget Ibu minta Melati menginap."

Ibu Melati telah mempersiapkan dirinya untuk hal itu, jadi ia kini lebih siap untuk menjawab kalau-kalau Melati banyak mengajukan pertanyaan.

"Kenapa memangnya? Ibu kan kangen sama kamu," jawab Ibu Melati.

Melati tersenyum, ia membantu Ibunya memasak untuk makan malam.

"Oh iya Bu, aku berencana mau ikut program bayi tabung. Doakan aku yah, Bu."

Ibu Melati terdiam, namun ia kembali bisa mengendalikan dirinya.

"Iya, Ibu pasti doakan kamu, Mel. Oh iya, Dion gimana kabarnya?" Ibu Melati berpura-pura tidak tahu akan apa yang sedang berlangsung di rumah besannya.

"Mas Dion baik, tapi..."

Melati terdiam, mengingat perubahan sikap dari suaminya.

"Tapi kenapa?" Tanya Ibu Melati.

"Aku merasa dia berubah, seperti ada yang ditutupi dariku, Bu."

Ibu Melati tertegun, ia sudah tahu mengapa Dion seperti itu. Namun ia mencoba untuk meyakinkan anaknya untuk lebih percaya pada Dion.

"Mel, mungkin suamimu sedang sibuk di cafe. Kamu harus percaya sama dia, ikut bayi tabung juga butuh biaya yang tidak sedikit. Mungkin sekarang Dion sedang mengusahakan hal itu," terang Ibu Melati.

"Tapikan Bu, aku tahu keuangan suamiku. Kalau hanya untuk biaya, aku rasa itu tidak seberapa untuk Mas Dion," jawab Melati.

"Tapi, mungkin Ibu juga benar. Mas Dion pasti sedang sibuk, aku akan lebih mengerti Mas Dion, Bu." Melati menambahkan.

"Nah gitu dong, baru itu namanya istri yang baik." Ibu Melati menyemangati.

Melati tersenyum, dan kembali melanjutkan acara memasaknya.

***

Di kediaman Ibu Anna, ijab qobul baru saja selesai diucapkan. Kini Rissa dan Dion telah menjadi suami istri secara agama.

Tak ada raut kebahagiaan diantara dua mempelai, hanya Ibu Anna yang tampak berbahagia hari itu.

Setelah acara selesai dan orang-orang berkepentingan telah meninggalkan kediaman Ibu Anna, kini tibalah mereka bertiga tengah duduk di meja makan.

"Alhamdulillah, kalian sekarang sudah jadi suami istri. Ibu senang sekali," ucap Ibu Anna.

Rissa dan Dion hanya tersenyum tipis, suasana terasa canggung antara keduanya.

"Ya sudah, kita makan dulu." Ibu Anna menyarankan.

"Sa, tolong ambilkan nasi dan lauknya untuk suamimu." Ibu Anna sengaja meminta itu pada Rissa, ia ingin lebih mendekatkan anak dan menantunya.

Rissa menurut, ia kini mengambil piring dan mengisi nasi juga lauk pauk untuk Dion.

Dion hanya diam, ia hanya mengikuti keinginan sang Ibunda saja.

Selesai makan malam, Ibu Anna maupun Dion dan Rissa telah pergi ke kamar mereka.

Rissa yang harus satu kamar dengan Dion merasa sangat canggung, ia tak tahu harus berbuat apa.

"Aku harus bagaimana?" Tanya Rissa dalam hatinya.

Ia masih berdiri di depan pintu kamar, dan mencoba memberanikan diri untuk masuk.

Rissa menekan gagang pintu, dan melangkah masuk perlahan ke dalam kamar.

"Assalamuallaikum," ucapnya.

"Wa'allaikumsalam," jawab Dion yang telah lebih dulu berada didalam kamar.

Rissa berjalan masuk, dan mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang.

Dion yang tengah duduk bersandar di sofa, melirik sekilas kearah istri keduanya itu.

"Kalau mau tidur di kasur saja, aku akan tidur disini." Dion mengawali percakapan.

Rissa menoleh, "kenapa Mas tidur di sofa?" Tanyanya.

Rasanya aneh ketika Rissa memanggil Dion dengan sebutan Mas, tetapi itu memang sudah kewajaran seorang istri pada suaminya.

"Kenapa tanya kenapa? Apa kau berharap kita akan tidur satu ranjang malam ini?" Tanya Dion dengan dingin.

Rissa tertunduk, ia memilih untuk diam.

Dion membaringkan tubuhnya, dan menutupinya dengan selimut.

Rissa pun sama, ia kini naik ke atas kasur dan berniat untuk segera beristirahat.

Hampir tengah malam, tapi Rissa kembali terbangun dari tidurnya. Matanya seolah menolak untuk terpejam, ia juga merasa gelisah saat ini.

"Aku shalat malam saja," ucapnya sembari berjalan ke kamar mandi.

Selesai mengambil air wudhu, Rissa segera mendirikan shalat malam.

Dion yang tak sengaja terbangun, melirik kearah Rissa yang masih belum selesai melaksanakan shalat.

Beberapa detik, Dion memperhatikan Rissa yang kini telah menjadi istrinya.

"Kamu mungkin wanita baik, tapi maaf aku belum bisa melakukan kewajibanku padamu." Dion berucap dalam hatinya.

Dion segera memalingkan wajahnya, memposisikan tubuhnya untuk membelakangi Rissa.

Rissa mengucap salam tanda shalatnya telah selesai.

Lantunan zikir terdengar lembut dari bibirnya, tangannya kini menengadah bersiap untuk mencurahkan segala isi hatinya.

"Ya Allah, mudahkan jalanku. Mudahkan urusanku, tenangkan hati dan pikiranku. Bantu aku untuk menjalani semua ini, aku tahu Engkau telah menyiapkan hal terindah untuk hidupku. Tuntun aku untuk menjadi istri yang berbakti pada suamiku, untuk menjadi sebaik-baik wanita dalam hidupnya."

Rissa mengusap wajahnya pelan, menghela nafasnya dengan berat.

Hanya hal itu yang bisa dilakukannya ketika tengah bersedih maupun bahagia, Rissa merasa tenang jika telah melaksanakan shalat sebagai penawar keresahan hatinya.

Satu hal yang selalu menjadi penyemangatnya, berbisiklah pada bumi, maka langitpun akan mendengar. Rissa percaya, semua yang terjadi dalam hidupnya adalah kehendak Tuhan yang maha tahu segalanya.

1
Eva Rubani
dion serba salah dlm kehidupan ny
Eva Rubani
makin ribet nii aduh seruu banget.
Eva Rubani
kasian di Dion..
Eva Rubani
ya mau ny di melati sadar diri dong.
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
sabar ya Dion.
Eva Rubani
selamat Rissa hamil
Eva Rubani
dah isi ni si Rissa
Eva Rubani
seruuu
Eva Rubani
ya lanjut seruu
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
cerai dulu dgn dion br bs dokter dekat dgn Rissa
Eva Rubani
ciee ciee.
Eva Rubani
mudah mudahan bs bareng Rissa di rmh.
Eva Rubani
cemburu ni yeeee
Eva Rubani
dek dek an..
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
bagus klu melati denger lg pun status pembantu ngak mungkin nolak majikan suruh..
Eva Rubani
kok ada perempuan baik kyak Rissa
Eva Rubani
kasar jg ni si Mas dgn Rissa belum bucin kali yaa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!