Jia Li yang dikenal dengan berbagai bakatnya mati di tangan sahabat nya sendiri,ya sangat di sayangkan bukan seorang wanita yang memiliki berbagai bakat seperti bela diri,meracik obat herbal,racun maupun penawarnya,dan masih banyak lagi mati di usia yang masih terbilang muda.
Jainying Lee gadis yang tak ada bakat sama sekali walaupun ayahnya seorang tabib yang terkenal di kalangan masyarakat maupun istana mana pun,siapa yang tak kenal Jing Lee.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon It's me Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
°°∆ Bab 11
Jianying telah mengisi puluhan botol obatnya dalam waktu setengah hari, kemampuannya untuk membuat obat memang tak bisa di remehkan.
Jianying tengah asik bersenandung sambil menaruh cairan obatnya ke dalam botol,ini adalah yang terakhir.
Seorang pria sedang berdiri tak jauh di belakang nya,senyuman tipis terukir di wajahnya.
"Huuuh,kenapa aku tak mencari seseorang saja tadi agar bisa membantuku.",gerutunya sambil menutup botol obatnya.
"Aku bisa membantu mu.",pria itu menghampiri Jianying,suara khas nya yang dingin membuat Jianying kaget,lantas ia berbalik dan memanyunkan bibirnya.
"Pria tampan sejak kapan kau ada di situ.", Jianying melipat tangannya di dada.
"Sejak tadi, kenapa kau tidak menutup pintu mu?,dan kenapa kau tak memakai cadar mu?",mata tajam nya menyoroti wajah Jianying.
"Soal pintu aku lupa heheh.", Jianying menggaruk kepalanya yang tak gatal,dia mengalihkan pandangannya ke arah lain,ia tak kuat dengan sorot mata tajam milih Zang Xiuhuan itu.
"Dan soal cadar,kan aku berada di rumah!.", ucap Jianying memberanikan diri menatap Zang Xiuhuan.
"Jika ada yang melihat wajah mu bagaimana,apa lagi itu pria!,cukup orang orang di desa itu saja.",ucap Zang Xiuhuan dengan penuh penekanan.
"Iya iya.", Jianying bergerak mengambil cadarnya yang ia taruh di kamarnya tadi.
"Cukup aku saja yang akan sering melihat wajah cantik mu!.",gumam Zang Xiuhuan.
"Kebetulan pria tampan ada di sini,tolong pasangkan ini di depan ya,di atas pintu ku.", Jianying menyerahkan sebuah papan yang bertuliskan "Tabib Jia" untuk memberitahu bahwa ada seorang tabib yang berada di tengah tengah ibu kota itu.
Jianying menyerahkan papan itu dengan sumringah,papan itu di buat olehnya khusus dan terdapat ukiran mawar di setiap sudut papan.
"Baiklah.", Zang Xiuhuan mengambil papan itu dan berjalan ke luar,ia menyuruh seorang pria yang ia bawa bersamanya tadi untuk memasang papanya.
Jianying mengikuti Zang Xiuhuan matanya melotot saat ia melihat bukan Zang Xiuhuan yang memasang nya tapi seorang pria asing yang tak ia kenal.
"Pria tampan!.", Jianying mendengus kesal, "Aku tadi menyuruh mu untuk memasang nya bukan?,kenapa malah pria asing ini.",sambung Jianying dengan mata yang tajam menatap kearah seorang pria yang sedang memasang papan itu dan beralih menatap Zang Xiuhuan.
"Nona salam kenal saya, Xi Long pengawal serta sahabat baik Zang Xiuhuan.",ucap Xi Long mengembalikan kursi yang membantu nya untuk memasang papan nama Jianying tadi.
"Pria tampan kau memiliki pengawal?.",tanya Jianying matanya sibuk mengamati Xi Long.
"Jangan melihatnya seperti itu!.",,ucap Zang Xiuhuan, Jianying merasa ada sebuah mata yang menatapnya dengan tajam dia beralih menatap Zang Xiuhuan,benar saja pria itu sedang menatap dirinya dengan tajam.
"Hati hati nanti mata mu keluar.",sindir Jianying,ia melangkah masuk kedalam kediaman nya dan beralih ke dapurnya.
Zang Xiuhuan menyusul Jianying, sedangkan Xi Long berada di luar bukan hanya Jianying yang tak tahan dengan mata tajam milik Zang Xiuhuan tapi dia juga.
"Lebih baik aku diluar,jika aku ikut masuk entah apa lagi setelah mata tajamnya itu.",ucap Xi Long,dia mengingat tatapan tajam tadi hanya bisa bergidik ngeri.
Beda halnya dengan dua orang di dalam,seperti biasa mereka beradu mulut terlebih dahulu.
"Sudah sana aku ingin masak,jika kau ada di sini aku tidak akan fokus!.",ucap Jianying.
"Aku kan membantumu!.",ucap Zang Xiuhuan.
Dan perdebatan pun terjadi lagi dan lagi,pada akhirnya Jianying mengalah karena perut nya pun sudah berbunyi menandakan ia sudah sangat lapar.
"Huuuh baiklah.", Jianying akhirnya membiarkan Zang Xiuhuan membantunya memasak.
Selesai memasak Jianying memanggil Xi Long agar ikut makan bersama dirinya dan Zang Xiuhuan,dengan senang hati pria itu menerimanya walaupun di terus di hujani tatapan tajam dari Zang Xiuhuan.
"Baiklah selamat makan.",ucap Jianying,dengan lahap dia menyantap makanan yang ia masak tadi.
_________
**haiii 👋🏻
Author up lagi nih,jangan lupa buat like,vote dan komen sebanyak banyak nya biar author lebih semangat up❤️.
Typo bertebaran** .
menyala zhang ku
kalau anak ngelawan dibilang anak durhaka.
nah, kalau ayah nya gitu di bilang apa coba?
bkn nya nyayangi dan ngerawat anak nya, malah ikut bully dan nyiksa anak nya. gak berperikeanakan 😒