“Terserah Opa sama Oma aja deh gimananya manut. Mungkin ini yang terbaik buat Shen. Yang penting jangan dijodohin sama Om-Om aja Shen mah, terus kudu yang Hitam Manis Kumis Tipis Humoris yes Oma Opa” -Shena
“Soal jodoh mah terserah se-dikasihnya aja sama Tuhan, yang penting memenuhi standar istri idaman lah kalo bisa satu frekuensi sama Juan.” -Juan
Shena, gadis remaja yang penampakkanya terkenal absurd dan kocak. Gadis cantik berlesung pipi yang nyasar di STM dengan alasan mencari suasana baru tanpa kehadiran bangsa ondel-ondel dan valaq. Parahnya lagi dia melibatkan sahabat satu spesiesnya untuk bersekolah di STM dengan cara yang teramat absurd. Satu lagi, jangan lupakan bahwa Shena adalah manusia paling nyeleneh seantero dunia !!
Juan, Polisi Lalu Lintas dengan sejuta pesona. Siapa yang tak mengetahui siapa itu Iptu Juan, polisi yang terkenal disetiap persimpangan jalan kota hanya karena ketegasan dan ketampanannya yang membuatnya semakin diidolakan par
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SupiakBanun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Rang Gaek
"Mencoba untuk apa Mas?" Tanya Pak Agung penasaran dengan ucapan Pak Ali yang menggantung.
"Iya Mas untuk apa? Jangan membuat kami penasaran begini." Sambung Bu Ratih menambabi ucapan suaminya.
"Ayolah Yah, jangan bermain teka-teki seperti ini, kita semua tak lagi muda. Sudah tak mampu untuk berpikir lebih." Gerutu Bu Ratna yang geram dengan tingkah suaminya itu.
"Hahah kalian ini tegang sekali, rileks biar tetep bisa awet muda. Maksudku bagaimana jika kita mencoba untuk melakukakn perjodohon." Jelas Pak Ali dengan tegas dan penuh arti.
"Ha perjodohan?" Dengan kompak Pak Agung, Bu Ratih dan Bu ra5tna merespon ucapan Pak Ali yang menurut mereka terlalu tidak masuk akal dizaman sekarang. Karena sama kita tahu bahwa dizaman yang serba canggih ini perjodohan adalah suatu hal yang sudah kuno.
"Ini mencoba untuk menjodohkan siapa dengan siapa yang Mas maksud ?" Masih dalam keterkejutannya Pak Agung menanyakan langsunh kepada Pak Ali, karena dirininya merasa tidak percaya dengan apa yang sudah Pak Ali katakan barusan.
"Putra tunggal mu dengan cucu cantik ku, menurut kakian siapalagi. Bagaimana ?" Tanya Pak Ali dengan tenang dan berwibawa. Sedang kan Bu Ratna melotortan matanya tak percaya dengan sang suami yang akan menjdohkan cucu kesayangannya yang masih berusia 18 tahun. Ya walaupun Shena pernah menolak untuk kuliah tapi bukan berarti lulus sekolah langsung menikah. Shena memang mandiri dan keibuan, tapi mengingat tingkah absurdnya Bu Ratna malah semakin tidak rela dibuatnya.
"Aahh Mas Ali jangan bercanda gitulah. Gak luccu untuk obrolan manusia seusia kita Mas " Ucap ratih yang mencoba menepis rasa keterkejutan nya saat ini.
"Aku serius dan tidak sedang mengajak kalian untuk bercanda." Sekali lagi dengan tenang dan tegas Pak Ali memperjelas maksud perkataannya. Berselang beberapa menit semua hening hingga akhirnya Bu Ratna membuka suara.
"Ayah yang benar saja, Shena baru 18 tahun Yah, ya walaupun Shena tidak ingin melanjutkan pendidikannya kejenjang kuliah tapi bukan berarti kita menikahkan nya diusia muda kan Yah? Apalagi mengingat kelakuannya yang kadang ntahlah, dan bahkan kadang membuat kita malu memiliki cucu seperti dia. Aku malah kepikirian dengan putra tunggal Ratih dan Agung yang pasti akan kerepotan dengan tingkah laku cucu kita Yah, kan kasian" Akhirnya semua yang berkecamuk dalam pikirannya terungkapkan sudah.
"Memangnya ada apa dengan Shena Mbak? Sampai Mbak mengkhawatirkan putra Kami?" Tanya Bu Ratih penasaran dengan bagaimana Shena yang dimaksud oleh Bu Ratna.
"Si Shena adalah tipe gadis yang humble kepada semua orang. Dia juga tergolong gadis humoris jadi tak heran jika Shena sering melakukan hal-hal absurd dan nyeleneh yang akan mengundaNg gelak tawa. Tak sedikit tingkah lakunya yang membuat setiap orang yang berada didekatnya geleng kepala." Pak Ali menjelas kan bagaimana cucunya sambil sesekali tersenyum. Cantik namun banyak tingkah itulah Shena, sikap sederhana dan apa adanya membuatnya semakin terlihat sempurna.
"Tidak beda jauh dengan putraku berarti Mas. Juan juga tipe manusia hamoris dan banyak tingkah. Setiap berhadapan dengannya maka harus siap mental untuk menahan kram wajah karena tertawa, hingga kadang menimbulkan rasa ingin memukul nya juga kerap terjadi, bahkan aku sempat berpikir ingin menggadaikan bocah itu." Jelas Pak Agung dsngan sesekali tertawa. Hening beberapa saat dan hanya terdengar hembusan nafas kasar, Pak Agung melanjutkan kembali ucapannya.
xNamun sayang semua berubah sejak kejadian menjijikkan waktu itu, pasti Mas dan Mbak sudah mendengar beritanya bukan. Sekarang Juan hanya akan bersiiap normal seperti dulu kepada sesama laki-laki, jika dengan perempuan dia akan bersikap dingin dan cenderung cuek tak peduli. " Jelas Pak Agung tentang sisi lain dari putra tunggalnya.
"Juan jadi memiliki rasa trauma terhadap perempuan Mas, Mbak sejak saat itu. Jadi aku takut akan menyakiti Shena nantinya jika memiliki suami seperti putra ku Juan." Terucap dengan lancar segala sesuatu yang mengganjal hati Bu Ratih sejak awal pembahasan tentang perjodohan ini dimulai.
Wajar jika seorang ibu khawatir dengan anaknya, namun tak mungkin juga seorang ibu akan mengorbankan orang lain untuk masalah pribadi keluarga nya.
"Aku yakin cucu ku akan aman dengan putramu Gung, aku tak rela jika Shena jatuh dalam dekapan orang yang tidak tepat. Aku percaya bahwa putra mu adalah orang yang baik dan seiring berjalannya waktu putra mu pasti akan kembali seperti dulu lagi." Ucap Pak Ali tenang namun tersiraT banyak harapan dan keyakinan disetiap katanya.
"Setelah kupikir-pikit ada benarnya juga apa yang suami ku katakan. Usia kami tak lagi muda dan Dani akan segera memiliki kehidupaN sendiri dengan keluarha kecilnya. Lalu bagaimana dengan Shena? Kami sudah tidak mungkin sanggup selalu ada untuknya karena terhalang usia kami. Dan kami yakin, jika kami menjodohkan cucu kami Shena dengan putra mu maka akan tenang kehidupan kami nanti. Dan jika tiba-tiba kami dijemput untuk pulang kami sudah tak perlu memikirkan nasib Shena untuk kedepannya karena sudah ada putramu." Ucap Bu Ratna menambahi perkataan suaminya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Menurut keduanya, keluarga dirgantara adalah tempat paling tepat untuk Shena melanjutkan jalan cerita hidupnya di masa depan.
"Mas Mbak, jangan berbicara seperti itu. Kami setuju saja karena kami juga yakin gadis dari keluarga Ghaitsaa akan menjadi menantu dan istri idaman. Namun yang menjadi masalah adalah apakah anak-anak akan menyetujui hal ini?" Jawab Pak Agung dengan nada ragu untuk keputusan ini. Apakah putranya mau menerima perjodohan ini yang kenyataannya saat ini adalah putranya trauma dengan wanita.
"Iya Mas Mbak, aku takut jika nanti Juan akan langsung menolak." Khekawatiran Bu Ratih akan kemungkinan kegagalan dalam rencana ini.
"Kalian tenang saja, kita cukup berusaha menyampaikan niat baik kita ini secara hati-hati kepasa mereka, supaya mereka tak salah paham dan memberontak nantinya." Ucap Pak Ali mencoba meyakinkan Pak Agung dan Bu Ratih yang terlihat cemas.
Setelah keputusan tentnag rencana perjodohan itu, obrolan massih saja berlanjut seputar masa sekolah dulu. Hingga hari pun mulai gelap yang akhirnya membuat obrolan itu harius segera dihentikan. Pak Ali dan Bu Ratna bergegas menuju ke kediaman Ghaitsaa karena tak ingin cucu kesayangannya merasa kesepian, sedangkan Pak Agung dan Bu Ratih segera meluncur menuju ke kediaman Dirgantara
🌶🌶
Haturtengkyu buat kakak², mbak², mas², abang², uni², uda², dan semuanya yang sudah mampir ke karya niotor yang jauh dari kata layak dan sempurna ini.
sama sama kaget....🤭
tapi seru....