Syeira yang sejak kecil berada di panti asuhan mulai mempunyai mimpi disaat seorang Dokter muda datang mengunjungi Panti Asuhan mereka. Syeira yang saat itu masih sekolah SMP kelas 9 menemukan cinta pertamanya yaitu Koas Muda berusia 24 tahun. Perbedaan usia 10 tahun tak membuat tekad Syeira ciut. Semenjak itu dia rajin belajar untuk meraih mimpinya agar bisa bersanding dengan pria bernama Haider. Selain itu Haider memiliki sepupu ganteng dan kaya raya bernama Xavier yang juga tergila-gila pada Syeira. Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Syeira akan memilih bersama Xavier atau tetap pada tujuan utamanya Haider? ikuti terus novel baru saya yang tentunya sangat menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 : Ciuman Pertama
Syeira tengah makan malam dengan Haider. Dia menikmati masakan Haider yang lezat dan bergizi. Setelah makan malam, Syeira mencuci piring dan Haider merapikan dapur.
Haider melihat pesan masuk di ponselnya. Dia memiliki tugas deadline yang baru saja dikabari untuk diselesaikan. Dia yang baru saja akan pulang menunda sebentar dan mulai membuka laptopnya dan melanjutkan tugas.
"Kakak gak jadi pulang?" tanya Syeira melihat Haider membuka laptopnya.
"Ada tugas deadline yang harus diselesaikan dan mereka baru mengabari sekarang, perjalanan ke rumah membutuhkan waktu satu jam jadi Kakak selesaikan di sini dulu" ujar Haider.
"Iya Kakak selesaikan saja dulu, lagi pula tidak baik Kakak berkendara buru-buru karena tugas" ujar Syeira.
"Ya sudah kamu juga belajar saja buat ujian" ujar Haider kemudian kembali fokus ke laptopnya.
Syeira juga mulai membuka bukunya dan membaca materi. Dia harus fokus mempersiapkan ujian lusa. Syeira juga tidak lupa membuat kopi dua gelas dan memberikan satu untuk Haider.
"Terimakasih" ujar Haider yang masih fokus ke laptopnya.
Tak terasa dua jam sudah berlalu begitu cepat. Akhirnya Haider berhasil menyelesaikan tugas miliknya. Dia menoleh ke arah Syeira yang sudah tertidur pulas di meja belajarnya.
"Wah lihat gadis pintar ini juga bisa tertidur saat belajar" ujar Haider tersenyum.
Haider menantap wajah Syeira cukup lama dan tangannya mulai bergerak menyentuh rambut Syeira yang mengenai matanya. Hati Haider tiba-tiba bergetar dan dia merasa dirinya didorong untuk mendekati Syeira.
Pria itu kemudian berdiri mendekati Syeira dan mencium pelan kening Syeira. Haider tersenyum dan dia lagi-lagi tidak mau jujur pada dirinya. Haider sadar kalau dia mulai menyukai Syeira yang sudah tumbuh dewasa, tetapi dia tetap menetapkan hatinya untuk menganggap Syeira sebagai adiknya.
Haider menggendong Syeira ke kasur dan dia kembali ke ruang tengah dan rebahan di sofa. Haider berniat istirahat sebentar sebelum sebelum kembali ke rumah.
Syeira membuka matanya dan melihat ke arah jam dinding kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Syeira beranjak dari kasur dan mengambil air mineral.
"Kak Haider" ujar Syeira hampir menyemburkan air di mulutnya.
Mendengar teriakan Syeira membuat Haider terbangun dari tidurnya. Ternyata semalam Haider ketiduran saat rebahan di sofa. Dia segera duduk dan melihat ke arah jam tangan miliknya.
"Wah aku ketiduran" ujar Haider.
"Kakak pasti kelelahan mengerjakan tugas semalam" ujar Syeira.
"Kamu juga tertidur saat belajar" ujar Haider tidak mau kalah.
"Bagaimana aku bisa ke kasur?" tanya Syeira.
"Tentu saja aku yang mengangkat mu Adik kecil" balas Haider.
"Kakak sudah lapar? kita makan di luar saja?" usul Syeira.
"Ya sudah ayo sarapan di luar" ajak Haider.
Syeira dan Haider menaiki mobil untuk mencari sarapan pagi. Mereka memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu mencari sarapan yang cocok.
"Mau makan apa?" tanya Haider.
"Aku ingin sarapan roti saja" jawab Syeira.
"Ya sudah kita cari toko roti yang enak" ujar Haider.
Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya mereka menemukan toko roti yang cocok. Syeira turun untuk membeli roti dan di susul Haider setelah memarkirkan mobilnya.
"Aku mau yang isi vanila dan keju" ujar Syeira.
"Kalau Kakak pengen rasa apa?" tanya Syeira.
"Coklat saja" balas Haider.
Setelah menunggu beberapa saat, roti pesanan mereka akhirnya siap. Haider langsung membayar roti tersebut sementara Syeira sedang merogoh tasnya untuk mencari dompet.
"Aku saja yang bayar" ujar Syeira.
"Simpan saja uang mu Adik kecil" ledek Haider.