NovelToon NovelToon
Aku Bukan Actor Genius

Aku Bukan Actor Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rohid Firmansyah

Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini orang kenapa dah'?

James melangkah keluar ruangan, hatinya dipenuhi campuran rasa lega dan bingung.

Ia berhasil melewati tes akting dadakan itu dengan sukses, bahkan mendapatkan pujian dari sutradara dan penulis skenario. Namun, ia masih belum bisa memahami bagaimana ia bisa melakukannya.

Ia hanya seorang mahasiswa biasa yang tidak pernah belajar akting secara formal.

Saat ia berjalan menyusuri lorong, sebuah suara menghentikannya.

"Hei, tunggu!"

James menoleh dan melihat seorang pria tinggi dengan rambut pirang dan rahang tegas berdiri di belakangnya.

Pria itu menatap James dengan tatapan tajam, sorot matanya dipenuhi rasa tidak suka.

"Kau siapa berani masuk ke ruangan director lynn?" tanya pria itu dengan nada dingin.

"Ya," jawab James singkat, tidak tertarik untuk berbasa-basi.

"Aku Jake, SEORANG aktor membintangi 10 film Hollywood" pria itu memperkenalkan diri dengan nada angkuh. "Aku salah satu pemeran utama di film ini."

James hanya mengangguk, masih belum mengerti maksud pria itu. 'nih orang kenapa dah tiba tiba'

"Apa urusan orang sepertimu disini huh?," Jake melanjutkan, suaranya semakin dingin. "Aku ingat! kau adalah extras , haha sepertinya kau mengambil yang recehmu"

James mengerutkan kening. 'nih orang kenapa dah' tambah bingung James dengan pria ini.

"Lu ngapa dah " James menggunakan bahasa Indonesia nya sepertinya agar tidak membuat suasana menjadi lebih panas dengan apapun situasinya Kali ini.

Jake tertawa sinis. "Kau meledekku , sialan lalat tetap menjadi lalat ternyata tidak tahu tempat ya ." situanya semakin parah.

'lah dia tambah Marah, kabur aja Kali ya'

James menatap Jake dengan tatapan tajam. "Aku tidak peduli apa pendapatmu tentangku. Yang penting aku datang karena urusan, Urus urusanmu sendiri White boy."

Jake mendengus. saat Jake akan mengeluarkan tangannya menghajar James yang bingung dengan situasi absurd ini, aktor lain yang lebih senior menahannya.

situasinya dia Marah sekali Dan ditenangkan oleh banyak orang, melihat itu ini kesempatannya untuk pergi.

James tidak menjawab. Ia tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan pria yang jelas Gila seperti itu.

Ia hanya ingin segera pergi dari tempat ini dan kembali ke kehidupannya yang sederhana.

"Ingat," Jake berkata lagi sebelum James berbalik, "Ini Hollywood. Bakat saja tidak cukup. Kau butuh koneksi, keberuntungan, dan...," Jake menjeda kalimatnya, "...sedikit bantuan dari orang lain."

James mengabaikan Jake dan terus berjalan. Ia tidak peduli dengan ancaman terselubung pria itu. Ia tahu ia bisa mengandalkan kemampuannya sendiri. Ia tidak butuh bantuan dari siapa pun.

Saat ia sampai di pintu keluar, sebuah suara lembut memanggilnya.

"James, tunggu!"

James menoleh dan melihat Aurora berjalan ke arahnya, wajahnya dihiasi senyum ramah.

"Hai," sapa Aurora. "Aku melihat tes aktingmu tadi. Kau hebat!".

'gimana nih cewek bisa lihat dah, oh ya gua lupa ada kaca pelastik di pinggir ruangan itu, sepertinya dia melihat ya Dari situ, njir cewek secantik ini Muji saya, saya mau sekali '

James tersenyum tipis. "Terima kasih," jawabnya.

"Aku tidak tahu kau punya bakat terpendam," Aurora melanjutkan, matanya berbinar-binar.

"Kau benar-benar mengejutkan kami semua."

James mengangkat bahu. "Ah, itu tidak seberapa," jawabnya merendah.

Aurora tertawa kecil. "Jangan merendah. Kau punya potensi besar. Aku yakin kau akan sukses di dunia akting."

James hanya tersenyum, tidak tahu harus berkata apa. Ia merasa canggung dipuji oleh seorang aktris terkenal seperti Aurora.

"Boleh aku minta nomor ponselmu?" tanya Aurora tiba-tiba. "Aku ingin kita tetap berhubungan."

James sedikit terkejut dengan permintaan Aurora. Ia tidak menyangka Aurora akan tertarik untuk berteman dengannya.

"Tentu," jawab James sambil memberikan nomor ponselnya.

"Terima kasih," Aurora tersenyum manis. "Sampai jumpa lagi, James."

James mengangguk dan berbalik pergi, meninggalkan Aurora yang masih berdiri di tempatnya. Ia merasakan hatinya berdebar lebih cepat dari biasanya.

Ia tidak tahu apa arti dari pertemuan ini, tapi ia merasa ada sesuatu yang istimewa di antara mereka.

Malam itu, setelah kembali bekerja di Redwood Cafe dan menghadapi berbagai kejadian aneh dengan para pelanggan wanita yang mimisan, James berjalan pulang dengan pikiran yang penuh.

Ia masih memikirkan pertemuannya dengan Aurora, tes aktingnya yang sukses, dan ancaman Jake. Ia juga memikirkan sistem yang ada di dalam dirinya, sistem yang entah bagaimana telah mengubah hidupnya.

Saat ia sampai di kamar motelnya, ia langsung merebahkan diri di tempat tidur, kelelahan. Ia memejamkan mata, mencoba menjernihkan pikirannya. Namun, tiba-tiba, sebuah panel biru muncul di hadapannya.

[Selamat, Pemain!] panel itu mengumumkan dengan huruf kapital yang mencolok. [Anda telah membuka Fungsi Analisis Naskah!]

James mengerutkan kening. "Fungsi Analisis Naskah?" gumamnya bingung.

[Ya, Pemain!] panel itu menjawab dengan semangat. [Fungsi ini memungkinkan Anda untuk menganalisis kualitas naskah film yang Anda terima. Naskah akan dinilai berdasarkan tingkat kualitas, mulai dari E hingga S. Semakin tinggi tingkatnya, semakin baik kualitas naskah tersebut.]

James terdiam sejenak, mencerna informasi baru ini. Ia tidak menyangka sistem ini memiliki fungsi lain selain memberikan misi dan hadiah. Ia mulai merasa bahwa sistem ini lebih kompleks dan misterius dari yang ia bayangkan sebelumnya.

[Dengan fungsi ini, Anda dapat memilih naskah film yang berkualitas tinggi dan meningkatkan peluang Anda untuk sukses di dunia akting!] panel itu menambahkan dengan nada promosi.

James menghela napas. "Tapi aku tidak ingin menjadi aktor," gumamnya pelan.

[Itu tidak masalah, Pemain!] panel itu menjawab dengan riang. [Anda tetap bisa menggunakan fungsi ini untuk menganalisis naskah film yang Anda terima, meskipun Anda tidak berniat untuk menerimanya.]

James menggelengkan kepala, merasa sedikit frustrasi dengan sistem yang terus memaksakan kehendaknya.

'ini sistem pemaksa sekali'

Ia tidak mengerti mengapa sistem ini begitu ingin ia menjadi seorang aktor.

Tiba-tiba, ponselnya berdering, membuyarkan lamunannya. Ia melihat nama "Ayah" tertera di layar. Ia segera mengangkat teleponnya.

"Halo, Yah?"

"Halo, James," suara ayahnya terdengar dari seberang. "Apa kabar?"

"Baik, Yah. Ayah bagaimana?"

" baik. Ibu juga baik," jawab ayahnya.

James terdiam sejenak. Ia merasa rindu dengan keluarganya di Bandung. Sudah lama ia tidak bertemu dengan mereka.

"Kapan kamu pulang, James?" tanya ayahnya.

James menghela napas. "Belum tahu, Yah. Aku masih ada urusan di sini."

"Urusan apa?" tanya ayahnya penasaran.

James ragu-ragu sejenak. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan tentang sistem dan kejadian-kejadian aneh yang ia alami Dan lagi dia Masih tidak sanggup kembali setelah di Drop out Dari kampusnya.

'akh cari alasan saja James '

"Aku... aku sedang mencoba peruntungan di dunia akting, Yah," jawab James akhirnya.

"Akting?" tanya ayahnya terkejut. "Sejak kapan kamu tertarik dengan akting?"

"Baru-baru ini, Yah," jawab James singkat.

"Hmm," ayahnya bergumam pelan. "Ya sudah, kalau itu yang kamu inginkan. Tapi jangan lupakan kuliahmu, ya?"

"Iya, Yah," jawab James cemas.

"Jaga dirimu baik-baik di sana, James," pesan ayahnya.

"Iya, Yah. Ayah dan Ibu juga jaga kesehatan, ya?"

"Iya, James. Kami selalu mendoakanmu."

"Terima kasih, Yah."

James menutup teleponnya, Dia tahu berbohong itu Salah apalgi pada kedua orang tuanya yang HANYA mereka Dan satu adiknya yang dia punya di dunia, namun mendengar suara ayahnya dia juga tidak ingin membuatnya kecewa setidaknya saat waktunya tiba yakni pulang ke Indonesia dia Baru akan menjelaskannya mata kemata.

pada saat ini dia harus fokus pada mencari yang untuk ditabung bahkan jika bisa investasi.

1
ADYER 07
oy thorr up ngakkkk?
Hari Sptra
authornya kemana dah nih di tinggal bae
Kiki Ginanjar
lanjut dong ini bagus
Kiki Ginanjar
kenapa gak di lanjut padahal seru loh
Fadli
up dong
Kiki Ginanjar
kenapa gak up lagi/Grin/
Baday ys
bague
Baday ys
mantab...up up
ADYER 07
walau penjabaran nya bertele² tapi alurnya lumayan bagus.
Hr⁰ⁿ
yang bener *arghhh bikin orng khawatir saja*
Hr⁰ⁿ
maaf Thor kritik dikit,
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya
Go Anang
Luar biasa
Farah Umaiha
thor gak up??🤔
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
Farah Umaiha
bentar lagi hp Arthur mati itu(meledak) 🤣🤭
Farah Umaiha
bagus
Farah Umaiha
bangus banget😀👍👍👍
Was pray
kok james gak tahu nominal uang dlm kontrak kerjanya? emang gitu ya dlm dunia perfilman ya thor? aktor gak tahu apa2 isi kontrak kerjanya?
Smeliy: dia sahabat James mereka sudah seperti saudara, Dan Arthur akan jadi orang paling berpengaruh pada cerita
total 4 replies
Farah Umaiha
ceritanya seru banget thor🤣😂😂😭😭💪💪
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!